
Alex bersandar di sebuah tembok yang sangat tinggi,nampaknya seperti tembok sebuah istana seorang Kaisar.
Dihadapannya berdiri sebuah istana terbuat dari pada emas dan permata dengan batu batunya dari batu energi kelas tinggi dan kristal serta batu giok terbaik.
Istana itu menjulang tinggi nampak sangat megah sekali,dengan tiga tingkat,serta pintu dan jendelanya terbuat dari emas murni.
Istana ini sungguh sangat besarnya, mungkin besarnya empat kali Istana Kaisar Yuan dengan taman taman yang tertata rapi dan pohon pohon rindang yang berjejer di sepanjang pinggir jalan.
Yang aneh perasaan Alex merasa seolah olah ia tidak asing lagi dengan istana ini.
Kini dia bersandar di dalam tembok Istana, dengan pemandangan mengerikan,di sana sini bergelimpangan mayat mayat,dengan aneka macam kondisi.
Ada yang terbelah,ada yang terputus tubuhnya, adapula yang terputus lehernya,serta adapula yang ter cincang cincang seperti cacahan daging.
ALex tiba tiba merasakan dadanya sesak,hatinya terasa pedih, amarah, dendam,kebencian dan kesedihan membuncah menjadi satu,air matanya jatuh berderai dalam tangisan yang pilu.
Entah mengapa dia merasa seperti ditinggalkan orang orang yang di kasihi nya.
"Wahai langit,beri aku kesempatan membalas semua kepedihan ini, meski harus menunggu seribu tahun,berilah aku kesempatan!!"teriak Alex.
"Crack!!!"
Tiba tiba sebuah tombak bersarang di dadanya hingga tembus ke punggungnya.
Di depannya seorang pemuda dan seorang lelaki setengah tua tertawa terbahak bahak menatap kearah Alex sambil berkata "ha ha ha,putra mahkota Chen liong,kini Negri Fangkea yang katanya Negri paling makmur di semesta ini,kini tinggal kenangan saja,tidak ada yang bisa menandingi Negri Nirwana,Negri Nirwana adalah Negri tertinggi di semesta ini,seandainya ayah mu dulu mau mengakui sebagai bawahan Negri Nirwana,tentu tidak terjadi seperti ini"...
Pemuda itu mencabut tombaknya lalu menusukan kembali ke arah rusuk kiri Alex.
Alex berteriak menjerit sejadi jadinya,rasa sakit di dalam hatinya lebih sakit dari pada luka di tubuh nya.
"Langit!!!,dengarkan permohonan ku,beri aku kesempatan untuk membalas semua ini!!!"jerit Alex sambil berurai air mata,pelan pelan pandangannya mulai memudar.
Alex tergagap bangun,tubuhnya di guncang guncang oleh putri Giok Lin Dan putri Kwan si yang terlihat sangat cemas itu.
Putri Giok Lin menghapus air mata yang masih tersisa di kedua pipi suaminya itu,sementara putri Kwan si mengeringkan peluh yang menetes membasahi tubuh Alex.
"Apakah mimpi yang sama kakak ?"tanya putri Giok Lin pada suaminya sambil mendekap tubuh sang suami di dalam dekapan nya,seolah olah ingin menenangkan hati sang suami.
Alex tidak menjawab, hanya kepalanya saja yang mengangguk angguk.
"Sudah tiga kali kakak mimpi yang sama,aku takut ini pertanda buruk akan terjadi sesuatu" putri Kwan si berucap sambil menyeka keringat Alex yang masih menetes di tubuh Alex.
Sudah tiga kali dia mimpi yang sama,tetapi terasa seperti bukan mimpi,tapi kenyataan.
"Apakah kalian pernah tahu tentang Negri Fangkea "tanya Alex pada kedua orang istrinya.
"Negri dongeng itu ?,ya pernah tahu dari cerita legenda rakyat benua ini, dulu benua ini di kuasai oleh satu keKaisaran saja,yaitu Kaisar Negri Fangkea,konon di masa itu Negri ini sangat makmur sentosa,tidak ada rakyat yang hidup melarat"jawab putri Giok Lin.
