Mr Matrix

Mr Matrix
Pertemuan tak Disangka Sangka.


__ADS_3

Sebenarnya hati Liang Tian sangatlah gundah, pikirannya terus kepikiran ramalan seorang peramal beberapa puluh tahun yang lalu,bahwa saat neraka menjadi sorga, maka saat itulah kehancuran keluarga Liang hingga ke anak kecil sekalipun terkena pembasmian itu.


Liang Tian segera mengumpulkan anak dan istrinya di dalam rumah, bersiap siap menghadapi segala hal terburuk yang akan terjadi.


Beberapa kereta kuda sudah disiapkan,apa bila hal buruk terjadi nanti.


Sementara itu setengah perjalanan antara kota Li Hua dan kota Li Quon, Alex,Dewa cahaya dan kedua istri Alex sedang melakukan perjalanan menuju kota Li Quon dengan mengendarai kuda memotong jalan lewat hutan belantara lebat.


Jalan memotong lewat hutan ini cukup datar, tetapi jarang ada yang mau melewatinya karena harus bermalam ditengah hutan, sedangkan bila lewat jalan memutar bisa melewati sebuah desa dan bermalam di desa itu.


Menjelang tengah hari, mereka beristirahat sebentar di tepi sebuah sungai kecil berair dangkal dengan bebatuan besar berserakan.


Setelah memberi minum kuda mereka dan menambatkannya dibawah sebatang pohon rindang yang terdapat banyak rumput,Alex berjalan mencari binatang buruan untuk lauk makan mereka.


Tanpa kesulitan,dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya, Alex sebentar saja sudah mendapatkan seekor rusa jantan muda sebagai lauk mereka.


Saat Alex kembali ketempat kedua orang istri dan gurunya,dia melihat nasi telah masak,kini giliran bikin lauk makan saja.


Dengan cekatan,kedua wanita cantik jelita itu memasak daging rusa jantan serta beberapa sayur hutan.


Sebentar saja bau harum daging rusa panggang menyebar keseantero hutan itu.


Saat mereka sedang menantikan panggangan daging rusa matang,tiba tiba dari balik pepohonan bermunculan puluhan orang prajurit negeri matahari berseragam keKaisaran matahari.


Mereka semuanya membawa pedang dan tombak yang sudah terhunus,langsung mengelilingi Alex dan kedua istrinya serta Kaisar Dewa cahaya.


"Maap kalau kami mengganggu kalian,kami cuma ingin memotong jalan menuju ke kota Li Quon,kami cuma pengembara biasa saja"kata Alex mencoba bernegosiasi dengan jalan damai.


"Kalian diijinkan atau tidak,bukan wewenang kami,yang pasti,kalian harus ikut kami menghadap kepada jendral,semua keputusan berada ditangan jendral"kata pimpinan rombongan itu menjawab pernyataan Alex tadi.


"Baiklah,tetapi setidaknya ijinkan kami makan dulu,baru kita menemui jendral mu itu"kata Alex lagi.


Kepala prajurit itu berbicara dengan temannya sebentar,lalu menoleh kepada Alex kembali, "baiklah silahkan kalian makan, namun setelah itu ikuti kami untuk menemui jendral kami"...


Alex menganggukkan kepala kemudian mengangkat panggangan daging rusa dari atas bara api.


Mereka berempat makan tanpa banyak bicara lagi,begitu juga dengan Kaisar Dewa cahaya,yang cuma diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun juga.


Setelah selesai makan, dengan menuntun kuda mereka masing masing, mereka berjalan dikawal oleh para prajurit itu.


Setelah beberapa lama berjalan kaki menuruni lembah,kini mereka tiba diujung lembah yang di tutupi oleh sebuah gunung batuyang menjulang tinggi seperti tembok raksasa saja layaknya.


Seorang prajurit yang nampak sangat kuat mendorong sebuah batu yang menonjol di dinding tebing itu,lalu tiba tiba sebuah batu besar bergeser dan sebuah goa yang cukup besar terlihat.


Mereka memasuki lorong goa yang berkelok kelok dan turun naik itu dengan berjalan kaki,hingga tiba di seberang lorong itu.


Lorong goa itu ternyata berakhir disebuah lembah yang luas,dengan sebuah telaga ditengah tengahnya.


Di sisi telaga itu terlihat berjejer rumah rumah yang lumayan besar seperti sebuah perkampungan yang ramai.


