
Di negeri Han.
Kaisar Han thio qi akhirnya lambat Laun termakan juga dengan hasutan dari Menteri Kuang yuze ini.
Walaupun seluruh keluarganya telah menasihati sang Kaisar agar jangan termakan hasutan Menteri yang licik itu,terutama pangeran Han Guo sudah berulang kali mengingatkan sang ayahandanya itu agar jangan mempertaruhkan nyawa para prajuritnya demi hal yang tidak jelas,apa lagi kaisar Fangkea adalah menantu oleh dua Kaisar besar benua ini,yang tidak mungkin akan berdiam diri bila ada yang mengganggu ketentraman sang menantu.
Untuk melawan satu negeri Yuan saja negeri Han belum tentu mampu,apalagi ditambah dengan negeri Song yang juga cukup kuat itu.
Tetapi karena dasarnya sang Kaisar sudah termakan hasutan sang Menteri,maka apapun yang orang lain katakan,selalu terdengar salah ditelinga nya,dan apapun yang Menteri itu katakan,walaupun salah,selalu terdengar manis dan benar di telinganya.
"Cobalah yang mulia bayangkan,tanah tak bertuan adalah tanah milik leluhur tuan,jaman Kaisar dinasti Chen dahulu kala,sekarang ada yang membangunnya tanpa ijin dari yang mulia, itu suatu kesalahan patal, memangnya orang yang mengaku majikan istana Fangkea itu siapa, sekarang saja dia tidak menghargai yang mulia, apalagi nanti bila sudah menjadi negeri yang kuat,sudah pasti negeri Han ini akan di lumatnya yang mulia"kata Menteri Kuang yuze berusaha menghasut sang Kaisar.
Lama sang Kaisar merenung,segala yang dikatakan menterinya itu ada benarnya menurut pendapat hatinya.
"Jadi bagai mana pendapatmu sekarang wahai menteri ku?"tanya sang Kaisar.
"Kalau Kaisar ingin menang,maka menyerang sekarang adalah suatu keharusan, apabila menunda hingga beberapa waktu,maka negeri baru itu sudah pasti akan semakin kuat saja"kata menteri Kuang yuze kepada sang Kaisar.
"Tetapi aku dengar, bahwa negeri baru itu mendapat sokongan prajurit dari negeri Song dan negeri Yuan masing masing sepuluh ribu prajurit,benarkah itu menteri?tanya sang Kaisar lagi.
"Itu benar sekali yang mulia,tetapi itu semua calon prajurit,bukan prajurit,entahlah kalau kita menunda serangan beberapa waktu,mungkin duapuluh ribu prajurit itu sudah menjadi singa atau barangkali naga yang mulia"menteri Kuang yuze kian menancapkan kuku kuku kelicikannya kepada sang Kaisar.
"Kalau kita menyerang sekarang,berapa persen kah kira kira kemenangan kita?"tanya sang Kaisar.
"Mungkin sembilan puluh persen atau mungkin seratus persen yang mulia,karena menurut hemat hamba,orang yang mengaku majikan istana Fangkea itu cuma orang bodoh yang mau saja diperalat oleh kedua Kaisar rakus itu dengan iming iming putri putri mereka tuan,sebenarnya dia tidak memiliki kemampuan apapun,dia cuma pemuda lemah,ini kesempatan kita untuk merebut tanah tidak bertuan yang kaya raya itu"kembali omongan manis menggerogoti hati sang Kaisar.
Sebuah negeri,kalau baru berdiri,seperti seorang bayi yang baru belajar berjalan,sangat lemah dan memerlukan bantuan dari berbagai negeri lain.
Kalau mau menghancurkan negeri itu,selagi masih bayilah yang paling tidak ada berisiko,bila sudah besar, akan ada resiko perlawanan.
Pikiran itu terus menghantui kepala kaisar Han thio qi.
Dia membenarkan segala apa yang dikatakan oleh sang menteri itu.
Berhari hari sang Kaisar berpikir sendirian,hatinya ragu tentang negeri Song dan negeri Yuan yang sebenarnya mertua dari sang majikan istana Fangkea.
Tetapi kabar tentang kekayaan alam negeri baru itu justru membuat pikiran bijak sang Kaisar hilang tertutup nafsu ketamakan dan kerakusan.
Padahal seharusnya keberhasilan negeri Fangkea dalam mengatasi masalah kemiskinan,patut untuk di contoh dan ditiru.
Tetapi memang sudah menjadi sifat rakus manusia,malas bekerja, malah kepingin mengambil yang sudah tersedia.
