Mr Matrix

Mr Matrix
Cinta dan air mata.


__ADS_3

Setelah menguburkan semua pengawalnya yang tewas,serta memberikan pengobatan kedua orang Dewi yang terluka dalam cukup parah,sang Ratu memerintahkan semua prajurit dan sisa pengawalnya untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali keutara.


Semenjak peristiwa itu,sang Ratu lebih banyak berdiam diri, tanpa bicara lagi.


Sepanjang perjalanan, sang Ratu selalu merenung dan kadang kadang diam termangu.


Sedangkan dua orang pengawal pribadinya tidak berani terlalu banyak bertanya,karena takut dengan kemurkaan oleh Ratunya itu.


Sedangkan Alex dan ketiga istrinya serta seorang pengawalnya itu meneruskan perjalanan mereka dengan memacu kudanya menyusuri jalan raya itu.


menjelang sore,mereka berhenti di pinggir sebuah kali kecil berair jernih.


Setelah turun dari kudanya,ketiga istrinya menyuruh Alex untuk bersemedi sebentar untuk menghimpun hawa murni guna memulihkan kekuatannya kembali.


Sedangkan Dewi Ginantari bertugas mencari kayu bakar, sedangkan para istrinya memasak makanan untuk makan malam mereka malam ini.


Kali ini yang membuat pondok sederhana untuk mereka menginap malam ini adalah Dewi muyimaeva dan putri Annchi,sedangkan Dewi Ginantari dan putri Dewi Sucitra bertugas menyiapkan hidangan untuk mereka.


Selang beberapa saat kemudian, Alex bangkit berdiri,kesehatannya sudah pulih kembali seperti sedia kala.


Alex menolong kedua istrinya membuat pondok untuk mereka malam ini.


Setelah beberapa waktu,pondok berlantai kulit pohon dan beratap daun hutan itupun telah siap di gunakan.


Mereka duduk didalam pondok sambil menyantap makanan nasi bersama daging bakar.


Namun belum lagi mereka selesai bersantap,rombongan sang Ratu juga tiba ditempat itu.


Tidak seperti mereka yang tidur dipondok, rombongan sang Ratu tidur dikemah yang di dirikan oleh para prajurit pengawalnya.


Baru saja mereka selesai bersantap,seorang prajurit dengan takut takut mendatangi mereka menyampaikan undangan dari sang Ratu untuk Alex.


"Apa yang akan dilakukan oleh sang Ratu itu, nampaknya sang Ratu itu seorang yang arogan dan tidak gampang menyerah,haruskah aku menolaknya?"tanya Alex kepada istri dan pengawalnya.


"Secara aturan dan kebiasaan,kakak tidak boleh menolak undangan resmi dari seorang Ratu"jawab putri Dewi Sucitra.


"Benar kakak,undangan seorang Ratu adalah undangan resmi, sebenarnya kau tidak boleh menolak, karena bila kakak menolak,bisa dianggap menyinggung dan merendahkan martabat satu negeri" kata Dewi muyimaeva menjelaskan.


"Benar kakak, pergilah, kami mempercayai mu sepenuhnya dan mendukung apapun keputusan mu nanti"putri Annchi bicara sambil memegang tangan Alex.


"Tidakkah sebaiknya salah satu dari kalian ikut menyertai ku?"tanya Alex.


"Kakak,tidak patut,nanti kami dikira istri apaan yang tidak mempercayai suaminya,bisa bisa Ratu arogan itu tersinggung lagi nanti,pergilah sendiri kak,dan selesaikan pertikaian itu secara baik dan damai"kata putri Annchi memberikan pendapatnya.


Alex dengan rasa enggan melangkah keluar dari pondok itu menuju ke tenda sang Ratu Helena.


Didalam tenda,Ratu Helena sedang berbincang dengan kedua Dewi pengawalnya.


sedangkan dua orang Dewi lainnya sedang duduk bersemedi di tenda yang didirikan khusus untuk mereka, mengumpulkan hawa qi murni untuk mempercepat penyembuhan luka dalamnya.


