Mr Matrix

Mr Matrix
Pangeran Mata Keranjang.


__ADS_3

Rombongan pangeran Ju Seng Kai segera berlalu dari tempat itu untuk mencari rumah penginapan.


Sedangkan rombongan pangeran Fei Mo Bai segera memesan makanan dan diam duduk dimeja sudut berlawanan dari meja yang tadi di pakai pangeran Ju Seng Kuan.


Pangeran Fei Mo Bai yang tadi petantang petenteng,kini makan dengan diam seperti puntung yang tersiram air.


Dewa Genta Kematian memang momok yang sangat di takuti di seluruh benua ini,bukan karena dia jahat atau baik,tetapi lebih kepada sifatnya yang susah di tebak,kalau dia ingin membunuh,maka dia membunuh, dan kalau dia lagi tidak ingin membunuh,walau kejahatan di depan hidungnya, dia akan acuh tak acuh saja.


Lagi pula di benua ini, belum pernah terdengar ada seorang pendekar yang berhasil mengalahkannya,apalagi melukai nya, yang ada belumpernah seorang pun yang pernah berhadapan dengannya dalam adu laga yang berhasil pulang dengan masih bernafas,semua yang pernah berhadapan dengannya akan pulang nama saja,itulah mengapa orang orang memanggilnya lonceng kematian,dimana bila terdengar suara lonceng ini,pasti ada kematian.


Setelah menatap kearah meja rombongan Alex sesaat,pemuda itu langsung berjalan mendekati mereka.


"Bai An,kupikir kau berubah,ternyata tidak sama sekali"sapa pemuda itu menyebut nama asli dari Dewa Samudra,yang tidak pernah diketahui oleh siapapun,bahkan oleh murid dan putri angkat nya sendiri sekalipun.


Dewa Samudra tertawa lepas melihat pemuda itu mendekat ke arah mereka.


"Ha ha ha ha,Cu Cen Lang,kukira kau lupa kepada ku,ternyata kau masih mengingat ku, senang bertemu dengan mu sahabat"jawab Dewa Samudra sambil bangkit berdiri dan berjalan mendekati kearah pemuda itu.


Cu Cen Lang adalah nama asli dari Dewa Lonceng Kematian itu,dan tidak banyak yang mengetahui itu kecuali para Dewa suci saja.


Dewa suci adalah dewa dari bangsa mahluk suci,mereka inilah Dewa yang sesungguh nya,ada juga Dewa dari bangsa manusia,mereka diakui sebagai dewa oleh manusia pula karena jasa,pengorbanan, ataupun kesaktian mereka,dan ada pula gelar Dewa dari kalangan pendekar,ini sebagai pengakuan saja atas ilmu dan kehebatan mereka.


Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian berpelukan melepaskan kerinduan mereka karena berpisah sangat lama.


"Bai An,bukankah kau bertugas menjaga dua permata illahi itu,apakah mereka sudah bertemu sang pemilik mereka ?" tanya dewa Lonceng Kematian kepada dewa Samudra.


"Itulah mereka berdua, dan pemuda itu adalah sang tuan Agung yang sekarang sedang mengumpulkan permata ke sembilan belas,dua puluh,dan dua puluh satu"jawab dewa Samudra.


Melihat Alex , Dewa Lonceng Kematian segera bangkit berdiri dan bersimpuh dihadapan Alex , "tuan ku,hamba adalah Chu Cen Lang,yang di kenal orang dengan sebutan Dewa Lonceng Kematian, hamba pengasuh dari permata ke sembilan belas,hendaklah tuanku ikut sayembara itu agar bisa mendapatkan permata ke sembilan belas itu"kata Dewa Lonceng Kematian mengusulkan kepada Alex.


"Dewa Lonceng Kematian, bila memang harus seperti itu, aku tidak akan keberatan sedikit pun juga,baiklah aku turuti saran mu"jawab Alex.


Dewa Lonceng Kematian bergabung duduk satu meja dengan Dewa Samudra di sebelah meja Alex.


"Hei Cen Lang,apakah kau tahu bagai mana kabarnya Dewi Xi He sekarang?,apakah masih berada di istana mataharinya ?"tanya Dewa Samudra kepada Dewa Lonceng Kematian.


