
Pertarungan satu lawan satu pun terjadi di tiga pertarungan.
Yang pertama antara pertapa sakti melawan siluman air.
Yang kedua antara kakek Su Lung melawan siluman air kedua.
Yang ketiga antara Biksu mata hati melawan siluman air yang ketiga.
Meskipun ketiga siluman air itu sangat hebat,tetapi menghadapi tiga orang pengawal Alex itu, mereka mati langkah, kemana saja mereka menghindar, serangan lawan selalu saja dapat mencapai tubuh mereka.
ketika siluman air yang pertama melancarkan serangannya ke arah ulu hati pertapa sakti, pertapa sakti segera memiringkan tubuh nya kesamping kiri sambil menyarangkan tinju nya kearah rusuk kanan musuh nya.
"Bug!".
"Krak!".
Dalam waktu yang hampir bersamaan, terdengar bunyi bergedebug dan bunyi sesuatu yang patah, ketika tinju Pertapa sakti bersarang di rusuk kanan dari siluman air itu.
Siluman air itupun tumbang dengan nafas yang menggap menggap seperti ikan kehabisan air.
Sementara itu pertarungan antara kakek Su Lung dan siluman air kedua, juga terjadi lumayan seru.berkali kali siluman air menyarangkan serangan nya kearah kakek Su Lung,tetapi selalu berhasil dihalau oleh kakek Su Lung.
Hingga satu ketika,ketika siluman air itu sedeng melancarkan serangan nya,kakek sulung berkelit kekanan,sambil melancarkan serangannya kearah tengkuk siluman air itu.
"Prak!".
Cuma itu yang terdengar saat kepala siluman air itu pecah berantakan.
Sedangkan pertarungan antara Biksu mata hati melawan siluman ketiga juga tidak berlangsung lama,setelah melakukan serangan nya kearah siluman air itu,dan siluman air itu berkelit keping menghindarinya, rupanya itu cuma pancingan belaka.
Karena begitu siluman air itu berkelit kesamping, sebuah tendangan memutar berhasil mendarat di punggung siluman air itu.
Siluman air itu terjungkal jungkir balik dengan punggung yang sudah remuk terkena tendangan dari Biksu mata hati.
Bukan main marahnya sang pemimpin dari siluman air itu,melihat ketiga anak buah nya sudah tumbang semuanya.
Cuma dengan sekali lompat,dia sudah berada di dekat pertapa sakti dan siap melancarkan serangannya kearah tubuh sang pertapa sakti.
"Bum!".
Serangan nya yang tiba tiba itu di sambut serangan pula oleh Dewa Samudra,sehingga dua energi besar berbenturan dengan hebat.
Tubuh keduanya sama sama terjajar kebelakang sejauh empat tindak,dan kumis lele di muka pemimpin siluman air itu bergerak gerak.
Pemimpin dari siluman air itu bangkit dan mempersiapkan serangan yang bertenaga lebih besar dari tadi.
Sedangkan Dewa Samudra juga mempersiapkan energi maksimal untuk melawan pimpinan dari mahluk siluman air itu.
Sekarang serangan keduanya sudah terlihat sangat cepat sekali serta ber energi besar.
Dari kibasan anginnya saja membuat daun daun pohon yang jauh berguguran.
__ADS_1
Ketika serangan dari pemimpin siluman air itu menyerang dengan kecepatan tinggi, Dewa Samudra tidak ingin menghindar,dia melambari tubuhnya dengan tenaga sakti dewa nya,hingga tubuhnya berubah menjadi bercahaya putih.
"Bum!!"...
Kembali sebuah dentuman yang sangat nyaring memecah kesunyian di tepi danau itu,sebagai hasil dari benturan dua energi sangat besar.
Tubuh Dewa Samudra terjajar empat tindak kebelakang,sedangkan tubuh pemimpin siluman air itu terjajar hingga dua puluh tindak ke belakang, dan mendarat tunggang langgang dengan dada yang pecah karena terbentur besarnya energi yang di lepaskan oleh Dewa Samudra.
Dewa Samudra segera duduk mengatur pernafasan nya yang tidak karuan,karena benturan dua energi besar tadi.