Melihat kedatangan Alex, kedua Dewi pengawal itu bergegas keluar dari tenda itu.


Tenda sang Ratu dialasi dengan karpet tebal yang enak diduduki maupun untuk tidur.


"Duduklah,maapkan atas kejadian tadi siang,kalau boleh tahu,siapakah nama mu?"tanya Ratu Helena langsung.


"Sayalah yang seharusnya minta maap atas kejadian tadi siang,maapkan saya dan istri saya Ratu,nama saya Alexander Ratu"jawab Alex memperkenalkan namanya.


"Sudahlah jangan di ungkit lagi,dari mana dan hendak kemana kah kalian?" tanya sang Ratu lagi.

__ADS_1


"Kami adalah pengelana semesta ini Ratu,untuk sementara ini kami berada di dunia bulan biru,salah satu dari istri saya ada yang sedang sakit dan memerlukan sebuah batu mustika yang ada di dunia ini untuk mengobati nya"jawab Alex.


"Apakah kau tidak ingin menjadi seorang Kaisar?, kau bisa menjadi seorang Kaisar dengan ikut bersama ku,segala apapun bisa kau dapati cuma dengan memerintah"kata Ratu Helena lagi.


Alex menggelengkan kepalanya, "tidak Ratu, aku tidak berambisi menjadi seorang Kaisar, aku senang hidup mengembara dari satu dunia kedunia lainnya, mengarungi semesta ini bersama keluarga ku"...


Ratu Helena menarik nafas berat,seakan ada satu beban amat berat di dalam hatinya.


"Aku memang tidak secantik istri istri mu itu, wajar bila kau tidak tertarik kepada ku,tetapi kau adalah laki laki pertama yang bisa mengalahkan aku, tidakkah ada sedikit ruang dihati mu yang tersisa untukku?"kini sang Ratu sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannya.


Tetapi keterusterangan dari sang ratu itulah yang membuat Alex menjadi serba salah.


"Dunia kita sudah jauh berbeda Ratu,aku dengan duniaku sendiri,dan takdir yang harus aku jalani,sedangkan kau dengan dunia mu sendiri yang justru bertolak belakang dengan dunia ku,aku tidak bisa mengikari takdir yang sudah digariskan sang kehendak suci untukku, pimpinlah negeri mu baik baik,sedangkan aku masih banyak tugas yang harus ku laksana kan, banyak dunia yang harus kudatangi lagi,haluan hidup kita berlawanan" Alex menyahut sambil berusaha menerangkan dengan bijak.


sang Ratu Helena menundukkan kepalanya, hatinya pilu,bila selama ini dia tidak mengenal kata penolakan dari orang lain,kini dia merasakannya sendiri betapa pahitnya keinginan yang di tolak.


Beberapa tetes air mata menetes di pipinya,gadis yang selama ini sangat tegar dan perkasa itu,kini terjungkal takluk cuma karena masalah perasaan hati belaka.


"Tidak bisakah salah satu diantara kita mengalah?" pertanyaan yang sulit untuk di jawab Alex.


"Andai kata kau mengalah untuk mengikuti ku,maka negeri dan rakyat mu akan kehilangan Ratu yang mereka punya, sedangkan aku tidak mungkin mengikuti mu,karena aku harus memenuhi takdirku untuk mengembara kesemua dunia di semesta ini"jawab Alex.


"Apakah memang sudah tidak ada ruang untuk ku?"...


"Ruang akan selalu ada Ratu,tetapi kita sama sama tersungkur dan kalah di depan takdir, biarlah takdir pula yang mengatur semuanya, untuk sementara ini aku tinggal di negeri Fangkea di dunia bulan biru,kau salah satu wanita hebat yang pernah ku kenal" kata Alex kepada Ratu Helena.


Ratu Helena mengangkat mukanya menatap wajah Alex yang nampak teduh.


Air matanya masih mengalir di pipinya yang putih bersih bak pualam putih itu.


"Baiklah,kau boleh pergi, tetapi sebelum itu,aku mohon ambilah ciuman pertama ku,sebagai pertanda bahwa sudah tidak ada lagi hati yang bisa kuserahkan kepada orang lain,hati ku sudah kuserahkan kepada mu dan ikut kemanapun kau pergi"Ratu Helena mendekatkan wajahnya ke wajah Alex.


