Mr Matrix

Mr Matrix
Telaga Neraka.


__ADS_3

Putri Annchi melompat tinggi ketika sepasang cakar harimau ingin merobek dadanya.


Namun sang lawan tidak membiarkan sang putri menarik nafas sesaat pun juga.


Mahluk iblis itu terus memburu putri Annchi dengan kekuatan penuh.


Amarahnya sudah mencapai puncaknya Karana ekornya putus ditebas pedang putri Annchi.


Sedangkan siluman laba laba menyerang Dewi muyimaeva dengan semburan benang jaring laba labanya.


Beberapakali dari arah perut sang laba laba iblis itu menyembur untaian benang sutra jaring laba laba yang hampir mengenai tubuh sang Dewi.


Tetapi dengan gesitnya sang putri itu berkelit menghindar dengan melompat kesana kemari.


Laba laba iblis itu kembali menyerang kearah tubuh Dewi muyimaeva dengan semburan benang jaring laba labanya.


Dewi muyimaeva berkelit kesamping kiri,lalu dengan kecepatan sangat cepat,menusukan pedang cahayanya yang sudah di lambari dengan jurus cahaya tingkat lima kearah rusuk sang laba laba iblis itu.


Terdengar suara jeritan nyaring dari mulut wanita cantik bertubuh laba laba itu.


Tubuh sang laba laba iblis terjungkal ketanah setelah mengeluarkan darah hitam yang sangat banyak.


Sedangkan Alex kini sudah menghadapi mahluk iblis bermuka manusia laki laki, bertanduk dua buah, bertubuh banteng tetapi berkaki harimau.


Iblis tingkat lima ini kekuatannya lebih kuat dari pada iblis campuran.


Dengan cakar di kaki depannya serta kaki belakang yang mirip banteng itu,membuat iblis ini sangat kuat dan gesit.


Putri Annchi beberapa kali menghindari serangan dari mahluk iblis bertubuh ular dan berkaki harimau itu dengan melompat kekiri dan kekanan.


Mahluk iblis berwajah wanita cantik dan bertubuh ular itu terus mengejar putri Annchi serta melayangkan cakaran kaki dan tangannya.


ketika mahluk iblis itu mengayunkan cakaran tangannya kearah tubuh putri Annchi,putri Annchi hanya bergeser sedikit, sambil menusukan pedang cahaya yang juga sudah di lambari dengan jurus cahaya tingkat lima itu.


"Crass!".


pedang cahaya ditangan putri Annchi menusuk rusuk kiri mahluk iblis itu hingga tembus ke rusuk kanannya.


Ketika pedang dicabut,darah hitam menyembur dari luka dikiri kanan rusuk mahluk iblis itu.


Bersama hilangnya suara jeritan mahluk iblis itu,hilang pula nyawa dari badannya.


Kini tinggal pertarungan antara Alex dan mahluk iblis bermuka manusia, bertubuh banteng,tetapi bertangan harimau itu.


Beberapa kali mahluk itu melayangkan cakarannya kearah Alex,tetapi dengan cekatannya Alex menghindar kekiri dan kekanan.


Ilmu meringankan tubuh yang sempurna, mudahkan Alex untuk bergerak kemana mana.


Pada satu kesempatan, mahluk itu secepatnya memanfaatkan nya dengan menerjang kearah Alex dengan kekuatan dan kecepatan maksimalnya.


Namun disaat itu Alex juga melompat kearah mahluk iblis itu sambil mengayunkan pedang cahaya miliknya yang juga sudah dilambari dengan jurus cahaya illahi tingkat lima.


Walau jarak Alex dan mahluk itu berjarak sekitar satu depa,tetapi saat di ayunkan,dengan ajaibnya pedang cahaya di tangan Alex memanjang beberapa kali lipat dari asalnya.

__ADS_1


"Trass!".


Ketika pedang itu mengayun kearah mahluk Iblis itu, Mahluk itu melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya,tetapi ternyata kedua tangannya terputus berikut bersama dengan tubuhnya.


Tanpa suara jeritan lagi tubuh mahluk Iblis itu. akhirnya tewas.


Setelah kematian mahluk yang terakhir itu,keadaan menjadi sunyi sepi, mahluk iblis maupun siluman yang kebetulan menonton pertarungan itu segara pergi menghindar.


Alex dan kedua orang istrinya itu kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Kini tidak lagi terlihat gangguan maupun hadangan dari siapapun juga.


