
Setelah jeritan dari iblis Katsura tidak terdengar lagi,kuali sakti itupun berhenti berputar dan terbang mendekati kearah Alex.
"Kini tubuh iblis Katsura telah dirubah menjadi cairan minyak ber energi sangat tinggi" kata Alex sambil menyimpan kuali saktinya kedalam cincin ruang nya.
Bersama dengan Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian,Alex mengumpulkan seluruh harta benda yang berada di dalam kuil itu seluruhnya tanpa terkecuali.
Setelah selesai mengumpulkan seluruh harta benda dari kastil tua itu,termasuk kursi kebesaran yang terbuat dari emas murni itu, Alex segera keluar menuju ke tempat para istrinya ber istirahat.
"Bagai mana kak,apakah kakak bertemu dengan mahluk yang menculik semua anak anak desa kecil itu?"tanya Dewi Amarila setibanya Alex di tempat mereka beristirahat.
"Ya,pelakunya mahluk kegelapan dari ras iblis Katsura,tetapi sudah ku musnahkan,ayo kita lanjutkan perjalanan kita lagi!"kata Alex sambil menaiki punggung Dewa Pegasus.
Mereka terus melakukan perjalanan ke arah barat melewati hutan belantara.
Ketika hari beranjak tengah hari,mereka sudah jauh meninggalkan kastil tua di tengah hutan.
Setelah mendapatkan sebuah sungai kecil, mereka segera beristirahat di pinggir sungai kecil itu untuk mempersiapkan makan siang.
Sementara para wanita memasak nasi,Alex dan Pertapa sakti berjalan menyusuri hutan di pinggir sungai kecil itu untuk mencari binatang buruan.
Hari itu tidak seperti biasanya,binatang buruan sangat sepi sekali.
Sungai kecil itu mengarah ke selatan, sehingga Alex dan Pertapa sakti yang menyusuri sungai kecil itu juga tanpa sadar mengarah ke selatan juga.
Akhirnya dihilir sungai ini, yaitu di selatan,mereka mendapatkan beberapa ekor ikan yang lumayan besar besar.
Namun baru saja mereka bermaksud kembali ketempat mereka beristirahat tadi,tiba tiba telinga Alex mendengar suara orang yang sedang bertarung.
"Hei Pertapa sakti,apakah kau mendengar suara orang yang sedang bertarung ?" tanya Alex pada pertapa sakti.
"Iya tuan,suara nya di sebelah hilir sungai kecil ini tuan!"jawab pertapa sakti sambil terus mempertajam pendengarannya.
Mereka segera berjalan mendekati suara orang bertarung itu.
Ternyata yang sedang bertarung itu adalah seorang pemuda belasan tahun melawan seorang tua renta namun masih terlihat gagah dan lincah.
Pertarungan itu terhenti ketika mereka melihat kedatangan Alex dan Pertapa sakti yang berjalan mendekati mereka.
"Selamat siang kakek, selamat siang saudara, mohon maap bila kami mengganggu kalian ?" kata Alex sambil menjura.
Kakek tua itu menatap kearah Alex beberapa saat lamanya,seakan mau mengukur tingkat kekuatan Alex, "ada keperluan apa kalian kesini ?" tanya kakek tua itu,walaupun dia berusaha ber lemah lembut,tetapi nada ketus nya masih saja terdengar.
"Kebetulan saya dan kakak saya ini sedang mencari ikan di sungai kecil ini,lalu kami mendengar suara pertarungan,karena penasaran,kami pun mencari asal suar pertarungan itu,hingga kami tiba di sini kek,sekali lagi,kami minta maap"kata Alex sambil beberapa kali membungkukan badannya.
"Hm !"
Cuma itu suara yang keluar dari mulut kakek tua itu,tanpa ada komentar apa apa lagi.
__ADS_1
Alex menjura dihadapan sang kakek dan pemuda delapan belas tahun itu.
"Maapkan saya kek,kami permisi,maap sudah mengganggu kakek dan saudara !"kata Alex sambil memutarkan badannya bermaksud untuk kembali ketempat mereka beristirahat tadi.
"Tunggu !!" .
Tiba tiba terdengar suara dari sang kakek itu bergema nyaring.