Alex melangkah keluar dari kemah di iringi tatapan tidak rela dari sang Ratu Helena.


'Pergilah laki laki ku,bawalah ciuman pertama dan terakhir ku bersama mu,bila sang kehendak suci mentakdirkan kita bersama,kita pasti akan bertemu lagi,tapi bila tidak,maka kau akan selalu bersama ku didalam sanubari ku"Sang Ratu terisak Isak sedih.


Baru pertama kalinya sang Ratu jatuh cinta, tetapi dia langsung merasakan patah hati.


Perempuan tegar itu untuk beberapa saat terhanyut dalam kesedihannya,merenung sendiri di dalam kemahnya,dan bayangan ciuman pertamanya menari di pelupuk matanya.


Dia tidak menyesal menyerahkan ciuman pertamanya kepada Alex, karena memang seumur hidup baru sekarang dia merasakan jatuh cinta.


Dahulu sang Ratu acuh kepada semua laki laki,ambisinya terlampau kuat hingga perasaan kewanitaannya tertekan jauh di sudut sanubarinya,yang dia kejar cuma kejayaan, kekuatan,kemasyhuran dan kekuasaan,tetapi kini dia tersungkur oleh asmara dari seorang pemuda yang baru saja dikenalnya itu.


Kini di dalam pikiran dan hati sanubari sang Ratu di penuhi oleh rasa kebimbangan antara kekuasaan yang dia perjuangkan selama ini,atau cinta yang sudah meracuni pikiran dan hidup nya.


Hati sang Ratu bertanya tanya selalu,apa arti kekuasaan yang selama ini dia perjuangkan,bila didalam hidup penuh dengan kekosongan.


Lebih baik hidup sederhana,namun hati penuh cinta dan kebahagiaan,dari pada duduk diatas singgasana permata,tetapi hati laksana mayat yang tak bernyawa.


Kini sang Ratu mengerti bahwa roh segala kehidupan adalah cinta dan kasih sayang,saling berbagi,menikmati saat saat sedih bersama, saling menutupi luka, saling menghapus air mata.


Air mata sang Ratu berderai tanpa suara,hatinya menjerit tanpa kata kata, "wahai sang pengembara,aku ingin kau bawa serta, menata asa,saling membalut luka, mengarungi seluruh semesta raya,sebiduk bersama,menantang badai yang mendera, gelombang yang menerpa"...


...............


Pagi datang menyapa, sang Surya baru saja memancarkan cahayanya.


Ketika Alex membuka matanya,suasana sudah sunyi sepi,tidak terdengar lagi suara hiruk pikuk prajurit yang sedang bekerja membongkar tenda.

__ADS_1


Ditanah terlihat putri Annchi dan putri Dewi Sucitra serta Dewi Ginantari sedang menyiapkan makanan untuk mereka,sedangkan Dewi muyimaeva duduk disampingnya sambil menatap kearah muka sang pemuda itu


"Kemanakah orang orang,kenapa tidak terlihat lagi?,tanya Alex.


"Maksud kakak sang Ratu Helena kan?"Dewi muyimaeva balik bertanya kepada Alex.


Alex gelagapan beberapa waktu, "eh i iya,mereka kemana?"...


"Saat Kokok ayam pertama kali bersuara,sang Ratu beserta para pengawalnya berangkat meneruskan perjalanannya,terlihat dari matanya yang merah dan sembab,rupanya dia semalaman menangis, sebelum berangkat,dia menitipkan ini untuk kakak"Dewi muyimaeva menyerahkan seuntai kalung emas beserta liontin medali keratuan negeri Sumeon yang bergambar kepala seorang Ratu yang sangat cantik dengan sebuah Tiara di atas kepalanya.


Alex menerima kalung itu ,berbagai perasaan menghinggapi hatinya saat itu.


"Kakak,apakah kakak sudah menyakiti hati seseorang?,atau menghancurkan harapan seseorang?"tanya Dewi muyimaeva lembut sambil memegang tangan sang suami yang terasa dingin itu.