Bahkan para mahluk ras iblis akan menghindari mereka bila melihat dari kejauhan.


Di kota ini manusia juga terdapat banyak,tetapi kebanyakan dari mereka adalah buruh atau bahkan budak dari mahluk ras iblis.


Setelah melewati beberapa persimpangan jalan dan beberapa tikungan,akhirnya mereka tiba di sebuah alun alun kota yang disekelilingnya ditumbuhi oleh rindangnya pepohonan.


"Putri,Dewi,disitu ada pohon yang sangat rindang dan teduh,ayo kita kesana untuk beristirahat sejenak "ajak Alex kepada kedua istrinya.


"Ayo kak,kebetulan aku juga sudah haus,kita minum dulu sambil memikirkan kemana arah langkah kita lagi"sambut Dewi muyimaeva dengan senang hati.


Mereka akhirnya duduk beristirahat di bawah pohon paling besar dan paling rindang itu untuk melepaskan kepenatan sejenak.


Putri Annchi mengeluarkan tempat air putih terbuat dari labu dan diserahkan kepada Alex.


Alex segera meneguk isinya beberapa teguk, kemudian menyerahkan nya kepada putri Annchi kembali.


Setelah meneguk beberapa teguk isinya, putri Annchi kemudian menyerahkan tempat air itu kepada Dewi muyimaeva yang segera menerimanya dan meneguk isinya.


"Tuan muda,bolehkah saya minta seteguk air dan sekerat daging?"satu suara terdengar dari balik batang pohon itu.


Alex menoleh kearah suara itu,ternyata seorang kakek tua kurus berambut panjang tetapi putih semua,dan kumis serta jenggot yang juga panjang dan putih semua.


Alex menyerahkan tempat air dan sekerat daging ular siluman kepada kakek tua itu.


"Ini makanlah kek,dan ini minumannya,maap cuma air putih biasa"kata Alex.


Kakek tua itu menerima air dan sekerat daging pemberian dari Alex dengan tangannya yang agak gemetar mungkin karena lapar atau karena tua.


"Kalian sepertinya bukan warga kota Shin jou Heng ini,apakah kalian orang baru disini?"tanya kakek tua itu lagi.


Alex menganggukkan kepalanya, "iya kek,kami baru tiba ditempat ini tadi"...


"Ooh,sebenarnya apa yang kalian cari dikota terkutuk ini?"...


"Kami mencari menara api,dimana kira kira letaknya ya kek?"tanya Alex lagi.


Mendengar jawaban Alex itu,nampak sekali wajah sang kakek menjadi sangat terkejut sekali.


"Ada apa kek?,apa ada yang salah?"tanya Alex.


"Eh,,,tidak,,tidak,,tidak ada yang salah nak,cuma saja untuk apa mencari tempat paling terkutuk diseluruh dunia itu,lebih baik kalian bertiga kembali saja selagi masih punya kesempatan"kata kakek tua itu.

__ADS_1


"Kami tidak bisa kembali tanpa mendapatkan yang kami cari kek, memangnya ada apa di menara api itu?"tanya Alex penasaran.


Setelah memandang kearah Alex dan kedua istrinya secara bergantian,kemudian kakek tua itu berkata "menara api itu terletak diutara kota ini,setelah melewati gerbang neraka,maka kalian akan tiba disebuah telaga yang bernama telaga neraka,telaga itu dinamakan telaga neraka karena bukannya air yang ada di telaga itu,tetapi api putih tingkat sembilan yang disebut dengan api sejati itulah yang memenuhi isi telaga neraka itu,dan ditengah telaga itu terdapat sebuah pulau yang ditengahnya terdapat sebuah pagoda mirip sebuah menara,tetapi siapapun yang bisa mencapai pulau itu,tidak akan bisa kembali lagi selamanya"...


Alex dan kedua istrinya saling pandang seakan ingin meminta pendapat kedua istrinya.


"Kakak,apabila sang kehendak suci menentukan takdir kita, yakinlah dia juga menyiapkan jalan keluarnya untuk kita, cuma terkadang kita saja yang ragu ragu dengan ketetapannya,kami akan selalu mendukung kakak dan setia mengikuti kakak meskipun kita harus mengarungi lautan api terpanas di semesta ini"kata Dewi muyimaeva kepada sang suami sambil memegang tangan Alex.


