
Alex segera naik keatas mengikuti anak tangga dari batu itu.
Setelah tiba di atas ternyata hari sudah larut malam dan Dewa Pegasus pun sudah tertidur dengan lelapnya.
Mungkin karena cukup lelah,Alex akhirnya juga tertidur didekat Dewa Pegasus.
Ketika matahari memancar menghangatkan muka Alex,Alex pun terbangun dari tidurnya.
Dilihatnya Dewa Pegasus juga sudah terbangun,tetapi berusaha untuk tidak bergerak karena Alex tidur dengan bersandar pada tubuh Dewa Pegasus.
Alex bangkit berdiri dan tersentak kaget karena kini mereka berdua kini tidur di pinggir sebuah telaga yang cukup besar.
Tangga tempatnya turun kemarin kini cuma tersisa beberapa anak tangga saja lagi,mirip sebuah pemandian.
Air telaga itu terus mengalir kearah timur membentuk sebuah sungai kecil yang berair jernih.
Padang pasir itu seperti hidup kembali,tidak lagi panas seperti bara,tetapi cukup sejuk,apa lagi di dekat sungai.
Angin kini berhembus di Padang pasir ini membawa hawa dingin nan sejuk untuk pertama kalinya.
Dengan mengendarai Dewa Pegasus,Alex kembali menyusuri jalan besar yang membawa mereka ke kota selanjutnya.
Akhirnya setelah berkuda seharian penuh,mereka tiba juga di kota Tabla.
Kota ini satu-satu nya kota ditengah Padang pasir ini,itu karena kota ini berdiri di tepi sebuah danau oase.
Tetapi pagi ini penduduk kota di gegerkan dengan hadirnya sebuah sungai kecil yang mengalir entah dari mana menuju danau Tabla,dan dari danau Tabla mengalir lagi entah kemana.
Saat mereka sibuk membicarakan tentang masalah air ini,dari kejauhan menuju gerbang kota,datang seekor kuda berbulu emas dengan gagahnya berjalan memasuki gerbang kota.
Setelah membayar biaya masuk,Alex langsung masuk kedalam kota Tablo itu.
Kota ini tidaklah besar,tetapi karena inilah satu satunya kota yang berada ditengah gurun dan memiliki air,maka orang orang yang tinggal dikota ini maupun yang singgah sangat banyak,sehingga kota ini terasa sangat padat.
Sebenarnya kota ini sedang membicarakan fenomena alam yang sedang terjadi tadi malam,karena ketika mereka bangun pagi pagi ini telaga Tabla sudah menjadi aliran sungai yang membesar membentuk telaga.
Tabla yang awalnya cuma oase ditengah Padang pasir,kini telah menjadi sebuah sungai.
Sebenarnya tidaklah seperti itu,dahulu kala,puluhan ribu tahun yang lalu,ini memang sebuah sungai biasa dengan posisi di kota Tabla ini membesar.
Ketika terjadi kekeringan panjang dan semua mata air tidak ada lagi yang mengalir,cuma curuk Tabla lah yang masih ber isi air dan membentuk oase.
Namun ketika semua mata air sekarang mengalir seperti semula, maka sungai purba yang dulu sempat kering, kini kembali mejadi sungai seperti semula.
Kalau dikatakan mata air atau sumber airnya mati,tidak juga, sebenarnya semua sumber air nya masih mengeluarkan air,tetapi air itu menguap habis sebelum mencapai permukaan tanah karena panasnya Padang pasir itu.
Kini setelah sumber panasnya Alex ambil,mata airnya kembali mengalirkan air kepermukaan seperti jaman purba dahulu.
Ketika kota Tabla dahulu masih berbentuk sebuah oase,kota ini di kuasai oleh seorang laki laki tua bernama Oiy Tan Hau atau bergelar Singa Padang pasir,karena dia seorang kultipator yang cukup handal dan disegani orang.
Konon menurut ceritanya, dahulu leluhurnya lah yang menemukan oase ini, sehingga dia mengatakan jika oase itu milik leluhurnya,dan siapapun yang ingin tinggal ataupun menginap di tempat itu,harus membayar upeti kepadanya sebesar satu keping emas setiap bulannya.
