Mr Matrix

Mr Matrix
Dua siluman Bajang darah.


__ADS_3

Sepuluh ekor siluman gorila itu berjalan kearah Alex dan Dewi muyimaeva sambil memperlihatkan gigi giginya serta menepuk nepuk dadanya seakan bangga dengan keunggulan mereka.


Salah satu dari kesepuluh ekor siluman gorila yang berada di belakang Dewi muyimaeva segera mengayunkan cakarnya untuk merobek tubuh sang Dewi itu,sedangkan sang Dewi sedang sibuk melayani serangan seekor siluman gorila lainnya.


Disaat saat yang genting itu,Alex secepatnya mengayunkan pedangnya untuk menebas tangan gorila yang mencoba mengoyak tubuh Dewi muyimaeva dari belakang itu.


"Tras!"...


"Grooogr!!"


Terdengar jeritan sangat nyaring ketika mustika pedang bintang bergerak memotong tangan sang gorila itu.


Sang gorila menjerit jerit sambil berloncatan menahan sakit yang luar biasa dari tangan kanannya.


Melihat salah satu temanya terluka parah, gorila yang lain pun menjadi semakin marah dan menyerang dengan ganas.


Alex terpaksa mengerahkan ilmu meringankan tubuh tingkat tingginya untuk bergerak cepat menyerang kearah gorila itu.


Sebentar saja sudah ada beberapa gorila yang tewas dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya,bahkan ada juga yang tewas dengan tubuh yang terbelah dua.


Mustika pedang bintang memang tajam dan keras luar biasa,seribu kali lebih tajam dan lebih keras dari pada pedang mustika lainnya.


Dengan sekali tebasan saja,tubuh siluman gorila itu terputus menjadi dua bagian.


Sehingga dengan waktu yang singkat saja, sepuluh siluman gorila itu musnah tak bersisa.


Setelah membabat habis semua siluman gorila tingkat enam itu,Alex dan Dewi muyimaeva berjalan masuk kedalam goa itu.


Ternyata setelah melewati mulut goa,perut goa itu sangat luas dengan beberapa pintu masuk disekeliling ruangan itu.


Dari salah satu pintu goa keluar sepuluh ekor siluman serigala hitam tingkat enam sebesar sapi,menggeram menyeringai melihat kearah Alex dan Dewi muyimaeva menunjukan giginya.


Kesepuluh siluman serigala hitam itu langsung bergerak mengurung Alex dan istrinya dengan rapat.


Beberapa ekor diantara kawanan serigala hitam itu menerjang kearah Alex dan Dewi muyimaeva dengan kekuatan penuh.


Tetapi dengan sigap,Alex dan Dewi muyimaeva menyambut serangan itu dengan senjata masing masing.


Alex tidak lagi makai pedang cahaya nya,tetapi langsung menggunakan mustika pedang bintangnya,karena kini Alex tahu bahwa siluman tingkat enam ternyata sudah kebal dengan serangan dari senjata cahaya milik nya.


Beberapa jurus kini berlalu dengan cepat,satu persatu siluman serigala hitam itu mulai bertumbangan di tangan Alex dan Dewi muyimaeva yang mempergunakan pedang mustika juga.


Ketika beberapa ekor siluman serigala hitam yang terakhir mencoba melarikan diri,Alex bergerak dengan kecepatan penuh untuk membabat beberapa ekor sisanya.


Namun baru saja Alex membabat seekor yang paling akhir,dari salah satu lobang pintu goa didalam ruangan itu muncul sepuluh ekor siluman harimau tingkat enam yang langsung menerjang kearahnya.


Alex langsung beraksi membabatkan pedangnya kearah siluman harimau itu yang membuat salah satu dari kawanan harimau itu langsung mati dengan kepala yang terbelah dua.


Beberapa ekor yang lainnya,yang sempat menghindar,kembali menyerang dari sisi kiri dan kanan Alex dengan kekuatan penuh nya.


