
Setelah menempuh perjalanan seharian penuh,sore hari nya mareka sampai di sebuah desa kecil bernama Kai-pui.
Sangkin sunyinya,desa ini cuma memiliki satu buah rumah makan,itupun tidak bisa dikatakan rumah makan,tetapi lebih cocok sebuah warung makan kecil saja.
Karena tidak ada pilihan lagi,terpaksa mareka masuk ke rumah makan itu.
Tamu yang datang juga tidak terlihat satupun,cuma mareka tamu yang makan sore itu.
Meskipun rumah makan ini agak kecil,tetapi berhubung tidak ada tamu lain,jadi lumayan enak untuk santai sejenak.
Tidak lama makanan yang mareka pesan pun datang juga pada akhirnya.
Tetapi begitu hidangan tiba di depan mareka,tiba tiba monitor di depan Alex menyala sendiri,dan terdengar suara mister Jo "tuan jangan memakan makanan ini, Sistem memantau ada racun berbahaya yang di taruh di situ,racun pelemah saraf yang tidak berada dan tidak berbau tuan!"...
"Prang !!".
piring di depan putri Giok Lin Dan putri Kwan si terlempar disibak tangan Alex.
"Maap,makanannya jangan dimakan ada racun berbahaya!"seru Alex pada mareka.
Liong san dan Soa Ning memperhatikan makanan yang ada di depan mareka.
Begitu juga dengan putri Giok Lin Dan putri Kwan si,mengeluarkan tusuk konde perak dari cincinnya masing masing dan mencelupkan ke sisa makanan yang tadi terlempar,spontan saja tusuk konde itu menjadi berwarna kebiru biruan pertanda memang ada racun disitu.
Liong san mencium sisa makanan itu,namun tidak merasakan bau apapun kecuali bau rempah rempah masakan saja.
Putri Kwan si bangkit dan berjalan kearah dapur, setelah keluar dia sudah menyeret pelayan rumah makan itu dan si tukang masaknya.
"Katakan kenapa kalian mau meracuni kami, jawab yang jujur!"kata putri Kwan si sambil memberikan tamparan kepada pelayan dan tukang masak tadi satu persatu.
"Ka,,ka,ka mi tidak mengerti nona,racun apa ?"kata pelayan itu sambil dengkulnya gemetaran.
Putri Giok Lin berdiri lantas mengeluarkan pedangnya, "katakan yang jujur,atau leher kalian berdua ku putuskan"...
Semakin gemetar lah kaki kedua orang itu melihat pedang putri Giok Lin yang tajam terhunus siap memenggal kepala mareka.
"Ampun nona,kami di su,,su,ruh aahh!!"
Belum selesai mareka berbicara,dua buah senjata rahasia berupa paku beracun menembus leher kedua orang itu,dan nyawanya pun melayang sebelum bisa mengatakan siapa yang menyuruh mareka.
Cepat cepat Alex mengaktifkan sistem pemantau pada layarnya,dan dia melihat di arah timur berkelebat bayangan dua orang sedang berlari sangat cepat kearah hutan.
Tubuh Alex tiba tiba menghilang,ia mempergunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tingginya untuk berlari mengejar orang yang melemparkan senjata rahasia berupa paku beracun itu.
Namun sesampainya di hutan,Alex tidak menemukan apapun, bahkan jejaknya saja seakan akan hilang di telan bumi.
Beberapa kali Alex melakukan sistem pemantau nya,namun hasilnya nihil,tidak ada gerakan apapun yang di temukan.
Akhirnya Alex kembali ke rumah makan tadi,dengan hati kecewa.
Di rumah makan itu,kedua orang istrinya dan kedua orang pengawalnya telah menunggu.
"Bagai mana kakak, apakah bisa ditemukan siapa yang melempar paku beracun itu?"tanya putri Kwan si menyambutnya.
Alex menggelengkan kepalanya, "aku tidak menemukan apapun,dan tidak bisa melacak keberadaan mareka"...
"Mungkin kah mareka orang yang berkepandaian tinggi kakak?"tanya putri Giok lin.
"Bisa jadi,berarti berhati hatilah,kita menghadapi musuh kuat dan licik"jawab Alex.
Malam itu mareka terpaksa menginap di sebuah pondok kecil di tepi desa Kai Pui,dan memasak sendiri untuk makan malam mareka.
Malam ini Alex memasang tirai gaib disekeliling pondok agar bila ada yang berniat jahat,tidak ada yang bisa masuk kedalam pondok itu.
Malam ini Alex meningkatkan kewaspadaan tinggi,karena merasa seolah olah ada yang mengawasi mareka berlima dari kegelapan tetapi walau dia sudah mempergunakan sistem pemantau hingga mencapai jarak ribuan langkah,tetap tidak melihat sesuatu apapun.
