Mr Matrix

Mr Matrix
Misteri Suara yang Terbawa Angin.


__ADS_3

Derap sepuluh ekor kuda menyusuri jalan berbatu batu.


Debu mengepul keudara diselingi dengan suara dengkur dan ringkik kuda bersahutan.


Jalan yang dilewati kiri dan kanannya terbentang hutan yang sangat lebat dan tinggi.


Jalan berkelok kelok kadang menurun dan kadang juga mendaki.


Memang jalan dari desa ujung ke kota Lombeng sangat sepi dan jarang dilalui orang,karena penduduk lebih senang menyusuri sungai, walaupun lebih jauh dan lebih lama,tetapi relatif lebih aman dari pada jalan darat.


Jalan darat bukan hanya bisa bertemu dengan rampok,tetapi juga dengan monster maupun binatang buas lainnya.


Sudah satu harian mereka berkuda,namun tidak ada seorang manusia pun yang berpapasan dengan mereka.


Memang sungguh miris, dunia yang mengaku sebagai tanah Nirwana, ternyata tidak lebih dari tempat segala macam monster dan binatang siluman berkumpul.


Alex mengajak rombongannya untuk kembali masuk hutan, mencari tempat untuk bermalam,malam ini.


Setelah agak jauh berjalan kedalam hutan, akhirnya mereka menemukan sebuah danau cukup besar,berair jernih dan di sekelilingnya terdapat tebing batu batu besar dan tinggi.


Setelah mencari tempat yang cocok buat menginap malam ini beberapa saat,akhirnya Alex menemukan sebuah goa di atas tebing batu setinggi kurang lebih lima Depa dari tanah.


Keadaan goa itu sangat pas untuk tempat bermalam,karena ruangan didalam goa itu agak luas dan datar dengan pintu goa yang agak kecil,cuma muat untuk dua orang melewatinya.


Setelah memberi minum semua kuda. akhirnya semua kuda kuda itu ditambatkan Disatu batang pohon dan di beri makan daun daun serta rerumputan sebelum di tutup dengan kubah gaib agar tidak diserang binatang buas ataupun monster.


Selagi para wanita memasak makanan untuk mereka makan malam ini,Alex turun ke danau itu untuk membersihkan diri nya.


Segarnya air danau itu membuat Alex betah berendam sebatas leher beberapa saat lamanya.


"Tuuaann,tolong hamba".


Terdengar sayup suara berdesah mengikuti angin yang berhembus.


Alex menajamkan pendengarannya beberapa saat,namun suara itu tidak lagi terdengar.


Alex meneruskan berendam sebatas lehernya,sambil mengatur pernafasan dan menghimpun hawa qi murni disitu.mungkin cuma desiran angin yang berhembus lewat di telinganya saja,pikir Alex.


"Tuuaann,tolong hamba".


Suara panggilan lirih itu terdengar kembali sayup sayup seperti terkirim bersama hembusan angin yang bertiup.


Kini suara itu terdengar jelas walaupun tidak nyaring,hanya seperti ******* halus,suara seorang laki laki.


Sekali lagi Alex menajamkan pendengarannya hingga mencapai tempat yang jauh,tetapi cuma suara binatang hutan lah yang terdengar oleh nya.


Akhirnya Alex selesai dengan mandinya dan segera naik menemui istrinya yang sedang sibuk memasak.


Selesai memasak nasi dan lauknya,putri Annchi meletakan sebuah teko dari tanah yang agak besar diatas tungku dari batu itu untuk menjerang daun teh harum.


Putri Annchi sangat tahu kebiasaan sang suaminya yang suka minum teh harum yang diberi gula aren sebelum tidur,atau diwaktu santai.


Sebelum bersantap malam tentu saja para wanita dan gadis gadis itu membersihkan badannya terlebih dahulu di danau.


Setelah selesai mandi di danau,para wanita membawa perlengkapan makan mereka ke dalam goa diatas tebing.


Mereka semua makan sambil sesekali bercanda dan bersenda gurau.


Selesai makan,seperti kebiasaannya,Alex duduk santai sambil menikmati secangkir teh harum yang disajikan putri Annchi untuk nya.

__ADS_1


"Aku belum pernah bertemu dengan Kaisar tanah Nirwana ini,konon khabarnya ilmunya sangat tinggi"kata Alex sambil meminum teh yang ada di gelasnya.


Dewi muyimaeva menatap wajah suaminya itu beberapa saat,lalu tersenyum manis, "kenapa kakak?, apakah seorang Alexander agung takut menghadapi seorang Kaisar tanah Nirwana?"...


Alex tersenyum menatap wajah jelita istrinya itu.