Pedang ditangan Alex diputar putarannya diudara dan salah satu dari siluman harimau yang paling dekat dengan Alex itu kini menjadi sasaran pedang Alex hingga isi perutnya terburai keluar semua.


Sementara itu Dewi muyimaeva mengamuk dengan membabatkan pedang mustika nya kesana kemari menebar maut bagi siluman harimau itu.


Namun baru beberapa ekor dari siluman harimau itu yang tewas,dari beberapa lobang pintu goa bermunculan dua puluh ekor siluman beruang dan siluman singa tingkat tujuh.


Keduapuluh ekor siluman tingkat tujuh ini sudah berjalan layaknya manusia, tetapi tubuh, tangan dan kepala mereka masih tetap binatang.


Serangan keduapuluh binatang siluman ini ternyata sangat kuat, bahkan lebih kuat dari pada serangan binatang siluman terdahulu.


Beberapa kali Alex membabatkan pedang mustika ditangan nya mengenai tubuh siluman tingkat tujuh itu,namun ternyata tubuh siluman itu kebal dengan senjata jenis apapun juga.


Bahkan beberapa kali adu tenaga,Alex terjajar hingga ke sisi dinding goa.


Akhirnya Alex berinisiatif menggabungkan jurus cahaya illahi tingkat empat dengan mustika pedang bintang nya.


Ketika Alex telah menerapkan ilmu itu,tubuhnya pun kini menebarkan cahaya kuning menyala yang sangat panas keseluruh ruangan goa itu, sedangkan pedang ditangannya kini bercahaya kuning seperti basi pijar terkena api.


Sedangkan tubuh Dewi muyimaeva kini juga bercahaya putih terang seperti cahaya mata hari siang hari dengan hawa yang luar biasa panas.


Ketika dua cahaya itu bergabung menjadi satu, ruangan goa itu tiba tiba bergetar hebat,hingga;


"BUM!!!"...


Langit langit goa itu tiba tiba meledak dan terbang keudara sejauh duaribu Depa dari tempat itu.

__ADS_1


Kini di tempat itu yang tadinya ruangan goa,kini cuma ruangan terbuka dengan pintu goa disekeliling, sedangkan atap goa itu sudah tidak ada lagi.


Tubuh para siluman tingkat enam kini semuanya sudah menjadi arang gosong.


Yang tinggal kini duapuluh ekor siluman tingkat tujuh,yaitu siluman beruang dan siluman singa.


Dengan masih menetapkan ilmu cahaya illahi tingkat empat,Alex menyalurkan ilmu cahaya illahi nya pada pedang ditangannya,sehingga kini pedang itu bercahaya kuning seperti baja yang dibakar dengan api yang sangat panas.


Sedangkan tubuh Dewi muyimaeva masih bercahaya putih terang, hingga pedang ditangannya pun bercahaya putih terang pula.


Apapun yang tersentuh pedang ditangan sang Dewi ini pasti akan mencair seperti air meski itu batu meteor sekalipun.


Namun ketika cahaya pedang di tangan sang Dewi ini bertemu dengan cahaya pedang ditangan Alex,Satu gelombang energi yang luar biasa kuat tercipta,hingga siapapun yang terkena gelombang energi itu niscaya tubuhnya akan langsung hancur menjadi abu kering.


Beberapa ekor siluman tingkat tujuh yang bernasib naas tersambar kilatan cahaya dari pertemuan dua energi cahaya yang sangat besar dan panas ini tubuhnya langsung pecah berhamburan setelah hangus menjadi abu.


Kilatan cahaya itu masih saja menyambar kesana kemari,kearah tubuh siluman yang terdekat dengan mereka.


Kawanan siluman yang masih tersisa seperti kehilangan banyak energi karena terhisap oleh energi besar hasil dari pertemuan dua energi cahaya itu.


