
Alex dan Dewa Samudra serta Dewa Lonceng Kematian bergerak meriksa setiap ruangan di kastil itu.
Beberapa ruangan sudah di periksa,namun keberadaan iblis Katsura tidak juga mareka temukan.
Kini seluruh ruangan di lantai satu telah mareka periksa semuanya,dan hasilnya nihil.
Mereka segera naik ke lantai dua kastil tua itu, dan memeriksa tiap tuangan satu persatu.
Hingga habis seluruh ruangan di lantai dua itu, tidak juga mareka menemukan apapun yang mencurigakan.
Begitupun juga dengan lantai tiga nya, setelah mencari keseluruh ruangan, namun tidak juga mereka menemukan sesuatu yang mencurigakan.
"Seluruh lantai sudah kita jelajahi dengan seksama, namun tidak juga menemukan sesuatu yang bisa kita jadikan petunjuk apapun !"kata Alex bingung.
"Apakah mungkin iblis Katsura itu sudah pergi dari tempat ini?"tanya Dewa Lonceng Kematian bingung.
"Tetapi aku masih merasakan ada energi asing di sekitar kastil ini,mungkin ini energi dari iblis Katsura itu,tetapi aku kesulitan melacak asal muasal dari energi ini!" kata Alex saat mereka turun kelantai dasar.
Mereka kembali menyusuri setiap sudut dan setiap ruangan di lantai dasar itu.
"Sepertinya kastil ini di tinggalkan begitu saja, entah apa sebabnya, banyak harta benda yang masih tersimpan rapi di tempat ini tuan,seandainya tuan bawa,tentu banyak gunanya untuk orang banyak nanti tuan!"kata Dewa Lonceng Kematian memberikan usul.
"Cen Lang benar tuan ku, harta benda,perhiasan dan gunungan koin emas ini sangat berguna bagi pembangunan negeri nantinya tuan !" kata Dewa Samudra mendukung usul dari temannya dewa Lonceng kematian itu.
"Iya,iya,kalian benar,nanti kita kumpulkan saja semua harta benda ini, tetapi untuk sementara ini prioritas kita adalah mencari siapa pembunuh anak anak dari desa kecil itu "jawab Alex .
Mereka bergerak kembali memeriksa setiap jengkal di lantai dasar itu.
"Setiap kastil tentu ada ruang rahasia,mungkin penjahatnya berada di dalam ruangan itu,ayo kita cari di mana ruangan rahasia itu berada !" ajak Alex kepada kedua pengawalnya itu.
"Tuan,dari awal kita masuk, adakah tuan merasa ruangan itu agak Anek tuan !"kata Dewa Lonceng Kematian sambil menunjuk kesebuah kamar yang tidak sebesar yang lainnya dan berada di bagian paling belakang dari kastil itu.
Alex dan Dewa Samudra menatap kearah kamar yang di tunjukan oleh Dewa Lonceng Kematian tadi.
"Selain bentuknya yang lebih kecil sendiri, selebihnya aku tidak melihat apa apa Cen Lang,kata Dewa Samudra bingung.
"Bukan masalah kecilnya Bai An,di belakang kastil ini juga sangat banyak kamar sekecil itu,bahkan ada yang lebih kecil dari itu, coba kau perhatikan lantainya,apakah kau melihat ada satu kejanggalan bila di bandingkan dengan lantai yang lainnya" kata Dewa Lonceng Kematian lagi sambil menunjuk kearah kamar itu.
Alex dan Dewa Samudra kembali menatap kearah apa yang ditunjukan oleh dewa Lonceng kematian tadi.
Cukup lama Alex dan Dewa Samudra menatap dan menelaah keganjilan apa yang di maksudkan oleh dewa Lonceng kematian itu.
"Ahai,aku tahu,kau benar dewa Lonceng kematian, kau benar,ternyata kau sangat jeli dan teliti"kata Alex berseru nyaring sehingga kedua Dewa pembantunya itu terlonjak kaget.
__ADS_1
"Tuan ku,apa yang tuan ku dapatkan,hamba masih belum bisa melihat apa pun juga!"kata Dewa Samudra penasaran.