"Aku tidak takut Dewi,aku sudah pernah menghadapi sakitnya kematian,tetapi aku cuma ragu,apakah aku mampu menghadapinya nanti?"...


"Kami selalu ada bersama kakak,kehendak suci tidak akan memilih kakak bila kakak tidak mampu menghadapi keganasan kaisar Nirwana itu,bila waktunya tiba,kakak akan mengerti untuk apa kami ditakdirkan mendampingi kakak,bukan sekedar untuk menjadi istri kakak,tetapi lebih dari pada itu adalah sebagai kaki dan tangan kakak"jawab Dewi muyimaeva menarik tubuh sang suami untuk berbaring dengan berbantalkan pahanya.


Tangannya membelai rambut pemuda itu.


Malam turun dengan segala kesunyiannya, cuma suara binatang malam lah yang terdengar sayup sayup,di tingkat suara burung hantu di kejauhan.


Belaian tangan sang Dewi membuat mata Alex terasa berat.


"Tuuaann,tolong hamba".


Baru saja mata Alex mau terpejam,tiba tiba suara mendesah sayup sayup itu kembali memasuki telinganya.


Alex tersentak duduk dari tidurnya.


Dewi muyimaeva yang sedari tadi sedang menikmati memandang wajah sang suami yang memejamkan matanya itu,juga ikut tersentak terkejut.


Putri Annchi,putri Kayla dan Dewi Paraditha juga tersentak kaget melihat sang suami seperti itu.


Karena selama menjadi istri Alex,mereka tidak pernah melihat sang suami tersentak dari tidurnya seperti itu.


Bahkan putri Kayla sendiri sampai memeluk sang suami karena mengira suaminya diganggu mahluk halus penunggu goa itu.


"Ada apa kak?,kenapa tiba tiba kakak tersentak bangun dengan nafas tersengal sengal seperti itu?"tanya Dewi muyimaeva.


"Suara?,suara apa?,apakah kalian mendengar ada suara?"tanya Dewi muyimaeva kepada saudaranya yang lain.


"Tida ada suara apapun, cuma suara jangkrik dan belalang saja"sahut Dewi Paraditha dan putri Helena bersamaan.


Kini nampak kekhawatiran pelupuk mata Dewi muyimaeva itu,mengapa dia sendiri tidak mendengar suara apapun juga.


Sang Dewi menajamkan pendengaran dan penglihatan Dewi nya,lalu menatap ke sekeliling mereka,namun tidak ada satupun mahluk tak kasat mata disitu.


"Tuuaann,tolong hamba".


Alex kembali tersentak mendengar suara laki laki sangat jelas di telinganya sedang meminta pertolongan dengan suara seperti sedang sekarat.


Sedang Dewi muyimaeva tidak mendengar suara apapun,tetapi Indra keenamnya menangkap hembusan angin aneh menyusupi telinga sang suaminya itu.


Angin aneh itu sepertinya berhembus dari arah hutan diatas bukit di depan mereka.


"Aku tidak mendengar suara apapun kakak, tetapi aku menangkap semilir angin aneh yang berhembus dari arah hutan diatas bukit itu"kata Dewi muyimaeva sambil menunjuk bukit di depan mereka.


"Suara itu adalah suara seorang laki laki yang sedang sekarat dan memohon pertolongan" kata Alex.


Dewi muyimaeva menajamkan pandangannya kearah atas bukit didepan mereka.


"Sepertinya ada sesuatu yang aneh diatas bukit itu kak,seperti ada bangunan tua disana"kata Dewi muyimaeva kepada sang suami ya itu.


"Kalian tunggulah disini, aku akan melihat ada apa disana,aku akan segera kembali "kata Alex bermaksud mau melangkah pergi.


Tetapi tangan Dewi muyimaeva memegang tangannya.

__ADS_1


"Apakah kakak lupa bahwa kakak masih mempunyai aku,satu satunya orang yang bisa melihat di kegelapan cuma kita berdua kak,biarkan aku pergi bersama mu"pinta Dewi muyimaeva.


"Kalau kau pergi,siapa yang menjaga mereka,tidak,biar aku pergi sendiri,kau jaga mereka semuanya"titah Alex.


"Kau melupakan aku dan putri Helena suami ku, kalau tidak mau ditemani adik Dewi,maka kakak juga tidak boleh pergi malam ini,besok saja kita lihat ada apa diatas bukit itu"kali ini ketegasan putri Annchi keluar lagi.


Bila sudah seperti itu, maka tidak ada jalan lain bagi Alex selain harus menuruti perkataan sang putri bidadari itu sebelum dia mengamuk.