__ADS_1
Namun naluri nya mengatakan bahwa ada yang tengah mengawasi mareka dari kegelapan.
Hingga menjelang pagi harinya,tetap tidak terjadi sesuatu apapun juga.
Setelah sarapan,mareka meneruskan perjalanan menyusuri jalan umum yang membelah hutan.
Rimbun pepohonan di kiri kanan jalan seperti pagar alami.
Hari ketiga setelah keluar dari desa Kai Pui,mareka kembali menginap di tengah hutan rimba.
Karena tidak terdapat goa disekitar situ,terpaksa Alex dan Liong san membikin pondok sederhana di tepi jalan,sedangkan Soa Ning memasak makanan dan putri Giok Lin serta putri Kwan si pergi ke sungai kecil di lembah dekat jalan itu.
Pondok sederhana selesai dibangun,dan makanan pun telah masak,namun putri Giok Lin Dan putri Kwan si belum juga kembali dari sungai.
"Soa Ning,coba kau susul kedua putri ke sungai,kok mandinya lama" pinta Alex pada Soa Ning.
"Baik tuan"Soa Ning menjawab sambil berlalu kearah sungai di bawah lembah yang tidak jauh dari jalan.
Hingga beberapa saat lamanya,Soa Ning datang ter gopoh gopoh.
"Tuan,tidak ada siapapun di sungai,telah hamba cari kesana kemari,namun tidak menemukan apapun"kata Soa Ning cemas.
Alex cepat berlari kearah sungai di ikuti oleh dua orang pengawalnya.
Sesampainya di sungai,Alex memang tidak menemukan siapapun,bahkan jejak kedua istrinya pun tidak ada.
Di sekitar situ tidak ada bekas perkelahian yang terjadi.
Mareka mencari kemana mana,namun tidak menemukan siapapun.
Bahkan Alex mempergunakan sistem pemantau hingga jarak puluhan ribu langkah jauh nya,tapi tetap tidak membuahkan hasil apapun.
Angin yang berhembus semilir tiba tiba berhenti,samar samar didepannya hadir sesosok tubuh terbuat dari cahaya.
"Ada apa pangeran,apa kesusahan pangeran?"tanya sosok dari cahaya itu.
"Guru,kedua istri hamba raib entah kemana,hamba sudah mencari kesana kemari,tetapi tidak menemukan apapun,apa lagi yang harus hamba lakukan guru?"tanya Alex.
"Pangeran,dengarlah, mata yang ada di kepala mu itu ada batasan nya,dan itu sudah ketentuan sang kehendak suci,tetapi mata batin mu tidaklah ada batasnya, karena itu berhubungan dengan kehendak suci itu sendiri,maka bila mata Zahir mu tidak bisa melihat karena ada batasan,maka coba kau pandang dengan mata batin mu yang tidak ada batasan,batin mu pasti berhubungan dengan batin kedua putri,coba kau pergunakan batin mu agar bisa menembus tirai gaib apapun"nasihat Dewa cahaya suci lalu memudar dan hilang begitu saja.
Alex kembali memusatkan konsentrasinya,di pejamkan nya kedua matanya,lalu di bukannya mata batin nya,dia melihat seperti tanpa jarak dan batasan lagi.
Alex melesat pergi dengan mata masih terpejam rapat di ikuti oleh kedua pengawalnya.
Walau dengan mata tertutup,ajaibnya Alex justru serasa melihat lebih jelas dan terang dengan mata hati atau batinnya.
.........
Kemanakah raibnya kedua orang putri itu,untuk mengetahui nya,baiklah kita ikuti dulu perjalanan kedua orang putri itu saat ke sungai untuk mandi.
Karena sebenarnya putri Giok Lin mengenal semua wilayah keKaisaran ayahnya,dia juga tahu kalau disekitar situ terdapat sungai kecil di lembah tidak jauh dari jalan.
Putri Giok Lin mengajak putri Kwan si untuk pergi ke sungai sementara sang suami bersama Liong san membikin pondok sederhana dan Soa Ning menyiapkan makanan untuk mareka.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si mandi di sungai yang berair jernih itu,selesai mandi dan berpakaian,mareka berdua bermaksut kembali ke tempat mareka menginap,namun baru beberapa langkah, mareka dihadang dua orang pemuda didepan mareka.
"Siapa kalian,mengapa menghadang perjalanan kami?"tanya putri Giok Lin marah.
__ADS_1
"Jangan marah nona nona cantik,sebentar lagi kita akan bersenang senang,dan pemuda dungu itu akan merasakan rasanya kehilangan orang yang di cintai"kata salah seorang pemuda itu.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si berusaha menyerang kedua pemuda itu,tetapi tiba tiba seluruh persendian nya terasa sangat sakit dan tenaganya tiba tiba hilang.