Karena tidak ada yang berani membantah,maka hingga sekarang, kekayaan tuan Tan Hau menjadi berlimpah ruah,itu karena dia mengenakan pajak kepada siapapun yang meminta air oase nya.
Kini setelah telaga Tabla berubah menjadi sungai,orang orang ramai protes mengenai pengenaan pajak yang masih dilakukan.
__ADS_1
Mereka beranggapan, kini kota Tabla bukan lagi oase tetapi sudah menjadi kota tepian sungai biasa.
Oiy Tan Hau yang mengangkat dirinya menjadi tuan ketua kota, memiliki pasukan sebanyak dua ratus orang yang terdiri dari kultipator handal seperti dirinya juga.
Dari dahulu awal dia mengangkat dirinya sebagai ketua kota,dia mewajibkan semua penduduknya untuk membayar unang sewa hidup di kota Tabla ini.
Tentu saja hal itu banyak merugikan masyarakat, karena siapapun yang masuk dan tinggal di kota Tabla, harus mentaati ketentuan itu, tidak terkecuali,atau mereka dihukum kurungan dan siksaan.
Karena aturan itulah,maka hampir setiap hari ada saja warga yang di tangkap dan mendapatkan siksaan.
Seperti biasa bila memasuki satu kota, yang pertama di cari tentu saja rumah makan,apa lagi sudah berhari hari Alex tidak makan.
Setelah mendapatkan sebuah rumah makan yang cukup mewah, dihalaman nya lengkap dengan tukang kuda.
Alex menyuruh tukang kuda itu memberikan rumput terbaik untuk kuda nya.
Setelah itu barulah Alex masuk kedalam rumah makan dan memesan makanan nya.
Sejak Alex menyuruh tukang kuda untuk merawat kudanya, sekelompok anak muda memperhatikan dirinya.
Kebetulan Alex kebagian meja yang menghadap ke jalan raya,karena semua meja telah terisi pengunjung,dan meja itu kebetulan pengunjung nya baru saja selesai makan.
Setelah Alex masuk kedalam rumah makan itu ,empat orang pemuda tadi segera mendatangi tukang kuda dan nampak berdebat sejenak, sebelum sebuah tinju dari pemuda yang lain menghantam perutnya.
Tukang kuda itu jatuh terduduk kena tinju itu, maklum pemuda yang meninju itu juga seorang kultipator dasar, sedangkan tukang kuda itu cuma orang biasa yang tidak mengenal kultipasi.
Pemuda yang lainnya sibuk mengalungkan tali dileher dewa Pegasus dan berusaha menariknya.
Tentu saja dia sendiri tidak sanggup menarik Dewa Pegasus yang berbadan tinggi besar itu.
Akhirnya ketiga temannya yang lain membantu menarik Dewa Pegasus keluar dari kandang nya.
Karena kesal dengan kuda yang tidak mau mengikuti mereka itu, salah seorang dari pemuda itu, yang merupakan pimpinan nya, mengeluarkan pedang dengan maksud membacok tubuh dewa Pegasus.
Tetapi baru saja pedang itu di ayunkan,sebuah sumpit dari bambu melesat dari dalam rumah makan itu dan menancap hampir separoh nya di mata pemuda itu.
Karuan saja pemuda itu berteriak setinggi langit sambil mencabut batang sumpit yang menancap di biji matanya itu.
Tidak ada seorangpun yang sempat melihat siapa yang telah melemparkan batang sumpit tadi, hingga mencelakai pemuda itu.
Sedangkan Alex duduk santai,seolah tidak terpengaruh dengan peristiwa itu.
Akhirnya ketiga pemuda lainnya segera pergi memapah tubuh temannya yang masih berteriak teriak kesakitan.
Sedangkan makanan pesanan Alex juga tiba di meja nya.
Alex segera menyantap makanan itu dengan lahapnya,begitu juga dengan Dewa Pegasus juga di berikan rumput yang paling segar oleh tukang kuda.
Setelah selesai makan dan membayar harga makanan itu,Alex segera berdiri dan melangkah keluar dari rumah makan itu menuju kearah kudanya yang juga sudah selesai makan.
