
Meskipun heran dan bingung,Alex terus saja berjalan mengikuti kakinya melangkah.
Akhirnya karena bingung, Alex duduk di bawah sebatang pohon yang rindang.
Beberapa kali Alex menghubungi para istrinya untuk berkomunikasi,tetapi sedari dia melewati hamparan awan putih tadi,suara para istrinya tidak lagi bisa Alex dengar lagi.
Sedangkan untuk berkomunikasi dengan Matrix,Alex sudah mencoba beberapa kali,namun tidak bisa mengaktifkan apapun.
Seorang anak usia enam tahunan datang menghampiri Alex dengan bahasa yang tidak bisa Alex mengerti satu pun.
Rupanya anak kecil itu berusaha mengajak Alex berkomunikasi dengan bahasa nya.
Alex berusaha memberitahukan pada anak kecil itu bahwa dia tidak mengerti apa yang diucapkan bocah itu.
Tetapi seperti sama sama bodoh,bocah itupun tidak mengerti apa yang Alex maksud kan.
Akhirnya Alex ingat bahwa dia masih punya satu ilmu yang jarang dipergunakannya,yaitu ilmu mengkopi kepandaian orang lain.
Alex memegang kepala bocah itu dengan pura pura membelai rambutnya,padahal Alex sedang menerapkan ilmu mengkopi kepandaian orang lain.
Seberkas cahaya halus melesat dari kepala bocah itu,masuk kedalam kepala Alex .
Untuk sesaat Alex menyandarkan kepalanya kebatang pohon karena kepalanya tiba tiba berdenyut sangat sakit sekali.
Namun setelah beberapa saat lamanya,rasa sakit itupun sudah berangsur angsur menghilang.
"Kakak!, kakak!,kau tidak apa apa?"tanya bocah itu kepada Alex .
Kini Alex sudah mengerti arti bahasa mereka dan juga bisa membahasakannya.
"Kaka tidak apa apa dik, oh iya kota ini namanya apa dik?"tanya Alex lagi.
Bocah itu tidak menjawab untuk beberapa saat lamanya,ia seperti meneliti Alex dari raut mukanya.
"Apakah kakak bukan orang sini?"tanya bocah itu lagi.
Alex menganggukkan kepalanya, "iya dik,kakak tersesat ditempat ini,dan entah karena mengapa, kakak bisa sampai disini?"...
Bocah itu kembali menatap wajah Alex, lalu memegang tangan Alex sambil berkata, "aku percaya pada kakak!"...
"Ini negri atas angin kak, kami menamakan diri kami orang orang atas angin,negri kami ini sangat ramai dan tetua negri bilang,negeri kami ini negeri tidak bisa tua,orang tua disini meski berusia ribuan tahun,tetapi tidak bisa menjadi tua,mereka tetap seperti itu hingga mereka mati setelah ribuan tahun,dan begitu pula dengan wanita nya,disini wanita nya semuanya cantik cantik,lihatlah semua nya kak,cantik cantik kaya kakak kan ?" kata bocah itu.
"Nama mu siapa dik ?''tanya Alex kepada bocah itu.
"Nama saya Cai Long kak saya tinggal di ujung jalan sama bersama ayah dan ibu serta kakak ku"kata bocah itu sambil menunjuk sebuah jalan yang lebar.
"Apakah kau tahu Long er dimana rumah makan Ter enak di kota ini ?" tanya Alex lagi.
Bocah itu mengangguk kan kepalanya, "tahu kak,ayo saya antar kan kesana"kata bocah itu sambil menarik tangan Alex .
Mereka berjalan menyusuri jala itu lalu berbelok kekanan.
Ternyata disitu terdapat beberapa rumah makan, tetapi tidak ada satupun rumah penginapan yang terlihat.
Setelah berjalan beberapa saat,mereka berdua kini sampai disebuah rumah makan yang pengunjungnya lumayan banyak.
__ADS_1
"Ayo Kita masuk !, kau harus menemani kakak makan,ayo!''ajak Alex pada bocah itu.
Alex membimbing tangan bocah itu masuk kedalam rumah makan.
Seorang gadis cantik usia enam belas tahunan datang menghampiri mereka, selamat datang tuan muda,tuan muda mau makan apa?"tanya gadis cantik itu.
"Suguhkan kami makanan Ter lezat di rumah makan ini,juga air teh harum yang panas ya"kata Alex kepada pelayan rumah makan itu.
