
Setelah menyaksikan apa yang terjadi dengan pimpinan mereka,barulah empat puluh orang anggota perampok itu tersadar bahwa lima orang pimpinan mereka telah tidak bernyawa lagi.
Tetapi kesadaran yang terlambat,karena dengan sekali bergerak,tiga puluh lima orang telah tumbang tak berkepala lagi.
Lima orang yang masih tersisa segera sipat kuping berlari ke dalam hutan belantara.
Sebenarnya bukannya tidak sengaja mereka tersisa,Alex memang sengaja menyisakan mereka agar menunjukan jalan menuju ke pemimpin mereka yang sebenarnya.
Kelima orang itu berlari kedalam hutan belantara,tetapi tanpa mereka sadari,dari jarak seratus langkah,seorang pemuda berwajah luar biasa cantik dengan bibir merah alami,alis ala bulan sabit muda,dan bulu mata lentik tebal alami (jangan lupa itu karena pengaruh kecantikan para istrinya yang tersedot kedalam tubuh nya,bukan kecantikan asli alex),sedang mengikuti mereka secara diam diam di atas kuda besar berbulu emas yang berjalan secara pelan.
Yang sangat aneh adalah kuda ini tanpa tali kendali apapun juga,bergerak sesuai kehendak sang penunggangnya,seolah mereka satu pemikiran.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh,melewati tebing dan menuruni lembah,akhirnya mereka tibalah disebuah perkampungan kecil yang cuma ada sepuluh buah rumah melingkari sebuah lapangan kecil.
Sebuah rumah yang agak besar nampak di utara menghadap kearah lapangan kecil itu di selatan.
Sepuluh buah rumah itu terdiri dari empat di sebelah kanan,dan empat disebelah kiri,serta dua didepan dengan jalan masuk Diantara dua buah rumah didepan itu.
Alex sengaja meninggalkan Dewa Pegasus agak jauh dari lokasi perkampungan para perampok itu, dengan maksud agar bebas bergerak menyalidiki tempat itu.
Di lapangan yang tidak terlalu luas,cuma sekitar seperempat lapangan bola saja,nampak dua ekor kuda tertambat dihalaman depan rumah besar itu.
Didalam rumah besar nampak lima orang sedang berbincang bincang serius.
Tiga orang laki laki duduk bersandar ke dinding tengah rumah,seorang di tengah berbadan tinggi besar dan berperut gendut sementara yang dikiri dan kanan berbadan tinggi namun tidak gendut,tetapi dari ketiganya,semuanya berambut panjang putih serta berjenggot dan berkumis panjang yang juga putih.
Sedangkan dua orang di depannya berbadan tinggi besar,dengan rambut kumis dan jenggot yang juga panjang namun tidak putih,dan dari pakaiannya, nampaknya mereka pembesar dari negeri Nirwana .
"Bulan yang lalu aku sudah mengirimkan upeti sebesar dua ribu keping emas dan itu untuk satu tahun,kenapa sekarang minta lagi?,dua ribu keping emas bukan jumlah yang sedikit" kata laki laki yang berperut gendut dan duduk ditangan itu dengan gusar.
"Kami tidak tahu Bajang gendut,itu semua titah sang kaisar Nirwana, kalau kau berani membantahnya, kau harus bilang sendiri, karena aku tidak berani mengatakan apapun didepan beliau,apa lagi akhir akhir ini beliau sering uring uringan setelah bermimpi istana Nirvana di lalap api hingga tidak tersisa apapun juga,beliau bermaksud mau memperkuat barisan prajurit hingga dua juta orang lagi,makanya beliau memerlukan dana yang sangat sangat banyak,semua pembesar dikerahkan kesegala pelosok untuk mengumpulkan dana dari negeri tundukan,dan perlu di ingat,sudah banyak orang orang yang dipenggal karena membangkang itu!"kata pembesar negeri Nirwana itu.
"Huuh,ujung ujungnya pasti keping emas,bosan, anak buah ku yang menantang maut,dan dia yang menikmatinya"kata Bajang gendut yang berada di tengah tengah sambil berdiri bermaksud mau mengambilkan keping emas nya.
