
Perjalanan membawa mereka sampai disebuah Desa bernama Desa Sajura,sebuah desa kecil di benua paling Utara ini.
Desa ini cuma dihuni oleh sekitar lima puluh kepala keluarga saja,tetapi mereka semua merupakan masyarakat komunitas, atau satu asal usul leluhur,yaitu keturunan Sajurako.
Sajurako dahulu kala, entah bagai mana asalnya, adalah seorang wanita yang sangat ahli memainkan pedang samurai,sejenis pedang panjang dengan satu mata tajamnya.
Karena satu masalah, Sajurako ini bersama semua kerabatnya yang juga ninja samurai,pergi menghindar keutara benua,ketempat dimana orang tidak mengganggu mereka.
Seluruh penduduk desa itu semuanya satu kekerabatan dari samurai sajurako yang merupakan leluhur mereka.
Di desa ini sudah ada malam dan siang seperti di tempat lain.
Ketika mereka memasuki desa itu,semua mata memandang kepada mereka dengan tatapan heran,karena sangat jarang ada orang yang datang berkunjung ketempat itu.
Bahasa orang desa itu menggunakan bahasa yang tidak bisa di mengerti oleh mereka.
Seseorang yang seperti sesepuh desa berbicara kepada mereka dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti.
Mau tidak mau, Alex terpaksa mengcopy bahasa mereka dengan sedikit menyentuh dahi kakek itu,spontan saja semua ilmu pengetahuan kakek itu tercopy kepada Alex.
"Kalian dari mana dan mau kemana nak ?"tanya kakek itu setelah Alex mengerti bahasa mereka.
Kami dari sumbu dunia di Utara,bermaksud mau ke gunung Kun Lun kek,dan kebetulan lewat di desa ini !"kata Alex kepada kakek itu.
"Ooh kalau begitu marilah ikut saya kerumah tetua desa,di desa ini tidak ada penjual makanan,di rumah tetua desa kita bisa mendapatkan makanan" kata kakek tua itu sambil berjalan kerumah tetua desa.
Tidaklah terlalu lama berjalan,mereka tiba di sebuah rumah lumayan besar.
"Selamat siang!,selamat siang tuan Takigawa!" teriak kakek tua itu.
"Selamat siang juga Yamaguchi,ayo ayo masuk,ada tamu rupanya!"sambut seorang laki laki tua keluar dari rumah itu.
Kakek yang mengajak mereka ke rumah tetua desa itu bernama Yamaguchi,sedangkan tetua desa itu bernama Takigawa,keduanya sudah berumur sangat tua sekali,tetapi terlihat masih kuat dan enerjik saja.
Setelah mereka duduk,minuman teh hangat di hidangkan ke hadapan mereka.
"Tuan Takigawa!, sepertinya tugas leluhur kita sudah hampir selesai,dan hukuman untuk darah keturunan kita sebentar lagi akan dicabut,dan kita bebas pergi dari dunia terpencil ini!"kata kakek Yamaguchi bersemangat.
"Ya Tuan Yamaguchi, tetapi sebentar,aku masih mau bertanya beberapa hal kepada mereka !"kata Tuan Takigawa lagi.
"Silahkan Tuan Takigawa,silahkan "kata kakek Yamaguchi mempersilahkan tuan Takigawa bertanya.
"Tuan muda!, apakah kalian dari istana Kristal di Utara ?"tanya kakek Takigawa.
__ADS_1
"Iya kek,kami baru saja datang dari istana Kristal di Utara,apakah kakek juga mengetahui tentang istana itu kek ?"tanya Alex.
"Saya dahulu selagi masih muda,pernah pergi ke Utara hingga hampir sampai di istana Kristal itu,tetapi kami tidak bisa mendekat dengan istana itu karena terhalang pagar gaib,konon di istana itu dihuni oleh seorang pertapa tua, apakah kau bertemu dengan pertapa tua itu?"tanya kakek Takigawa.
"Ya,Saya bertemu dengan pertapa tua itu kakek Takigawa,bahkan saya juga berbincang bincang dengan pertapa tua itu"jawab Alex.
"Lalu seperti apakah pertapa tua yang di kabarkan orang sudah sangat tua renta itu ?"tanya kakek Takigawa kembali.
Mendengar itu, Dewi Tara dan yang lainnya cuma bisa terdiam membisu, karena mereka tidak mengerti apa yang Alex bicarakan sedikitpun.
"Entahlah Kek,tampaknya sih tidak tua, tetapi seperti orang berusia tujuh belasan saja"jawab Alex apa adanya.
Wajah tetua desa Sajura ini tiba tiba nampak berseri seri.
"Satu lagi nak,apakah dia laki laki atau perempuan?" tanya tetua desa Sajura lagi.
"Laki laki sih jelas bukan Kek,kalau perempuan sih, iya, tepatnya dia seorang Gadis yang cantiknya pakai kebangetan lagi"kata Alex sambil tersenyum.
Tiba tiba kedua orang tetua desa Sajura itu menjura kepada Alex sebanyak tiga kali.
"Kalau begitu peti pusaka itu benar punya tuan,dan kami akan mengembalikannya kepada tuan,supaya kutukan peti keramat itu bisa punah tuan"kata tetua Desa Sajura tuan Takigawa.
Kutukan apa yang kakek maksudkan ?,dan kotak apa itu kek ?"tanya Alex bingung.
