Mr Matrix

Mr Matrix
Istana Kristal.


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Alex tadi, Biksu Mata hati terdiam beberapa saat lamanya, ia nampak berpikir keras beberapa saat lamanya.


Saya bisa menunjukan tempat tuan bisa menemui orang yang mengetahui dimana empat elemen suci dasar penciptaan alam semesta itu di letakan, tetapi syaratnya sangatlah berat untuk meminta bantuan orang itu,dan melihat semua istri istri tuan yang cantik jelita semuanya,saya tidak yakin tuan akan bersedia memenuhi syarat dari orang itu"kata Biksu Mata hati kepada Alex seolah olah dia memang melihat dengan matanya sendiri semua istri Alex.


"Saya sangat membutuhkan bantuan nya tuan Biksu Mata hati, apapun persyaratannya asal menyangkut diri saya sendiri,meskipun saya harus menjadi budaknya seumur hidup, saya bersedia, asalkan saya bisa mendapatkan empat elemen suci dasar penciptaan alam semesta ini,dan menyelamatkan ke tujuh istri saya!"kata Alex tulus.


"Baiklah tuan,saya pegang ucapan tuan,yang mengetahui dimana ke empat elemen suci itu di simpan adalah majikan hamba sendiri yaitu sang pertapa tua,dia sudah sangat tua,saya sendiri tidak tahu seberapa tuanya usia beliau,syarat agar tuan bisa mendapatkan bantuan majikan saya dan juga bantuan saya ialah,tuan nikahi dia dan ambil dia menjadi istri tuan,dengan begitu tuan bisa mendapatkan bantuan dari kami berdua" kata sang Biksu Mata hati.


Lama Alex termenung berpikir apa yang harus dia lakukan.


Dia memandang kearah keempat orang istrinya, dan Dewi Tara dengan tersenyum senyum berkata, "Mau kak,mau saja,kapan lagi bisa merasakan pelukan dari seorang nenek nenek tua, mau ya kak"...


"Pluk!".


"Adow!".jerit Dewi Tara saat sebutir biji buah Pear yang kecil mampir di pipinya,tanpa tahu siapa dan kapan orang melemparkannya.


"Kak!,ternyata nenek tua nya marah tuh"bisik Dewi Suci di telinga Dewi Tara.


"Pluk!".


"Adow!".kali ini Dewi Suci yang menjerit karena pipinya terkena biji buah Pear.


"Baiklah Biksu,aku bersedia memenuhi persyaratan yang kau katakan itu bila memang itu persyaratannya, segeralah lakukan agar tidak membuang buang banyak waktu"kata Alex dengan perasaan mantap.


"Baiklah tuan,tetapi saya perlu bertanya tentang hak saya nantinya, bagai mana sikap tuan seandainya saya adalah wanita tua yang mukanya cacat mengerikan, bisakah tuan memberikan saya hak yang sama dengan para istri tuan yang cantik cantik itu,sedangkan saya cuma seorang wanita tua yang buruk rupa?"tanya pertapa tua itu kepada Alex.


Dengan mantap Alex menjawab, "Tentu saja saya akan menyayangi dan memperlakukan kamu seperti saya memperlakukan para istri saya yang lainnya,tanpa membeda bedakan satu sama lainnya,saya berjanji tentang itu,demi kehormatan ayah dan ibu saya juga demi prinsip dan harga diri saya"...


"Baiklah kalau perkataan tuan seperti itu,pegang dan jangan pernah melanggar apa yang telah tuan ucapkan dalam janji tuan tadi, Biksu Tong,lakukan upacara pernikahan ku sekarang juga"kata pertapa tua kepada pelayan juga abdi setianya itu.


Dengan khidmat upacara pernikahan itupun dilakukan yang di pimpin oleh Biksu mata hati.


Keempat istri Alex yang lain diberikan sebuah kamar mewah,sedang kan untuk kedua pengawalnya itu juga di berikan masing masing satu kamar,sedangkan untuk sepasang pengantin,di sediakan kamar utama yang besar di tingkat dua istana Kristal itu.