"Iya Dewi,mungkin aku menyakiti hatinya,atau juga menghancurkan harapannya,kau tahu bahwa aku hidup tidak bisa terikat dengan satu tempat saja,aku tidak tahu besok atau lusa,kemana lagi sang kehendak suci menginginkan aku pergi,atau apa lagi yang akan aku kerjakan, sedangkan dia terikat dengan negeri dan rakyatnya"kata Alex dengan suara sendu.


Dewi muyimaeva tahu beban apa yang ada di pundak sang suaminya itu,dan kesedihan bagai mana yang di rasakan sang suami,dia juga tahu.


Dewi muyimaeva membelai belakang suaminya,ia tahu sebenarnya sang suami tidak tega kepada sang Ratu,tetapi bila dia turuti kehendak sang Ratu, konsekuensinya adalah tugasnya akan terganggu,atau paling tidak negeri Sumeon itu akan hancur.


"Kakak,kita semua dibawah aturan sang kehendak suci,apapun kehendak kita harus kalah di hadapan kehendaknya,kita cuma bisa memohon agar sang kehendak suci memberikan jalan keluar yang baik bagi kita semua"kata Dewi muyimaeva berusaha meredam keresahan hati sang suaminya itu.


"Oh ya kak,tadi sang Ratu berpesan agar kakak selalu mengenakan kalung itu setiap saat"tambah Dewi muyimaeva lagi.


Alex memasang kalung itu di lehernya,lalu menyembunyikan nya di balik bajunya.


Selesai sarapan, kemudian mereka meneruskan perjalanannya kembali dengan menunggang kuda mereka masing masing.


Hingga menjelang siang,mereka sampai di sebuah ujung hutan yang banyak batu batu sebesar bukit menjulang keudara


Diujung jalan terbuka itu kini menyempit menjadi sekitar dua Depa saja dengan bukit bukit batu menjulang dikiri kanan jalan.


Saat berjalan di celah sempit itu,tiba tiba dari atas bukit batu itu, meluncur turun kebawah ratusan batu batu besar sebesar kerbau yang akan menimpa mereka.


Alex dan Dewi muyimaeva juga Dewi Ginantari melompat keudara menyongsong reruntuhan batu batu besar itu.


Alex dan Dewi muyimaeva mempergunakan jurus cahaya illahi tingkat keenam.


Dari tubuh keduanya memancar cahaya biru terang yang melesat keudara dengan kecepatan super lalu menghantam kearah batu batu yang berjatuhan itu hingga menjadi debu berterbangan.


Dari kedua tangan Alex dan Dewi muyimaeva melesat kembali selarik cahaya biru terang kearah atas tebing batu dengan kecepatan super, langsung menghajar puncak bukit batu itu hingga hancur hampir separonya.


Bersamaan dengan hancurnya puncak bukit batu di kiri kanan jalan itu,terdengar teriakan nyaring mengiringi meluncur kebawah tubuh dua orang laki laki setengah tua.


Kedua laki laki ini terlihat berumur sekitar lima puluhan tahun,meski sebenarnya usia mereka sudah hampir satu abad.


Yang seorang bertubuh kurus agak jangkung, sedangkan yang seorang lagi bertubuh sedang tetapi ber jenggot panjang berkibar kibar tertiup angin.


Kedua orang ini mendarat tidak jauh dari tempat Alex berdiri sambil tertawa terkekeh kekeh.


"Orang tua,ada silang sengketa apa hingga kau membokong perjalanan kami seperti seorang banci saja"tanya Alex pada kedua laki laki itu.


Kedua laki laki itu masih tertawa terkekeh kekeh seakan melihat sesuatu yang lucu ketika Alex dan istrinya serta pengawalnya dalam bahaya.


"Ha ha ha ha,lucu lucu melihat lima ekor tikus terperangkap di dalam selokan"kata salah satu laki laki itu yang mempunyai jenggot panjang.


*********


Terimakasih banyak untuk semua yang telah memberikan dukungannya,semoga author bisa menamatkan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2