
"Prang!!"....
Sebuah gelas cantik dibanting kelantai pualam putih itu.
Ruang makan kastil Dewi carmelion di kota raja Sumeon di negeri Sumeon di Utara negeri Dewa Utara,menjadi sunyi senyap seketika.
Gelas dan piring mewah hancur berantakan di lantai setelah dibanting oleh sang Ratu Helena.
Nasi beserta lauk pauknya berhamburan di lantai ruang makan yang besar itu.
Putri Helesia sang adik dari Ratu Helena tersentak melihat kelakuan sang kakaknya ini.
Sedangkan Ratu agung Sofia hanya menatap kearah sang putri dengan tatapan heran.
Akhir akhir ini,setelah pulang dari lawatannya kenegeri selatan,sang Ratu Helena suka uring iringan tanpa sebab musabab yang masuk akal.
Kadang kadang suka marah marah luar biasa cuma karena alasan yang tidak masuk akal sama sekali.
Seperti pagi ini,cuma karena masakan yang tidak sesuai sama seleranya,semua piring mangkok dan gelas di banting hingga hancur berantakan.
Bahkan yang membuat hati Ratu agung Sofia gundah gulana adalah,dia sering memergoki sang putrinya ini malam malam menangis sendiri tanpa tahu sebabnya.
Dalam keresahan dan kegundahannya,Ratu agung Sofia pada satu malam,akhirnya memanggil secara diam diam keempat Dewi utama yang menyertai perjalanan sang putri keselatan kemarin.
Karena dia melihat sedikit demi sedikit pisik sang putri kini mengalami perubahan.
Tubuh Ratu Helena itu kini menjadi lebih kurus dan matanya kian menjadi cekung karena hampir setiap malam selalu berurai air mata,entah kesedihan apakah yang ditanggung batin sang Ratu kini.
"Dewi Arashi,Dewi Suli, Dewi Zuhaili,dan kau Dewi Candrani,apa yang terjadi dengan Ratu mu dalam perjalanan kemarin itu,sehingga setelah kembali ke kastil, dia menjadi uring iringan dan mudah tersulut emosi?"tanya Ratu agung Sofia.
Keempat gadis cantik itu menghaturkan sembah, lalu menceritakan kisah mereka ketika pulang dari negeri selatan hingga bertempur di tepi sungai dangkal dan sang Ratu dikalahkan lawannya.
"Maap Ratu agung, hamba sebenarnya tidak ingin mengadukan hal ini kepada Ratu agung,saya takut murka Ratu agung kepada sang Ratu"kata Dewi Arashi yang kebetulan waktu malam sang Ratu mengundang Alex ke kemahnya itu,ada di situ bersama Dewi Zuhaili,sedangkan Dewi Suli dan Dewi Candrani sedang pingsan karena luka dalam mereka.
"Apa yang kau ketahui Dewi,katakanlah,aku berjanji tidak akan marah kepada siapapun"kata sang Ratu agung.
"Ampun Ratu agung,sore harinya setelah siangnya kami bertempur dengan seorang pemuda sakti dan tiga istrinya serta seorang pengawalnya, kami kembali bertemu dengan pemuda itu,dan Ratu mengundang pemuda itu ke kemahnya,mereka berbincang cukup lama,Ratu menawarkan pemuda itu jabatan Kaisar,tetapi pemuda itu menolaknya,karena pemuda itu adalah pengelana di semesta ini Ratu agung"kata Dewi Arashi kepada Ratu agung.
Ratu agung termangu sesaat,lalu kepalanya mengangguk angguk tanda mulai mengerti duduk masalahnya.
"Ya sudahlah,kalian boleh keluar,aku akan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, karena negeri ini harus tetap diurus agar tidak hancur"kata Ratu agung mempersilahkan keempat Dewi utama untuk keluar kamarnya.
Setelah keempat Dewi utama itu keluar kamarnya,sang Ratu agung merenung sesaat,dadanya terasa berat dengan banyaknya beban yang harus dia selesaikan.
Kemudian dia bangkit berdiri dan keluar dari kamarnya.
Secara perlahan dia susuri lorong kastil menuju kesatu ruangan utama.
