
Sang Gubernur Zhu Lau menatap punggung belakang Alex dengan tatapan sangat geram dan marah.
Ingin rasanya dia menebas batang leher pemuda yang telah menganiaya putra kesayangannya itu sedemikian rupa dengan sebilah pedang,supaya cepat mampus.
"Anak muda,kau sudah menganiaya putra ku,aku ingin kau menyerah untuk menerima hukuman mu itu"kata sang gubernur berusaha bersabar.
"Tidak ayah,aku tidak rela,hukum mati saja dia dan rebut semua istrinya itu untuk ku ayah,baru aku puas"teriak sang tuan muda Zhu Qian sambil menunjuk kearah lima orang istri Alex yang memang sangat cantik jelita itu.
Seperti baru tersadar,sang gubernur pun beralih menatap kearah para wanita disekeliling Alex itu.
Melihat kecantikan para istri Alex,terutama Dewi perawan suci,membuat hati sang gubernur menjadi tidak karuan rasanya.
"Kau dengar anak muda, putra ku menginginkan kematian mu,dan aku tidak bisa menolaknya,ini semua karena kecerobohan dan kebodohan mu sendiri anak muda"kata sang gubernur Zhu Lau mulai menyusun siasat agar bisa memiliki para istri Alex.
Alex perlahan berbalik menghadap kearah gubernur Zhu Lau, "Zhu Lau, kau mungkin melupakan aku,tetapi aku tidak, aku mau bertanya. bagai mana caranya kau bisa menghukum mati diri ku, atau sebaiknya aku yang menghukum mati diri mu,karena sudah mempergunakan jabatan yang ayahanda amanah kan untuk kepentingan diri mu sendiri dan keluarga mu?"...
Untuk beberapa saat sang gubernur terdiam menatap kearah muka Alex dan mencoba mengingat ingat,namun kemudian tubuhnya menggigil seperti orang yang terkena demam malaria saja layaknya.
Seperti seseorang yang tidak lagi memiliki daya untuk berdiri,sang gubernur tersungkur bersimpuh di hadapan Alex.
Melihat kelakuan sang gubernur seperti itu,sang putra Zhu Qian dan wanita tukang provokasi tadi menjadi heran sekali.
"Ayahanda,kenapa ayahanda seperti itu,ayo panggil prajurit dan suruh penggal kepalanya seperti yang sering ayahanda lakukan!"teriak tuan muda Zhu Qian marah.
"Benar paman,kenapa sekarang paman jadi lembek dan melempem seperti ini?"teriak Tan Nio berusaha memprovokasi kembali.
"Plak!".
"Plak!".
Dua kali hantam telapak tangan sang gubernur menghantam pipi kedua muda mudi itu.
"Kau anak pembawa sial,dan kau perempuan jadah,kalian telah menyeret ku ke dalam satu masalah yang sangat serius sekali, tahukah kalian siapa dia ?,heh,kalian tahukah siapa dia ?,"teriak sang gubernur sangat marah.
"Plak!".
"Plak!".
Dua kali hantaman kembali mampir di pipi kedua muda mudi itu.
"Ayah!,apakah ayah tidak takut dengan ibu?,aku akan mengadukan ayah kepada ibu!"kata tuan muda Zhu Qian sambil memegang bibirnya yang bengkak.
"Ya paman,aku akan mengadukan paman kepada bibi,karena paman sudah berani memukul kami berdua! cuma karena pemuda sampah itu"ancam wanita penghasut itu kepada gubernur.
__ADS_1
"Apa kau bilang ?, pemuda sampah ?, sungguh besar nyali mu nona, tahukah kau nona hebat,siapa pemuda itu ?, dialah tuan Alex sang menantu kesayangan Kaisar Song,sekarang aku ingin tahu ada berapa cadangan leher mu dan seluruh keluarga mu,sehingga berani memprovokasi tuan Alex, manusia yang tidak seharusnya kita singgung itu,oh Dewa,bencana apa lagi yang akan hamba dapatkan?"ratap sang gubernur sambil menangis seperti anak kecil.
Dia memang mengenal Alex dari beberapa kali bertemu semenjak dulu waktu perkawinan Alex dan putri Kwan si.
Meskipun wajah Alex agak berubah,tetapi dia masih mengenal Alex dengan baik.
Begitupun dengan tuan muda Zhu Qian dan Tan Nio,sontak saja jantung mereka berdua serasa berhenti berdetak seketika.
"A,,,apa paman tidak salah orang paman,mana mungkin dia suami dari putri,,,putri,,,ah tidak mungkin paman"kata Tan Nio berusaha menghibur hatinya yang mulai resah itu.
kalau benar apa yang dikatakan oleh pamannya itu,maka dia sudah membuat masalah besar bukan cuma untuk pamannya,tetapi juga untuk keluarga nya sendiri.
"Aku sudah menduga semenjak awal bahwa pemuda itu bukan orang biasa,makanya aku memilih diam saja, ternyata firasat ku benar, sekarang kau yang sangat suka memprovokasi tuan muda agar membuat masalah juga harus bertanggung jawab!"kata seorang wanita teman oleh Tan Nio yang bernama Wei Lie.
