Mr Matrix

Mr Matrix
Pertarungan.


__ADS_3

"Peng!!".


Suara tabuhan dipukul kembali,membuat masyarakat yang tadi ribut,seketika menjadi terdiam.


Terdengar suara protokol istana dengan suara nyaring dan lantang berkata, "baiklah,untuk memulai acara kita hari ini,kita persilahkan kepada yang mulia,putri mahkota negeri Yuo yang cantik jelita serta sakti tidak ada duanya, untuk masuk ke arena pertandingan kita hari ini"...


Dengan gerakan tubuh yang sangat ringan,putri Xiu Ying melayang memasuki arena pertandingan Yeng di batasi dengan tali seluas kurang lebih sepuluh depa persegi itu.


Tubuh sang putri mendarat di tengah tengah arena pertandingan itu.


"Untuk Menyingkat waktu, baiklah kita panggil saja peserta sayembara pertama yaitu tuan muda Fei Ho dari klan Cao Kota Khife, silahkan memasuki arena pertandingan"suara sang protokol istana menggema nyaring.


Dari bangku kehormatan, melompat memasuki arena laga itu seorang pemuda tampan agak tinggi mengenakan jubah kuning hijau.


Pemuda Cao Fei Ho dari kota Khife itu saat melihat Putri Xiu Ying langsung menyunggingkan senyumannya sambil sudut matanya berkedip kedip kearah putri Xiu Ying dengan genit nya.


"Sebaiknya kau bersiaga saja,tidak usah terlalu banyak gaya,kebanyakan gaya bila kalah memalukan!"kata putri Xiu Ying sambil bersiap memasang kuda kudanya.


"Ha ha ha ha,nona!, menghadapi jurus anak kecil seperti itu,kenapa harus terlalu serius amat, santai saja,yang pasti hari ini kau pasti menjadi colon istri ku!"kata pemuda Fei Ho dengan nada merendahkan.


putri Xiu Ying segera menerapkan jurus sembilan putaran Dewic kematian tingkat ke tiga,tubuhnya bergerak secepat kilat seperti penari maut sedang menarikan kematian.


Tangan kanan putri Xiu Ying menyambar pelipis kanan pemuda Fei Ho, namun pemuda itu berkelit dengan memiringkan tubuhnya ke kanan,membuat serangan dari putri Xiu Ying mengenai tempat kosong.


"Sayang sekali nona,serangan mu tidak berbahaya bagi ku!"ujar pemuda itu dengan angkuh dan percaya diri yang tinggi.


pemuda itu segera balas menyerang kearah dada putri Xiu Ying dengan maksud menotok urat nafas yang ada di dada atas putri Xiu Ying itu.


Namun putri Xiu Ying bergerak memiringkan tubuh nya ke kiri dan dengan kecepatan yang luar biasa tangan kirinya menangkap pergelangan tangan pemuda Fei Ho itu sedangkan tangan kanannya menyentil urat yang ada di siku tangan kanan lawannya itu.


"UH !!".


Cuma suara itu yang terdengar keluar dari mulut pemuda Fei Ho itu,ketika sekujur tubuhnya dia merasa seperti disambar geledek.


Pemuda Fei Ho terhuyung beberapa saat Sabil tangan kirinya memegang tangan kanannya yang terasa seperti di sambar petir itu.


Untuk beberapa saat tangan kanannya kehilangan daya nya, terjuntai lemah ter ayun ayun.


Fei Ho menotok tangan kanan nya di beberapa tempat,lalu memijatnya.


"Bagai mana tuan muda,apakah kau mengaku kalah,atau tetap melanjutkan adu tanding ini?"tanya putri Xiu Ying kepada pemuda itu.


"Apa ?,kalah ?,kau pikir cuma dengan jurus anak kecil itu aku lantas kalah, ho ho,kau salah putri,tadi aku sengaja sedikit mengalah,karena tidak ingin mempermalukan dirimu disini,sebaiknya kau yang menyerah sebelum kau ku permalukan di hadapan masyarakat mu sendiri"kilah pemuda Fei Ho.