Alex memungut mahkota yang terlepas dari kepala siluman air itu dan menyimpannya didalam gelang penyimpanannya.
Dengan sekali kibasan tangan Alex, keempat tubuh siluman air itupun lenyap menjadi abu yang berterbangan di tiup angin.
Keheningan tepi danau kini tercipta lagi setelah keempat siluman air itu binasa.
Alex segera mengajak istri istrinya, serta para pengawalnya untuk makan siang di tempat itu dengan lauk ikan bakar.
Selesai makan,mereka kembali melanjutkan perjalanan sesuai komando dari Biksu mata hati.
Hingga matahari tergelincir ke sebelah barat,mereka segera berhenti di sebuah goa di perbukitan batu.
Tidak jauh dari situ terdapat sebuah air terjun bertingkat tiga yang indah dengan sebuah telaga kecil di dasarnya.
Goa di tebing bukit batu itu muaranya menghadap kesebelah timur,sehingga saat malam hari,bulan pun terlihat dari dalam goa itu.
Setelah selesai makan, sambil menikmati teh panas,Alex dan para istrinya serta pengawalnya berbincang bincang sesaat,mengisi waktu sebelum tidur.
Menjelang tidur,pertapa sakti, Biksu Mata hati, kakek Su Lung dan Dewa Samudra menyuruh Alex untuk tidur saja,karena biar mereka yang bergantian berjaga jaga.
Alex yang baru saja tertidur,tiba tiba terjaga, sinar matahari sudah menyengat di mukanya.
Alex terlonjak kaget, karena kini dia tidur di sebuah Padang rumput yang luas seperti tidak punya sisi.
Sejauh mata memandang,gunung gunung semuanya Padang rumput dan hanya ada tumbuh pohon kayu satu satu yang sangat jarang sekali.
Sekitar lima puluh langkah dari ujung kakinya,ada sebuah telaga yang cukup besar dengan air yang sangat bening,serta sesekali ada kecipak ikan dari dalam telaga.
Di kiri dan kanan nya tumbuh berjejer bunga bunga beraneka warna yang indah sekali, sepertinya memang sengaja di tata sedemikian rapi dan indah.
Alex segera duduk dari tidurnya,diedarkan pandangan kesekeliling nya,dengan bingung Alex termangu.
Beberapa waktu yang lalu,dia masih tidur di dalam goa,dan rasanya baru saja mau tidur,dan belum benar benar tertidur,kini sudah berada di tempat asing ini.
Tempat aneh ini sejauh mata memandang,yang tampak cuma hamparan Padang rumput saja.
"Aneh,ini dimana,kenapa sekarang berada di sini,di tempat yang serba asing "gumam Alex sendirian.
Di balik bukit, terlihat sebuah istana kecil namun begitu indah terbuat dari batu giok dan hiasan emas permata.
Alex melangkah perlahan menuju kearah istana itu dengan hati hati.
__ADS_1
Di halaman istana itu nampak seorang gadis. sangat cantik jelita sekali dengan perawakan yang indah di pandang mata,kulit yang putih bersih serta rambut yang panjang terurai hingga sampai ke pantat.
Gadis itu terperanjat melihat Alex,sama seperti terperanjatnya Alex melihat gadis itu.
"Si siapa kamu,mengapa bisa berada di sini ?" tanya gadis itu dengan tatapan mata yang ketakutan.
"Nama ku Alex ,aku tidak mengerti juga bagai mana aku bisa berada disini,padahal tadi aku tidur di dalam goa,kini bisa berada di sini?" kata Alex dengan perasaan bingung, "mungkin kah aku ini cuma bermimpi"gumam nya.
"Bagai mana bisa tuan berada disini,sedangkan ini dunia dimensi milik ibu ku,dan kalau dia tahu kau ada di sini,dia pasti akan membunuh mu tuan "kata gadis itu.
Alex mencoba membuat portal dimensi menuju ketempat dia tadi tiduran di goa,tetapi rupanya semua energi dan ilmu nya tidak bisa berfungsi di situ,kini dia tidak ubahnya seekor kambing yang terperangkap di sarang serigala.