Perlahan pintu ruangan itu dibukanya,dan di dalam ruangan dia mendapati putrinya sedang berbaring di atas tempat tidur membelakangi pintu.
Sesekali bahu sang putri naik turun disertai isakan perlahan.
Suara tangis yang sangat pelan dan nyaris tanpa suara itu sangat lirih dan pilu.
Sang Ratu agung memegang pundak sang putri dengan perasaan yang pilu dan tidak menentu.
Ratu Helena terkejut mendapati sang ibunda sudah berada di dalam kamarnya dan menatap kearahnya dengan tatapan yang sendu dan sedih.
Ratu Helena bangkit dan memeluk tubuh sang ibunda nya sambil menangis sesenggukan di dalam pelukan ibunya.
"Apa yang membuat hatimu lara seperti sekarang anakku,siang merana,malam menderita,,beritahukan kepada ibunda anakku, adakah masalah asmara yang membuat seorang Ratu melara?"tanya Ratu agung Sofia kepada putrinya itu.
"Ibunda Ratu,seandainya bisa memilih,aku ingin tidak usah ibunda lahirkan saja,agar tidak ku rasakan lara dan derita"kata Ratu Helena kepada sang ibunda nya.
Sang Ratu agung memeluk tubuh sang putri,menarik kedalam dekapannya.
__ADS_1
"Putriku yang kuat,putri ku yang tegar,saat ayahanda mu meninggal, kau adalah putriku yang paling kuat dari semua kerabat kita,kenapa sekarang berputus asa?"tanya Ratu agung kepada putrinya itu.
"Aku sudah mendapatkan dunia ibunda, rupa, tahta, harta dan nama,,tetapi ketika asmara hinggap di hatiku,sebuah jurang yang amat dalam dan lebar sudah menunggu ku,aku berusaha melupakannya,tetapi semakin aku berusaha melupakannya,semakin jelas rupa wajahnya dan senyumannya di pikiran ananda ibu,dia satu satunya pemuda yang sudah mengalahkan aku, menghancurkan keangkuhan ku,dan kesombongan ku,aku menginginkan dia,tetapi kami tidak bisa bersatu,sakit Bu,terasa sangat sakit bu,dadaku terasa perih ibu"Ratu Helena menangis tersedu sedu didalam pelukan sang ibu.
Sang Ratu agung membelai rambut sang putri dengan perasaan pilu.
Sang putri belum pernah merasakan cinta asmara, tetapi sekalinya cinta itu tiba, ternyata beserta lara.
"Apa bila keduanya tidak bisa kau rangkul semuanya, maka kau harus bisa memilih satu diantara dua, tahta atau cinta,mengorbankan tahta demi cinta,atau mengorbankan cinta demi tahta,semua ada ditangan mu putri ku, jangan sampai kau menyesal akhirnya"kata Ratu agung Sofia kepada putrinya.
"Akan aku pikirkan ibunda,semoga saja aku bisa mengambil keputusan yang baik bagiku juga bagi negeri Sumeon ini"kata Ratu Helena sambil menghapus air matanya
"Kalau kau memilih cinta, maka korbankan tahta mu,kalau kau memilih tahta mu, maka bangkit dan lupakan cinta"kata Ratu agung Sofia sambil berjalan keluar dari kamar tidur itu
.............
Kota Masumara adalah kota yang besar dan ramai.
Banyak toko toko berjejer di kiri kanan jalan, menjual berbagai macam keperluan,dari toko obat hingga toko pakaian,dari toko sayur hingga toko perhiasan.
Saat hari menjelang petang,Alex beserta rombongannya dan beberapa orang lainnya sedang mengantri di gerbang kota Masumara menanti giliran masuk kota.
Setelah membayar biaya masuk di gerbang kota, mereka akhirnya berjalan ke dalam kota setelah menitipkan kuda mereka di penitipan kuda di dekat gerbang kota itu.
Karena ada peraturan yang melarang orang orang yang masuk kota dengan menunggang kuda,kecuali kereta kuda.
sedangkan kuda putih milik Alex jauh dari gerbang kota sudah di masukan Alex kedalam dunia dimensinya,agar tidak menjadi perhatian orang banyak.