"Dewa Samudra,kau lihatlah lantai itu,dan bandingkan dengan lantai lainnya,maka kau melihat cuma di lantai itu saja yang jalur tengahnya agak bersih dari yang lainnya,itu menandakan bahwa cuma ruangan itu saja yang sering di gunakan sehingga debu debu nya tersapu oleh kaki tanpa di sadari!" jawab Alex gembira.
"Wow,duhai kalian berdua benar tuan,hamba baru menyadari kejanggalan ini,itu artinya kamar itu sering ji pergunakan orang,tetapi tadi kita sudah memeriksanya kan tuan dan tidak menemukan apa pun juga ?"kata Dewa Samudra bingung.
"Ayo kita periksa lagi,kita ikuti jalur debu ini mengarah kemana, karena kurasa disitulah pintu rahasia ke ruangan tersembunyi itu!"ajak Alex pada kedua orang pengawalnya.
Mereka bertiga segera masuk kembali ke dalam ruangan yang tidak terlalu besar itu dengan mengikuti jalur debu.
Ternyata jalur debu itu mengarah pada sebuah lemari yang terbuat dari batu giok besar itu.
"Tuan,jalur ini mengarah pada lemari batu giok besar itu tuan"kata Dewa Samudra.
"Coba kau buka pintu lemari itu Dewa Samudra, mungkin di dalam lemari itu ada pintu rahasia nya" kata Alex lagi.
Dewa Samudra segera membuka pintu lemari itu dengan sekali sentak,dan isinya tidak ada apa pun selain beberapa tonjolan batu untuk tempat menggantungkan pakaian.
Alex segera meneliti tiap sudut dalam lemari giok itu,lalu melihat ke tonjolan batu tempat menggantungkan pakaian itu.
Diantara kesepuluh tonjolan batu sebagai tempat gantungan baju itu,ada satu yang terlihat bersih tanpa debu sedikitpun juga.
Alex segera meneliti tonjolan batu sebagai gantungan baju itu dan menggoyangkannya ke kiri kekanan,kemudian kebawah dan ke atas.
Tanpa memerlukan penerangan, ketiga manusia Dewa itu masuk kedalam pintu rahasia itu.
Pintu itu ternyata mengarahkan mereka ke ruangan bawah tanah kastil tua itu.
Gelap dan pengap tentu saja meliputi seluruh ruangan bawah tanah itu.
Ruangan bawah tanah itu ternyata cukup luas dan hampir sama luasnya dengan ruangan di lantai satu.
Banyak ruangan yang di penuhi dengan harta benda yang terbuat dari emas,perhiasan dan permata serta bergunung gunung koin emas.
Di satu ruangan besar,duduk diatas kursi yang terbuat dari emas ber tahta kan intan permata,nampak duduk se ekor mahluk mirip singa jantan yang sangat besar,namun tidak memiliki bulu,cuma sisik berwarna biru tua mirip sisik trenggiling,sedang menatap kearah Alex dengan tatapan mata yang marah.
Putih matanya semuanya berwarna hitam dengan putik mata berwarna merah menyala.
"Hm,sekian lama aku menantikan masa masa bertemu seperti ini wahai Dewa,meskipun kau bersembunyi di seribu kelahiran,tetapi aku akan tetap mengenal mu,kau pernah memenjarakan aku di dalam guci emas, sekarang giliran aku yang akan mengurung mu untuk selama lamanya,ho ho ho ho!" terdengar gaung suara dari mulut mahluk itu mirip suara erangan seekor singa, namun juga ber intonasi seperti suara manusia.
"Iblis Katsura,rupanya kau memang sengaja menantikan aku di sini ya, apakah aku yang sudah memenjarakan diri mu di dalam guci emas itu di masa lalu ?,lalu apa yang akan kau lakukan pada ku hei iblis Katsura?" tanya Alex nyaring.
Sambil tertawa tawa nyaring,iblis Katsura mengeluarkan sebuah tembikar bertutup dari ruang penyimpanannya.