Alex dan Pertapa sakti tidak jadi membalikan tubuh nya,dan kembali menghadap kearah sang pemuda dan kakek tua itu.
Nampak sang pemuda dan kakek itu menatap mereka dengan tatapan merendahkan.
"Ada apa kek ?" tanya Alex pada kakek itu.
"Kalian sudah melihat keberadaan aku dan pangeran, maka kalau kalian bermaksut pergi dari sini,tinggalkan dulu nyawa kalian disini"kata kakek tua itu.
"Ya,nyawa busuk kalian bermaksut memata mati kami kan ?, huh,untuk itu kalian harus mati di tempat ini !"kata pemuda yang di panggil pangeran oleh si kakek ini.
"Bagai mana kalau nyawa kalian berdua saja yang ku tinggalkan di hutan tepi sungai ini sebagai penunggu hutan ini !"kata Pertapa sakti dengan geramnya sambil maju kedepan kakek tua itu.
Wajah kakek tua itu terlihat menjadi merah padam menatap kearah pertapa sakti.
Sang pertapa sakti menjura dihadapan Alex, "Tuan ku,biarlah kambing tua ini saya yang menangani nya, terlampau mudah mulutnya merendahkan orang lain,dan hatinya selalu berprasangka buruk kepada siapapun, mungkin dia salah seorang dari Datuk sesat di negeri ini !"kata Pertapa sakti kepada Alex.
Semakin merah muka kakek tua itu mendengar perkataan dari pertapa sakti.
"Terserah kau saja Pertapa sakti,ku serahkan bandot tua ini pada mu,aku juga muak mendengar kata katanya,kita tidak mengganggu apapun,kenapa dia yang marah?" Alex mulai merah juga akhirnya melihat sikap kakek tua yang mulai keterlaluan itu.
"Tenang lah pangeran, mereka pasti kita bunuh, tetapi sebelum aku membunuh nya,aku mau tahu mereka siapa,dan suruhan siapa?"kata kakek tua itu.
Kakek tua itu menatap kearah pertapa sakti dan Alex dengan mata yang melotot, "katakan siapa kalian ,dan siapa yang menyuruh kalian memata mati kami?" ...
"Orang tua,walau ku katakan,kau belum tentu mau percaya kepada kami, kami adalah pengelana antar dimensi ruang dan waktu,kami kesini karena mencari keberadaan kuil api dan tidak tahu sangkut pautnya dengan urusan kalian,orang orang menjuluki ku sebagai pertapa sakti,dan itu adalah tuan ku,Sang Dewa utama,namanya Alexander yang Agung,nah terserah kalian mau percaya atau tidak bukan urusan kami, bila kalian nekat mau berurusan dengan kami, maka jangan menyesal bila kematian menimpa kalian, karena aku sangat tidak keberatan menjadi Dewa Yamadipati untuk kalian berdua!" kata pertapa sakti tidak lagi dengan basa basi.
Mendengar itu,sang pemuda tertawa terbahak bahak sambil menunjuk kearah Alex, "ha ha ha ha,kau bilang Dewa utama?, Hah ?, manusia setengah perempuan itu kau bilang Dewa utama, kau sungguh keterlaluan bila ber halu,pemuda pesolek yang cuma bisa dandan saja,mana mungkin seorang Dewa,ha ha ha ha!"...
Pemuda itu tertawa terbahak bahak,hingga bahu nya terguncang naik turun.
Namun beberapa saat, tiba tiba tertawanya terhenti,sesuatu memenuhi mulutnya hingga matanya mendelik karena tidak bisa bernafas.
"Bug!".
Telapak tangan sang kakek tua menghantam tengkuk sang pemuda, dan segenggam tanah liat terlempar keluar dari dalam mulut nya.
Sang kakek tua celingukan mencari siapa yang telah melakukan hal itu,karena dia tidak melihat Alex dan Pertapa sakti bergerak dari tempatnya berdiri.
Sedangkan pertapa sakti sendiri sudah bisa menduga bila itu perbuatan junjungannya yang bergerak sangat sangat cepat,sehingga tidak ada satu mata pun yang dapat menangkap kelebatan gerakan nya.