Tubuh mereka seperti menerima nasip terpanggang menjadi abu,lalu hilang sirna diterpa angin pegunungan.


Namun baru saja siluman yang terakhir binasa ditangan mereka,tiba tiba dari dalam salah satu lobang goa,terdengar suara tawa yang sangat berat dan berenergi kuat.


Karena suara tawa itu, bukit batu disekitar goa itu bergetar hingga sebagian longsor kebawah.


Belum lagi suara tawa itu hilang,di depan mereka kini berdiri dua orang lelaki aneh.


Yang satu seorang laki laki pendek,cuma setinggi dua hasta (satu hasta kira kira empat puluh senti) namun sangat gemuk dengan perut terguncang guncang ketika dia tertawa.


Yang kedua seorang laki laki tinggi,setinggi enam hasta tetapi kurus kering,sehingga ketika dia tertawa,justru tubuhnya yang terlihat melambai lambai seperti pohon kelapa di tiup angin.


Tetapi persamaan dari keduanya adalah telinga yang lancip runcing keatas,serta di dahinya terdapat satu tanduk berwarna hitam dan jari tangan mereka cuma empat di kiri dan empat dikanan dengan kuku kuku yang hitam dan runcing runcing seperti baja.


Mereka berdua masih terus tertawa tawa dengan suara yang khas,yang gemuk pendek suaranya besar dan berat sedangkan yang tinggi dan kurus,suaranya kecil serta cempreng.


"Ha,ha,ha,ha,,,obok obok obok obok,kakak, hari ini kita kedatangan bidadari,sungguh rejeki nomplok plok plok plok, dan pemuda itu daging dan darahnya berkhasiat menambah energi dan tingkat kultipasi kita kakak,kita bisa mencapai Dewa yang sebenarnya obok obok obok"kata salah satu yang bertubuh pendek dan gemuk seperti bola itu.



Kedua laki laki bertubuh aneh itu segara menyerang kearah Alex dan Dewi muyimaeva dengan serangan yang bermaksud melumpuhkan.


Serangan yang cepat seperti kilat serta kuat seperti badai itu nyaris tidak terlihat mata biasa.


Tetapi bagi Alex dan Dewi muyimaeva yang tingkatan nya sudah mencapai tingkatan Dewa itu,serangan seperti itu masih bisa terlihat oleh mata mereka.


Ketika serangan kedua laki laki bertampang aneh itu tinggal setelapak tangan lagi dari tubuh mereka,tiba tiba tubuh mereka hilang dari pandangan mata,dan tahu tahu sudah berdiri di tempat lain.


Beberapa kali hal seperti itu terulang kembali,saat serangan mereka tinggal setelapak tangan,kedua lawannya tiba tiba menghilang dari hadapan mereka.


Karena beberapa kali serangan mereka tidak membuahkan hasil,kedua lelaki aneh itu tiba tiba melipat kedua tangannya di depan dada,sambil mulut keduanya komat Kamit merapalkan mantra mantra.


Tiba tiba tubuh keduanya membelah menjadi dua,lalu membelah menjadi empat,lalu membelah menjadi delapan.


Akhirnya delapan laki laki pendek gendut dan delapan orang laki laki tinggi kurus dan ceking dengan kemampuan setara,bergerak mengeroyok Alex dan Dewi muyimaeva secara serentak.


Mereka berputar mengelilingi Alex dan Dewi muyimaeva sambil berteriak bersahutan.


"Obok,obok,obok,obok".


"Kiu,kiu,kiu,kiu".


"obok,obok,obok,obok".


"Kiu,kiu,kiu,kiu".


Teriakan mereka seperti ritual aneh berbau magic.


Tubuh Alex tiba tiba merasa gemetar dan jantungnya berdetak kencang.


Melihat sang suami yang mulai terpengaruh nyanyian magic dari dua laki laki aneh itu,Dewi muyimaeva yang masih memancarkan cahaya berwarna putih itu memeluk tubuh suaminya dari depan, sehingga kini tubuh mereka saling berpelukan seperti saling melindungi.