Sementara itu tiba tiba terdengar suara seorang wanita di belakang mereka.
"Lancang !,bagai mana kau bisa berada di sini,ini dunia dimensi milik pribadiku,tidak seorang pun yang dapat masuk kesini seenaknya sendiri,katakan kepada ku,kau siapa ?"tanya wanita itu.
Dengan tubuh yang masih lemah,Alex berbalik melihat kearah belakang nya.
Terlihat tidak jauh dari dirinya,berdiri seorang wanita sangat cantik jelita dengan berpakaian sutra serba biru.
Alex menjura dihadapan wanita cantik itu, "maap bibi eh kakak,saya Alex, saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa berada di tempat ini,tadi saya tidur di dalam sebuah goa, belum juga tertidur, tiba tiba saya merasa tubuh saya sudah berada di tempat ini,maapkan saya kakak,seluruh kekuatan saya juga sudah lenyap"jawab Alex berusaha jujur.
Wanita cantik itu menatap kearah Alex dengan tatapan yang tajam,seakan ingin melihat sekujur apa di dalam hati Alex .
"Ibu aku juga tidak tahu bagai mana dia bisa berada di tempat ini bu, Hua jujur Bu,aku tidak mengerti,bagai mana dia bisa sampai disini "kata gadis cantik yang ternyata putri dari wanita cantik yang baru datang.
Wanita cantik itu termenung sendiri,entah apa yang sedang di pikirkan nya.
"Karena kau lancang datang ketempat yang tidak seharusnya kau datangi,maka kau harus ku hukum seberat berat nya"kata wanita cantik itu.
"Maap bibi,saya juga tidak tahu bagai mana bisa saya tiba tiba berada di tempat ini, sumpah saya tidak mengerti bagai mana semua ini terjadi"kata Alex berusaha menjelaskan semuanya.
"Kau pikir aku percaya kepada mu he pemuda, ketahuilah,aku Dewi Xihe, tidak pernah ada seorang pun yang bisa memperhinakan aku, seperti ini,para Dewa akan menghina ku dengan kejadian ini"kata wanita cantik bernama Dewi Xihe itu.
"Baiklah bibi,bila kau tidak juga percaya kepada ku,maka laksanakan lah hukuman ku,dan kau akan mendapati bahwa aku orang orang yang tidak berdusta,laksanakan lah bibi"kata Alex sambi duduk disebuah batu besar di dekat taman bunga.
Dewi Xihe tersenyum sinis melihat tingkah Alex itu, dikeluarkannya sebilah pedang berwarna biru dan di main main kannya di depan Alex , "kau pikir aku akan merubah keputusan ku anak muda?,huh,kau salah,kau sudah mencemarkan sebuah status ke Dewi an,untuk itu tiada yang pantas kau terima selain kematian" wanita cantik itu mengayunkan pedang nya kearah leher Alex yang tidak berdaya itu.
"Ibu,jangan ibu,kasihan dia, sepertinya dia tidak berbohong ibu,mohon maafkanlah dia" kata gadis cantik tadi berusaha melupakan hati sang ibu nya.
"Tidak !,aku tidak akan merubah keputusan ku,menjauh lah kau Hua er !"kata wanita cantik itu mendorong putrinya dengan kuat hingga terjatuh.
Lalu dengan sekali ayun,pedang biru di tangan wanita itupun menghantam leher Alex yang tidak berdaya itu.
"Cres !".
Begitu pedang wanita cantik itu menghantam leher Alex ,tiba tiba pandangan mata Alex menjadi gelap gulita.
"Oh begini kah rasanya kematian,gelap gulita, tetapi tidak terlalu buruk,dan tidak sakit" pikir Alex di dalam hati.
Tiba tiba sudut pandangan nya menangkap satu cahaya merah ke Kuningan tidak jauh dari dirinya.
__ADS_1
Cahaya merah ke Kuningan itu semakin lama semakin jelas kalau itu sebuah nyala api unggun yang di nyalakan tidak jauh dari mulut goa.
...****************...