
Karena perjalanan Alex dan Liong san mempergunakan kuda terbang,maka tidak terlalu lama mareka telah tiba di kota Min shin,yang merupakan kota terakhir.
Disebelah timur kota Min shin tidak ada lagi kota lain,hanya hutan lebat yang luas yang biasa di namakan hutan Kerajaan siluman,karena sejak dahulu kala dihutan itu sering didapati siluman berbagai macam,seperti ada siluman rubah putih,ada siluman rubah merah,ada siluman rubah hitam,siluman harimau, siluman macan,siluman gagak,siluman ular berbagai ras,dan banyak lagi siluman yang lainnya.
Tetapi selama ini siluman itu jarang muncul keluar,tidak seperti akhir akhir ini,mareka jadi lebih sering muncul keluar mengganggu warga desa di sekitar,bahkan semakin mendekat ke kota Min shin.
Biasanya kalaupun muncul keluaran,mareka paling cuma satu atau dua siluman,namun sekarang mareka sekali muncul bisa sampai berjumlah ratusan banyak nya.
Disebelah timur hutan kerajaan siluman ini ada laut luas yang membentang yang di kenal dengan nama lautan timur.
Hari belumlah sore,ketika Alex dan Liong san mendarat dengan kudanya agak jauh dari pintu gerbang kota Min shin agar tidak menimbulkan kehebohan orang yang melihatnya.
Karena di Dunia yang sekarang,binatang binatang ilahi,binatang binatang Dewa, maupun monster,yang ada paling siluman.
Di gerbang Kota Min Shin ini cukup ramai dengan orang orang yang mengantri ingin masuk ke dalam kota.
Pemeriksaan identitas diri di gerbang barat kota ini cukup ketat, sedangkan di gerbang timur di tutup untuk umum,karena lewat gerbang timur itulah jalan menuju ke hutan Kerajaan siluman.
Gerbang Utara dan gerbang selatan sama seperti gerbang barat, pemeriksaan cukup ketat.
Setelah melewati pemeriksaan identitas di pintu gerbang dan membayar biaya masuk ke dalam kota,Alex dan Liong san berjalan masuk kedalam kota Min shin.
Alex melihat penjagaan pasukan di beberapa pintu gerbang memang agak banyak dari kota kota lainnya,mungkin mengantisipasi kedatangan rombongan siluman.
Sesampainya didalam kota,yang pertama Alex cari adalah rumah makan.
Mareka berdua memasuki sebuah rumah makan yang agak besar dan ramai.
Ternyata di dalam sudah ada beberapa rombongan pendekar dari berbagai wilayah.
Alex memilih duduk di sudut ruangan,karena mareka berdua menekan tingkat kultipasinya hingga ke titik alam ksatria,maka ketika mareka masuk,banyak mata memandang mareka dengan pandangan sinis dan agak merendahkan.
Para pendekar ini terdiri dari beberapa rombongan,dan tiap rombangan terdiri dari empat sampai delapan orang,dan rata rata berada pada tingkat alam raja akhir dan ada beberapa yang sudah mencapai tingkat alam Brahmana awal,tingkat dua dan tiga.
Yang paling dekat dengan mareka ada empat orang dalam satu rombongan,dan tingkat mareka berada pada tingkat alam Brahmana awal.
Sepasang pemuda kembar yang tadi menatap kearah Alex dan Liong san,mendadak tertawa kencang.
Mareka adalah sepasang pendekar kembar Liou Thai dan Liou. se.
Sedangkan di depan mareka duduk dua orang yang agak tua.
Yang seorang mengenakan baju kuning bernama Zhuang haocun, dan yang seorang lagi berkumis panjang menjuntai di sisi kanan dan kiri mulutnya bernama Shao syaoran sang pendekar serigala kecil.
"kakak Thai,besok kita akan memasuki hutan Kerajaan siluman,konon katanya,disana silumannya banyak yang sudah berada pada level empat dan lima,bahkan semakin kepusat hutan,semakin tinggi level silumannya"kata seorang pendekar muda kepada kakak kembarnya.
__ADS_1
"Adik se,sebaiknya adik persiapkan diri saja,tidak usah terlalu khawatir,kita akan membunuh sebanyak banyaknya siluman disana "jawab Liou Thai sang kakak pada Liou se adiknya.