Putri Xiu Ying tidak terpengaruh sedikitpun dengan kata kata dari pemuda Fei Ho itu, sambil tersenyum sang putri berkata, "bukankah tujuan mu kesini adalah ingin mengalahkan aku, maka buktikan kepada masyarakat ku, juga kepada leluhur mu,bahwa kau memang pantas bersanding dengan ku, atau justru aku yang akan membuktikan kepada seluruh masyarakat ku bahwa kau tidak lebih dari pecundang biasa yang cuma bisa jual omongan saja, sama seperti pemuda pemuda yang kemarin kemarin itu!" ...

__ADS_1


merah padam muka pemuda Fei Ho itu,dia segera mengeluarkan tenaga maksimalnya untuk menyerang sang putri dambaan seluruh pemuda di semua negeri di benua itu.


Di keluarkan ya semua kemampuannya hingga batas puncaknya.


Dengan sekali lompatan, di serang nya putri Xiu Ying dengan serangan beruntun menggunakan tinju kedua belah tangan nya.


Pukulan beruntun dan nyaris tanpa jeda itu terus menghujani tubuh putri Xiu Ying,tetapi sang putri meladeni dengan tangkisan serta elakan yang terencana dengan matang.


Hingga satu ketika,ketika pukulan tangan kanan dari pemuda Fei Ho berniat menghajar ulu hati dari putri Xiu Ying, dengan cepat tangan kiri putri Xiu Ying menangkis serangan itu,serta sebelum pemuda Fei Ho sadar apa yang terjadi, dengan telapak tangan terbuka,putri Xiu Ying menghantam dada pemuda Fei Ho dengan tenaga dalamnya.


"Bum!".


Sebuah dentuman terdengar nyaring,saat pukulan telapak tangan putri Xiu Ying menghantam dada Fei Ho dengan telak.


Karena tidak ada waktu lagi untuk mengelak, terpaksa Fei Ho melapisi dadanya dengan tenaga qi murninya untuk menerima pukulan bertenaga dalam itu,hingga ledakan terjadi sebagai akibat bertemunya dua energi besar itu.


Tubuh pemuda Fei Ho terlempar keluar arena sejauh sepuluh depa dengan darah menyembur dari mulutnya,sedangkan keadaan sang putri Xiu Ying cuma tersenyum senyum saja.


"Peng!!".


Terdengar suara tabuhan dipukul,dan sang protokol istana pun berteriak, "pemenang nya putri mahkota negeri Yuo,yang mulia tuan ku putri Xiu Ying,baiklah untuk penantang selanjutnya adalah tuan muda Dong Heng dari klan Bai kota Ruan, silahkan memasuki arena pertandingan!"...


Seorang pemuda tampan berkulit putih berbadan tinggi dengan alis tebal masuk ke dalam arena pertandingan itu.


Pemuda itu menjura ke arah Kaisar,lalu kearah tuan putri Xiu Ying, "perkenalkan nama hamba adalah Dong Heng dengan marga Bai, saya ingin mencoba peruntungan saya dengan mengikuti sayembara ini,semoga peruntungan baik berpihak kepada saya!"...


Tuan muda Dong Heng segera mengarahkan serangannya ke arah putri Xiu Ying dengan tiga perempat kekuatannya.


Tinju tuan muda Dong Heng menghantam kearah putri Xiu Ying beruntun seperti air hujan,namun kuat, cepat dan akurat terarah pada semua titik bahaya dari putri Xiu Ying.


Tetapi Xiu Ying adalah sang panglima muda serta jendral wanita termuda di negeri Yuo itu, yang sudah kenyang menghadapi pertarungan hingga ribuan kali,dengan tenang dan penuh perhitungan meladeni serangan dari tuan muda Dong Heng.


Pertarungan seru segera berlangsung,saling serang antara tuan muda Dong Heng melawan putri Xiu Ying dengan kecepatan tinggi.


Sebentar saja mereka sudah memasuki jurus kesepuluh.


Sang putri Xiu Ying tetap menghadapi lawannya dengan jurus sembilan putaran Dewi kematian tingkat tiga nya.


Pada jurus yang ke sebelas,tuan muda Dong Heng mulai meningkatkan intensitas serangan nya kearah putri Xiu Ying,karena mengira sang putri sudah kehabisan jurus.


Dengan mengerahkan seluruh energinya,tuan muda Dong Heng melancarkan serangan pamungkas mematikan ke titik titik berbahaya dari putri Xiu Ying.