Melihat itu,pemuda yang tadi cuma diam sambil tersenyum senyum itu berkata, "percuma nona nona,kalian sudah terkena racun jamur jari iblis,semakin kalian berontak,maka tubuh kalian semakin sakit dan lemah"...
Putri Giok Lin bermaksud berteriak,tetapi keburu pemuda yang pertama tadi bergerak menotok, sehingga putri Giok lin dan putri Kwan si tidak bisa bergerak maupun berkata kata.
Kedua pemuda itu memanggul tubuh putri Giok Lin Dan putri Kwan si di pundak nya,lalu melesat pergi.
Entah sudah beberapa lama mareka berlari, ketika mareka berhenti, sebuah mulut goa yang tidak terlalu besar terlihat.
Kedua pemuda itu langsung masuk kedalam goa itu.
Lorong goa itu cukup panjang,hingga mareka tiba disebuah ruangan yang agak besar dan datar.
Setelah meletakan tubuh kedua orang putri itu di lantai goa,kedua pemuda itu menyalakan obor di sekeliling ruangan goa,sehingga goa yang tadinya gelap, kini menjadi terang.
Selesai menyalakan obor,kedua pemuda itu kembali keluar goa tanpa memperdulikan kedua orang putri yang sedang ter totok itu.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si tidak bisa berbuat apapun,semakin mereka mengerahkan tenaga,semakin sakit dan lemah tubuh mareka.
Kini cuma air mata yang mengalir di pipi kedua putri cantik jelita itu,tidak pernah terpikirkan bila rumah tangga yang mareka idam idamkan akan berakhir se tragis ini.
Kini cuma air mata yang terus menetes sambil hati mareka menjerit memanggil Alex meminta pertolongan, tetapi suara mareka tidak jua bisa keluar.
"Tian yang maha kuasa,tolong selamatkan kami,tuntun suami kami kesini"demikian jeritan di dalam hati kedua putri cantik itu.
Setelah beberapa lama, kedua pemuda itu datang dengan membawa daging bakar dan di letakan di depan mareka.
Salah satu pemuda bangkit dan membebaskan totokan mareka berdua.
"Siapa kalian?,aku tidak mengenal kalian"kata putri Giok Lin setelah totokan nya dibebaskan.
"Siapa kami?,tentu saja kalian tidak mengenal kami,tetapi kalian mengenal klan bangsawan Xiouw dari kota Lincun kan?,nah akulah Xiouw min,anggota klan bangsawan Xiouw terakhir yang masih hidup,kalian dengan kejamnya menghabisi semua anggota klan Xiouw,sekarang aku akan menuntut balas,akan kunodai kalian berdua, setelah puas barulah akan kubunuh agar kalian merasakan sakitnya hati ku selama ini,dan terakhir barulah suamimu yang tidak berguna itu ku habisi,agar dia menyaksikan kedua istrinya kunodai dan ku hancurkan ha ha ha ha " salah satu dari pemuda itu berkata.
"Kalian memang biadab,bunuh saja kami,kami tidak takut mati"kata putri Kwan si putus asa.
"Biadab?,mana biadabnya dengan kalian yang membantai habis seluruh keluarga ku,, Thian Bun,kau bisa memilih yang mana bagian mu"kata pemuda Xiouw min kepada temannya Kauw Thian Bun.
"Tenanglah teman,biar kau pilih lebih dahulu,aku sisa pilihan mu tidak mengapa,karena keduanya sama sama sangat cantik"jawab Kauw Tian Bun terkekeh senang,matanya liar menatap kearah kedua orang putri itu.
"Baiklah kawan,aku terlebih dahulu,setelah aku selesai,beri giliran mu,setelah itu kita bertukar pasangan"kata pemuda Xiouw min terkekeh sambil memadukan daging bakar ke mulutnya.
"Selamat tinggal kakak Alex,selamat tinggal suami ku,aku mencintai mu sepenuh hati ku,bila aku terlahir lagi,maka aku akan tetap memilihmu sebagai suami ku"ratap putri Kwan si terisak pilu.
Sementara itu,putri Giok Lin masih sibuk berdoa pada sang maha kuasa.
"Tian yang kuasa,bila malam ini kami ternoda, maka kematian lebih indah bagi kami,jangan perpanjang derita kami dengan memanjangkan umur kami"pintanya pada Tuhan yang maha kuasa.
\*\*\*\*\*\*\*\*
Hidup adalah permainan nasip,sedih dan gembira, suka dan duka cuma kisah drama Dunia,dan kita adalah pemeran utamanya.
__ADS_1