
Mendengar keterangan dari jendral Max,wajah ceria sang Kaisar berubah murung,tidak dia sangka ada manusia yang bisa menembus penjagaan di pagoda pulau Mun yang super ketat itu.
Penjara pulau Mun adalah penjara terketat yang di buatkan oleh lima orang dewa atas permintaan nya sendiri.
"Berapa prajurit kita semuanya sekarang jendral?"tanya sang Kaisar.
"Tuan ku, prajurit kita yang ada di kota raja sekarang berjumlah dua juta orang tuan,dan yang tersebar di beberapa kota lainnya sekitar lima ratus ribu prajurit tuan ku, sebenarnya secara jumlah,kita masih jauh diatas mereka tuan,tetapi dari segi kualitas kita jau sekali dibawah mereka,prajurit paling rendah mereka sudah berada di Alam Brahmana sempurna, sementara kita masih di alam Ksatria saja tuan, belum lagi peralatan tempur mereka yang serba aneh dan sangat berbahaya"jawab jendral Max.
Mendengar penuturan dari sang jendralnya,lama sekali sang kaisar tertegun berpikir keras.
"Baik lah !,aku ada ide,siapkan satu juta Prajurit kita di kiri dan kanan jalan di depan gerbang kota,buat lobang persembunyian,tempatkan lima ratus ribu prajurit di kiri dan lima ratus ribu di kanan,sementara di luar kota siapkan limaratus ribu prajurit,dan di dalam kota lima ratus ribu prajurit,semuanya tunggu aba aba dari ku,kita sambut mereka dengan kejutan,sisanya biar aku yang menyelesaikan anak ingusan itu,akan ku buat dia menyesali tindakannya kali ini!!"kata kaisar ber api api.
Setelah selesai instruksi dari sang Kaisar ,mereka semua pun akhirnya bubar mempersiapkan segala sesuatunya.
...----------------...
Sementara itu dua ratus lima puluh ribu prajurit jendral Liong san dan duaratus lima puluh ribu prajurit jendral Soa Ning sudah bergabung di persimpangan kota Narian dan kota Sakeva.
Kini kedua pasukan besar itu bergerak menuju kearah kota raja Nirvana.
Dengan dukungan logistik yang kuat,mereka bergerak secara meyakinkan kearah kota raja Nirvana.
Tanpa diketahui oleh Kaisar tanah Nirwana,adalah Alex bergerak langsung dari Thai Sui langsung ke kota raja Nirvana dengan menaiki sebuah kereta kuda yang di tarik dua ekor kuda,yaitu si hitam dan kuda merah, sedangkan Alex menaiki dewa Pegasus berjalan didepan mereka.
Bertindak sebagai kusir kereta adalah pertapa sakti.
untuk menyingkat waktu, Alex membawa kudanya dengan kecepatan tinggi.
Sebenarnya perjalanan dari Thai Sui ke Nirvana harus ditempuh Dangan waktu dua Minggu,tetapi karena berjalan dengan kecepatan tinggi,maka perjalanan itu bisa di lalui cuma dalam waktu satu Minggu saja,lebih cepat beberapa hari dari pasukan yang di pimpin oleh jendral Liong san dan jendral Soa Ning.
Bila pasukan kedua jendral itu masuk melewati gerbang barat,maka Alex dan istrinya masuk lewat gerbang selatan menyamar sebagai orang tua tua,maklum putri Giok Lin adalah ahli dalam menyamar.
Di kota raja Nirvana, mereka menyewa sebuah rumah ditempat yang sunyi di pinggiran kota.
setiap hari, Dewi Teratai putih dan pertapa sakti berkeliling melihat lihat seluruh kesibukan dikota Nirvana itu.
Mereka juga tahu persiapan apa saja yang sudah di lakukan oleh pasukan Nirwana.
Memang jarak dari Sakeva ke kota Nirvana lebih dekat separonya dari Nirvana ke Thai Sui, tetapi karena pasukan bergerak lambat, sehingga Alex tiba terlebih dahulu.
"Tuan ku,pasukan kaisar Nirwana sudah bersiap di kiri kanan jalan di depan gerbang kota tuan,dan dari belakang juga ada lima ratus ribu prajurit serta dari dalam kota ada lima ratus ribu prajurit"kata pertapa sakti melaporkan kepada Alex.
Alex tersenyum simpul, "baiklah bila memang demikian,rupanya umpan sudah di makan ikan, tinggal bagai mana ikan itu kita tangkap,biarkan berjalan sebagai mana mestinya "kata Alex.