Tibalah saatnya acara buka cadar, Alex naik ke lantai atas,di mana kamar utama terdapat.


Alex membuka pintu kamar dengan hati mantap,apapun yang dia lihat akan dia terima apa adanya pemberian dari sang kehendak suci untuknya haruslah dia terima dengan rasa gembira.


Saat pintu di buka,Alex melihat diatas tempat tidur,duduk pertapa tua dengan pakaian yang tadi dia pakai.

__ADS_1


Saat akan menyingkap cadar sang pertapa tua,tiba tiba tangan pertapa tua yang masih mengenakan kaus tangan memegang tangannya, "sabarlah suami ku, kita sudah Syah menjadi sepasang suami istri,sebelum menyingkap cadar ku,aku mau kau berjanji kepada ku sekali lagi,bahwa kau sungguh sungguh akan menyayangi ku,dan tidak akan menjauh dariku, membawaku kemana saja kau pergi" kata pertapa tua.


"Baiklah aku berjanji kepada mu demi kehormatan ayah dan ibu ku" jawab Alex mantap.


Dia telah memantapkan hatinya,bila memang sang kehendak suci menghendaki dirinya seperti itu,dia akan menjalaninya dengan gembira.


Tetapi meskipun sudah menyiapkan hatinya, tetap saja tangannya bergetar saat membuka cadar dari sang pertapa tua itu.


"Bruaak!!".


Tubuh Alex terhempas kelantai saat dia membuka cadar sang istrinya itu karena kaget.


Di balik cadar itu ternyata ada seratus wajah cantik jelita luar biasa putih susu dan bercahaya, dengan hidung mancung lancip yang mungil, kening seperti bulan sabit pertengahan,bibir yang indah merah bak ber pemerah bibir,serta bulu mata yang lebat lentik alami dan indah.


"Si,,,si apa kau,bukankah pertapa tua itu nenek nenek ?"tanya Alex gagap.


"Suamiku,apakah kau juga ingin pipi mu ku jentik dengan biji buah pir juga,kau sama seperti mereka yang suka mengatai aku nenek nenek tua"kata pertapa tua


"Ta,,tapi kata mu bahwa wajah mu ?"kata Alex kehabisan kata.


"Kapan aku mengatakan wajah ku seperti nenek nenek tua,itu perkataan kedua istri mu yang jahil itu,semenjak dahulu mereka memang suka menjahili aku,tetapi aku menyayangi mereka"kata pertapa tua.


"Jadi maksud mu,mereka sebenarnya?"tanya Alex bingung.


Dewi perawan suci atau pertapa tua berdiri membuka jubahnya, ternyata didalam jubah itu terdapat sepotong gaun yang sangat cantik yang di kenakan oleh Dewi perawan suci.


"Sekarang aku adalah istri mu,dan ingat dengan semua janji mu,kau tidak boleh lagi memanggilku pertapa tua apa lagi nenek tua"kata Dewi Perawan suci.


Yang harus terjadi maka terjadilah, begitupun dengan sepasang pengantin dadakan itu, menjalani malam pengantin sebagai mana manusia lazim nya,tetapi tentu saja pada siang hari,karena di situ tidak ada malam.


Tanpa pagi menyapa, tanpa Kokok ayam, karena ayam tidak dapat hidup di tengah Padang salju ekstrim itu.


Saat Alex keluar dari kamar,di bawah sudah menunggu keempat orang istrinya dengan muka tersenyum menunggu sang suami.


Pertapa sakti dan Dewi Teratai putih serta Biksu mata hati bahu membahu di dapur mempersiapkan makanan.


"Kak,nenek tua itu mana, apa emmut an tuh bibir nenek memang maut kak"baru saja turun, pertanyaan dari Dewi Tara sudah bermacam macam.


"Pluk!".

