
Datuk sesat racun langit melepaskan cengkeraman tangannya pada pengawal itu lalu memeriksa tubuh yang tergolek ditanah dengan kondisi sudah menghitam karena racun ganas itu.
Tiba tiba suara raungannya pun pecah membahana seakan mencapai langit karena nyaringnya.
Dipeluknya jasad hitam murid kesayangan nya itu sambil meraung raung menangisi nya.
Murid yang dia latih semenjak kecil,dia persiapkan untuk menjadi pewaris seluruh ilmu nya,kini harus tewas ditangan nya sendiri.
Dia tidak habis pikir,padahal tadi mata kepalanya sendiri yang melihat dengan yakin seyakin yakinnya,bahwa yang dia kejar dan dia pukul adalah pemuda lawannya itu,mengapa sekarang berubah menjadi jasad sang murid nya sendiri.
Padahal dia sudah membentengi seluruh tubuhnya dengan ilmu sihir tingkat tinggi, kenapa masih bisa tertebus oleh pemuda kemarin sore itu.
Dia tidak tahu bahwa Alex tidak mempergunakan ilmu sihir apapun,tetapi hanya mempergunakan tenaga bayinya yang luar biasa besar itu untuk mempengaruhi gelombang otak dari Datuk sesat racun langit agar berpikiran seperti yang dia kehendaki.
Sedangkan Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian yang melihat kejadian itu secara sembunyi sembunyi pun bergidik melihat kekuatan mengerikan dari sang junjungan mereka itu.
"Sedikit demi sedikit kekuatan dari tuan Agung mulai bangkit kembali seperti semula,kekuatan yang cuma bisa di miliki oleh satu orang saja selama penciptaan semesta ini!"kata Dewa Samudra kepada sahabatnya itu.
"Kau benar Bai An,tuan ku sudah hampir mencapai kesempurnaan ilmu sejati nya,ilmu yang cuma bisa di capai oleh nya saja sepanjang sejarah penciptaan semesta ini,bahkan kita yang mahluk suci saja tidak bisa mencapai ilmu itu,dari awal kita adalah pengawalnya,maka sampai kapanpun kita tetap pengawalnya"jawan dewa Lonceng Kematian menyahuti perkataan dari dewa Samudra.
Sementara itu Datuk sesat racun langit dengan mata merah karena kemarahan yang hampir meledakan dadanya itu,menatap kearah Alex dengan mata yang merah dan muka yang menghitam karena terlalu marah nya.
"Kau sudah mempermainkan aku dengan ilmu sihir mu itu,aku bersumpah tidak akan hidup tenang sebelum meminum darah mu!"kata Datuk sesat racun langit sambil menunjuk kearah Alex .
"Kau memang orang tua b*d*h!,kau tahunya cuma sihir dan sihir saja,bila memang seperti itu niat mu,aku tidak akan menghalangi mu,majulah dan buktikan kepada ku bahwa kau mampu melakukannya,karena bila kau tidak mampu melakukannya,maka aku yang akan menamatkan cerita mu kali ini!"kata Alex tanpa ekspresi apapun.
"Aku tahu kau cuma bisa menang dengan ilmu sihir saja,sebenarnya kau tidak mempunyai kemampuan apapun juga,bila mana kau memang hebat,ayo kita bertarung,jangan cuma bersembunyi di balik ilmu sihir mu itu saja"kata Datuk Sesat racun Langit mencoba memprovokasi Alex agar tidak mempergunakan ilmu yang dia anggap sebagai ilmu sihir itu.
"Baiklah Racun langit,kau yang memintanya,maka seharusnya tidak ada penyesalan sesudah nya,nah majulah!"kata Alex tenang dan dengan keyakinan kuat.
Hati Datuk Sesat racun langit bersorak gembira karena strategi nya berhasil,tinggal selangkah lagi,pemuda itu pasti akan tumbang.
Segera Datuk Sesat racun langit menerapkan ilmu selaksa racun langit keseluruh tubuh nya, sehingga siapa saja yang tersentuh kulitnya,pasti akan mati,dan racun ini tidak ada penawarnya selain dirinya sendiri.