Dewa Lonceng Kematian menatap kearah Dewa Samudra, "hei ada apa kau tiba tiba menanyakan tentang Dewi Xi He,apa kau kangen dengan Dewi pemarah itu ?...


"Kangen sih tidak juga, meskipun dia itu pemarah, tetapi sangat besar kasih sayangnya, beberapa malam yang lalu,tuan ku bermimpi bertemu Dewi Xi He, namun yang aneh nya, Dewi itu punya seorang putri lagi,sedangkan menurut sepengatahuan ku,dia sudah punya dua belas putra,apakah kau mengetahui nya Cen Lang "tanya Dewa Samudra.

__ADS_1


Dewa Lonceng Kematian menggelengkan kepalanya, "tidak!,tidak!,,aku tidak mendengarkan kabar apapun dari Dewi itu sudah sekian lamanya, lagi pula aku tidak ingin berurusan dengan Dewi itu,untuk apa berurusan dengan wanita yang suka marah marah, memangnya kenapa ?"...


"Ah tidak,cuma dalam mimpi tuan ku itu, Dewi Xi He sangat marah karena mengira tuan ku sudah berbuat kurang ajar kepada putrinya,dan lagi pula dia merasa terhina karena tuanku bisa memasuki dunia dimensi milik pribadi itu,sehingga dia memenggal kepala tuan ku"jawab Dewa Samudra menerangkan kepada dewa Lonceng Kematian.


"Kenapa kau resah, bukankah di semesta ini tidak ada satupun yang bisa mencelakai tuan ku, beliau dipelihara langsung oleh sang kehendak suci"kata Dewa Lonceng Kematian heran dengan keresahan dari Dewa Samudra itu.


"Aku bukan resah karena masalah itu Cen Lang,tetapi aku resah apakah mimpi tuan ku itu ada hubungannya dengan salah satu permata itu"kata Dewa Samudra.


"Bisa jadi Bai An,tetapi apa benar Dewi Xi He sekarang memiliki anak, perempuan lagi"kata Dewa Lonceng Kematian sambil menyudahi makannya, "sudahlah, kalau kalian bermaksud ke kota raja,maka kita bersama sama saja" Dewa Lonceng Kematian menawarkan.


"Tentu saja,sebaiknya kita sama sama saja ke kota raja nya,kira kira berapa lama lagi kita akan tiba di kota raja?"tanya Alex .


"Kalau kita jalan terus kira kira empat hari sampai di kota raja"jawab Dewa Lonceng kematian.


Setelah selesai membayar harga makanan dan minuman, mereka turun menuju ke rumah penginapan.


Karena banyaknya yang menginap,maka sebagian prajurit terpaksa membuat tenda di luar sambil berjaga jaga.


Ke esokan harinya,pagi pagi setelah selesai sarapan pagi mereka segera melanjutkan perjalanan mereka.


Alex terpaksa mengeluarkan dua belas ekor kuda dari dunia dimensi miliknya, termasuk Dewa Pegasus.


Kuda berbulu emas itu nampak bahagia bertemu dengan tuannya, sudah cukup lama dia hidup di dunia dimensi, dia sangat merindukan tuannya itu.


Beberapa rombongan yang lain juga datang kekota raja dengan maksud yang sama,yaitu mengikuti sayembara putri Wang Xiu Ying.


Sebenarnya putri Wang Xiu Ying adalah murid dari dewa Lonceng kematian,makanya ilmu nya sangat tinggi dan tangguh serta kultipasinya sudah masuk ketahap kultipasi Dewi Dewi suci.


Tetapi tidak banyak yang tahu siapa guru dari putri Xiu Ying ini,kecuali cuma segelintir orang orang istana saja.


Dan Dewa Lonceng kematian ini sebenarnya seangkatan dengan Dewa Samudra,tetapi saat merupa sebagai manusia,dia lebih senang dengan rupa nya sekarang, sedang kan Dewa Samudra juga lebih senang dengan rupa manusia setengah tua.


Pada waktu mereka melakukan perjalanan ke kota raja Zhuji,selain para pendekar dan para bangsawan muda serta para pangeran yang pergi ke kota raja Zhuji,para pedagang juga banyak yang melakukan perjalanan ke kota raja untuk berdagang sayur dan buah buahan.


Karena jalan ramai, berkuda hingga empat hari tidak terlalu terasa lama.


