
Sore hari ketika Alex dan Liong san masuk kedalam kota Kui shin.
Kota Kui shin tidak lah terlalu besar,tetapi juga tidak terlalu kecil.
Untuk sebuah kota menengah,kota ini cukup ramai dan lumayan makmur,rumah makan dan penginapan berdiri di mana mana.
Alex dan Liong san memasuki sebuah rumah makan cukup besar bernama rumah makan Kaili,yang berdiri tepat di tengah keramaian kota.
klan terbesar di kota ini cuma satu,yaitu klan Guan dengan patriak nya Guan tuoli.
Karena klan Guan tidak memiliki seorang putra pun,maka klan Guan tidak punya tuan muda laki laki,hanya seorang putri cantik bernama Guan Jia me selaku nona muda.
Guan Jia me memang kembang tercantik di seluruh Kota Kui shin ini, banyak pemuda yang datang berniat meminang sang nona muda klan itu,akan tetapi sifatnya yang manja, egois dan selalu mau menang sendiri itulah yang menyulitkan para pemuda,ditambah lagi dengan kepandaiannya yang juga tinggi.
Sore itu rumah makan Kaili agak lengang dari. biasanya,cuma ada dua atau tiga tamu laki laki yang sedang bercengkrama sambil makan dan minum arak.
"Selamat datang di rumah makan kami,mau makan apa tuan?" seorang pelayan menghampiri mareka berdua
"Buatkan kami makanan yang ternikmat di tempat ini untuk dua orang"kata Alex sambil duduk di sebuah meja dekat jendela.
Setelah menunggu agak lama,makanan pesanan Alex tiba di meja tempat Alex dan Liong san duduk.
Selagi asik menikmati hidangan didepan mareka,dari arah pintu, masuk empat orang gadis cantik cantik dan nampak satu orang yang menjadi kembang tercantik diantara kembang yang cantik itu.
Ketika ke empat orang gadis itu masuk,nampak dua atau tiga orang pria yang tadi asik bercengkrama,langsung berdiri menyapa mareka dengan antusias dan ramah.
Ke empat orang gadis itu cuma menanggapi seadanya,sambil terus menuju meja kosong di sebelah meja Alex dan Liong san duduk.
"Jia me,lihat di dekat mu ada pemuda sangat tampan,sepertinya cocok buat mu,tetapi sayang sepertinya sombong sekali" kata salah satu gadis tadi kepada gadis yang paling cantik.
Gadis yang paling cantik itu cuma mengangkat bahunya saja sambil melirik kearah Alex dengan sudut matanya.
"Kayanya bukannya sombong sih Ming na,tetapi kurang normal"bantah temannya yang satu lagi kepada yang pertama ngomong tadi.
"An lan,Ming na,jangan asal ngomong kalian,mareka kelihatannya bukan orang kota ini,mungkin pendatang yang kebetulan singgah saja" kata seorang temannya yang lain kepada kedua temannya yang tadi.
"Bao yu,aku tidak asal ngomong,coba perhatikan, pria yang lain bila melihat Jia me pasti tertarik,atau setidaknya menyapa,eh ini orang berdua cuma diam dan asik makan saja dari tadi,seakan kita tidak ada"jawab Lai an lan lagi.
Hidangan pesanan merekapun tiba juga di meja mareka ber empat.
Kembali gadis bernama Jia me itu menatap kearah Alex dengan sudut matanya,dia juga penasaran dengan sikap Alex yang tidak mandang kedatangan mareka, seolah mareka biasa saja.
Gadis bernama Jia me itu mengambil seiris kecil daging lalu dengan kecepatan yang luar biasa dilemparkan kearah mulut Alex.
Alex menjatuhkan satu sumpitnya,tepat saat daging itu mau masuk kedalam mulutnya,ia pura pura mengambil sumpitnya yang jatuh,sehingga daging yang di lempar gadis tadi meleset tidak mengenai sasaran.