"Tetapi ada juga yang aneh kakak Thai,ada yang cuma dengan kepandaian rendah mencoba untuk membunuh siluman,yang ada dia sendiri yang akan terbunuh nantinya"kata Liou se sambil menoleh kearah Alex dan Liong san.
"Biarlah pendekar muda,kadang puncak gunung bisa kita lihat dan kita ukur,tapi puncak langit cuma Tian yang tahu ujungnya" kini si orang tua berbaju kuning yang nampak agung bernama Zhuang haocun menanggapi omongan kedua kakak-beradik pendekar kembar itu.
"Ha ha ha ha,rupanya nama pendekar agung ternyata bukan isapan jempol,kau bisa menebak segala yang orang lain sembunyi kan" kali ini seorang pendekar tua dengan kumis menjuntai di sisi kiri dan kanan bibirnya yang bernama Shao syaoran menanggapi perkataan pendekar Zhuang haocun.
"Aku sebenarnya tidak bisa melihat tingkat kultipasi mareka pendekar serigala kecil,tetapi naluri ku tidak pernah meleset bahwa mareka menutupi tingkat kultipasi mareka, sebenarnya mareka tidak seremeh yang tampak di mata kita,berhati hatilah bersikap kepada mareka" kata pendekar pendekar Zhuang haocun sambil melahap makanan yang ada di depannya.
Liou se tertawa tawa menatap kedua lelaki tua di depannya sambil berkata, "kalian belum pikun kan?,nyata nyata tingkat kultipasi mareka ada pada tingkat alam ksatria,kenapa kalian mengatakan mareka menyembunyikan tingkat kultipasi mareka"...
"Kau terlalu hijau di dunia kejam ini nak, jangan anggap air yang tenang itu di dalam nya tidak ada arus yang deras"kini pendekar serigala kecil Shao syaoran yang angkat bicara sambil berdiri dan berjalan kearah pelayan rumah makan untuk membayar harga makanannya dan pergi dari situ di ikuti oleh Zhuang haocun yang juga berlalu pergi sambil bersenandung, "*saat kau memandang langit,apa yang tampak Dimata mu adalah yang terendah,ketinggian langit tak akan pernah kau lihat*"...
Alex yang sedari tadi mendengarkan perkataan mareka,acuh pura pura tidak mendengar apapun, padahal mareka berdua saling berbicara lewat telepati.
Kedua orang saudara kembar itupun akhirnya selesai juga makannya, setelah selesai membayar, mareka pergi keluar dari rumah makan itu.
Tidak terlalu lama,Alex dan Liong san pun selesai makan,setelah Liong san menyelesaikan pembayarannya,mareka langsung keluar dari rumah makan itu.
"Hei kalian berdua, sebelum terlambat, sebaiknya kembali saja ketempat kalian,jangan sampai tubuh kalian menjadi santapan para siluman nantinya"kata Liou se mengingatkan dengan nada merendahkan.
Walau Liong san hampir saja memukul pemuda itu,tetapi lewat telepati nya,Alex menyuruh Liong san untuk menahan diri.
"Terimakasih tuan,kami ditugaskan kaisar untuk menyelidiki masalah siluman itu,jadi kami tidak berani membantahnya"jawab Alex merendah.
"Apa?,Kaisar,?dasar Kaisar stress,apakan istana telah kehabisan orang berilmu tinggi, sehingga kaisar menyuruh kalian yang cuma bujin (lalat)untuk menyelidiki masalah siluman"kata Liou se sambil tersenyum mengejek.
Liong san hampir saja tidak bisa menahan diri,andai saja Alex tidak menurutnya diam.
"Kalian tahu,dengan mengutus kalian untuk menyelidiki masalah siluman itu,sama saja kaisar menyuruh kalian untuk pergi ke liang kubur sendiri"kali ini Liou Thai yang bicara.
"Maapkan kami tuan,terimakasih atas peringatannya,permisi kami mohon diri"kata Alex sambil berlalu dari hadapan kedua pemuda bersaudara itu.
Kedua pemuda bersaudara itu pun cuma mendengus menahan geram di dalam hati,tetapi mareka tidak melakukan tindakan apapun.