"Apa yang adik Dewi katakan itu benar kak,kemanapun kakak pergi,kami sebagai istri akan selalu mengikuti kakak"kali ini putri Annchi berbicara menguatkan hati sang suami.


"Aku senang mendengar pernyataan tekad kalian,kalian adalah penyemangat ku,ayo marilah kita berangkat meneruskan perjalanan kita lagi"kata Alex kepada kedua istrinya.


Sebelum pergi,Alex meninggalkan beberapa keping emas untuk kakek tua itu.


perjalanan mereka kali ini menuju Utara seperti yang di katakan oleh kakek tua itu.


Setelah berjalan hampir setengah hari,mereka sudah keluar dari kota Shin jou Heng,kini dikiri kanan jalan cuma Padang tandus tanpa satu tumbuhan apapun.


Setelah menempuh perjalanan beberapa lama,sampailah mereka di sebuah tebing batu cadas yang tinggi menjulang dan curam.


Ternyata dinding batu cadas itu sudah terasa panas seperti bara api,pantas saja tidak ada satu tumbuhan maupun hewan yang ada disekitar situ.


Untuk mengurangi rasa panas,Alex dan kedua orang istrinya terpaksa menerapkan jurus es illahi tingkat enam, barulah panas itu tidak terasa lagi.


Setelah mencari kesana kemari,barulah mereka menemukan sebuah lubang goa sebesar gentong air berada tepat di dinding tebing yang panas membara tadi.


Tinggi lobang goa itu tidak lebih dari sebatas dada orang dewasa saja,jadi untuk memasuki lobang goa itu,harus dengan merindukan badan mereka.


Dari dalam lobang goa itu bertiup angin keluar, tetapi angin itu juga berhawa panas pula.


Untung Alex dan kedua orang istrinya telah menerapkan jurus es illahi tingkat enam,kalau saja tidak,maka bisa dipastikan tubuh mereka akan menjadi dendeng panggang.


Mereka bertiga memasuki lorong goa yang sempit dan rendah itu dengan sedikit membungkukan badan,dengan jalan menekukan kedua dengkul kaki mereka.


Setelah berjalan beberapa lama,belok kiri dan kanan,kadang menanjak kadang juga menurun,akhirnya mereka sampai di mulut sebelahnya dari goa yang mereka masuki tadi.


Mereka keluar Disatu lembah yang lainnya lagi,lembah yang juga lumayan besar,tetapi sepertinya mengerikan sekali,karena didalam lembah ini tidak ada tumbuhan ataupun hewan apapun,yang ada cuma hamparan batu batu kecil yang berwarna merah menyala seperti bara api.


Sedangkan di tengah tengah ada sebuah lobang mirip telaga yang cukup besar,tetapi tidak memiliki air setetes pun juga,karena yang ada cuma api berwarna putih sangkin panasnya.


Api itu bergelora menimbulkan suara gemuruh yang sangat mengerikan sekali.


Alex memusatkan pandangannya kesegala arah telaga neraka itu,tiba tiba dia melihat sesuatu yang memancarkan cahaya putih sangat terang,seakan akan itu adalah sumber segala energi panas di lembah ini.


"Dewi aku melihat ada sesuatu didasar telaga api ini,sepertinya itulah asal muasal sumber panas ini"kata Alex kepada Dewi muyimaeva istrinya.


"Aku juga melihatnya kakak,sepertinya kakak benar,benda itulah sumber panas api ini"jawab Dewi muyimaeva menanggapi perkataan Alex.


"Kalian tunggulah disini,aku akan turun melihat benda apa itu"kata Alex sambil bersiap siap turun kedasar telaga api itu.


"Kak!,aku takut terjadi sesuatu kepada kakak,sebaiknya kami ikut turun kak!"teriak putri Annchi sambil memegang tangan sang suaminya itu,seakan akan tidak mengijinkan sang suaminya itu turun sendiri kedasar telaga api itu.


"Putri,tenangkan diri mu,aku tidak akan apa apa,apabila aku merasa berbahaya,aku akan cepat keluar dari tempat ini,percayalah aku bisa mengatasi masalah ini"kata Alex menenangkan istrinya itu.

__ADS_1


"Kakak putri percayalah, suami kita bisa mengatasi masalah itu, kita tunggu saja disini kakak putri"ucap Dewi muyimaeva menenangkan hati saudari madunya itu.


*********


__ADS_2