
Alex perlahan mulai masuk kedalam telaga api yang bernama telaga neraka itu.
Sedangkan putri Annchi menunggu diatas telaga dengan perasaan yang harap harap cemas serta pikiran yang tidak menentu.
Melihat keadaan sang madunya yang seperti itu,Dewi muyimaeva segera memeluk tubuh sang madunya itu untuk menenangkan hatinya.
Sedangkan Alex yang sedang menuruni telaga api dengan menggunakan jurus es illahi tingkat enam,sedikit demi sedikit mulai melesat kedasar telaga itu.
Tetapi baru sampai pertengahan telaga,kini Alex merasa mulai kepanasan,dia tahu jurus es illahi tingkat enam sudah hampir tidak mampu melawan panasnya dasar telaga itu.
Alex langsung meningkatkan jurus es illahi nya pada tingkat ketujuh.
Kini dasar telaga tidak lagi bercahaya putih kehijauan,tetapi sudah berubah menjadi putih kebiruan.
Kini Alex tidak lagi merasa kepanasan seperti tadi.
Alex kembali menuruni telaga itu menuju ke dasarnya dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewa nya, membuat tubuhnya bisa melayang ringan seringan kapas saja.
Tetapi baru mencapai tiga perempat dasar telaga,tubuh Alex kembali kepanasan.
Kali ini Alex meningkatkan jurus es illahi nya menjadi ketingkat paling maksimal,yaitu jurus es illahi tingkat kesembilan.
Tubuh Alex kini bercahaya putih seperti susu namun sangat dingin.
Sangkin dinginnya tubuh Alex,api putih yang tadinya bergejolak,kini diam mematung seperti membeku.
Seumur hidup baru kali ini Alex melihat api paling panas di dunia membeku.
Kini dengan tanpa merasa kesulitan,Alex melayang turun kedasar telaga.
Ternyata pulau ditengah telaga itu tidaklah sampai kedasar telaga, tetapi mengambang diatas api karena kuatnya tekanan api yang menekan keatas, membuat pulau itu membumbung keatas.
Didasar telaga,tepat di tengah tengahnya, tertancap kedalam batu sebuah pedang bercahaya putih kemilau.
Alex menyentuh gagang pedang itu dengan tangannya,karena takut kalau kalau panas,tetapi ternyata dia tidak meredakan panas apapun.
"Krek!".
"Krek!".
"Krek!".
Beberapa saat setelah Alex menyentuh pedang itu,tiba tiba pedang itu bergetar,dan batu tempatnya menancap berbunyi berderak dan mulai retak retak.
"Prang!!".
Tiba tiba batu tempat pedang itu tertancap pecah berkeping keping,dan pedang itupun jatuh tergeletak di dasar telaga.
Alex mengambil pedang itu dan segera melayang naik keatas telaga.
Setelah Alex membawa pedang itu naik keatas,secara ajaib,api putih yang tadi memenuhi telaga,secara Pelahan lahan mulai hilang,dan dari sisi sekeliling telaga itu kini mulai timbul mata air.
Pulau ditengah telaga itupun yang tadinya mengambang tinggi,kini mulai turun dan menapak diatas tanah dasar telaga itu kembali sehingga pulau itu kini sejajar dengan atas telaga.
Melihat apa yang dibawa Alex keatas,Dewi muyimaeva menjadi sangat terkejut sekali.
__ADS_1
melihat raut muka keterkejutan Dewi muyimaeva itu,Alex penasaran ingin mengetahui nya.
"Ada apakah Dewi nampak terkejut sekali melihat pedang ini?"tanya Alex.
"Kakak,pedang itu bernama pedang api sejati,yang panasnya adalah yang paling panas di seluruh semesta ini, pedang ini hilang tidak diketahui lagi rimbanya sepuluh ribu tahun yang lalu,tidak tahunya tertancap didasar telaga ini"jawab Dewi muyimaeva.
"Terus dimana sarung pedang ini berada,karena bila terus begini, bagaimana cara membawanya?"tanya Alex lagi.
"Pedang ini dari awalnya memang tidak memiliki sarung,karena tidak ada satu material pun di semesta ini yang sanggup membungkus panasnya suhu pedang ini,kecuali..."jawaban Dewi muyimaeva mengambang membuat putri Annchi dan Alex menjadi penasaran.