Tetapi baru saja dia berdiri dan bermaksud melangkah kedalam bilik,dari pintu depan terdengar suara lima orang memanggil sambil terengah engah.
Bajang gendut terpaksa berbalik arah dan melihat lima orang anak buahnya datang menghadap.
"Ada apa kalian menghadap kepada ku, mana lima pasang golok pencabut nyawa?,kenapa tidak dia yang menghadap kepada ku?"tanya Bajang gendut marah.
"Ampun ketua besar,tadi ketika kami bermaksud merampok seseorang yang lewat,tetapi ternyata orang itu sangat sakti dan berilmu sangat tinggi,cuma sendirian,dia bisa membantai empat puluh lima anggota kita sarta kelima pasang golok pencabut nyawa juga tewas ditangan nya" laporan salah seorang anak buahnya itu .
__ADS_1
"KEPARAT!!"...
"Duar!!". setelah berteriak memaki tidak karuan, sebuah meja batu hancur berantakan ditendang oleh Bajang gendut itu.
"Katakan siapa orang yang telah membantai para anak buah ku serta orang kepercayaan ku itu, katakan biar ku kerat kerat daging diseluruh tubuhnya!"teriak Bajang gendut lagi sambil membanting apa saja untuk meluapkan kemarahannya.
"Ampun ketua besar, seorang pemuda berwajah sangat cantik sekali,tetapi dia lebih ganas dari pada dewa kematian sekalipun,cuma dengan sekali gerakan,kelima orang pimpinan tewas dengan tubuh terpotong di pinggangnya"adu kawanan perampok tadi.
"Apa kalian mencari ku?" tiba tiba dari halaman depan terdengar suara seorang pemuda .
Spontan saja Bajang gendut dan kedua orang kepercayaannya itu serta utusan dari negeri Nirwana berlari keluar ruangan itu.
Di halaman depan terlihat seorang pemuda berwajah sangat cantik, berbibir merah alami, bulu mata lentik sedang berdiri sambil bersedekap.
"Ketua besar,dia dia dia orangnya yang telah membantai semua kawan kawan serta para pimpinan "kata salah seorang dari kelima perampok yang tersisa.
Beberapa saat Bajang gendut memperhatikan pemuda dihadapannya itu,dia meneliti tingkat kultipasi pemuda itu,tetapi sedikitpun dia tidak menemukan apa apa pada diri pemuda itu,seolah olah pemuda itu orang biasa yang tidak memiliki kultipasi.
"Ooh rupanya kau yang sudah bosan hidup dan kepengen cepat mati ya?"kata Bajang gendut sambil menghunus sepasang golok nya.
Tanpa basa basi lagi, Bajang gendut segera menyerang Alex dengan serangan berbahaya nya.
Walaupun banyak kesempatan untuk memasukan serangan nya, Alex sengaja mengulur waktu agar kedua orang kepercayaan Bajang gendut itu ikut turun tangan untuk menyerang Alex.
Serangan ketiga orang itu sangat cepatnya sehingga seperti serangan enam orang saja layaknya .
Tetapi Alex yang telah menerapkan jurus sembilan langkah dewa tingkat enam, dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa nya, membuat serangan itu terasa seperti permainan anak kecil saja baginya.
Seluruh celah dan kekurangan dari jurus dan gerakan lawan ,nyata terbaca dimatanya.
Maka dengan satu gerakan yang sangat cepat sekali,tangan Alex yang mengeluarkan pedang cahaya langsung membabat pinggang ketiga orang dedengkot perampok itu.
"Tras!".
"Tras!".
"Tras!".
Tiga kali suara tebasan terdengar,membuat tiga tubuh dedengkot perampok itu terhuyung dengan mata mendelik, lalu tumbang ditanah dengan perut dan semua isinya terburai keluar.
Kelima orang yang tadi melaporkan berusaha untuk kabur,tetapi gerakan Alex seperti setan,dengan cepat sekali sudah berada di depan mereka dan menebaskan pedang cahayanya ke tubuh mereka berlima.