__ADS_1
Tetapi lain lagi dengan kakek tua itu,dia mengira pertapa sakti mempergunakan ilmu sihir,atau kalau tidak, pasti ada orang lain yang membantunya secara sembunyi sembunyi.
"Kurang ajar,kau apakan murid ku heh,lawanlah aku secara jantan bila memang kau ksatria !"kata kakek tua itu dengan sangat geram.
Kedua tangannya di rentangkan di kanan dan kiri nya dengan dengan telapak tangan yang terkepal.
Tidak lama kedua tangannya itu berubah warna menjadi merah menyala seperti bara api yang panas.
Setelah kedua tangan nya menyala warna merah,kakek tua itu langsung menerjang kearah pertapa sakti dengan jurus api langit nya.
Pertapa sakti melayani sang kakek tua itu dengan jurus badai es tingkat tiga nya.
Kini jurus panas dan dingin beradu,sehingga sering terdengar suara mendesis seperti besi panas yang di celupkan ke air.
Melihat sang guru yang bertarung melawan Pertapa sakti,sang pemuda belasan tahun yang di panggil pengen oleh sang guru itu segera mendekati kearah Alex.
Sedari tadi dia memperhatikan Alex ,dan nampak sekali jika Alex adalah titik terlemah diantara kedua orang itu,menurut penilaian sang pemuda itu.
Pemuda itu bermaksut untuk membokong Alex dari jarak yang sangat dekat,maka diam diam dia mendekati tempat Alex berdiri dari belakang.
Ketika jarak antara dia dan Alex tinggal beberapa jengkal lagi, maka dengan kekuatan penuh dan kecepatan yang luar biasa cepatnya, pemuda itu menyerang Alex dari belakang.
Namun ketika kepalan tangan nya tinggal setelapak tangan saja lagi dari tubuh Alex ,secara luar biasa tubuh Alex menghilang dari tempat berdiri nya dan tahu tahu sudah berdiri di tepat lain sambil menonton pertarungan antara pertapa sakti dan kakek tua.
"Grubyak!!"...
Karena serangan nya tidak mengenai sasaran,maka tubuh sang pemuda pun secara spontan tersungkur ke depan.
Sang guru menghentikan serangan nya sesaat untuk melihat sang murid yang tersungkur di tanah itu.
Hatinya tercekat melihat bagaimana Alex bisa berpindah posisi tanpa terlihat pergerakan nya, seolah olah Alex bisa berpindah pindah tempat.
Kakek itu segera mempercepat pergerakannya menyerang Pertapa sakti, dengan harapan salah satu pukulannya bisa mengenai lawannya.
Tetapi pertapa sakti bukanlah seorang lawan yang enteng dan mudah di pecundangi oleh nya, hingga berjalan puluhan jurus sudah berlalu, jangankan berhasil menyarangkan pukulannya,menyentuh saja tidak bisa.
Kemarahan dari sang kakek ini kian bertambah ketika melihat sang murid juga seperti di pecundangi oleh pemuda yang dia lihat tidak memiliki apa apa itu.
"Hei banci,ternyata kau cuma bisa berkelit dan menghindar saja,kau memang pantas untuk menjadi banci!"kata pemuda itu berusaha memprovokasi Alex .
"Kau akan menyesali nya seumur hidup mu bila beradu tenaga dengan ku" kata Alex menjelaskan kepada pemuda itu.
"Cuih!, banci pendusta,apa kau kira aku percaya omongan mu,kalau kau takut,bilang saja heh,tidak usah pakai alasan apapun juga!"kata pemuda itu memojokkan Alex.
"Kau sudah berkali kali menghina ku saudara, kau pikir diri mu hebat?, aku sudah memperingatkan kamu, baiklah, kau boleh menyerang ku,dan aku tidak akan menghindar ataupun berkelit lagi" kata Alex kepada pemuda itu.
Kini pemuda itu tertawa terbahak bahak karena merasa upaya nya berhasil memprovokasi lawannya itu.
__ADS_1
Pemuda itu kemudian mempersiapkan jurus tinju iblis nya,yaitu jurus yang mengandung racun ganas tanpa rupa, rasa, dan bau,sehingga jurus ini merupakan jurus iblis yang sangat ganas.
...****************...