Memang awalnya bocah bernama Cai Long itu tidak mau diajak Alex untuk makan,tetapi setelah Alex paksa, akhirnya bocah itu mau juga makan bersama Alex .
Tidak seberapa lama,makanan pun datang,Alex dan bocah bernama Cai Long itu segera menyantap makanan mereka.
Kebetulan Dirumah makan itu ada beberapa orang yang juga sedang makan dan minum, mereka memperhatikan Alex dengan seksama, apalagi wajah Alex yang luar biasa,hingga ada beberapa pemuda yang mengira bahwa Alex seorang wanita.
Seorang pemuda tergesa gesa masuk langsung menghampiri mereka berdua.
"Ayah,,mengapa ayah disini juga?,apalah ayah juga bermaksud mau makan disini?"tanya Cai Long kepada pemuda dua puluhan tahun yang baru datang itu.
Alex heran mendengar panggilan sang bocah,masa pemuda usia dua puluh tahunan sudah memiliki seorang putra seusia enam tahun.
"Ayah ?,dia ayah mu ?"tanya Alex bingung.
"Iya kakak,dia memang ayah ku "jawab bocah bernama Cai Long itu.
"Long er !, siapa dia ?, bukankah dia bukan penduduk sini ?"tanya pemuda yang baru datang itu.
"Iya ayah, dia tersesat sampai ke kota kita ini ayah, kasihan dia,dia orang baik ayah!"kata Cai Long kepada ayahnya.
Cai Kwan,sang ayah menarik tangan anaknya dengan wajah marah, "bukankah kau tahu Long er,bahwa semua orang bawah itu jahat jahat, suka bunuh bunuhan, tetapi kenapa kau masih mau berteman dengan nya heh !"hardik sang ayah.
"Tetapi dia benar orang baik ayah,aku suka berteman dengannya" kata sang anak terisak.
Tetapi tangannya baru terayun sampai atas,tiba tiba tangan itu tidak bisa digerakkan lagi,kaku seperti patung.
"Tuan !, jangan mudah menyimpulkan sesuatu yang kalian sendiri belum jelas kebenarannya,baik buruk nya seseorang itu bukan karena tempat nya, atau keturunannya, tetapi karena hatinya tuan, meskipun bertempat di kuil sekalipun,bila hatinya kotor dan penuh kejahatan, maka dia akan tetap jahat, dan begitu juga sebaliknya tuan, meskipun berada di rumah bordil sekalipun, bila hatinya baik,maka dia akan menjadi baik, untuk apa tubuh tuan menjadi Budha bila hati tuan penuh dengan nafsu Iblis,tetap saja tuan adalah iblis!" kata Alex dengan lembut namun serasa menghantam kedalam hati semua orang yang kebetulan memperhatikan mereka.
"Apa arti di atas dan di bawah ?,bila kelak yang di bawah bisa naik ke atas dan yang diatas juga kelak sewaktu waktu bisa jatuh ke bawah,atas dan bawah, aku,engkau,dia dan mereka cuma sebutan belaka,kita semua adalah bagian dari semesta,dan kelak semua pasti akan kembali kepada ke asli nya !" Alex bergumam sendiri,tetapi rupanya di dengar semua orang.
Dari luar tiba tiba masuk serombongan prajurit sekitar seratus orang dan segera mengepung tempat Alex makan tadi.
Pemuda dan anaknya mereka tangkap dan seret keluar.
"Ada apakah tuan prajurit memperlakukan mereka seperti itu,dan apa kesalahan mereka?" tanya Alex bingung.
"Peraturan dari kerajaan,bahwa masyarakat atas tidak diperkenankan untuk berbicara apalagi berteman dengan mahluk bawah yang rendah dan hina Dina,kami manusia atas adalah manusia mulia"jawab prajurit itu.
"Ooh,begitukah ?,jadi kalian manusia paling mulia ?,sungguh hebat, siapa yang sudah mengatakan bahwa kalian adalah manusia mulia ?,apakah dewa suci pernah mengatakan nya ?"tanya Alex .
"Kami tidak tahu tentang hal itu,kau bisa menanyakannya langsung dengan pendeta istana !"jawab prajurit itu.
"Baiklah bila datang kesini adalah suatu dosa,maka biarkanlah aku pergi dan jangan ganggu mereka,mereka berdua tidak ada sangkut pautnya dengan aku"kata Alex.
"Mereka akan kami lepaskan asalkan kau mau ikut dengan kami !" kata pimpinan prajurit itu.