Menjelang sore hari ke empat,mereka sudah memasuki gerbang kota raja Zhuji yang kokoh dan megah itu.


Sebenarnya sayembara itu sudah berlangsung beberapa waktu,mungkin hampir mencapai tiga purnama lamanya,tetapi belum ada satupun yang mampu mengalahkan kesaktian sang putri Wang Xiu Ying.

__ADS_1


Putri Wang Xiu Ying memang sangat pantas di beri nama Xiu Ying yang berarti berani dan cantik itu,selain kecantikannya yang luar biasa cantik jelita nya itu,kesaktiannya juga bukan main main,dialah perwira tertinggi di negeri Yuo sekaligus membawahi beberapa puluh jendral.


Sesampai nya di kota raja Zhuji, Dewa Lonceng Kematian sudah tidak diketahui lagi batang hidung nya.


Karena malas menitipkan kuda kuda mereka di penitipan kuda,maka Alex langsung mengembalikan kuda kuda itu ke dalam dunia dimensi nya lagi.


Alex segera mencari rumah makan yang paling terkenal di kota raja itu.


Rumah makan yang paling terkenal di kota raja Zhuji itu itu sangatlah besar dengan dua tingkat bangunan.


Tingkat dasar tersedia untuk kelas biasa, sedangkan tingkat dua disediakan untuk kelas elitenya.


Seperti kebiasaan rumah makan elite,menyediakan meja makan khusus, namun rumah makan ini justru menyediakan kamar khusus untuk peserta elite tanpa kursi, hanya meja rendah dan duduk diatas tempat duduk yang di buat dari kapuk mirip bantal tipis.


Karena satu ruangan itu lumayan besar,sehingga mampu menampung lebih dari sepuluh orang.


Alex masuk ke satu ruangan kosong diantar oleh seorang pelayan rumah makan itu.


Setelah menunjukan ruangan kosong untuk Alex dan rombongan nya makan,pelayan itupun pergi dengan membawa pesanan Alex menuju ke dapur.


Tidak seberapa lama, pesanan mereka tiba di ruangan itu.


Selagi mereka asik makan sambil bercengkrama,tiba tiba pintu ruangan itu di buka secara paksa dari luar.


Sepuluh orang berpakaian pengawal keKaisaran masuk mengawal seorang pemuda tampan berpakaian serba mewah.


"Kalian semuanya keluar lah sekarang,ruangan ini yang biasanya di gunakan oleh pangeran Wang Guo Kai,dan sekarang sang pangeran ingin menggunakan ruangan ini kembali,jadi siapapun tidak di perkenankan untuk makan disini,bahkan di seluruh tingkat dua rumah makan ini"kata kepala pengawal sang pangeran Wang Guo Kai dengan garang nya.


Tiba tiba putri Thio Mei Yin bangkit berdiri dan berjalan kehadapan sang kepala pengawal tadi.


"Heh,bukankah ruangan kosong masih banyak, dan silahkan cari ruangan yang lain,jangan ganggu kami,kami cuma mau menikmati makanan disini,itu saja!"kata putri Thio Mei Yin.


"Heh,dengarkan nona, sudah menjadi kebiasaan disini,bila sang pangeran makan,maka seluruh tingkat dua ini harus di kosongkan semuanya, tidak terkecuali"kata kepala pengawal itu.


"Aku tidak perduli,kami sedang menikmati makanan di sini,kenapa harus pergi,kalian baru tiba seharusnya mencari ruangan yang lain,jangan semena mena mengusir orang lain!"kata putri Thio Mei Yin


Kepala pengawal itu menatap kearah putri Thio Mei Yin dengan murkanya,dia maju dan bersiap untuk menyerang putri Mei Yin,namun tiba tiba, "tunggu pengawal!, kau mundurlah,biar aku menyelesaikan masalah ini!"...


Pangeran Guo Kai maju ke hadapan putri Mei Yin sambil tersenyum senyum genit.

__ADS_1


"Nona muda cantik, kulihat kau sangat cantik, bagai mana kalau kau temani aku makan makan di sini sedangkan para laki laki nya semuanya harus keluar tanpa terkecuali"kata pangeran Guo Kai sambil mengedip ngedipkan matanya.


...****************...


__ADS_2