Karena merasa agak kerepotan menghadapi gempuran tuan muda Dong Heng itu,putri Xiu Ying pun akhirnya merubah jurusnya menjadi jurus sembilan putaran Dewi kematian tingkat ke empat.


Tiba tiba tubuh putri Xiu Ying melenting keudara dan berputar seperti kitiran,putaran itu semakin lama semakin cepat,dan akhirnya tinggal seperti sekelebatan bayangan biru muda saja.

__ADS_1


Kini gantian tuan muda Dong Heng yang terdesak hebat karena serangan dari putri Xiu Ying itu.


Akhirnya pada jurus yang kedua puluh,tuan muda Dong Heng melompat mundur kebelakang sejauh beberapa tindak.


Setelah mendarat dengan sempurna,sang tuan muda Dong Heng menjura dihadapan sang putri Xiu Ying dengan tangan di rangkum di depan dadanya.


"Tuan putri,hamba mengaku kalah,hamba menyerah,tuan ku memang hebat,sangat pantas menjadi tameng negeri Yuo,semoga tuan ku mendapatkan yang tuan ku cari"kata tuan muda Dong Heng dengan jujur.


seluruh penonton bertepuk tangan memberi semangat dan kekaguman kepada tuan muda Dong Heng yang mau mengakui kekalahannya.


"Peng!!".


Terdengar tetabuhan di bunyikan dan protokol istana kembali berbicara, "kemenangan ada di pihak tuan putri Xiu Ying yang hebat,untuk penantang yang ketiga hari ini adalah seorang pangeran dari negeri Jang yang bernama putra mahkota pangeran Ju Seng Kuan,untuk pangeran Ju Seng Kuan,dipersilahkan memasuki arena pertandingan"...


Seorang pemuda masuk kedalam arena pertandingan itu dengan langkah tenang serta kepercayaan diri yang tinggi.


Sang pangeran menjura kearah sang Kaisar,lalu kearah Putri Xiu Ying yang sudah siap.


"Tuan pangeran silahkan memulai terlebih dahulu,dan berhati hatilah,kita sedang bertarung,bukan sedang berlatih ataupun sedang bercanda,bersungguh sungguh lah,semoga tuan bisa berhasil"kata putri Xiu Ying.


"Terimakasih tuan Putri, saya akan berhati hati serta bersungguh sungguh,bersiap siaplah!" kata pangeran Ju Seng Kuan sambil mempersiapkan serangannya.


Pangeran Ju Seng Kuan menyerang putri Xiu Ying dengan setengah bagian dari kekuatannya.


Jurus nya kuat,cepat,dan terarah ke titik titik berbahaya putri Xiu Ying seperti gelombang datang silih berganti dan susul menyusul.


Setelah sepuluh jurus,pangeran Ju Seng Kuan segera merubah serangannya dan menambah energi serangannya sehingga menjadi tiga perempat bagian dari energi nya.


Serangan dari pangeran Ju Seng Kuan manjadi kian cepat dan kian berbahaya,sehingga putri Xiu Ying terpaksa juga mempergunakan jurus ke empat dari jurus sembilan putaran Dewi kematian.


Tubuh sang putri melenting keudara dan berputar seperti kitiran yang semakin lama semakin cepat saja menyerang pangeran Ju Seng Kuan dari segala arah.


Kini pertarungan menjadi imbang kembali,mereka saling serang dan saling hantam silih berganti.


Tidak terasa sepuluh jurus kembali berlalu lagi tanpa ada satupun yang terlihat terdesak.


Melihat itu,akhirnya pangeran Ju Seng Kuan segera meningkatkan kekuatannya menjadi maksimal,serta meningkatkan serangannya ke tingkat maksimal pula.


Kali ini kembali putri Xiu Ying yang terdesak hebat oleh serangan dari pangeran Ju Seng Kuan.


Akhirnya sambil melenting keudara,putri Xiu Ying segera meningkatkan jurusnya pula ketingkat yang ke lima dari jurus sembilan putaran Dewi kematian.


Putri Xiu Ying tidak menyangka pangeran pendiam ini bisa mendesaknya hingga mengeluarkan jurus kelima dari sembilan jurus sembilan putaran Dewi kematian nya.


Seumur hidupnya,baru pemuda ini yang bisa mendesaknya hingga mengeluarkan jurus kelimanya,biasanya dengan jurus ketiga saja lawannya sudah kalah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2