"Tapi kakak,itu cuma legenda rakyat,yang hingga sampai saat ini,tidak ada satupun manusia yang bisa membuktikan kebenaran legenda itu"putri Kwan si menimpali omongan madunya itu.
"Bagai mana kakak bila kita tanyakan pada guru, bukankah sekarang mareka berdua berada dipuncak awan?"tanya putri Kwan si pada putri Giok Lin.
"Kau benar adik Si, mungkin guru berdua mengetahui nya tentang legenda Negri Fangkea itu,bagai mana kak Alex?" tanya putri Giok Lin menanggapi usulan putri Kwan si.
__ADS_1
"Baiklah,besok pagi kita kepuncak awan menemui kedua bibi, mungkin beliau tahu jawabannya "kata Alex.
Besok paginya,setelah berpamitan dengan Kaisar dan ibunda Ratu,mareka pergi ke puncak awan dengan mengendarai kuda terbang.
Tidak memerlukan waktu lama,mareka pun mendarat di halaman depan sebuah rumah kecil namun nyaman itu.
Di situ telah berdiri menanti dua orang wanita cantik Terlihat masih muda meski sebenarnya sudah berusia seratusan tahun.
Setelah berbincang sejenak,kedua orang putri itupun mengutarakan maksud kedatangan mareka.
Dewi seribu wajah dan Bidadari dari Utara berpandangan sejenak,lalu menarik napas panjang, "sebenarnya apa yang kami tahu mungkin tidak lebih banyak dari yang kalian ketahui,Negri Fangkea itu ada didalam penuturan turun temurun,sudah menjadi legenda tanah ini"jawab Dewi seribu wajah.
"Iya,bahkan guru kami sendiri sang Dewi suci Kwan er menuturkan bahwa itu legenda jama dahulu kala,sekitar seribu tahun yang lalu"kini Bidadari dari Utara menambahkan.
Dewi seribu wajah kembali menarik nafas panjang,seperti mencoba mengingat ingat sesuatu,lalu tiba tiba,
"eh,tunggu dulu,kau pernah mengatakan bahwa guru mu sepasang kakak beradik Ouwyang Siauw Yun dan Ouwyang Sian Li kan?mareka menurut guru ku dahulu adalah legenda ribuan tahun yang lalu,mungkin di jaman mareka,pernah tahu atau paling tidak mendengar tentang Negri Fangkea itu"katanya.
"Kau benar kakak, mungkin cuma dua orang Dewa Dewi itu saja yang tahu ceritra tentang Negri Fangkea itu "Bidadari dari Utara menambahkan.
"Baiklah bibi berdua, mudah mudahan kedua orang guru ku itu benar mengetahui cerita tentang Negri Fangkea itu,kami akan langsung ke hutan sarang Elang menemui kedua guru ku itu,bibi berdua bila kebetulan ke istana,tolong katakan pada ayahanda Kaisar "kata Alex .
Akhirnya mareka pamit untuk meneruskan perjalanan ke hutan sarang Elang menemui kedua orang guru Alex.
Perjalanan mareka masih mempergunakan kuda terbang dengan menempuh waktu empat hari terbang.
Pada hari yang ke empat,mareka melihat ditengah tengah hutan lebat,terdapat ruang terbuka yang cukup besar,ada pondok kecil dan ladang di sekitar pondok.
Mareka mendarat di halaman pondok itu,dan dari dalam pondok keluar seorang wanita cantik.
"Heii guru,aku datang!" seru Alex sambil melompat dari kudanya di ikuti oleh kedua orang istrinya.
"Heh, Alex ?,, syukurlah kau kembali nak,guru mu sedang ke telaga,ayo masuk masuk,kamu bersama siapa nak ?"tanya Dewi obat bertangan malaikat.
"Maap guru,ini kedua istri ku,yang ini putri Giok Lin Dan ini putri Kwan si"kata Alex menerangkan.
