
Alex duduk bersila dengan sikap sempurna,mengatur pernapasan untuk menormalkan detak jantung nya.
Setelah beberapa saat,dia membuka matanya dan memandang ke sekeliling nya,dia melihat kedua orang gurunya itu sedang bersujud di depan nya.
"Guru,,apa yang terjadi,mengapa guru bersikap seperti itu?"tanya Alex heran.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si pun menjadi heran melihat sikap dari guru suami mareka itu.
"Ampun pangeran, kalau selama ini hamba keterlaluan pada pangeran"kata Dewa bayangan sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan muka nya.
"Guru aku tidak mengerti apa yang terjadi,guru tidak mabok kan ?"tanya Alex bergurau.
"Dari awal aku sudah menduga bahwa ramalan itu sekarang menjadi kenyataan,bahwa setelah sepuluh kali gerhana matahari,akan lahir kembali seorang pilihan yang bangkit dari dendam,menghancurkan kezaliman dan menegakkan kebenaran,ber reinkarnasi menjadi Dewa Agung"jawab Dewa bayangan.
"Aku merasa berbagai kenangan dan ingatan timbul di dalam pikiran ku guru,Ayah ku seorang Kaisar besar yang mati mengenaskan membela keyakinan dan harga dirinya setelah di panah dengan panah Dewa kegelapan,tubuhnya di mutilasi menjadi beberapa potongan, sedangkan ibu ku mati dengan kepala terpenggal setelah membela harga diri keluarganya,begitu pula dengan kakak perempuan ku dan adik adik ku yang masih kecil kecil turut di bantai pula, aku lihat langit menangis meratapi matinya sang Kaisar besar sepanjang sejarah semesta raya,besar karena kebaikan dan kebijaksanaan nya, benarkah ingatan ku ini guru ?"tanya Alex pada gurunya.
"Sangat benar pangeran,begitulah adanya yang terjadi seribu tahun yang lalu,bahkan sangkin kejamnya,di seluruh Negeri,orang orang yang bermarga Chen akan diburu dan di bunuh,tidak perduli itu kerabat istana atau sekedar satu marga saja,semuanya di bantai,hingga orang orang yang bermarga Chen menghapuskan marganya dan mengganti dengan marga baru demi keselamatan diri dan keluarga"jawab Dewa bayangan.
Kini bukan lagi mimpi,tapi di alam pikiran Alex seolah melihat senyata nyatanya kekejaman yang dilakukan Kaisar Sam qiao liang dan putra nya Sam bauw qi itu.
"Guru ingatkah guru tempat istana Fangkea itu guru?"tanya Alex pada guru nya.
"Di pertemuan antara empat Negeri sekarang, dimana tanah tak bertuan,di dalam hutan keramat yang bernama hutan larangan,istana itu berada di sebuah pulau besar di tengah telaga cermin,tetapi tidak seorangpun yang bisa melihat istana itu,kecuali putra mahkota dari Negeri Fangkea,dan menurut guru ku,bila sudah tiba waktunya, kelak yang bisa membuka segel tirai gaib itu cuma putra mahkota saja bila kekuatannya sudah cukup,bila segel tirai gaib itu bisa di buka,itu tandanya kehancuran Negeri Nirwana telah tiba"jawab Dewa bayangan menerangkan pada Alex.
"Apakah aku bisa kesana guru "tanya Alex sambil mencoba melepaskan mahkota di kepala nya.
Namun dia terperanjat karena mahkota itu tidak lagi bisa dilepaskan, seakan menyatu dengan kepala nya.
"Kenapa pula ini guru,mengapa tidak bisa dilepaskan ?"tanya Alex lagi
"Wahai putra mahkota Chen liong,mahkota itu milik ayahanda mu, Kaisar terakhir Negri Fangkea,dia tidak bisa di turunkan lagi oleh siapapun juga,selamanya seperti itu,tetapi kau bisa menghilangkannya dari pandangan manusia,dan sejenisnya,tetapi tidak bagi hewan,mareka tetap bisa melihatnya"Dewi obat menerangkan pada Alex.