"Bagai mana dengan negeri Song dan negeri Yuan,bukankah dia negeri itu penyokong utama negeri baru Fangkea?" tanya Kaisar.
"Anda benar yang mulia,tetapi ketahuilah, kedua negeri itu sedang berjudi yang mulia,apa bila negeri Fangkea berhasil berdiri,maka keuntungan kedua negeri itu akan menerimanya, dan lambat Laun Fangkea akan mereka bagi dua,bila hal itu terjadi,segalanya sudah terlambat untuk tuan sesali,karena hal berikutnya yang mereka lakukan tentu saja menyerang negeri Han bersama sama,kemudian negeri Ming akan menerima nasip yang sama dengan negeri Han, akhirnya tercapai ambisi mereka bahwa benua besar ini akan dikuasai oleh dua negeri saja"kata menteri Kuang yuze.
"Kamu benar menteri, cepat katakan kepada panglima agar sesegera mungkin menyiapkan seratus ribu pasukan,kita hancurkan negeri Fangkea yang tidak tahu diri itu"akhirnya titah sang Kaisar keluar juga.
............
Di negeri Fangkea.
Keadaan masih tetap seperti biasanya,Alex selaku pimpinan tertinggi negeri Fangkea, menganjurkan kepada rakyatnya agar memperbanyak kebun dan pertanian.
Kini negeri terkecil di benua itu bisa menjual hasil buminya kenegeri lain seperti negeri Song dan negeri Yuan.
Bahkan mereka juga menjual hasil ternaknya ke kedua negeri tetangga itu.
Secara bertahap, penerimaan prajurit baru juga terus di buka,setiap hari banyak sekali para pemuda pemudi yang mendaftar ingin menjadi prajurit.
Limaratus perwira kini masing-masing memiliki duaratus orang prajurit tamtama,yang berarti kini Alex mempunyai seratus ribu orang prajurit tamtama.
__ADS_1
Sebagai panglima,Alex menunjuk Lau memimpin seluruh pasukannya, dengan pangkat Jendral.
Sedangkan Liong san dan Soa Ning sebagai jendral keamanan istana.
Saat selesai sarapan pagi,Alex menghampiri putri Kayla dan duduk disebelahnya.
Alex menyerahkan sebutir baru mustika kadal raksasa yang masih tersisa kepada putri Kayla.
"Nah seraplah agar kau bisa mengejar ketertinggalan mu dari saudara mu yang lain,aku merasa dalam beberapa hari lagi akan terjadi sesuatu,kita belum bisa terlalu mengandalkan prajurit yang baru kita latih,kita yang harus menjaga Negeri kita ini"kata Alex.
Putri Kayla menatap mata Alex,seakan minta penjelasan.
Alex menggelengkan kepalanya, "aku belum tahu,tetapi pirasatku mengatakan seperti itu,kau boleh bertanya dengan Dewi,mungkin dia lebih tahu dari ku"...
Putri Kayla menerima batu mustika itu dan langsung berjalan ke taman belakang istana,disana ada ruang semedi namanya,tempat menghimpun hawa murni,karena energi qi murni di ruangan itu luar biasa padatnya.
Ternyata disaat yang sama putri Annchi juga berjalan memasuki ruang semedi itu.
"Adik Annchi hendak kemanakah buru buru?" tanya putri Kayla.
"Ooh Kaka Kayla,aku sedang mencari adik Dewi,bibi guru menyuruh ku memanggilnya"jawab putri Annchi.
"Ada apakah bibi guru Dewi obat mencari adik Dewi?"tanya putri Kayla.
"Aku tidak tahu kakak,tetapi dari tadi pagi kakak Lin Dan kakak Si tidak bisa bangun tidur,muntah muntah terus,sekarang sudah ditangani bibi guru Dewi obat"jawab putri Annchi sambil membuka pintu ruang semedi.
Didalam ruangan nampak sang Dewi muyimaeva sedang duduk bersila menghimpun hawa qi murni.
"ooh kakak putri,ayo kita bersama menghimpun hawa qi murni disini"ajak Dewi muyimaeva pada keduanya.
"Tidak adik Dewi,bibi guru memanggil mu di ruangan kakak Lin Dan kakak Si"kata putri Annchi.
"Ada apakah kakak,kenapa bibi guru memanggil ku?"...
"Mana aku tahu adik, tetapi kakak Lin Dan kakak Si sepertinya sakit,dari tadi pagi belum keluar kamar,malah menyuruh bibi emban memanggil bibi guru" kata putri Annchi.