"Kakek benar,itulah orangnya sang pertapa tua yang dimaksudkan orang,lihatlah dia tidak tua kan,tetapi masih seorang gadis tujuh belasan saja "kata Alex sambil menunjuk kearah Dewi Perawan suci.
Kakek Takigawa bangkit berdiri dan masuk kedalam bilik dengan pintu geser.
Tidak seberapa lama,kakek Takigawa keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah kantong terbuat dari kulit beruang es.
Kakek Takigawa menyerahkan kantong itu kepada Alex, "Tuan,ini amanah dewa itu kepada leluhur kami telah kami kembalikan,saya adalah generasi kedua puluh penjaga kotak itu,dan saya mohon,tolong cabut kutukan itu adat kami bisa pergi dari tempat terpencil ini tuan" kata tetua desa Sajura,kakek Takigawa.
Alex menerima kantong itu dan membukanya.
Ternyata isinya sebuah kotak terbuat dari kayu yang paling keras berwarna hitam kemerahan,dengan ukuran kira kira lebar setengah jengkal,tinggi kotak setengah jengkal, dan panjang kotak satu jengkal.
Ketika Alex mengeluarkan kotak itu dari kantong kulit hewan, tiba tiba kotak itu memancarkan cahaya sesaat,dan secara ajaib,tutup atasnya terbuka lebar.
Didalam kotak itu ada sebuah bola kristal putih lebih besar dari kepalan sedikit.
Di dalam bola kristal itu banyak garis garis kecil mengelilingi bola kristal itu.
Sebuah lampu merah dan lampu putih saling berseberangan namun bagai manapun bola itu diputar,kedudukan lampu merah dan putih itu tidak pernah berubah posisinya.
__ADS_1
Sebuah lampu hijau kecil nampak selalu menyala berkedip kedip berputar disekeliling bola yang ada garis-garis pendek mengelilingi bola dari kiri kekanan hingga kembali bertemu dengan garis awal tadi.
Alex mengambil bola aneh itu,tiba tiba saja bola aneh itu terangkat dari telapak tangan nya dan melayang di udara.
Ketika Alex bermaksud mengambil bola ajaib itu,bola itu bergerak menjauh seperti menghindar dari tangan Alex.
"Bola ajaib kembalilah!" kata Alex,dan dengan ajaibnya,bola itu datang menghampiri Alex.
Selain bola itu,didalam kotak ternyata ada sebuah kulit rusa putih yang di susun mirip buku, tetapi isinya cuma titik titik dan setiap titik ada nomor nomornya.
Alex menatap kearah para istrinya yang termangu menatap benda aneh menurut mereka.
"Tahukah kalian ini apa ?" tanya Alex kepada para istrinya.
"Bola kristal mainan sepertinya!"kata Dewi Suci sembarang sahut saja karena dia memang tidak mengerti.
"Bukan kak,bola mainannya nanti bila kau sudah punya bayi,baru mikir bola mainan!"sahut Dewi perawan suci membalas kejahilan kakaknya itu.
Dewi Suci mengacungkan tinju nya kearah Dewi perawan suci,sambil bibir di peot peot kan.
"lha kenapa tuh bibir Suci, apa ada tawon nyasar ke bibir mu ?"tanya Dewi Tara heran.
Dewi Suci kembali merenggut, "tau ah, sebal!!"...
"Ini namanya kompas, bisa untuk menunjukan arah tujuan kita,kalau ini peta alam semesta,kalau cuma melihat peta ini,orang akan bingung, karena harus punya akses ke Dunia Matrix baru bisa mempergunakan peta ini dengan memasukan nomor yang akan kita tuju,maka layar Matrix akan menampilkan keterangan lengkap tentang dunia itu hingga gambar empat dimensinya"kata Alex menerangkan.
Alex segera memasukan benda itu ke dalam kotak serta menyimpannya baik baik.
"Nah dengarlah kalian semuanya,mulai saat ini kalian sudah terbebas dari beban kutukan, kalian bisa pergi kemanapun kalian mau,tetapi saran saya adalah pergilah kenegeri Fangkea,dan hiduplah disana,maka Fangkea akan selalu menerima kalian semua,katakan saja ini perintah dari Alexander "kata Alex lagi.
"Baiklah tuan muda,kami akan menuruti semua saran tuan muda"kata kakek Takigawa yang di iyakan oleh kakek Yamaguchi.
Tidak berapa lama, beberapa hidangan di sajikan oleh para wanita dan ibu ibu.
Ada beberapa pemuda pemudi di desa itu yang nampaknya ahli pedang samurai.
"Banyaklah pemuda pemudi disini yang ahli pedang panjang seperti itu kek ?" tanya Alex kepada kakek Yamaguchi.
"Ada seratusan pemuda pemudi didesa ini,dan mereka semuanya ahli pedang samurai tuan, karena keahlian itu merupakan keahlian turun temurun keluarga kami tuan"kata kakek Yamaguchi, "ada apakah kiranya tuan ?"...
"Ah tidak,aku cuma tertarik ingin membentuk satu kesatuan yang mahir berpegang panjang seperti itu di pasukan ku kek,bila mereka berminat, bisa mencari ku di istana nanti jika sudah tiba di kota Fangkea "kata Alex.
"Terimakasih nak,tentu saja mereka sangat berminat,sudah banyak yang mencoba peruntungan nasip ingin menjadi prajurit,tetapi kutukan membelenggu kami,sehingga banyak yang tewas sebelum cita cita mereka kesampaian" jawab kakek Yamaguchi terlihat sedih.
__ADS_1