"Pusatkan pikiran mu agar mahkota itu menghilang dari pandangan orang orang"terdengar kata kata Dewa Bayangan memberikan arahan pada Alex.
Alex memusatkan pikirannya,lalu mencoba menghilangkan mahkota itu dari pandangan orang orang,lalu
"Blass!"
Tiba tiba mahkota itu menghilang dari pandangan orang orang.
"Guru apakah aku bisa kesana guru?"tanya Alex sekali lagi pada gurunya.
"Tentu saja bisa pangeran,besok kita akan pergi kesana,mungkin memakan waktu seminggu perjalanan berjalan kaki melewati hutan,tetapi bila menggunakan ilmu meringankan tubuh,mungkin cuma empat hari,sampai"jawab Dewa bayangan.
"Baiklah guru,besok kita memulai perjalanan kesana"kata Alex mengambil keputusan.
"Ambilah ini pangeran, ini peninggalan terakhir dari yang mulia Kaisar yang sempat hamba selamatkan dari jasad sang Kaisar "Dewa bayangan berkata sambil menyerahkan sebuah cincin ruang yang tadi tempat Dewa bayangan mengeluarkan mahkota peninggalan sang Kaisar.
Alex menerima cincin itu dan melihat isi didalamnya,hatinya tersentak melihat tumpukan emas permata,buku buku kuno, senjata senjata kelas Dewa, berbagai artepak tingkat tinggi,pil dan obat obatan serta herbal tingkat tinggi.
Malam itu mareka menginap di gubuk tempat Dewa Bayangan dan Dewi obat tinggal.
Dewa Bayangan dan Dewi obat bercerita panjang lebar tentang masa lalu dan musnahnya keKaisaran Fangkea yang besar,megah dan makmur,cuma karena nafsu serakah segelintir umat yang merasa lebih unggul dari umat yang lain.
Pagi pagi setelah sarapan,mareka berlima mengadakan perjalanan ke arah tanah tak bertuan,di pertemuan empat Negeri.
Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh,mareka menembus keremangan hutan.
Menjelang hari ketiga, mareka tiba disebuah telaga yang besar dengan air yang sangat bening seperti kaca, sehingga kedalaman telaga terlihat jelas.
Dewa Bayangan mengajak mareka untuk beristirahat di pinggir telaga itu.
__ADS_1
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si heran melihat di tengah telaga itu tidak ada apa pun,bagai mana bisa sebuah istana bisa berada di sana.
Namun tidak dengan Alex,tiba tiba hatinya merasa ada sesuatu yang memanggil dirinya dari tengah telaga itu.
Tiba tiba kepala Alex kembali berdenyut,kali ini ia merasa denyutan itu berasal dari mahkota yang ada diatas kepalanya.
Mahkota itu kini menampakan dirinya sendiri di kepala Alex, padahal Alex masih menyembunyikan mahkota itu.
Batu Berlian di tengah mahkota itu memancarkan cahaya biru keunguan melesat ketengah telaga itu dan membentur sesuatu seperti pagar gaib yang tak kasat mata.
Kini cahaya biru keunguan itu membentuk sebuah kubah raksasa yang menutupi tengah tengah telaga itu.
Tepar ketika cahaya biru keunguan itu memudar,ditengah tengah telaga kini terlihat sebuah pulau yang sangat indah dengan rumput dan pohon pohon yang mengelilingi nya,sedangkan di tengah tengah berdiri sebuah istana yang luar biasa cantik terbuat dari emas intan dan permata.
Sedangkan disekeliling istana itu terdapat tembok yang tinggi.
Selarik cahaya merah ke kuning Kuningan melesat dari arah pulau ke angkasa yang tinggi, kemudian turun kearah mareka.
Ketika cahaya itu sudah dekat,barulah mareka jelas melihat seekor burung Phoenix api terbang kearah mareka.
Belumlah hilang keterkejutan mareka,kini air telaga itu bergejolak seperti periuk diatas api.