__ADS_1
Kali ini Jia me melemparkan daging kedua kearah mulut Alex,kali ini lebih cepat dari yang pertama tadi.
Sesaat daging itu melayang ke arah nya,Alex pura pura terjatuh kesebelah kanan sehingga ia terlepas dari hantaman daging yang di lemparkan Jia me.
Nona muda Jia me nampak sangat geram karena setiap serangan yang dia lemparkan tidak ada yang kena sasaran.
Gerakan Alex seolah olah tidak sengaja,namun dari gerakan tidak sengaja itu,dua serangannya lepas semua.
Akhirnya Alex dan Liong san selesai makan,dan memanggil pelayan rumah makan itu.
"Berapa semua nya ?"tanya Alex.
"Lima ratus keping perak tuan"jawab pelayan itu.
Alex melemparkan satu keping koin emas kepada pelayan itu, "kembaliannya ambil untuk mu "...
"Terima kasih tuan, terimakasih tuan "kata pelayan rumah makan itu sambil membungkukan tubuhnya.
Alex dan Liong san melangkah keluar,namun ketika sudah mencapai pintu,sebuah suara terdengar membentak, "tunggu, kau tidak boleh pergi sebelum kita bertarung terlebih dahulu",,,
Alex memalingkan mukanya menatap kearah nona muda Jia me sambil berkata, "maap nona muda,saya tidak bisa bertarung,saya tidak mempunyai kepandaian apapun, seandainya saya memiliki kepandaian, buat apa saya memakai pengawal segala"...
"Tidak!,tidak!,aku tidak percaya, kau bisa menghindari dua serangan ku,itu artinya kau memiliki kepandaian cukup lumayan,sekarang kita harus bertarung,aku tidak mau tahu apapun alasan mu"kata nona muda Jia me,jiwa egois,arogan dan mau menang sendiri nya bangkit.
"Sudahlah nona,bila itu mau mu,maka aku bersedia mengaku kalah dan takluk pada mu"jawab Alex sambil membungkukan tubuhnya.
"Kalau begitu,kau harus menjadi budak ku,mengawal aku pergi kemana pun juga"kata Jia me kepada ALex dengan nada sedikit angkuh,rasa harga dirinya merasa di lecehkan begitu saja.
"Saya mohon maap nona,saya tidak bisa memenuhi keinginan nona,karena saya mempunyai satu urusan yang amat penting di kota Min shin,jadi sekali lagi,mohon maap"kata Alex sambil terus berlalu keluar rumah makan itu.
Ke geraman hati nona muda Jia me kian bertambah,marah bercampur penasaran, karena seumur hidup baru kali ini dia yang cantik tidak dianggap di depan seorang pemuda.
"Kau terlalu menghina ku,merendahkan harga diri ku,kalau kau tidak mau melawan ku,maka jangan menyesal bila tubuh mu terpotong potong oleh pedang ku!"kata nona muda Jia me sambil menyerang Alex dengan pedang terhunus yang entah sejak kapan sudah berada di tangannya.
Sebuah sabetan melingkar dengan pedang menyerang pinggang Alex.
Kalau saja Alex tidak menghindar,atau terlambat menghindar,maka pedang itu pasti memutuskan pinggang nya.
Tetapi ketika pedang itu sudah berjarak sejengkal dari pinggang Alex,tiba tiba tubuh Alex menghilang dan tau tau sudah berada di tempat lain dengan santai nya.
"Sabarlah nona,kalau aku mati,nona akan menyesal seumur hidup karena akan ku hantui terus"kata Alex.
Sebenarnya nona muda Jia me sangat mengagumi kecepatan gerakan Alex yang tidak bisa di ikuti oleh matanya itu,seakan gerakan Alex lebih cepat dari waktu itu sendiri.
Tetapi jiwa egois dan arogannya,tidak ingin mengakui apapun yang di alaminya.
