
Setelah bersumpah dan berjanji setia dengan Fangkea dan juga dengan Alex,para prajurit yang baru sebanyak duaratus sembilan puluh ribu orang di masukan ke dunia dimensi untuk menjalani pemusatan latihan di sana.
Selesai semua urusan, Alex mengajak seluruh pasukannya untuk kembali ke kota raja Fangkea.
Sepanjang jalan rakyat menyambut Alex dengan kemeriahan yang luar biasa.
Setiap desa yang di lewati menyambut kemenangan Alex dengan suka-cita dan kegembiraan yang luar biasa.
Sedangkan di kota raja Fangkea,jalan jalan dihiasi lampion warna warni untuk menyebut kemenangan sang Kaisar negeri Fangkea.
Di gerbang istana, nampak tiga orang wanita cantik jelita berdiri menantikan sang suami pulang dari Medan perang dengan membawa kemenangan.
Betapa gembira hati ketiga wanita jelita itu ketika melihat dari jauh tiga orang menunggang kuda putih yang gagah sedang berjalan menyusuri jembatan emas,menuju ke gerbang dalam istana Fangkea.
Gerbang dalam adalah gerbang di ujung jembatan emas,tepatnya di pintu benteng istana di pulau.
Sedangkan gerbang luar adalah di ujung jembatan sebelah daratan yang menghubungkan langsung kejalan Utama kota.
Malam itu di istana diadakan pesta meriah menyambut kemenangan negeri Fangkea dalam peperangan.
Dalam kesempatan itu, Alex menyerahkan negeri Han kepada sang Kaisar yang berhak.
"Yang mulia Kaisar Han,pimpinlah negeri Han menuju negeri yang makmur,dan bawalah negeri mu menjadi negeri yang sejahtera,jangan ulangi kesalahan dua kali,cukup sekali kesalahan untuk menjadi pelajaran berharga, Fangkea akan selalu mendukung negeri Han dalam hal ini"kata Alex dalam acara penyerahan negeri Han ke pemilik sah nya.
Dengan berlinang air mata,Kaisar Han merasa sangat menyesal atas segala tindakannya dahulu yang begitu percaya dengan hasutan menterinya sendiri.
Ke esokan harinya,Kaisar Han bersama keluarga serta jendral Jiao heng, pulang ke negeri Han dikawal sisa sisa prajuritnya dulu.
Kabar tentang negeri Fangkea yang makmur dan kaya raya itu cepat tersiar kemana mana.
Untuk memperlancar perdagangan,jalan jalan baru di buka,seperti jalur dari kota Fangkea ke kota raja Ming di selatan.
Jalur dari kota Fangkea ke kota raja Han,serta jalur kota Fangkea ke kota raja Yuking di negeri Yuan juga dibuka.
Semakin lancarnya perdagangan antar negeri,semakin banyak pula rakyat negeri Fangkea yang menjadi kaya raya.
Para petani dengan mudah menjual hasil pertaniannya,dan para peternak juga semakin mudah menjual hasil ternaknya,seperti ayam,kambing,domba dan sapi.
Menjelang bulan kedua,kandungan putri Giok lin tidak ada masalah,tetapi justru kandungan putri Kwan si lah yang bermasalah.
Putri Kwan si mengalami pendarahan yang cukup menghawatirkan.
Tetapi setelah di tangani oleh Dewi obat dengan teliti,pendarahannya bisa dihentikan.
Tetapi Dewi obat berkata kepada Alex bahwa kandungan putri Kwan si sangat lemah,dan satu saat bisa saja putri mengalami keguguran.
"Aku sudah menanganinya dengan maksimal,tetapi itu paling paling cuma untuk beberapa purnama,dan tidak akan bertahan lama, akan bisa timbul pendarahan lagi,dan bisa membahayakan keduanya"kata Dewi obat menjelaskan masalahnya kepada Alex
"Kakak,maapkan aku, aku ingin anak kita lahir kak,biarlah aku yang menanggung resikonya, tetapi usahakan anak kita lahir sempurna,ini bukti cinta ku kepada kakak,biarlah di kelahiran yang lain,aku akan tetap menjadi istri kakak"kata putri Kwan si disela tangisan nya.
Alex memeluk putri Kwan si dengan mata yang berkaca kaca.
"Tidak, tidak ada yang harus di korbankan putri, aku masih memerlukan kalian disisi ku,walau apapun yang terjadi,aku akan mencari jalan agar kalian bisa selamat,kau harus kuat putri,kuatlah demi kita semua"kata Alex.