Tepat ditengah tengah perkampungan itu terdapat sebuah rumah sangat besar dan mewah dengan sebuah alun alun kecil didepan rumah itu.

__ADS_1


Nampak pula beberapa buah rumah yang cukup besar berdiri mengelilingi rumah besar utama itu.


Alex membisikan kepada kedua orang istrinya agar bersiap menghadapi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.


Di depan rumah paling besar sebelah kanan terdapat semacam pendopo,atau ruangan terbuka yang di beri atap.


Disitulah mereka disuruh menunggu sang jendral datang.


Di dalam pedesaan itu ternyata terdapat sangat banyak prajurit,sekitar seribuan orang prajurit yang kesemuanya dalam kondisi siaga penuh.


Setelah duduk di pendopo itu beberapa saat,kemudian dari bangunan disebelah bangunan paling besar, keluar seorang laki laki yang nampak sekitaran usia enam puluh tahunan,entah usia aslinya berapa memakai sebuah jubah kebesaran seorang panglima perang.


Melihat siapa yang datang itu,wajah sang Kaisar Dewa cahaya sejenak terlihat sangat terkejut, namun cuma sesaat saja,kemudian berubah seperti semula,datar tanpa ekspresi apa apa.


"Hormat kepada jendral zi xim!"teriak kepala padukan tadi.


Semua prajurit menghormat kearah sang panglima jendral Jiang Zhi xim itu.


"Jendral,kami menemukan orang yang melintas hutan ini untuk menuju kekota raja, silahkan jendral untuk memeriksa mereka"kata kepala pasukan tadi.


Sang jendral memandang kearah Alex satu persatu,tetapi saat matanya melihat kearah Kaisar dewa cahaya, pandangannya berhenti sesaat menatap sang Kaisar dengan tatapan yang tajam.


"Ada perlu apa kalian memotong jalan lewat hutan ini ke kota raja?" tanya sang jendral.


"Istri saya sedang sakit dan memerlukan obat secepatnya,sehingga kami berinisiatif untuk memotong jalan lewat hutan ini tuan"jawab Alex sedikit berbohong.


Sang jendral kembali menatap kearah Kaisar dewa cahaya yang sedari tadi cuma terdiam melihat kearah para prajurit yang sedang berlatih.


Beberapa saat kemudian,dari arah bangunan paling besar itu,keluarlah empat orang yang berjalan di belakang sang jendral,seorang perempuan cantik sekitaran usia empat puluh tahunan,entahlah usia yang sesungguhnya, bersama dua orang laki laki sekitar usia tiga puluhan tahunan dan dua puluh tahunan serta seorang gadis cantik usia sekitar dua puluh tahunan.


Wajah sang Kaisar Dewa cahaya nampak berubah saat melihat ke arah mereka yang baru datang tadi.


Sesaat mata sang Kaisar Dewa cahaya nampak menjadi berkaca kaca.


Begitu pula sang wanita cantik tadi,seolah melihat sesuatu yang sudah lama tidak ditemuinya lagi.


wanita itu menatap kearah Kaisar dewa cahaya dengan tatapan mata yang hampir tidak berkedip lagi.


"Ka,,Kaisar?,apakah mataku dan perasaan hatiku tidak salah?,kau Kaisar kan?"tanya wanita cantik itu kembali.


Kedua laki laki disampingnya serta seorang gadis cantik itu nampak heran melihat kearah wanita cantik pertama tadi.


Kaisar Dewa cahaya berdiri lalu melepaskan topeng tipis yang menutupi mukanya.


Kini nampaklah wajah asli sang Kaisar Dewa cahaya yang aslinya.


"Ayah!".


Pekik sang gadis cantik yang berada di sisi wanita cantik tadi.


Gadis cantik itu segara berlari kearah Kaisar Dewa cahaya dan memeluknya sambil menangis terisak Isak.

__ADS_1


Walau tampak muda, tetapi sebenarnya mereka sudah tua tua, tetapi untuk para keturunan putri atau pangeran,waktu bagi mereka berjalan seperti sangat lambat sekali, sehingga proses penuaan hampir hampir tidak terlihat,walau proses itu tetap berjalan juga.


Wanita cantik tadi juga memeluk sang Kaisar Dewa cahaya dengan eratnya,dan saling bertangis tangisan.