Untunglah hingga pagi hari gangguan suara itu tidak lagi terdengar,entah yang empunya suara sudah mati atau belum,tidak ada yang tahu.


pagi harinya,setelah sarapan,dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya, Alex dan kesembilan wanita cantik itu pergi kearah hutan di puncak bukit.


Ternyata dari kaki bukit itu ada semacam tangga dari batu tempat naik keatas bukit, namun sudah penuh dengan lumut,bahkan di beberapa tempat sudah ditutupi oleh akar pohon yang sangat besar.


Setelah beberapa saat mereka mendaki,akhirnya sampailah di puncak bukit itu.


Puncak bukit itu merupakan sebuah tempat datar yang dikelilingi oleh pepohonan tinggi dan rimbun.


Sebuah kuil batu berdiri kokoh diatas bukit itu, dengan hiasan sebuah patung kuda besar dan gagah terbuat dari batu hitam ber diri dengan kedua kaki belakang nya,sedangkan kedua kaki depannya terangkat keatas.


Mungkin patung kuda ini sebesar satu setengah dari kuda normalnya.


Ternyata tidak ada apapun di dalam kuil itu selain ukiran hurup kuno di dinding kuilnya saja.


"Kakak,ini hurup Montayi yang dipakai pada tiga ratus ribu tahun yang lalu,dan sekarang tidak ada satupun dari manusia yang bisa membaca hurup ini"kata Dewi muyimaeva.


Alex meraba lukisan yang tersurat di dinding kuil kuno itu.


Seberkas cahaya keluar dari guratan itu dan melesat memasuki kepala Alex.


Sesaat Alex terhuyung kebelakang karena terserang sakit kepala yang sangat sakit secara mendadak,tetapi untunglah cuma sesaat saja.


Putri Helena yang kebetulan berada didekatnya saat itu, secepat kilat menyambar dan memeluk tubuh pemuda itu agar tidak ter hempas kelantai kuil.


Sesaat mata mereka bertemu dan detak jantung putri Helena pun seperti gunung berapi yang sedang bersiap meletus.


"Maap kelancangan saya kakak"kata putri Helena sedikit gugup.


"Tidak apa apa,saya yang terimakasih atas pertolongannya,jika tidak,mungkin saya sudah terhempas ke batu lantai kuil ini"kata Alex sambil kembali memperhatikan guratan gambar aneh didinding kuil itu.


"Tuan muda agung,bila anda membaca tulisan ini,berarti sudah tiga ratus ribu tahun usia kuil ini"kata Alex mulai membaca guratan di dinding kuil itu.


Dewi muyimaeva memandang takjub kepada suaminya ini yang dengan mudah membaca tulisan kuno yang sudah tiga ratus ribu tahun yang lalu keberadaannya.


"Kuil ini dibangun untuk mengenang legenda sang Dewa Pegasus emas yang tidak pernah diciptakan lagi sesudahnya" kali ini Dewi muyimaeva yang membaca tulisan itu.


"Apa,apa Dewa Pegasus?,memangnya ada ya?"tanya putri Annchi.


"Dewa Pegasus adalah binatang illahi terindah yang diciptakan kehendak suci,dia memiliki bulu dari pada emas,mata dari pada berlian,dan sayap dari pada batu permata yang indah"Alex terus membaca tulisan di dinding kuil sambil merabanya.


"Karena keindahan dan kekuatannya itulah,maka binatang Dewanya para binatang illahi ini menjadi sombong dan tinggi hati,menentang kehendak suci yang menjadikannya tunggangan manusia yang kelak memimpin para dewa dilangit" kini Dewi muyimaeva yang meneruskan bacaan suaminya itu.


"Kelakuan Dewa Pegasus ini membuat sang kehendak suci murka dan mengutus aku untuk menemui sang Dewa Pegasus dan menegurnya" Alex dan Dewi muyimaeva bergantian membaca guratan berupa gambar gambar aneh di dinding kuil kuno itu yang ternyata adalah sebuah tulisan kuno berumur tiga ratus ribu tahun yang lalu itu.


Yang lebih menakjubkan adalah Alex yang cuma seorang pemuda,ternyata bisa dengan lancarnya bersama Dewi muyimaeva membaca tulisan itu.


Dewi Paraditha menatap muka sang suaminya itu dengan tatapan mata yang penuh kekaguman.


"Duh sebegitu luas kah pengetahuan suami ku ini,sungguh manusia pilihan terhebat di semesta raya ini"pikir Dewi Paraditha merasa beruntung karena sang kehendak suci memilih dirinya untuk menjadi pendamping Alex.

__ADS_1


*********


__ADS_2