Setelah tiba di dalam kota,hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari rumah makan untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.
Ketua kota Masumara ini bernama Jalamara, seorang laki laki setengah tua yang berwajah tampan dan mempunyai tujuh istri, serta berpuluh puluh selir.
Sayang nya Jalamara cuma mempunyai dua orang putra saja.
Kedua orang putra ketua kota ini juga berwajah tampan dan juga gemar kepada wanita cantik.
Kalau mereka melihat wanita cantik,entah itu anak orang atau istri orang,mareka tidak perduli,yang penting hati mereka senang.
Kedua putra ketua kota ini mempunyai seorang guru bernama Dewa Barunang dan delapan orang pengawal pribadinya.
Sedangkan sang ketua kota mempunyai enam orang pengawal pribadi, yang terdiri dari para pendekar kelas satu,dan tiga ratus prajurit kota yang berkepandaian cukup tinggi.
Beberapa hari yang lalu sang ketua kota sedang dilanda musibah,karena putra keduanya yang paling tampan dan paling disayanginya,mukanya berubah menjadi kera setelah bertarung dengan seseorang.
Dan yang lebih parahnya adalah gurunya Dewa Baruna setelah menggunakan ilmu sihir menjadi seekor kera besar,ternyata rupa kera besar itu tidak bisa kembali menjadi manusia biasa lagi.
Empat Dewa sungai Suji membawa kedua manusia kera itu ke kediaman ketua kota.
Alangkah marahnya ketua kota melihat rupa putra kesayangannya itu yang telah menjadi rupa kera.
Seluruh mata mata disebarkan dimana mana,dan para prajurit kota pun disiagakan.
Ketika Alex dan keempat wanita cantik itu memasuki sebuah rumah makan,banyak diantara pengunjung yang berbisik bisik melihat mereka.
Diantara para pengunjung itu ada dua orang pemuda yang duduk di sudut ruangan sambil menikmati makanan dan minuman arak dan sesekali berbicara sambil bercanda,namun tetap pandangan mereka tertuju kepada rombongan Alex yang baru datang itu.
Ketika pesanan Alex sudah datang,dan mereka mulai makan, kedua pemuda itupun menyelesaikan makannya walau belum habis semua,setelah membayar,mereka bergegas pergi dari tempat itu.
Alex tidak memperhatikan siapapun juga,terus saja menyantap makanannya hingga tidak bersisa.
Setelah selesai makan,putri Annchi membayar semua harga makanan mereka, kemudian berlalu keluar dari rumah makan itu menyusul suaminya.
Ternyata dihalaman rumah makan itu sudah ada limapuluh orang prajurit kota,empat orang tua aneh serta seorang lelaki tampan usia sekitar lima puluhan tahun.
"Tuan,itulah mereka tuan" kata dua orang pemuda yang tadi makan di rumah makan itu juga sambil menunjuk kearah Alex dan rombongannya.
__ADS_1
"Ooh rupanya kalian yang sudah memotong tangan putra ku dan menyihir mukanya menjadi muka kera,serta kalian juga yang menyihir Dewa Barunang menjadi kera besar ya,sungguh besar keberanian kalian,cepat kembalikan wujud mereka seperti semula dan bunuh diri mu sendiri agar aku tidak susah susah turun tangan ke tubuh mu yang kotor dan hina itu,dan kalian para gadis,kalau kalian mau menjadi istriku,maka semua masalah diantara kita ku anggap tidak pernah ada,tetapi bila kalian membantah,maka akan tetap ku paksa ha ha ha"kata laki laki tua namun masih tampan itu.
"Enak sekali kamu bicara bapak tua,seakan engkau adalah Dewa,kau pikir dengan membawa anjing sebanyak ini kau bisa menakutiku?,janganlah terlalu bermimpi pak tua,coba buka mata mu,jangan sore sore kau mimpi memangnya kau siapa?"kata Alex.
Laki laki itu menjadi sangat marah,mukanya sampai merah padam.
"Kau memang mencari mati rupanya,aku adalah Jalamara,ketua kota ini,ayo prajurit,cincang tubuh laki laki itu,tetapi para gadisnya jangan di apa apakan"perintah laki laki bernama Jalamara seorang ketua kota Masumara.