"Maap Kaisar, sebenarnya masih ada cara agar keduanya bisa selamat"Kata Dewa cahaya suci tiba tiba ikut bicara.
__ADS_1
"Katakanlah kakek guru,apa cara yang harus ku lakukan agar istri dan anak ku bisa selamat" kata Alex bersemangat.
"Hamba ingat dahulu kala ada sebuah batu mustika yang bisa menguatkan jiwa seseorang yang sudah sangat lemah tuan ku,nama batu mustika itu adalah batu mustika serat jiwa,Batu itu bisa menguatkan jiwa yang lemah,dengan batu mustika itu,kandungan permaisuri akan menjadi normal lagi tuan ku"kata Dewa cahaya suci
"Benar kakak,Dewa cahaya suci benar,aku baru mengingatnya, bahwa ada batu mustika yang bisa menguatkan jiwa yang lemah"kata Dewi muyimaeva membenarkan perkataan dari kakek guru suaminya itu.
"Dimanakah kita bisa mendapatkan batu mustika itu kakek guru?" tanya Alex bersemangat.
"Sayangnya batu mustika itu tidak ada di dunia kita sekarang, tetapi dahulu kala,batu mustika itu dimiliki oleh seorang Kaisar di tanah Dewa, dunia yang lebih tinggi dari dunia kita sekarang"kata Dewa cahaya suci lagi.
"Secepatnya aku akan berangkat mencari batu mustika itu kakek guru, aku cuma titip istri ku dan negeri ini,terutama istana ini,seluruh prajurit sudah kupindahkan ke alam dimensi milik tuan Li Chen dan sekarang Cincin dimensi itu ku serahkan dengan putri Giok lin"kata Alex.
Putri Giok lin menarik nafas dalam-dalam, terasa berat melepaskan sang suami,tetapi demi nyawa adiknya,dia harus tegar.
"Kakak,kau tidak boleh pergi sendirian,aku cemas dengan keselamatanmu, ajaklah adik Dewi muyimaeva dan adik Annchi beserta mu,disini biarlah putri Kayla yang menemani kami"kata putri giok Lin.
Begitulah,setelah menitipkan ketiga istrinya kepada Dewa cahaya suci,Dewi seribu wajah dan Bidadari dari Utara serta kedua gurunya,dan menitipkan istana serta negerinya kepada semua bawahannya, Alex,Dewi muyimaeva dan putri Annchi bergegas melakukan perjalanan mencari batu mustika serat jiwa di tanah para dewa.
Dengan memakai ilmu ruang waktu,Alex dan kedua istrinya langsung menuju ke hutan kerajaan siluman tempat adanya pintu portal ke dunia lain.
Setelah mengaktifkan pintu portal,Alex dan kedua istrinya pun tiba di dunia tengah tempat terpusatnya portal kesegala arah.
Alex kembali membuka peta,melihat portal mana yang menuju ke dunia tanah para dewa.
Setelah mengetahui tempat yang akan mereka tuju,Alex mengaktifkan portal itu.
Ternyata mereka keluar disebuah kuil yang cukup besar ditengah sebuah huta lebat.
Sangkin lebatnya hutan itu,sehingga saat siang hari,terasa seperti sudah sore saja layaknya.
Setelah menebas beberapa akar beringin yang menghalangi,Alex dan istrinya pun akhirnya dapat keluar dari kuil itu.
Mereka menyusuri hutan yang sangat lebat dan agak gelap.
Untung Alex memiliki mata Dewa,sehingga dapat melihat di kegelapan.
Sedangkan putri Annchi dan Dewi muyimaeva, tubuh mereka bercahaya putih kebiruan,sehingga membuat gelapnya hutan menjadi sedikit terang.
Batang batang pohon yang tumbuh dihutan itu rata rata sangat besar, dengan ketinggian yang luar biasa tingginya.
Baru saja mereka melangkah di kegelapan hutan,kegelapan yang abadi,terdengar di kejauhan suara mencicit yang tidak terlalu nyaring namun terdengar tajam di telinga.
Suara itu seakan bergema di seluruh hutan itu.
Alex mempertajam sistim pemindaian nya, dan mengetahui jika yang berbunyi itu adalah binatang kegelapan sejenis kelelawar yang besarnya seperti ayam jago dan sangat banyak yang terkejut melihat kedatangan Alex dan kedua istrinya.
Binatang itu mencicit lalu menukik menyambar tubuh Alex dengan cepatnya.