__ADS_1
Sifat tidak mau diremehkan dan ingin terus dipuja membuat pikirannya tidak lagi terkontrol sehat, membuatnya menjadi kalap dan gelap mata.
Nona muda Jia me kembali menyerang ke arah Alex dengan gencar,kali ini kecepatan dan kekuatannya bertambah dua kali lipat.
Ketika pedang di tangan nona muda Jia me tinggal setelapak tangan dari leher Alex,kembali tubuh Alex menghilang dan berpindah kelain tempat, sangkin cepatnya bergerak, seakan tubuh Alex bisa menembus ruang dan waktu.
"Kita tidak memiliki hal ihwal masalah,mengapa saling serang nona,saya memohon biarkanlah saya pergi nona"kata Alex setengah memohon pada nona muda Jia me.
Tetapi nona muda Jia me seakan tidak perduli dengan ucapan Alex,dan terus menyerang dengan gencarnya.
Dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi,Alex berkelit kesana kemari bagai bayangan yang kadang muncul,kadang menghilang.
"Hei ngong,apakah kebiasaan mu cuma melompat lompat seperti itu saja?"tanya nona Jia me pada Alex.
(Ngong adalah kata umpatan yang berarti bodoh).
Nona muda Jia me kian frustasi menghadapi Alex,berpuluh jurus sudah dia lancarkan serangan,namun tidak satupun yang mengena pada sasarannya.
Padahal pemuda didepannya itu cuma melompat lompat dengan kecepatan sangat tinggi,tanpa membalas menyerang balik.
"Sudahlah nona,sudahi urusan tidak berguna ini,biarlah aku mengaku kalah dan pergi dari sini"kata Alex setelah melompat kebelakang sambil tangan kanannya memegang setangkai bunga teratai terbuat dari emas dan di dekatkan ke hidung nya.
Nona muda Jia me meraba atas kepalanya, ternyata hiasan bunga teratai emas yang selalu terselip di rambutnya itu sudah raib berpindah ke tangan Alex.
Dengan muka yang merah menahan marah dan malu,nona muda Jia me berkata, "persoalan kita tidak akan berhenti sampai disini,kelak bila kita bertemu lagi,maka aku akan kembali menyerang mu,hingga bisa mengalahkan kamu",lalu tubuh nona muda Jia me melesat pergi meninggalkan Alex dan Liong san yang tertegun menatap ke arah perginya nona Jia me.
Akhirnya Alex dan Liong san meneruskan berjalan mencari penginapan untuk bermalam malam ini.
Tidak lupa Alex mampir ke toko untuk membeli beras,gula,teh,garam,bumbu bumbu an untuk kedua orang istrinya di Dunia dimensi miliknya.
Tidak jauh dari situ terdapat sebuah penginapan cukup besar.
Dengan memesan satu kamar,Alex dan Liong san ber istirahat malam itu.
Didalam kamar,setelah menyimpan bunga teratai emas di dalam cincin penyimpanannya,Alex dan Liong san masuk ke Dunia dimensi milik nya.
Sementara itu di tempat klan Guan,tepatnya di rumah patriak klan Guan tuoli,disebuah kamar sangat mewah,nona muda Jia me yang sedari tadi berbaring di tempat tidur,namun sudah Beratus kali tubuhnya bolak balik kekanan dan ke kiri,namun matanya seakan tidak juga mau diajak tidur.
Bayangan pertempuran tadi siang,terutama ketampanan Alex selalu menghiasi alam pikirannya.
Bagai mana Alex mempermainkan dirinya hingga berakhir dengan di ambilnya hiasan rambut nya yang berbentuk bunga teratai yang terbuat dari emas itu oleh Alex,ada rasa bangga dan senang, namun juga ada rasa benci dan terhina di dalam hatinya.
"Tunggulah kau pemuda,bila kita berjumpa lagi, aku pasti akan membalas kekalahan ini,tunggu saja waktunya"gumam nona muda Jia me.
*********
__ADS_1