Limapuluh orang prajurit segera mengepung Alex dengan senjata terhunus.
Mereka bergerak serentak menyerang Alex dengan pedang mereka masing masing
Namun belum lagi pedang mereka menyentuh tubuh Alex,tubuh mereka sudah berterbangan seperti daun kering yang di tiup angin kencang.
Limapuluh orang prajurit kota itu jatuh ditanah bergelimpangan kesana kemari tidak karuan, sebagian saling tindih menindih.
Melihat keadaan itu,dua orang kakek tua aneh melompat kearah Alex dengan tangan direntangkan.
Kedua Orang kakek tua itu bertubuh aneh, keduanya pendek, berkepala botak, berbadan gemuk, mempunyai kali yang pendek tetapi telapak kaki yang besar,serta tangan yang menjuntai hingga hampir mencapai tanah.
Kedua orang tua ini adalah sepasang Dewa bertangan panjang yang sangat tersohor di benua tanah para Dewa ini.
Kedua tangannya menjuntai hampir sampai tanah itu bukan saja karena tangan itu memang panjang,tetapi juga karena kedua kakinya lebih pendek dari orang kebanyakan.
"Sungguh hebat gerakan mu anak muda,kami si kembar yang tua ini minta petunjuk dari mu"kata salah satu dari manusia aneh itu.
"Silahkan saja kakek tua kaki pendek,maapkan saya yang muda bila lancang kepada yang tua"kata Alex.
"Ha ha ha ha,kau mencoba berbasa basi Gundu,padahal kau juga mengharapkan para gadis cantik itu kan?"kata saudaranya mangolok olok.
"Diam lah kau Gunda, sedikit berbasa basi dengan orang yang akan mati tidak ada salahnya kan,nanti malam juga para wanita cantik itu akan ketagihan dengan ku,berani bertaruh dia pasti minta terus"kata kakek Gundu menyahuti olokan saudaranya.
"Majulah kalian berdua kakek cabul,aku mau tahu dalam berapa jurus kau mampu merobohkan aku"kata Alex dengan kemarahan yang mulai naik.
"Gundu lihatlah,pemuda ini tidak sabaran ingin cepat mondar,sebaiknya kau beri dia kematian yang mudah dan tidak terlalu lama,kasihan para wanita nya"kata kakek Gunda kepada saudaranya kakek Gundu.
"Baiklah Gunda,akan kubuat dia tidak menderita"jawab kakek Gundu sambil mengerahkan seluruh energinya untuk membuat Alex mati dalam sekali serang.
Ketika tenaganya sudah terkumpul semua,kakek itu melesat kearah Alex berdiri dengan tinju kanan yang teracung kedepan dan tangan kiri ditarik kesamping tubuhnya.
"Ciaaaat!!".
Suara mulut kakek itu mengiringi gerakan tubuhnya yang cepat dan gesit menerjang kearah tubuh Alex.
"BUG!!!".
Terdengar seperti suara tabuhan dari kulit kerbau dipukul kencang.
Entah bagai mana mulanya,tidak ada satupun yang sempat melihat,tiba tiba saja tubuh kakek tua itu sudah melayang tinggi keudara terkena tendangan kaki Alex.
Tubuh kakek tua itu terus meluncur keudara dengan kecepatan super.
Sangkin tingginya terlempar keudara, sampai sampai tubuh orang tua itupun hilang di balik awan putih.
Hingga beberapa saat berlalu,di langit nampak tubuh kakek tua itu meluncur jatuh kebawah dengan kecepatan sangat cepat.
"Bum!!".
Tanpa ada seorangpun yang berani menyambut luncuran tubuh kakek tua itu,tubuh tua nya pun akhirnya berdebum menghantam tanah hingga membuat sebuah lobang yang cukup besar dan dalam.
Debu dan pasir berterbangan keudara menutupi pemandangan mata.
Ketika debu sudah mulai mereda,terlihatlah di dalam lobang,tubuh kakek tua itu tergeletak tidak berbentuk lagi.
*********
__ADS_1