Alex mempergunakan telapak tangannya untuk menepuk tubuh kelelawar besar hingga terpelanting jauh ke dalam kegelapan hutan.
Namun setelah seekor binatang itu terpelanting sangat jauh,dari atap hutan,menderu ribuan kelelawar lainnya menyambar kearah mereka.
Tiba tiba dari tangan Alex muncul warna hijau terang,yang sangat panas,menghantam para kelelawar itu hingga hangus menjadi abu.
Begitu hangus ratusan kelelawar,datang lagi ratusan kelelawar yang lainnya.
__ADS_1
Begitu terus menerus tiada hentinya,seakan kelelawar ini tidak pernah berkurang sedikitpun.
Tiba tiba tubuh Dewi muyimaeva naik keudara sekitar dua Depa,dan memancarkan cahaya putih kemilau seperti pelangi senja.
Karena pancaran cahaya dari tubuh Dewi muyimaeva, maka hutan itu seakan dijatuhi oleh matahari,terang benderang.
Para kelelawar yang tadi terus berdatangan seperti tidak ada habisnya itu tiba tiba ketakutan seperti melihat pemangsa,dan terbang menjauh sambil mencicit ribut tidak karuan.
Cuma dalam waktu sekejap,hutan kembali sunyi senyap seperti semula,seakan tidak terjadi apa apa.
Perjalanan mereka lanjutkan kembali,tetapi kini dengan semakin berhati hati lagi.
Putri Annchi berjalan sambil menenteng pedang ditangannya, bersikap waspada penuh.
Benar saja,belum terlalu jauh mereka berjalan, terdengar suara dengusan nyaring seperti napas seekor kobra, tetapi ini jauh lebih nyaring dan mengerikan lagi.
Setelah melangkah beberapa ratus langkah, kini dihadapan mereka tegak tubuh seekor ular kobra raksasa,tetapi ini jauh lebih besar lagi, hingga mencapai dua ekor tubuh gajah dewasa.
Ular kobra raksasa itu menegakan tubuhnya menatap kearah Alex yang sedang berjalan di dasar hutan rimba raksasa ini.
"Awas kakak,ular kobra ini sudah berusia puluhan ribu tahun,Sudah seperti Dewa Ular di tingkat sempurna,berhati hatilah, kita tidak tahu bagai mana sifatnya"kata Dewi muyimaeva memberi peringatan kepada Alex.
"Kalau dia bermaksud mengganggu jalan kita, maka aku akan membunuhnya,karena aku akan membunuh siapa saja yang bermaksud menghalangi perjalanan kita,tidak perduli dia raja akhirat sekali pun"kata Alex penuh keyakinan.
"Ya,berhati hati sajalah kakak,karena ular seperti ini mungkin satu satunya di semesta ini"kata Dewi muyimaeva.
"Wahai ular besar,aku tidak ingin berurusan dengan mu,pergilah dari hadapan ku sebelum niat ku berubah "kata Alex bersuara lantang.
Tetapi ular kobra raksasa itu,jangankan mau pergi, malah bersiap siap menyemburkan bisa dari mulutnya kearah Alex.
"Wahai ular kobra raksasa,menyingkirlah dari hadapan ku,atau aku tidak segan segan untuk membunuh mu, percayalah aku mampu membunuh mu"kata Alex berbicara dengan ular kobra raksasa itu.
Tetapi ular kobra raksasa itu jangankan menurut kata kata Alex,malah bersikap semakin ganas saja.
Kini lidahnya yang bercabang dua itu di keluarkan sambil air liur menetes dari mulutnya.
"Kau semakin membuat aku jengkel ular kobra raksasa, pergilah dari hadapanku, karena aku tidak ingin membunuh mu"kata Alex mulai jengkel dengan ular kobra raksasa itu.
Ular kobra raksasa itu seperti menertawai Alex, sambil menggoyang goyangkan kepalanya.
"Prus!!"
Tiba tiba ular kobra raksasa itu menyemburkan air liurnya seperti air hujan kearah Alex.
Dengan kecepatan gerakan yang tidak bisa di ikuti oleh pandangan mata,Alex menghindar dari semburan air liur kobra raksasa itu.
Batang pohon yang terkena semburan air liur kobra itu langsung gosong seperti terkena lahar gunung berapi.
Begitu juga dengan daun daun yang berserakan di dasar hutan,menjadi gosong semuanya terkena semburan air liur ular kobra raksasa itu.
__ADS_1
********