Tidak lupa dia menghubungi Liong san lewat telepati,menyuruh prajurit lapis baja berjalan di sisi kiri dan kanan jalan,muka serta belakang pasukan sebagai tameng bagi pasukan inti,juga meriam cahaya,dan roket cahaya tempatkan di depan dan belakang pasukan.
Selagi asik berbincang dengan pertapa sakti,tiba tiba Dewi Tara menjerit lirih.
"waoo,ternyata,ternyata"ucap Dewi Tara tidak jelas sambil menenteng serat suci.
"Ada apa meme Tara?"tanya Alex heran.
"Ini, ini kak,serat yang kemarin kosong sekarang ada tulisan nya" kata Dewi Tara sambil memperlihatkan lembaran serat suci itu.
"Permata ke tiga belas adalah permata suci yang di kutuk menjadi batu karena mempertahankan kesuciannya"kata Dewi Tara membacakan tulisan serat itu.
"Aku tidak mengerti maksud dari tulisan itu meme"kata Alex bingung.
__ADS_1
"Artinya adik ke tiga belas ada di dekat kita, paling tidak di kota ini, dan harus kita cari untuk mengangkat kutukannya" kata Dewi Tara.
Alex bertambah bingung mendengar pernyataan dari Dewi Tara itu.
"Mencari sih mudah, tetapi dikota sangat besar seperti kota Nirvana ini,kita harus mencari kemana ?"tanya Alex.
"Itu karena kakak terlalu sibuk memikirkan masalah perang, sehingga lupa mengosongkan pikiran, coba kosongkan pikiran kakak, carilah keberadaannya,dia pasti merasakan juga kehadiran kakak didekat nya,dan dia pasti minta tolong"kata Dewi Tara.
Alex segera mengosongkan pikirannya dari hal dan urusan macam macam.
Lamat Lamat di dasar hatinya terdengar ada suara yang lain memanggil manggil nya.
"Tuan!,tolonglah saya tuan, saya terkurung di patung batu giok ini tuan, tolonglah saya tuan"...
Suara itu semakin lama semakin jelas terdengar berbisik dihatinya.
"Aku tidak tahu di mana dirimu,bagai mana aku bisa menolong mu?"tanya Alex dalam hati
"Tuan,saya berada di sisi lapangan luas di depan istana,berhadapan dengan istana"kata suara itu.
"Bagai mana kakak,kita harus menolong adik ketiga belas,tidak usah banyak yang kesana, cukup kakak dan aku kesana agar tidak di curigai,bagai mana kakak pertama?"tanya Dewi Tara kepada putri Giok Lin.
"Pergilah adik,berhati hatilah,kalian pakailah topeng yang kemaren itu"kata putri Giok Lin.
Akhirnya malam itu Alex dan Dewi Tara pergi ketempat yang dikatakan oleh suara dari dalam hati Alex itu.
Istana Kaisar Nirwana merupakan komplek yang besar dikelilingi oleh tembok benteng yang tinggi dan kuat.
Di depan gerbang istana, ada sebuah alun alun istana yang sangat besar tempat Kaisar mengumpulkan rakyatnya apa bila ada yang ingin dikatakan.
Dan di sisi alun alun itu ada taman cukup besar memanjang menghadap istana berbatas dengan alun alun.
Diatas altar itulah berdirinya sebuah patung wanita cantik jelita luarbiasa terbuat dari batu giok putih susu.
Kebetulan hari sudah agak malam,sehingga tidak ada lagi orang yang berlalu lalang.
Apa lagi sekarang sang Kaisar memberlakukan waktu darurat,agar masyarakat tidak ada yang keluar rumah tanpa kepentingan mendesak, sehingga bila malam hari, kota Nirvana yang biasanya selalu ramai, kini hening mencekam.
Alex menatap kearah patung batu giok cantik jelita itu, "apakah ini Dewi Suci gurunya bibi guru Dewi seribu wajah?"...
"Sepertinya iya kakak,coba saja kakak teteskan darah kakak di antara kedua mata patung itu,bila benar ini yang dimaksud,tentu akan terlihat perubahannya"kata Dewi Tara.
Alex segera naik keatas altar itu,lalu menggigit jari manis kanannya hingga mengeluarkan darah,lalu darah itu di teteskan di antara kedua mata patung wanita cantik itu.
Seperti biasanya,darah yang cuma beberapa tetes itu menyebar keseluruh tubuh patung itu,seolah olah darah itu sangat banyak.
Setelah darah itu meresap masuk kedalam tubuh patung itu,secara ajaib,kulit patung yang tadi putih susu terbuat dari batu giok itu,kini berubah menjadi kulit manusia yang halus dan lembut.