Tanpa berpikir lagi Alex menyanggupinya,karena dia merasa kedua orang ayah dan anak itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya dan tidak patut melibatkan mereka.
__ADS_1
Sebuah rantai baja kecil dililitkan ketubuh Alex .
Biarpun rantai ini kecil,tetapi ia terbuat dari baja paling keras dan paling kuat,sehingga tidak bisa diputuskan betapapun ilmu dan tingkat kultipasi seseorang itu.
Diam diam Alex mencoba mutuskan rantai itu,tetapi memang rantai itu sangat kuat sekali.
Dengan sepasukan prajurit,Alex akhirnya digiring ke istana.
Di istana,seluruh pembesar sudah berhadir menyaksikan pengadilan orang bawah namanya, bila tempat mereka dimasuki oleh orang lain.
Duduk didepan nampak seorang laki laki gagah berpakaian dan bermahkota seperti seorang raja nampaknya, dan disisinya duduk seorang wanita muda yang cantik jelita serta seorang pemuda lagi dengan mengenakan pakaian putra mahkota.
Duduk tidak seberapa jauh dari mereka,nampak seorang laki laki usia dua puluh lima tahunan, berpakaian seperti pendeta istana.
"Tahanan istana telah tiba!,tahanan istana Talah tiba!"terdengar protokol istana berteriak.
Tubuh Alex yang di ikat dengan rantai di letakan dekat kursi pesakitan.
"Semua menghormat kepada Baginda yang mulia Raja langit !".
Semua prajurit bersimpuh menghormat kepada Raja langit.
Cuma Alex yang tidak mau bersimpuh dihadapan sang Raja langit itu.
"BERSIMPUH!!" terdengar suara sang pimpinan prajurit menggelegar nyaring dengan pengerahan tenaga saktinya.
Beberapa orang prajurit nampak bergetar dengkulnya mendengar itu.
Tetapi Alex sedikitpun tidak terpengaruh dengan suara itu.
"Kau manusia bawah yang rendah dan hina,bersimpuh lah!!"terdengar suara orang berpakaian pendeta istana tadi bergema,meskipun tidak nyaring,namun Alex merasa ada sekumpulan tenaga aneh memaksanya untuk berlutut.
"Seorang Asura boleh saja berlagak didepan orang lain,tetapi tidak didepan ku!"kata Alex tersenyum sambil tetap berdiri.
Kata kata itu sangat halus sehingga tidak ada yang bisa mendengarkan nya kecuali sang pendeta istana itu saja.
"Bruaak!!".
Tiba tiba tanpa ada yang tahu apa sebabnya,tubuh pendeta istana itu tiba tiba terjengkang kebelakang sejauh dua Depa dengan kursi yang tadi di duduki nya hancur berantakan.
Muka sang pendeta istana menjadi pucat pasi,dia tahu dia berhadapan dengan siapa.
"Siapakah kau anak muda ?"tanya pendeta istana.
Alex tersenyum menatap kearah sang pendeta istana itu, "kau sudah tahu siapa aku Asura, tetapi tetap saja kau bertanya,he he he he,kau kira bisa mengelabui mata ku ya,rupanya inilah alasan mengapa aku tersesat hingga sampai ke tempat ini Asura !"kata kata Alex tiba tiba berubah agak berat dan mengerikan,membuat bulu kuduk yang mendengarnya berdiri.
"Prajurit!!, cepat bawa Meraka kesini!!"kata pendeta istana kepada para prajurit.
Sekelompok prajurit datang menyeret tiga orang,yang dua orang adalah sepasang suami istri dan yang seorang lagi bocah Cai Long tadi.
"Kau bersimpuh dan serahkan semua kekuatanmu kepada ku,atau mereka mati bersama mu ?"tanya pendeta istana sambil tersenyum.
Tangan Alex mengibas sebentar.
Diam diam Alex menerapkan pormasi tempurung kura kura untuk melindungi ketiga manusia anak beranak itu dari bahaya.
__ADS_1
"he he he he,Asura Asura, akhirnya kedok mu terbuka juga,berkedok manusia paling baik, padahal kau putra iblis yang terjahat Asura,kalau kau mau bunuh mereka, maka sekarang lah saatnya,mumpung dihadapan rajamu yang buta itu,biar matanya terbuka,siapa yang selama ini dia percaya sebagai orang suci itu!" kata Alex.
...****************...