Memang saat kepulangan sang Kaisar Dewa cahaya dari pengasingannya dulu, mereka tidak mengetahuinya,karena sudah pergi mengungsi ke lembah itu bersama jendral Jiang Zhi xim dan seribuan orang prajurit yang masih setia kepada sang Kaisar Dewa cahaya.


Mereka cuma mendengar tentang kedatangan sang Kaisar dan dengan siasat liciknya Liang Tian dan adiknya Liang Yuen,sehingga sang Kaisar Dewa cahaya kembali ditangkap dan kali ini dijebloskan ke menara api yang tidak ada seorang pun yang dapat menahan hawa panasnya.


Tetapi tidak ada yang tahu bahwa justru pagoda kecil itulah yang bisa meredam hawa panas itu walaupun tidak seluruhnya,tetapi yang pasti tidak lagi mematikan bila berada didalam bangunan pagoda itu.


Mendengar teriakan dari putri Xue Mei tadi,dari bangunan utama keluar beberapa wanita cantik dan beberapa pemuda pemudi.


Mereka semua segera berhamburan kearah pendopo tempat suara nyaring tadi berasal.


Seorang gadis cantik dan seorang pemuda tampan menghampiri putri Xue Mei yang sedang memeluk seorang laki laki tua itu.


"Ibu,apa yang terjadi disini,dan siapa mereka semuanya?"tanya gadis cantik itu kepada putri Xue Mei.


Sang putri Xue Mei menarik tangan putrinya, "ayah,mereka putra putri ku,yang tertua bernama Fu Chao,dan ini adiknya bernama Yu Yin,mereka bermarga Jiang,anak anak,ini kakek kalian"...


Kedua pemuda dan pemudi itupun menjabat tangan sang Kaisar Dewa cahaya yang terlihat matanya berkaca kaca menatap kearah cucu cucunya itu.


"Ayah,ini Cao Mei Mei dulu ayah,dan ini putra putri kami,Guo Thai dan Tong Cai"kata putra tertua sang Kaisar Dewa cahaya yang bernama Xiu Huan.


"Ayah,ini istriku Fang Pei Yu,dan ini putra kami Lao Fu dan Huan RAN"kali ini putra kedua sang Kaisar Dewa cahaya yang berbicara mengenalkan istri dan anak anaknya.


Dari kejauhan,berjalan mendekat seorang pemuda tampan berseragam prajurit.


"Ayah,dialah Jiang Kai Li suamiku,putra paman Jendral Jiang Zhi Xim"kata putri Xue Mei mengenalkan sang suaminya.


Pangeran Xiu Huan menatap kearah Alex dan kedua istrinya itu yang sedari tadi cuma diam saja, "ayah,mereka siapa?"...


Sang Kaisar nampak tersentak kaget,dia baru tersadar bahwa ada Alex dan kedua orang istrinya di situ.


"Maap tuan,kenalkan ini istri hamba,dan ini anak anak hamba,serta ini para cucu cucu hamba tuan"...


Semua yang hadir disitu kecuali kedua istri Alex,menjadi heran melihat sikap sang Kaisar yang begitu hormatnya kepada ketiga orang itu


"Kenalkan,ini tuan agung Alexander,dan itu kedua istrinya"Kaisar Dewa cahaya memperkenalkan Alex dan kedua istrinya kepada seluruh yang hadir disitu.


Kaisar Dewa cahaya menceritakan siapa Alex dan istrinya itu sesungguhnya,dan dimana awal mereka bertemu dahulu ketika Alex membuka tutup kuali sakti tempat dia dihukum para Dewa karena sikap sewenang wenang nya dahulu.


Betapa takjubnya hati orang orang yang hadir saat itu,melihat seorang anak muda yang di persiapkan untuk menjadi tuan agungnya para Dewa Dewa suci di langit dan Dewa Dewa di bumi.


Apalagi setelah sang Kaisar Dewa cahaya menceritakan bahwa Alex lah yang telah memadamkan api sejati di lembah neraka yang kini bernama lembah sorga itu.


Kekaguman mereka semakin tinggi kepada Alex dan istrinya, terutama kedua orang gadis cantik Tong Cai dan Yu yin.


Malam itu mereka tidur disitu untuk beberapa malam sekaligus mempersiapkan rencana penyerangan ke kota raja Li Quon.


*********

__ADS_1


__ADS_2