__ADS_1


"Adow ,apaan sih,main timpuk saja,sakit tau !" gerutu Dewi Tara ketika sebutir biji Pear mampir di pipinya.


"Sebentar lagi, mulutmu yang akan ku timpuk biar tambah panjang kedepan"Sebuah suara lembut namun tegas terdengar dari tangga atas.


Dewi Tara menoleh keatas,ternyata di tangga atas,seorang wanita cantik jelita luarbiasa, dengan tubuh tinggi semampai berkulit putih susu,berambut panjang sepinggang,usia sekitar tujuh belas tahunan, mengenakan gaun putih panjang dengan kedua tangannya pendek tergantung di bahu.


Dewi Tara terpukau sesaat memandang bidadari yang turun dari lantai atas ke lantai dasar itu.


"Apakah kau jelmaan dari nenek nenek tua tadi ?" tanya Dewi Tara sambil menggoda Dewi perawan suci.


Dewi perawan suci berhenti ditengah tengah tangga,mengeluarkan sesuatu di ujung jarinya yang siap di jentikan.


Melihat itu,spontan saja Dewi Tara kelabakan berlindung di belakang Alex,dia tidak ingin biji Pear itu mampir kembali di pipinya.


"Ampun dik!, ampun, jangan pakai biji sialan itu, kau tahu pipi ku penuh dengan merah merah sudah karena ulah mu"teriak Dewi Tara.


"Siapa suruh kau memanggil aku nenek tua,kau lebih tua dari aku" kata Dewi Perawan suci sambil melangkah gemulai menuruni anak tangga itu mendatangi Alex sambil menggandeng tangannya.


"Aku tidak bisa berlama lama di sini Dewi,aku harus secepatnya menemukan yang lainnya dan mendapatkan ke tiga elemen yang masih tersisa itu" kata Alex.


"Sabarlah kakak,satu persatu kita akan mendapatkannya kak, yang sekarang kita lakukan adalah ke pegunungan Kuan Lun di batas negeri Song dan negeri Fangkea,kita mencari kuil Dewa Bumi di sana,konon di kuil itulah Tanah Suci Kehidupan di letakan"jawab Dewi perawan suci.


"Jadi ?,elemen dasar kehidupan yang kedua itu di letakan di pegunungan Kua


n Lun, yang ketiga dan keempat dimana dong ?" tanya Dewi Tara.


"Setiap satu sistem tata Surya,di letakan satu elemen dasar saja,tidak lebih dari itu,bila lebih, maka tata Surya itu akan hancur"kata Dewi perawan suci.


Setelah selesai makan, mereka segera berkemas untuk pergi mencari elemen dasar kedua yaitu Tanah suci kehidupan.


Saat mereka berada di luar halaman istana Kristal itu, Dewi perawan suci mengibaskan tangannya ke arah istananya,dan dalam sekejap istana itupun menghilang tersimpan di dalam cincin dimensi miliknya.


"Aku tidak akan meninggalkan istana ku disini,akan ku bawa serta bersama ku,dan kelak di suatu dunia yang lain,istana itu akan ku letakkan"kata Dewi perawan suci.


Dengan mengikuti petunjuk dari Dewi perawan suci,mereka semua bergerak meninggalkan tempat itu dengan mempergunakan ilmu meringan kan tubuh dan ilmu lari cepat,kini mereka terlihat cuma seperti cahaya yang berlompatan dari satu bukit ke bukit lainnya,dari satu lembah ke lembah lainnya.


Setelah beberapa waktu yang cukup lama,mereka kini mulai memasuki wilayah yang di tumbuhi pohon walaupun masih bersalju.


Desa pertama yang mereka temui adalah desa sajura,yang merupakan desa paling Utara di benua ini yang masih bisa dihuni manusia.

__ADS_1


Desa Sajura cuma dihuni oleh lima puluh kepala keluarga,yang merupakan satu komoditas suku sajura, atau orang orang yang satu leluhur dari keturunan Sajurako.


...****************...


__ADS_2