Meka patung batu giok yang tadinya putih susu batu giok,kini juga berubah menjadi muka cantik jelita dari seorang gadis berusia kira kira delapan belas tahunan itu dengan hidung sangat mancung dan mungil, muka yang putih susu dan bersih serta rambut yang hitam panjang sepinggang .
Mungkin karena kelamaan berdiri,gadis cantik jelita itu terhuyung hampir jatuh menimpa tubuh Alex.
Untung Alex sigap memeluk gadis itu agar tidak tersungkur ke bawah altar.
"Maap tuan muda,kaki saya seperti tidak bertenaga lagi,mohon maapkan tindakan saya tadi tuan muda" kata gadis itu lagi.
Mau tidak mau Alex membopong tubuh gadis cantik jelita itu ke tempat mereka menginap.
__ADS_1
Dirumah itu putri Giok Lin ,putri Guan Hong dan Dewi Tara merawat gadis cantik itu.
"Benarkah kau yang bernama Dewi suci?" tanya Alex kepada gadis itu.
"Gadis cantik jelita itu menganggukkan kepalanya, "iya tuan,sayalah Dewi Suci itu ada apakah tuan ?" tanya gadis itu pula.
Alex menggelengkan kepalanya, "tidak!,tidak!,tidak apa apa"...
...----------------...
Di luar gerbang kota raja Nirvana,pasukan Liong san dan Soa Ning sudah tiba di depan gerbang kota raja.
Seperti yang diperintahkan oleh Alex,pasukan lapis baja berada di barisan paling pinggir di kiri dan kanan barisan serta di depan dan belakang menjaga segala kemungkinan.
Ketika prajurit mulai mendekat gerbang batas kota yang tertutup rapat,tiba tiba dari atas berhamburan ratusan anak panah.
Pasukan lapis baja yang berada di depan yang memang dipersiapkan untuk itu,segera mengangkat tameng baja tipis ringan namun lebar itu bersusun susun sedemikian rupa, sehingga mirip tempurung kura kura.
Dari lobang yang sudah di persiapkan,keluar moncong senapan satu persatu.
Tidak ada dentuman senapan atau ledakan,yang ada hanya suara seperti siulan dan satu persatu Prajurit panah itu berjatuhan ketanah.
Begitu juga dengan dikiri dan kanan mereka serta dari belakang,mengalami nasip yang sama.
Ribuan bahkan jutaan anak panah tidak ada gunanya satupun juga.
Bahkan Merekalah yang bertumbangan satu persatu..
Bahkan dengan peluru meriam pun mereka ternyata tidak ter goyahkan juga.
Sementara pertempuran di luar kota terjadi dengan sengitnya,di dalam kota sendiri tanpa ada yang menyadari, enam ratus ribu prajurit Alex sedang bersiaga.
Tiga ratus ribu prajurit di pimpin oleh jendral Dewi Ginantari membantu di gerbang kota, sementara tiga ratus ribu prajurit bergerak ke arah Istana Kaisar.
Alex sendiri bersama dengan ke-tiga orang istrinya, Dewi Suci, serta kedua orang pengawal nya, bergerak bersama tim inti ke arah istana Negara Nirwana.
Pasukan yang berada di luar gerbang kota, karena mendapatkan bantuan dari pasukan jendral Ginantari,sehingga Prajurit musuh menjadi kocar kacir dan akhirnya gerbang kota pun jatuh ketangan pasukan Alex.
Kini peperangan terfokus pada daerah belakang,kiri dan kanan jalan.
Parit parit yang tadi kering tempat berlindung ya Prajurit Nirwana,kini tiba tiba mengalir cairan berbau menyengat.
Dan belum habis ke terkejutnya prajurit Nirwana,tiba tiba satu lesatan cahaya putih menghantam cairan putih itu,sehingga terjadi kebakaran hebat di dalam parit perlindungan itu.
Parit yang tadi tempat melindungi nyawa mereka,kini menjadi tempat kuburan terakhir mereka.
Sedangkan Prajurit yang dari belakang,dimana bermaksud untuk tim pendesak,kini menjadi tim yang terdesak.
Lesatan roket kecil ternyata lebih efektif ketimbang meriam yang besar dan berat.
Bahkan berpuluh puluh gerobak meriam hancur tanpa bisa terselamatkan lagi.
Hari pertama pertempuran di gerbang kota,gerbang kota sudah jatuh ketangan Alex.
Sedangkan sisa sisa prajurit bertahan dengan kekuatan seadanya saja.
Di istana sendiri sudah terkepung dengan rapat.
__ADS_1
Tigaratus ribu prajurit pimpinan jendral Ginantari di tambah dengan duaratus lima puluh ribu prajurit pimpinan jendral Soa Ning bergabung dengan prajurit pimpinan jendral Lau me yang perkasa.
...****************...