__ADS_1
"Sudahlah adik se,kita lihat seberapa lama mareka bisa bertahan di hutan Kerajaan siluman nanti"kata sang kakak kepada adiknya sambil berlalu mencari rumah penginapan juga.
Malam ini Alex dan Liong san kembali ke Dunia dimensi miliknya menjenguk putri Giok Lin Dan putri Kwan si disana.
Walaupun keduanya terlihat masih bersemangat,namun dari cahaya wajah nya Alex tahu bahwa racun jamur jari iblis itu sudah mulai bereaksi dengan tubuh kedua orang istrinya.
Bibir kedua orang istrinya itu sudah mulai terlihat memucat dari biasanya.
Alex menyalurkan hawa murni ke dalam tubuh kedua orang istrinya,lalu memberi keduanya pil untuk menahan laju penyebaran racun jamur jari iblis itu.
"Apapun yang terjadi dengan kami berdua nantinya,kamu harus selalu bersemangat,dan berjanjilah kau akan tetap melanjutkan hidup mu walau nanti tanpa kami"kata putri Giok Lin berlinang air mata didalam dekapan Alex sang suami.
"Kami bahagia bisa hidup bersama kakak, mencintai kakak,bila ada kehidupan kedua,kami akan tetap memilih kakak sebagai suami kami"putri Kwan si tidak lagi bisa membendung kesedihannya,menangis tersedu sedu didalam dekapan Alex.
"Kalian jangan berkata seperti itu,tetaplah optimis dan bersemangat lah demi aku,akan aku lakukan apapun demi kesehatan kalian berdua kembali seperti dahulu,aku berjanji,meski harus menjadi budak selama tujuh kelahiran,akan aku lakukan demi kalian, kalian berdua adalah semangat hidup ku,maka tetaplah bersemangat demi aku,berjanjilah kalian akan terus bersemangat demi aku"kata Alex bergetar menahan gejolak batin nya.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si tersenyum dalam kesedihan,lalu menganggukkan kepalanya, "kami berjanji, tetapi kakak juga jangan terlalu bersedih, tetap pokus pada tugas yang telah dibebankan, tetaplah bersemangat ya"...
Alex kembali memeluk dan mencium pipi kedua orang istrinya,hatinya terasa sangat perih,dia tahu bahwa dia sedang berlomba dengan sang waktu,tanpa diketahui oleh kedua orang istrinya,dua butir air bening mengalir dari matanya,jatuh membasahi pipi.
"Akan aku lakukan apapun demi kalian"tekat didalam hati Alex.
Dua pendekar wanita pilih tanding,kini meringkuk tidak berdaya.
Setelah berhari hari di Dunia dimensi milik nya,akhirnya Alex dan Liong san keluar dari Dunia dimensi.
Saat mareka keluar, ternyata di luar masih gelap,dan pagi belum lagi tiba,maklum perbedaan kecepatan waktu antara Dunia dimensi dan Dunia luar adalah satu berbanding sepuluh.
Besok paginya,setelah selesai sarapan di rumah makan kemarin,mareka bergerak keluar dari kota Min shin lewat gerbang selatan,karena gerbang timur di tutup dan tidak boleh di buka.
Ketika sudah jauh dari pandangan orang banyak,Alex langsung mengeluarkan kuda terbangnya untuk di naiki mareka berdua.
Sebenarnya Liong san juga bisa terbang sendiri sebagai naga,tetapi Alex tidak mau membuat heboh orang banyak.
Di pinggir hutan kerajaan siluman, terdapat sebuah desa kecil bernama desa Jian sa atau sungai ular.
Di dekat desa itu Alex turun lalu mengembalikan kuda Sembrani nya ke Dunia dimensi miliknya.
Dengan ber jalan kaki,mareka berdua masuk kedalam desa itu.
Ternyata sepanjang jalan desa itu,cuma kesunyian yang mareka temui,tidak ada penduduk satu pun.
__ADS_1
Karena semua penduduk sudah pergi mengungsi keluar desa sebap tidak tahan dengan teror siluman yang hampir setiap malam mareka alami.
Setelah melihat lihat keadaan desa yang sudah kosong itu,mareka berdua pun meneruskan perjalanan lewat belakang desa memasuki wilayah hutan kerajaan siluman.