Mendengar itu,Dewi muyimaeva langsung berdiri dari duduknya dan berjalan keluar ruang semedi itu.
Putri Annchi dan putri Kayla mengikutinya dari belakang.
Memang sedari awal putri Giok Lin Dan putri Kwan si tidak mau pisah kamar,mereka ingin selalu satu kamar tidur seperti biasanya.
Sedangkan putri Annchi dan Dewi muyimaeva juga satu kamar,cuma putri Kayla yang satu kamar sendirian.
Dewi muyimaeva memasuki kamar putri Giok Lin Dan putri Kwan si,nampak keduanya berbaring dan sedang di periksa oleh sang Dewi obat.
"Masuklah Dewi,aku curiga ada sesuatu dengan sakitnya putri,coba kau sendiri yang mendeteksi,apa cuma perasaan ku saja yang salah"kata Dewi obat ketika Dewi muyimaeva masuk kedalam kamar itu.
Kedua mata sang Dewi tiba tiba berkilau cahaya putih kebiruan seperti menembus perut putri Giok Lin Dan putri Kwan si bergantian.
__ADS_1
Ruangan menjadi hening sesaat,bahkan nampak kedua telinga sang Dewi sedikit bergerak gerak.
"Bibi guru,dugaan bibi guru benar,didalam perut mereka berdua ada Alex junior bibi"kata Dewi muyimaeva sambil berjalan kearah kedua orang putri itu.
Dewi muyimaeva mencium pipi kedua madunya itu.
"Selamat ya kakak berdua,kalian sedang mengandung buah kasih sayang kita dan kakak Alex,jaga mereka baik baik kak"kata Dewi muyimaeva.
"Syukurlah kalau ternyata dugaan ku benar,ini hal yang sangat menggembirakan,Kaisar pasti sangat senang mendengar berita ini"kata Dewi obat,air matanya menetes, generasi Fangkea kini mulai tumbuh kembali.
Sementara diruang depan,Alex menerima tamu yang pagi pagi sudah datang.
Salah seorang prajurit penjaga gerbang luar, yaitu gerbang di seberang jembatan emas,datang mengantarkan dua orang pendekar wanita cantik yang ingin bertemu dengan Alex.
"Hah!,bibi Dewi dan bibi bidadari,kapan kalian datang ke Fangkea?" tanya Alex mempersilahkan guru kedua orang istrinya itu untuk masuk.
"Sebenarnya kami tiba tadi malam,tetapi menginap di salah satu penginapan,karena tidak mau ke istana malam malam,takut bikin geger" kata Dewi seribu wajah.
"ooh ya,mana istri mu,kok tidak nampak disini?"tanya bidadari dari Utara.
"Tadi masih tiduran di kamar bi,biarlah saya panggil dulu"kata Alex sambil berbalik mau pergi ke kamar kedua istrinya.
Tetapi baru saja membalikan badannya, dari dalam terlihat putri Annchi dan putri Kayla sedang berjalan menghampirinya.
"ooh ada tamu kah kak?"tanya putri Annchi.
"Eh iya,ini perkenalkan kedua guru dari putri Giok lin dan putri Kwan si"kata Alex memperkenalkan kedua orang guru istrinya itu.
"Mana putri giok liong dan putri Kwan si,kenapa tidak bersama kalian?" tanya Alex kepada kedua istrinya itu.
"Maap kakak,tetapi kakak Lin Dan adik Si sedang di kamarnya, mereka sedang dirawat bibi guru dan adik Dewi" jawab putri Kayla.
Mendengar itu,Alex langsung berniat pergi ke kamar kedua istrinya itu.
Tetapi tangannya di tarik oleh putri Annchi.
"Kakak tidak usah khawatir,mereka berdua tidak apa apa,mereka sedang mengandung anak mu kak"kata putri Annchi.
Alex kaget bukan main, hingga tubuhnya tersentak, "hah hamil?, benarkah?,bibi berdua,marilah kita kemar putri giok Lin Dan putri Kwan si bibi"...
Alex mengajak kedua orang guru kedua istrinya itu kedalam kamar tidur istrinya.
Alangkah terkejutnya putri Giok Lin Dan putri Kwan si melihat guru mereka yang datang.
Kedua putri itu merangkul gurunya masing masing.
Hari itu Alex melakukan pesta syukuran atas hamilnya kedua istrinya itu.
__ADS_1
Seluruh rakyat negeri Fangkea bersuka cita menyambut kehamilan kedua istri Kaisar Alexander agung.
********