"Kecuali apa adik Dewi?"tanya putri Annchi penasaran.
"Ya,kecuali apa Dewi?" tanya Alex juga ikut ikutan penasaran.
"Kecuali sisi kanan dan kiri pedang ini ditutupi dengan pedang mustika lainnya,atau dengan kata lain,tiga pedang mustika dilebur menjadi satu pedang,barulah pedang api Sejati ini bisa dimasukan kedalam sarungnya dan panasnya bisa di kendalikan"jawab Dewi muyimaeva lagi.
"Bagai mana bila pedang api sejati ini digabungkan dengan pedang mustika pedang bintang dan pedang berlian yang juga pedang mustika tingkat Dewa semuanya?"tanya Alex.
"Bisa kak,itu bisa lebur menjadi satu,tetapi kita perlu panas yang sangat panas untuk bisa melebur ketiga senjata mustika ini kak"jawab Dewi muyimaeva.
"Bisa kita coba kak,tetapi harus dengan cahaya yang paling panas bukan dengan api,karena cahaya bisa lebih panas dari pada api"jawab Dewi muyimaeva lagi.
"Baiklah mari kita coba melebur ketiga pedang mustika ini dengan jurus cahaya illahi tingkat sembilan,mudah mudahan bisa" kata Alex sambil mengeluarkan pedang berlian dan mustika pedang bintangnya dari penyimpanan.
Mereka bertiga masing masing memegang sebilah pedang.
Alex memegang pedang api sejati,Dewi muyimaeva memegang pedang mustika pedang bintang,sedangkan putri Annchi memegang pedang berlian.
Mereka bertiga sama sama mengerahkan jurus cahaya illahi tingkat kesembilan yang di salurkan kearah pedang masing masing.
Beberapa lama kemudian,setelah ketiga pedang itu nampak berkilau putih menyilaukan mata,perlahan lahan Dewi muyimaeva menempelkan pedang yang di pegang nya kearah pedang yang di pegang Alex,sedangkan putri Annchi juga menempelkan pedang yang dia pegang kearah pedan yang Alex pegang.
Beberapa saat kemudian,nampak pedang berlian dan mustika pedang bintang menyatu masuk kedalam pedang api sejati dan menghilang didalam badan pedang api sejati.
Setelah beberapa saat berlalu, cahaya putih mulai meredup dan kian meredup,hingga akhirnya meninggalkan cahaya biru terang yang tidak lagi panas.
Kini pedang api sejati telah menjadi pedang biasa,tetapi pamor,aura dan energi didalamnya menjadi kian mengerikan, mungkin cuma dengan sekali tebas,gunung pun akan menjadi datar karenanya.
Alex menimang nimang pedang itu yang beratnya kini menjadi tiga kali lipat dari semula.
"Mulai sekarang,pedang ini kuberi nama pedang api bintang berlian"kata Alex kepada kedua istrinya
Alex kemudian memasukan pedang api bintang berlian itu kedalam warangka atau sarung pedang mustika pedang bintangnya yang ternyata cocok itu,lalu menyimpannya didalam gelang penyimpanannya.
Bersamaan dengan mendinginnya pedang api sejati itu,wilayah disekitar situ pun kini mulai dingin pula,dan telaga itu juga mulai diisi air yang keluar dari sumber air yang selama ini kering karena panasnya pedang api sejati yang kini telah menjadi pedang api bintang berlian itu.
Ditengah tengah pulau itu kini terlihat sebuah pagoda kecil bertingkat tiga terbuat dari emas.
Alex bersama kedua orang istrinya segera melompat ke pulau ditengah telaga itu.
Pagoda bertingkat tiga itu tidaklah besar dan tidak terlalu tinggi juga.
Sebuah pintu dari emas terlihat terpampang di depan mereka.
Alex mendorong pintu terbuat dari emas itu seraya melangkah memasuki pagoda dengan di ikuti oleh kedua orang istrinya.
__ADS_1
Ternyata di dalam pagoda itu seperti sebuah ruang dimensi yang kecil tampak dari luar tetapi besar dan lega dari dalam.
Dilantai pertama ini tidak ditemukan apapun juga,kecuali batu batu hitam berserakan.