"Wah,wah,wah,lama tidak pulang,sekali pulang membawa dua orang istri"kata Dewi obat bertangan malaikat sambil membimbing tangan kedua orang putri itu memasuki pondok.
Alex memang rada manja pada kedua orang gurunya itu,karena bagi Alex,mareka berdua lah orang tuanya di Dunia yang serba asing baginya ini.
Begitu pula dengan kedua orang gurunya, sudah menganggap Alex sebagai putra mareka sendiri.
Ketika mareka sedang berbincang bincang,dari arah luar,masuk seorang tua membawa bumbung batang bambu tempat membawa air.
"Wah ada tamu rupanya,ternyata kau masih ingat masih memiliki guru,kukira kau sudah lupa Alex"kata orang tua itu yang tak lain dari Ouwyang Siauw yun,kakak dari Ouwyang sian Li.
"Maapkan aku guru, guru tahu aku hampir mati terjebak di dalam jurang kematian selama setahun"jawab Alex.
Pendekar Dewa bayangan Ouwyang Siauw yun terkekeh-kekeh ketawa mendengarkan penuturan dari Alex.
Kemudian Alex menceritakan semua pengalamannya dalam pengembaraan selama ini.
Akhirnya putri Giok Lin menceritakan pada kedua tokoh tua itu tentang mimpi Alex yang telah tiga kali bermimpi yang hampir sama tentang Negara Fangkea.
__ADS_1
Beberapa saat,kedua tokoh tua yang sakti ini terdiam membisu seribu bahasa.
"Sebenar ini yang tidak aku ingin kan pada mu nak,tapi entah apa yang Kehendak suci kehendaki dari mu,maka yang terjadi terjadilah, ini bukanlah legenda,tapi kisah nyata tentang Negeri purba bernama Fangkea yang sangat luas melingkupi semua keKaisaran jaman sekarang,Negri itu sangat makmur dan kaya raya,hingga tidak ada satupun rakyatnya yang miskin,istananya saja dari batu permata dan emas"Dewa Bayangan memulai ceritanya.
Tiba tiba mata orang tua itu berkaca kaca, kesedihan ribuan tahun yang lalu terbongkar kembali.
"Masa itu seribu tahun yang lalu,aku dan kakak ku masih bocah kecil, Kamilah penghuni terakhir Fangkea yang tersisa dan masih hidup, mungkin karena leluhur kami adalah pengasuh dari keluarga Kaisar turun temurun,sehingga Kehendak suci memanjangkan umur kami untuk mengasuh titisan putra mahkota Fangkea yang akan lahir"Dewi obat menambahkan keterangan kakaknya yang terhenti karena dadanya sesak menahan gejolak batin nya.
Semua bermula karena ambisi,keserakahan dan keangkuhan yang tidak ingin terkalahkan dari orang lain,akhirnya karena tidak bisa lebih baik dari orang lain itu,timbul hasut di hati ingin menghancurkan dan merusak apa yang telah dicapai oleh orang lain itu.
Istilahnya, 'apabila tidak bisa melebihi orang lain,maka bagai mana caranya agar orang lain juga tidak bisa melebihi dirinya.
Inilah yang terjadi pada Sam Qiao liang,seorang Kaisar dari Negri Nirwana yang menganggap semua mahluk di bawah kasta mareka, merekalah mahluk tertinggi kasta dan tingkatannya dari mahluk lainnya.
Sehingga suatu ketika Kaisar ini mendengar berita bahwa di Dunia bulan biru,di benua Fangkea ada sebuah keKaisaran yang besar dan makmur serta kaya raya.
Beberapa orang yang dikirim untuk menyelidiki, menyatakan kebenaran dan kekaguman mareka pada kemajuan dan kemakmuran keKaisaran Fangkea.
Beberapa puluh tahun,bahkan Beratus tahun juga mareka masih belum bisa mengalahkan prestasi dari Negri Fangkea,maka timbullah pikiran dengki di hati Kaisar Sam qiao liang untuk menundukkan Negri Fangkea,tetapi dengan tegas Kaisar Fangkea Chen tiong menolak mentah mentah pernyataan dari Kaisar Sam qiao liang itu.