Perlahan lahan dari kedalaman telaga, muncul seekor Naga berwarna biru yang sangat besar, sangkin besarnya,hingga pulau di tengah telaga itu dilingkarinya beberapa kali lingkaran tubuhnya.
Burung Phoenix itu turun sambil mengecilkan tubuh nya,ketika sudah sebesar manusia,burung Phonik itu tiba tiba berubah menjadi seorang gadis yang cantik.
Sedangkan Naga yang sangat besar itu,ketika sudah dekat dengan mareka,juga tiba tiba menjelma menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah.
Setelah tiba didepan Alex,kedua orang pemuda dan gadis tadi bersujud kepada Alex.
"Selamat datang pangeran,kami adalah yang di tugaskan menjaga istana ini dan mengabdi pada ahli waris istana ini"kata kedua orang jelmaan burung Phoenix dan Naga biru itu.
"Siapakah kalian?" tanya Alex.
"Siapakah gerangan yang menyuruh kalian?"tanya Dewa bayangan kepada kedua orang itu.
"Dewa cahaya suci tuan,dan beliau sudah lama menunggu kedatangan sang pangeran".jawab kedua orang itu.
"Baiklah mari kita ke pulau"kata Alex sambil melompat ke pulau dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya,di ikuti oleh yang lainnya.
Setelah mareka tiba di pulau itu,Liong san cepat melompat kedalam tembok istana untuk membukakan gerbang tembok istana.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si,tidak henti hentinya mengagumi keindahan dan kecantikan istana kuno itu,setiap jengkalnya adalah keindahan semua.
Di teras depan istana, berdiri seorang lelaki setengah tua,tampak seperti empat puluh tahunan,tetapi tubuhnya bercahaya berwarna putih terang,dialah Dewa cahaya suci.
"Selamat datang Tuan agung,saya tahu tuan pasti datang kesini hari ini,karena ini memang salah satu jalan yang harus tuan jalani,dan kalian berdua Siauw yun dan Sian li,kalian telah dengan setia mengawal majikan kalian,tugas kalian belum selesai, masih panjang jalan yang harus di lalui majikan kalian untuk mencapai Tuan agung yang sebenar nya"kata orang itu sambil memandang kearah Dewa bayangan dan Dewi obat.
Kedua orang tua itu berlutut di depan lelaki bercahaya itu sambil berkata "salam hormat guru,kami akan tetap setia pada junjungan kami"...
"ja,,jadi bapak ini guru dari guru ?"tanya Alex bingung.
"Iya pangeran,beliau adalah guru kami ?" jawab Dewa bayangan.
Kembali Alex memandang pada lelaki setengah tua itu tadi,di lihat tampangnya,jelas Dewa bayangan terlihat sangat tua di bandingkan dengan lelaki itu,tetapi kenyataannya,lelaki itu guru dari guru nya.
"Jadi siapa nama bapak dan berapa sebenarnya usia bapak?"tanya Alex bingung.
"Orang orang mengenalku dengan nama Jia Bai El,dan usia ku sepuluh ribu tahun,aku bukan manusia seperti kalian, tetapi dari ras cahaya suci"jawab orang itu.
"Bagai manakah bentuk tubuh kalian sebenarnya ?"tanya Alex penasaran.
__ADS_1
"Kau tidak akan bisa melihat bentuk asli tubuh kami,karena tubuh kami sangatlah besar,Dunia ini hanya sebesar biji mata kami saja andai dibandingkan dengan tubuh kami"jawab orang itu lagi. "beberapa waktu yang lalu aku juga pernah bertemu dengan mu disebuah goa"kata orang yang bernama Jia Bai El itu.
"Aku ingat,kau yang membangkitkan darah ras cahaya di tubuh ku"kata Alex.
"Mulai sekarang,aku yang akan melatih kalian bertiga,kalian berdua harus berlatih keras karena kalian yang akan mendampingi Tuan agung menuju ke singgasana nya"kata Jia Bai El kepada putri Giok Lin Dan putri Kwan si.