__ADS_1
Alex bukannya tidak tahu akan akal licik dari Datuk Sesat racun langit ini,tetapi dia tidak perduli,dia ingin mengikuti arus permainan sang Datuk Sesat itu.
Datuk Sesat racun langit segera menyerang Alex dengan jurus dasar,agar Alex terpancing menyentuh tubuh sang Datuk yang sudah penuh dengan racun itu mematikan itu.
Alex yang memang mengikuti permainan dari Datuk Sesat ini segera memukul tubuh sang Datuk beberapa kali dengan pukulan yang tidak terlalu berbahaya.
Tetapi sebenarnya Alex tidaklah memukul sang Datuk begitu saja,tetapi sedang membuka titik Meridian di beberapa tubuh sang Datuk agar menyerap racunnya sendiri.
Perkiraan Alex benar, setelah lebih dari seratus titik Meridian utama di tubuh sang Datuk yang seharusnya di tutup saat mempergunakan jurus racun itu,kini terbuka semuanya,secara perlahan nafas dan energi sang Datuk pun mulai terkuras oleh racunnya sendiri,hingga pada satu titik akhir, tubuh sang Datuk pun tersungkur ketanah dengan mulut,telinga, mata,hidung dan seluruh poro pori kulitnya mengeluarkan darah hitam.
Racun ganas itu telah memangsa tuannya sendiri,dan seluruh ilmu racun itu mati bersama matinya Datuk Sesat racun langit dan murid nya.
Seandainya Datuk Sesat racun langit itu mengetahui bahwa Alex kebal segala macam racun yang dia dapatkan dari bunga teratai hitam, tentu dia akan berpikir seribu kali menjadikan tubuhnya sebagai umpan yang sia sia belaka.
Setelah tumbang ketanah,ternyata keganasan racun langit tidak berhenti sampai disitu saja,tubuh sang Datuk dan murid nya itu tiba tiba melumer seperti karet terkena api,hingga menyisakan seonggokan cairan hitam ber bau tidak sedap saja.
Alex menatap kearah penonton semuanya yang langsung terdiam seribu bahasa.
Sunyi senyap tidak ada suara apapun yang terdengar dari arah penonton,bahkan bernafas pun mereka hati hati.
Sang protokol istana menatap kearah Kaisar Wang Jian Gaushin,dan sang kaisar pun menganggukkan kepalanya.
"Peng!!".
Tabuhan dipukul tanda kemenangan sudah di sahkan dan protokol istana pun berteriak lantang, "baiklah,untuk hari ini pertandingan adu ketangkasan telah berakhir,dan dari beberapa purnama kita menanti,akhirnya kita mendapatkan seorang pemenang sejati,hari ini,atas nama yang mulia Kaisar Wang Jian Gaushin,pemegang kekuasaan tertinggi negeri Yuo,menetapkan bahwa yang keluar sebagai pemenang nya adalah Tuan muda Alexander!!"...
Terdengar suara tepuk tangan dan sorak Sorai gegap gempita dari seluruh masyarakat yang berhadir di tempat itu.
Lama mereka mendambakan sang putri mendapatkan jodoh yang serasi dengan nya,kini pemenang itu sudah terlihat dan diketahui khalayak ramai.
Tidak sedikit pula para ibu ibu yang menangis haru,karena sang junjungan mereka telah bertemu jodoh yang di nanti nantikan nya sekian lama.
Juga banyak para pemuda pengagum dan pemuja sang putri dari kejauhan yang diam diam menangis kecewa karena sang pujaan hati telah menemukan jodohnya.
__ADS_1
Sang putri Xiu Ying berjalan mendekat kearah Alex ,lalu membimbing tangan Alex menuju ke hadapan sang Kaisar Wang Jian Gaushin dan sang Ratu duduk lalu menyembah dengan takzim di hadapan kedua nya.
"Ayahanda,dialah pemenang nya,semoga ayahanda menerima dia apapun adanya,seperti ananda yang menerima dia apapun adanya dia!"kata Putri Xiu Ying.