Alex memberikan dua keping emas kepada tukang kuda yang sangat gembira mendapatkan pemberian sebanyak itu, karena dua keping emas,sama saja dengan dua ribu keping perak.
Baru saja Alex melangkah keluar dari rumah makan itu,dari kejauhan terdengar suara, "itu dia kudanya, dan pemuda itu pemilik nya,mungkin dia yang melukai mata tuan muda"...
Dari jauh nampak tiga orang pemuda tadi bersama dengan sepuluh orang prajurit kota yang terdiri dari para kultipator ternama.
__ADS_1
"Hei kau,berhenti !,jangan teruskan langkah mu !" seorang pimpinan prajurit kota itu berteriak menghentikan langkah Alex .
Alex segera berhenti dan berbalik ke arah datangnya suara tadi.
Pimpinan prajurit kota itu nampak terpana sejenak melihat wajah Alex yang tidak seperti wajah pemuda pada umumnya.
"Ada apakah tuan menghentikan langkah saya?"tanya Alex berusaha hormat.
"Bukankah kau yang sudah melukai mata tuan muda Tio Yi,mengaku lah dengan jujur ?" kata pimpinan prajurit kota itu.
"Saya tidak mengerti apa yang tuan katakan,saya baru saja selepas makan Dirumah makan itu, bagai mana tuan katakan saya melukai mata tuan muda tuan?"jawab Alex.
"Sudah lah,aku tidak mau terlalu berdebat dengan mu,kawan kawan,ayo seret pemuda itu dan pukuli dia sepanjang jalan,tetapi awas jangan sampai mati,karena yang akan membunuhnya adalah tuan besar Hau"kata pimpinan prajurit tadi.
Sepuluh orang prajurit kota segera bergerak mengepung Alex yang kebetulan saat itu juga sedang berjalan kaki.
Masing masing orang dari kesepuluh prajurit itu bergerak serentak ingin meringkus tubuh Alex.
Tetapi dengan gesitnya, Alex bergerak menghindar dari ringkusan para prajurit itu, sambil memberikan tendangan kepada mereka.
Sepuluh orang prajurit kota itu terjengkang kebelakang terkena tendangan dari Alex.
Bukan main amarah mereka kian membuncah, masing masing dari kesepuluh orang prajurit kota itu menerapkan serangan berenergi api.
Tangan kesepuluh orang prajurit kota itu berubah menjadi berwarna jingga menyala terang yang menandakan mereka sudah sempurna mempergunakan energi api hingga tingkat ke tiga.
Alex juga mempergunakan jurus api illahi tingkat tiga juga.
"Bum!".
"Bum!".
"Bum!".
Sepuluh kali dentuman terdengar dalam waktu yang hampir berbarengan.
Tubuh Alex terjajar satu tindak kebelakang, sementara kesepuluh orang lawannya itu terjajar hingga empat tindak kebelakang.
Kesepuluh orang prajurit kota itu tahu jika mereka kalah tenaga dengan lawannya itu.
Padahal lawannya masih sangat muda sekali,dan nampak seperti agak banci.
Tetapi tanpa diduga, tenaganya luar biasa besar,sehingga mereka berempat terjajar kebelakang hingga empat tindak.
"Rupanya ****** satu ini punya tenaga juga,ayo kita bunuh saja dia,kita cincang tubuhnya !" kata sang pimpinan prajurit kota itu sambil mengeluarkan pedang nya.
Kesepuluh orang anak buahnya juga melakukan hal yang sama, mengeluarkan pedang masing masing.
Mereka segera mengapung Alex dari segala penjuru.
Tetapi Alex dengan tenangnya meladeni serangan mereka cuma dengan menghindar dan berkelit saja.
Gerakan Alex yang sedemikian cepat,tentu saja sangat menyulitkan mereka.
Kadang kadang Alex ada didepan mereka,setelah pedang dibabat kan, ternyata orangnya berada di belakang mereka, ketika mereka berbalik, Alex sudah berada didepan prajurit yang lainnya lagi.
__ADS_1
Seolah olah tubuh Alex menjadi banyak sekali dan ada di mana mana.
...****************...