__ADS_1
Melihat tembikar itu,tiba tiba raut muka Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian berubah pucat pasi, "tuan,pergilah sejauh mungkin selagi ada kesempatan,itu tembikar keramat milik Kaisar Dewa suci,tidak ada satu mahluk pun yang bisa lolos dari tembikar sakti itu tuan,biarlah saya dan Cen Lang yang akan melawannya!"kata Dewa Samudra berbisik di telinga Alex .
Tetapi Alex justru tersenyum melihat ketulusan dan pengabdian kedua pengawal setia nya itu.
"Kalian berdua dengarlah, mister Jo sudah mengirimkan ingatan kedalam pikiran ku barusan,kini aku ingat semuanya tentang tembikar itu, tenanglah, tembikar itu tidak akan kuasa mengurung ku meskipun sesaat saja, Dahulu kala,tembikar itu milik ku,buatan ku sendiri, yang ku gunakan untuk mandi"kata Alex bicara langsung ke dalam hati Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian, sehingga keduanya menjadi tenang.
Iblis Katsura merapalkan mantra mantra,lalu tembikar butut itu melayang diudara sambil berputar seperti gasing.
"Ho ho ho ho,wahai tembikar sakti ku, sekarang telanlah pemuda itu beserta pengawalnya dan jangan keluarkan hingga sampai kapan pun juga" kata iblis Katsura lantang.
Tembikar keramat itu melayang terbang mengelilingi Alex dan kedua pengawalnya sambil memancarkan cahaya kebiruan.
Tiba tiba tubuh Alex memancarkan cahaya putih kemilau sangat terang,sehingga seluruh ruangan itu menjadi terang benderang.
perlahan lahan tubuh Alex berubah,dari punggungnya muncul seratus sayap warna warni,dari pundaknya muncul tiga pasang tangan dan tujuh kepala wanita sangat cantik jelita luar biasa.
"Tembikar keramat, rupanya kau sudah dilumuri dengan sihir jahat, sehingga kau mencoba menentang ku yang sesungguhnya tuan mu sendiri"kata Alex.
Tiba tiba tembikar bercahaya biru itu lamat lamat terlihat wajah seorang pemuda tampan yang menatap kearah Alex dengan tatapan sedih, "tuan,hamba tidak berdaya melawan sihir yang menyelimuti hamba,hancurkan hamba sekarang,karena cuma tuan ku yang mampu melakukannya tuan, hamba tidak ingin dijadikan alat kejahatan tuan!"...
Alex mengulurkan tangannya kearah tembikar itu,seberkas cahaya putih melesat menyelimuti tembikar itu.
"Pras !" Tembikar itu tiba tiba saja hancur menjadi bubuk debu halus dan sirna tertiup angin.
Bersamaan dengan itu,di tangan Alex muncul sebuah kuali terbuat dari emas.
"Sekarang giliran ku wahai iblis Katsura, lawanlah kesaktian kuali emas ku ini"kata Alex sambil mengacungkan kuali emas ditelapak tangannya ke udara.
Kuali emas itu tiba tiba terangkat dari telapak tangan Alex, berputar seperti gasing dan terbang mengelilingi iblis Katsura.
Untuk melawan serangan dari kuali sakti itu,iblis Katsura berusaha membesarkan tubuhnya hingga puluhan kali lipat,dengan harapan sang kuali tidak sanggup menelan tubuhnya yang besar.
Namun harapan dari iblis Katsura itu cuma tinggal harapan saja,kerena kini tubuh iblis Katsura seperti asap yang meleleh dan mengalir terhisap oleh kuali saktinya Alex .
Terdengar jeritan panjang dan nyaring seperti raungan seekor singa sekarat ketika tubuh iblis Katsura lenyap tertelan kuali saktinya Alex .
Setelah tubuh iblis Katsura itu habis tertelan kuali saktinya Alex, sambil masih berputar di tempatnya,tiba tiba kuali sakti itu bercahaya kuning terang berkedip kedip.
"Adoow,ampun tuan,hamba bertobat, hamba sadar tuan, ampun !" terdengar suara jeritan dari iblis Katsura dari dalam kuali sakti itu.
Cahaya kuali sakti itu kini berubah menjadi hijau terang.
Sambil terus berputar,kuali sakti itu terus saja berkedip kedip hingga suara jeritan dari iblis Katsura menghilang.
__ADS_1
...****************...