Memang selama ini tidak ada satu mahluk pun yang bisa hidup di wilayah itu karena Disamping hawanya sangat panas,kekuatan mahluk apapun itu akan dihisap oleh pedang api sejati didasar telaga api itu sehingga siapapun yang berada diatas pulau itu akan menjadi lemah tidak berdaya.
Energi dari pedang api sejati itu akan melemah cuma pada saat terjadinya gerhana matahari saja.
Di tingkat dua pagoda itupun tidak ditemukan apa apa kecuali serpihan batu batu hitam saja.
Sedangkan ditingkat tiga,juga tidak ditemukan siapapun kecuali sebuah arca mirip manusia duduk bersila terbuat dari batu hitam.
Setelah menatap kearah arca batu hitam itu dengan seksama,kini Alex yakin bahwa itu adalah gurunya Seng kai mo atau Kaisar Dewa cahaya.
Alex segera mengangkat arca batu hitam itu ke luar dari pagoda emas itu menuju pinggir telaga yang kini sudah digenangi air itu .
Alex meletakan tubuh sang gurunya di tepi telaga yang telah digenangi air sebatas leher arca batu itu.
Seiring dengan waktu yang berlalu,perlahan lahan,Debu dan jelaga yang menempel ditubuh arca batu itu mulai luntur dan menghilang.
Kini nampaklah tubuh seorang laki laki usia tujuh puluh tahunan dengan muka yang masih menghitam.
Alex menyirami kepala laki laki itu dengan air telaga,dan pelahan terlihatlah muka sang Kaisar Dewa cahaya yang memucat dengan tubuh yang kurus kering.
Untunglah dia seorang yang berilmu tinggi, seandainya orang biasa, tentu sudah lama tewas.
Alex mengangkat tubuh Kaisar Dewa cahaya dan membaringkannya di dalam pagoda emas yang sudah dibersihkan oleh kedua orang istrinya.
Setelah memijit di beberapa bagian saraf sang Kaisar Dewa cahaya,tidak lama kemudian mata sang Kaisar Dewa cahaya terbuka perlahan dan yang di lihatnya pertama kali adalah dua orang wanita cantik yang berada di dekat tubuh nya.
"Uuuh,akhirnya derita ku berakhir juga,rupanya kini aku sudah mati,apakah aku berada di alam keabadian?"tanya Kaisar Dewa cahaya menggumam sendiri.
"Tidak guru,guru belum mati,kita masih di menara api"jawab Alex.
Kaisar Dewa cahaya menoleh kearah Alex,dia terkejut,baru sadar kalau disitu juga ada seorang pemuda.
"Kau,,kau siapa,guru?,aku guru mu?"Kaisar dewa cahaya nampak bingung menatap wajah Alex dan berusaha mengingat ingat.
Setelah melihat kearah gelang ditangan Alex,barulah dia sadar, "duh tuan agung,rupanya tuan yang telah menyelamatkan hamba, terimalah hormat hamba tuan agung"...
Kaisar Dewa Cahaya bersimpuh dihadapan Alex dan kedua istrinya.
Alex mengangkat tubuh Kaisar Dewa cahaya yang bersimpuh dihadapannya.
"Sudahlah guru,aku mencari guru karena ada yang ingin kutanyakan kepada guru".
"Apakah gerangan kiranya yang akan tuan tanyakan?". Kaisar Dewa cahaya merubah posisinya menghadap kearah Alex.
"Begini guru,aku memerlukan bantuan guru,istriku yang juga murid guru,putri Kwan si sedang mengalami lemah kandungan yang memerlukan batu mustika serat jiwa,konon batu mustika itu berada pada seorang Kaisar, apakah guru mengetahui siapa pemilik batu mustika itu sekarang?"...
Kaisar Dewa cahaya menarik nafas dalam-dalam dan agak berat.
Mata Kaisar Dewa cahaya menatap lurus kearah pintu pagoda, tetapi hatinya melayang jauh kemasa dia dikhianati oleh keluarganya sendiri.
Istri yang dia puja,dia bela dan dia manjakan, walaupun berstatus masih selir, tetapi melebihi para permaisurinya.
__ADS_1
Kiranya dia memendam bara didalam sekam yang akhirnya menghanguskan dirinya sendiri.
*********