Karena hal itulah maka Kaisar Sam qiao liang menyerang Negri Fangkea dengan dua juta pasukan elite nya, sehingga cuma dalam tiga bulan,Negara Fangkea hancur luluh, putra mahkota Fangkea, pangeran Chen liong juga Ter bunuh disitu.
Seluruh keluarga istana dan semua kerabat Kaisar,terbunuh semuanya,termasuk semua keluarga Ouwyang terbunuh,kecuali dua orang bocah kecil kakak beradik yang diselamatkan oleh seorang mahluk suci yang menjelma menjadi manusia lelaki tua bercahaya putih.
Sebelum sang Kaisar Sam qiao liang dan putra mahkota Sam bauw qi menjarah semua kekayaan Negri Fangkea,oleh lelaki tua jelmaan mahluk suci itu,seluruh istana dan seisinya dia segel dengan segel gaib tingkat Dewa yang tidak akan ada satupun orang yang bisa membuka segel itu,kecuali putra mahkota Fangkea itu sendiri.
Tetapi berhubung putra mahkota juga ikut terbunuh,maka segel itu untuk selamanya tidak akan bisa di buka.
Demikian lah istana Fangkea Beratus ratus tahun,hingga mencapai hampir seribu tahun lenyap menjadi legenda dari mulut ke mulut saja.
Setelah menceritakan tentang istana Kaisar Fangkea,Dewa bayangan kembali menghela nafas dalam dalam,sebutir air bening mengalir di sudut matanya,sedangkan sang adik,sudah sedari tadi sibuk menghapus air matanya.
Didalam relung ingatan mareka,peristiwa itu terasa baru saja terjadi,bagai mana Sang Kaisar dan orang orang nya meregang nyawa membela hak dan harga diri nya.
Bagai mana dia dan kakaknya menyaksikan kepala sang ayah dipenggal tanpa belas kasihan.
"lantas apa hubungan nya dengan kakak Alex guru?"tanya putri Giok Lin, "mengapa justru kakak Alex yang mimpi aneh itu?"...
"Aku tahu tapi belum yakin,untuk meyakinkan, cuma ada satu cara,yaitu mencocokan nya"jawab Dewa bayangan sambil mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang miliknya yang tersimpan di dalam kotak kecil berukir yang di letakan di bawah tempat tidur nya.
Dari dalam cincin ruang itu di keluarkan sebuah mahkota dari emas berkilauan,ditengah tengah nya terdapat hiasan batu berlian ungu sebesar telur ayam,dan di kiri kanan nya bertahtakan batu jambrut berwarna biru mengelilingi mahkota itu.
Mahkota itu di serahkan kepada Alex.
"Apa maksud dengan mahkota ini guru ?"tanya Alex bingung.
"Kau pakai saja dulu di kepala mu,siapa tahu cocok"kali ini Dewi obat yang bicara sambil meletakan mahkota itu di atas kepala Alex.
Tiba tiba mahkota itu memancarkan cahaya yang terang menyilaukan mata beberapa saat lamanya.
Sementara itu Alex merasakan kepalanya sangat sakit,seolah berjuta memori di jejalkan ke dalam otaknya,
Alex menjerit menahan sakit yang luar biasa rasanya,seakan akan kepalanya segera akan meledak.
Putri Giok Lin Dan putri Kwan si merangkul tubuh Alex yang hampir roboh itu,lalu pelan pelan di rebahkan dengan berbantalkan paha putri Giok Lin.
Putri Kwan si memijat mijat kepala Alex untuk mengurangi rasa sakit.
Dewi obat memberikan sebutir pil untuk menghilangkan rasa sakit di kepala Alex.
Beberapa saat kemudian, Alex sudah rada baikan dari sakit kepalanya,dia bersandar di tubuh Giok Lin dengan peluh bercucuran membasahi baju nya.
__ADS_1
*********
.