"Kami siap guru"kata kedua orang putri itu bersamaan sambil menyatukan kedua tangannya di depan dadanya.
Hari itu mareka cuma berkeliling istana itu saja,Alex merasa seperti bernostalgia saja rasanya,serasa dia pernah hidup di sini.
Alex dan kedua orang istrinya memasuki sebuah kamar yang paling luas dengan ornamen dari emas dan permata,dengan tempat tidur dari emas.
Sedangkan di dapur istana,Liong san, Soa Ning, Siauw yun,dan Sian li, sibuk menyiapkan makanan mareka.
Malam hari nya mareka berkumpul di ruang tengah istana,bercerita masalah istana Fangkea semenjak keruntuhan Negeri Fangkea.
Tiba tiba,Liong san mengeluarkan sebutir batu berwarna biru terang dari dalam tubuhnya dan menyerahkan pada Alex.
"Ini batu mustika Naga es,dengan menyerap ini kekuatan tuan akan meningkat dan bisa membangkitkan kekuatan Naga es,batu ini dari leluhur Naga es,cuma yang berusia sepuluh ribu tahun yang mempunyai mustika ini" kata Liong san.
Sedangkan Soa Ning menyerahkan sebutir batu berwarna merah ke Kuningan yang bercahaya terang menyala.
"Ini adalah mustika burung Phoenix api,dengan menyerap mustika ini,tuan bisa membangkitkan darah Phoenix di tubuh tuan" kata Doa Ning sambil menyerahkan batu mustika berwarna merah menyala itu.
"Kalau tuan mau menyerap kedua mustika itu,saya sarankan diseberang pulau tuan, agar tidak membahayakan pulau ini" kata Jia Bai El mengusulkan.
Alex didampingi oleh Jia Bai El, putri Giok Lin Dan putri Kwan si, melompat ke seberang pulau.
Disebuah tempat yang agak jauh dari telaga, Alex duduk bersila di atas sebuah batu besar,dan mulai menyerap kekuatan batu mustika Naga es.
Sekumpulan kekuatan yang sangat besar memasuki tubuh Alex dan mengisi dantian ya hingga terasa penuh, namun kekuatan itu belum juga berhenti mengalir seperti tidak ada habisnya,hingga ;
"Bum!".
satu ledakan teredam didalam tubuh Alex terasa meledakan dantian ya menjadi lebih luas,namun tenaga itu masih saja mengalir memenuhi nya kembali,dan,
"Bum!"
Keadaan seperti itu terus berulang hingga menciptakan tiga kali ledakan terdengar.
Kini Alex melesat ketingkat enam Dewa laut.
Setelah tiga kali ledakan, kekuatan dari batu mustika itu tidak lagi mengalir,dan batu mustika Naga es itu hancur menjadi serbuk halus seperti abu.
Kini Alex merasa di dalam tubuhnya mengalir hawa dingin yang luar biasa besar dan dingin nya.
Dengan mengatur pernafasan,Alex mencoba menenangkan gejolak didalam tubuh nya,tetapi kekuatan itu tetap saja bergejolak laksana gunung berapi yang mau meletus.
Alex menyalurkan kekuatan itu pada kedua tangannya,lalu di arahkan ke air telaga.
"Bum!!!".
Sebuah ledakan besar terdengar,air telaga itu bergelombang tinggi,namun cuma sesaat, karena air telaga itu membeku dengan fenomena seperti gelombang terbuat dari es,sedangkan pohon pohon di sekitar telaga itu terlihat di penuhi salju.
Jia Bai El tersenyum menatap Alex,lalu dengan sekali kibasan tangannya,air yang tadinya menjadi es kembali menjadi air biasa.
*********
Mohon maap bila isi cerita novel ini tidak seratus persen novel kultipator,mungkin bercampur cerita silat klasik China,itu semua karena author juga suka membaca novel klasik China karya eyang Kho ping ho.
__ADS_1
Tidak apa kan,yang penting untuk bahan hiburan aja.