Dengan tersenyum ramah,sang Kaisar memeluk putri tersayang nya itu dengan erat, matanya berkaca kaca, putri kecilnya dulu yang sering dia panggil di pundaknya itu,kini sudah siap berumah tangga, "putri ku,betapapun kau sudah dewasa dan berumah tangga,tetapi bagi ayahanda dan ibunda,kau tetap kupu kupu kecil kami yang sering terbang diantara bunga bunga di taman istana,kau tetap gadis kecil kesayangan ayahanda dan bidadari mungil kecintaan ibunda, kini saat nya kau terbang setinggi langit,mengejar takdir mu,gapai lah apa yang seharusnya kau gapai"kata sang Kaisar Wang Jian Gaushin kepada putrinya itu.
Sebenarnya sang Kaisar sudah mengetahui siapa Alex sebenarnya dari cerita Dewa Lonceng Kematian secara diam diam kepada sang Kaisar.
Diantara para kerabat istana,cuma sang Kaisar,sang Ratu dan putra mahkota Wang Li Yong kakak kandung dari putri Xiu Ying yang mengetahui bahwa sang putri adalah murid kesayangan dan satu satunya dari Dewa Lonceng Kematian.
Sang Kaisar menatap kearah Alex sambil tersenyum, "anakku,kini putri ku telah memilih diri mu,tolong jaga putri ku baik baik,jangan sakiti hatinya,ayah cuma bisa menitipkan dia pada mu, dia kecintaan kami semua"kata sang kaisar sambil memeluk tubuh Alex.
Tanpa mereka sadari,dari balik awan putih di atas langit,sepasang mata memandang dengan berkaca kaca, "Duh Dewa,sedari awal aku sudah menduga nya,sekian lama tidak melihat mu,kini kau muncul dalam rupa yang lain,tetapi bagai manapun kau berubah, aku tetap bisa mengenali mu Dewa,aku turut bahagia dengan kebahagiaan mu sekarang, kita di ciptakan untuk saling menyayangi, bukan untuk saling miliki Dewa !"...
Di istana, Kaisar Wang Jian Gaushin sedang berbincang bincang dengan Alex dan para pengawalnya,termasuk disitu hadir juga sang Dewa Lonceng Kematian.
Sedangkan Dewi Amarila, Ratu Pramestiya, Dewi Araya,putri Mei Yin, Dewi Suhitra dan putri Xiu Ying sedang asik berbincang sambil bercanda gurau yang diselingi dengan gelak tawa mereka.
Di luar para pekerja sedang mempersiapkan acara perkawinan antara Alex dan putri Xiu Ying.
Adapun pangeran Wang Guo Kai adalah pangeran dari selir sang kaisar, setelah mendengar tentang kemenangan Alex pada pertandingan sayembara itu,dia lebih memilih berdiam diri di dalam kamar nya sendiri, dan meringkuk ketakutan.
Dari Dewi Amarila lah putri Xiu Ying tahu jati dirinya yang sesungguhnya,bahwa mereka berasal dari untaian kalung perhiasan sang Dewa yang terhambur di semesta raya,dan sekarang masanya sang dewa sedang mengumpulkan kembali permata kesayangan nya itu yang kini semuanya sudah menjelma menjadi para putri dan Dewi Dewi cantik rupawan.
"Jadi,sebenarnya kita ada dua puluh satu saudara ya kak,tujuh saudara tersedot masuk kedalam tubuh kakak Alex ,enam tinggal di istana Fangkea dan enam orang disini termasuk saya,berarti sudah sembilan belas kak,tinggal dua lagi ya?"tanya putri Xiu Ying.
"Iya dan masih ada satu tugas lagi,yaitu menemukan elemen dasar pembentukan semesta ini,tiga elemen sudah di dapatkan, tinggal satu elemen lagi yaitu elemen roh api suci kehidupan yang di letakan entah di dunia mana kita belum tahu"kata Dewi Amarila.
"Semoga kita bisa cepat mendapatkan elemen roh api suci kehidupan itu ya kak,biar kita bisa bersatu dengan kakak kakak yang lainnya juga"kata putri Xiu Ying.
Meskipun baru bertemu dan saling kenal,namun secara ikatan batin mereka memang berasal dari satu ikatan yang sa,sehingga ada rasa kebersamaan juga di dal hati mereka semua nya.
...****************...
__ADS_1