__ADS_1
Cuma dengan sekali gerakan,kelima orang itupun tumbang dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya.
Alex segera melompat kedepan dua orang utusan negeri Nirwana yang mencoba untuk kabur itu.
"Am ampun tuan muda yang cantik,kami cuma urusan kaisar yang disuruh mengambil upeti dari perampok ini tuan" kata salah seorang utusan itu dengan suara terbata bata karena takutnya.
"Kalau kalian ingin selamat,cukup jawab pertanyaan ku dengan jujur, bila jawaban kalian memuaskan hati ku, maka akan kubebaskan, tetapi bila ku anggap kalian berdusta dan mengecewakan aku, maka kepala kalian akan kupindahkan dengan tubuh kalian"kata Alex.
Sambil menangis,kedua orang utusan itu menganggukkan kepala nya, "i iya tuan muda,kami akan menjawab jujur"...
"Apakah kalian tahu tentang tawanan yang kaisar kalian bawa baru baru ini,seorang kaisar dan keluarganya?"tanya Alex dengan nada dingin.
"Ya tahu tuan,seorang kaisar dari dunia bulan biru,bersama istri, seorang putri dan seorang putranya tuan" jawab utusan itu terbata bata.
"Lalu dimana semua tawanan itu sekarang berada?"tanya Alex lagi.
"Mereka berada di pulau Mun tuan,awalnya sang kaisar ingin memaksa sang putri agar mau menjadi istrinya,tetapi setiap kali sang kaisar berusaha menyentuh sang putri,selalu saja sang kaisar lumpuh selama satu bulan, akhirnya karena marah, sang kaisar mengurung kaisar tawanannya itu beserta semua keluarga nya di pulau Mun yang dijaga beberapa monster ganas tuan,saya berkata apa adanya,itulah yang saya ketahui tuan,sudilah tuan ampuni nyawa saya yang tidak ada harganya ini bagi tuan,demi anak anak hamba tuan muda"ratap kedua utusan itu .
"Baiklah,kalian boleh pergi,pergilah selagi aku bermurah hati,jangan sampai aku merubah keputusan ku"kata Alex kepada kedua orang utusan kaisar Nirwana itu.
Mendengar ucapan alex, kedua utusan itu segera melompat keatas kudanya dan memacu kuda itu sekencang kencang nya .
Setelah kedua orang utusan itu pergi,Alex segera memeriksa seluruh rumah di desa perampok itu.
Mulai dari rumah tempat kediaman ketua besar,Alex memeriksa setiap ruangan,ternyata disebuah ruangan yang cukup besar,ruangan itu hampir penuh dengan keping emas dan perak serta perhiasan.
Di ruangan lainnya,Alex menemukan sejumlah senjata kelas pusaka, hingga senjata kelas mustika,dan Beratus ratus cincin ruang yang berisi berbagai macam dari keping emas hingga senjata dan buku buku.
Sedangkan di rumah yang lainnya,alex menemukan beberapa ratus keping emas.
Setelah selesai mengumpulkan semua keping emas dan perak serta harta benda perhiasan yang tidak ternilai banyaknya,Alex langsung membakar semua rumah yang ada di kampung itu.
Rupanya rumah dikampung kecil itu cuma sebagai markas saja,karena keluarga mereka tidak ada di situ.
Setelah semuanya selesai,Alex bergegas kembali ketempat dia meninggalkan Dewa Pegasus tadi,lalu dengan setengah berlari, Dewa Pegasus membawa Alex kembali kejalan tadi untuk meneruskan perjalanan nya
Setelah tiba di jalan utama, Pegasus kembali berlari kencang kearah timur melanjutkan perjalanan mereka lagi.
Kini tujuan utama nya adalah pulau Mun,dari namanya saja Alex pilu membayangkan keadaan sang istrinya bersama kedua mertua dan adik iparnya itu.
Mun berarti nyamuk, sudah pasti pulau itu penuh nyamuk hingga dinamakan pulau nyamuk.
__ADS_1
Tidak ada pikiran lain apapun,yang dia pikirkan cuma ingin cepat cepat sampai di pulau Mun itu.
...****************...