Cahaya putih terang bercampur dengan cahaya kuning terang itu tiba tiba saja menyatu menjadi sebuah lidah petir berwarna biru tua yang meliuk liuk menyambar kemana mana.


Bias energi petir biru itu menyebar ke sekeliling tubuh mereka berdua, dan menyambar semua tubuh kembaran kedua laki laki aneh tadi.

__ADS_1


"BUM!!!".


Sebuah ledakan petir yang dahsyat terdengar menggelegar menyambar semua tubuh yang berada di sekeliling mereka berdua,membuat semua tubuh kembaran mereka sirna seketika menjadi asap hitam lalu hilang tertiup angin.


Tubuh kedua laki laki aneh itu bergulingan di tanah dengan muka hitam dan pakaian yang compang camping.


Dari rambut keduanya yang hangus,masih menyisakan asap yang mengepul keudara.


Tetapi kedua laki laki aneh itu memang hebat, bukannya hampir mati, tetapi malah bangkit berdiri,kedua tangan mereka menepuk nepuk debu yang menempel di tubuh mereka.


Ketika mereka bernapas, dari mulut dan hidung mereka keluar asap.


Kedua laki laki aneh itu saling berhadapan,lalu kedua tangan mereka saling ditempelkan satu sama lainnya.


Mereka mulai berputar seperti kitiran,makin lama,makin cepat,dan akhirnya tubuh mereka berdua tidak tampak lagi, yang tampak kini cuma satu pusaran angin yang sangat dahsyat,menyeret semua benda apa saja yang ada di sekitarnya.


Tubuh Dewi muyimaeva yang masih memeluk tubuh suaminya,tiba tiba bergerak membawa tubuh sang suaminya itu berputar.


Makin lama,putaran tubuh keduanya juga semakin kencang dan akhirnya hilang dari pandangan mata,yang tampak kini cuma pusaran cahaya warna warni sangat indah namun juga sangat mengerikan.


"BUM!!!".


Sebuah ledakan maha dahsyat terdengar menggema di punggung bukit Seba itu ketika dua buah pusaran angin dan cahaya saling berbenturan.


Bukit Seba yang selalu tegak menjulang ke angkasa dengan damainya,tiba tiba runtuh berhamburan menjadi sebuah dataran biasa, terkena dampak ledakan dahsyat itu.


Sedangkan tubuh kedua siluman Bajang darah itu telah menjadi serpihan serpihan daging bakar yang kecil kecil yang menyebar kesegala arah,menyisakan dua butir batu mustika dan beberapa ratus batu energi.


Setelah mengumpulkan batu mustika dan batu energi itu,Alex memeriksa setiap lobang goa yang tersisa.


Ternyata tidak ada satu mahluk siluman pun yang tersisa,juga tidak ada gadis yang tersisa.


Yang tersisa cuma beberapa gunungan perhiasan,beberapa gunungan koin emas dan perak.


Setelah mengumpulkan semuanya,Alex mendatangi kedua istrinya yang bersembunyi dibalik bongkahan batu besar dijaga oleh Dewi Ginantari.


Meski hari belum lagi sore,mereka memutuskan kembali kekota Seba malam ini untuk beristirahat di kota itu.


*********


Tingkatan ilmu cahaya dan ilmu api.


Tingkat pertama cahayanya cokelat atau merah redup.



Tingkat kedua berwarna merah terang.



Tingkat ketiga berwarna jingga atau Oren.



Tingkat empat berwarna kuning.



Tingkat kelima berwarna hijau.



Tingkat keenam berwarna biru.



Tingkat ketujuh berwarna ungu.



Tingkat kedelapan berwarna abu abu.



Dan tingkat kesembilan,berwarna putih.

__ADS_1


Semakin tinggi tingkatnya,semakin panas api ataupun cahaya itu.


__ADS_2