"Wei Lie,kau kan sahabat ku, bantulah aku Li,ayah ku pasti akan terseret masalah ini,dan keluarga ku pasti akan berantakan sekarang!"kata Tan Nio sambil menangis sesegukan,takut akan akibat dari tindakannya yang suka bikin gara gara itu.
Apa lagi bila dia mengingat sifat Putri Kwan si yang sangat ganas kepada orang yang dianggapnya musuh itu,tubuh Tan Nio langsung melorot jatuh, semua tenaganya seperti hilang seketika.
Celaka sungguh celaka sekali bila sampai putri cantik jelita namun berhati sadis terhadap musuh atau orang yang coba memusuhinya itu, kematian membayang didepan batang hidung nya.
Tangisnya terasa ingin keluar semua,namun dadanya tidak muat, sehingga terasa sesak di dalam dadanya.
"Kenapa aku selalu bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu,dan kenapa juga aku senang melihat orang yang lemah atau tidak ku sukai terhina dan teraniaya?, aku bodoh,aku memang bodoh sekali"racau mulut Tan Nio tidak karuan.
Penyesalan benar benar sampai di ubun ubun nya kini.
"Tuan,ampunilah kami semuanya tuan,kami memang bersalah,kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi "kata sang gubernur sambil berlutut di hadapan Alex.
Lama Alex berpikir, "sudahlah tuan gubernur, kali ini kau ku ampuni,jangan sampai terulang lagi,sekarang pulang lah kalian semua" kata Alex.
Bukan main gembira hati sang gubernur,beberapa kali dia berlutut dihadapan Alex sebelum pergi.
Setelah menyelesaikan makan mereka, Dewi Paraditha membayar harga makanan yang mereka makan tadi,kemudian pergi dari rumah makan itu.
"Sekarang kita kemana ?, melanjutkan perjalanan, atau istirahat dulu besok baru kita lanjutkan "tanya Alex kepada para istrinya.
Semua menyahut terserah Alex cuma Dewi perawan suci yang meminta perjalanan dilakukan besok saja, karena dia masih suka jalan jalan menikmati sebuah kota propinsi yang besar.
Akhirnya mereka memutuskan untuk jalan jalan di kota Sin Kwan sambil berbelahan beberapa barang.
Baru ketika menjelang sore hari,mereka mencari sebuah rumah penginapan yang besar dan memesan cuma tiga buah kamar.
Satu kamar untuk Alex dan para istrinya,satu kamar untuk pertapa sakti dan Biksu mata hati,serta satu kamar lagi untuk Dewi Teratai putih.
__ADS_1
Baru saja mereka selesai mandi,ketika pintu diketuk dari luar kamar.
Seorang prajurit berdiri di depan pintu,setelah menjura sekali,prajurit itupun berkata, "tuan tuan muda dan nona nona muda di undang oleh gubernur untuk makan malam bersama di tempat kediaman gubernur tuan"kata prajurit itu sambil terus berlalu keluar penginapan itu.
Setelah selesai bersiap siap, Alex dan semua istrinya serta pengawalnya langsung pergi ke tempat kediaman sang gubernur.
Di kediaman gubernur Zhu Lau,mereka disambut oleh sang gubernur dan istrinya dengan ramah serta permintaan maap yang tidak henti hentinya.
Di meja makan,nampak berbagai hidangan enak enak sudah di sajikan, dari daging,ikan hingga sayuran.
Kepala prajurit tidak ikut makan,cuma diam berdiri tanpa bergerak,seperti sedang jaga saja layaknya.
Alex mencicipi hidangan itu,lalu menatap para istrinya satu persatu serta ketiga pengawal setianya, "ayo makan lah,makanan ini sangat enak,ayo ayo" kata Alex sambil terus makan.
Namun belum lagi habis satu piring,tiba tiba Alex menatap kearah sang gubernur sambil menunjuk, "kau,,,kau meracuni ka kami,kau biadab gubernur Zhu"...
Ternyata kelima orang istrinya sudah tergolek terlebih dahulu dari pada dia.
Begitu pula dengan Pertapa sakti dan Dewi Teratai putih serta Biksu mata hati,telah tersungkur terlebih dahulu.
"Ha ha ha ha,ternyata ide mu itu sangat jitu istri ku, aku bisa membalas dendam dengan Kaisar yang menolak pinangan putra ku,serta aku bisa merebut negeri Fangkea yang kaya raya itu,ha ha ha ha"suara gubernur Zhu Lau menggema Diruangan itu.
Dari sebuah ruangan, muncul beberapa orang, diantaranya tuan muda Zhu,nona muda Tan Nio,serta seorang laki laki agak tua,ayah dari Tan Nio yaitu Tan Juan.
"Ayah,bagai mana dengan nona nona itu,apakah dia ikut mati juga ?"tanya Zhu Qian.
"Anak bodoh,tentu saja tidak,mereka cuma pingsan,tidak seperti yang laki laki,mereka semua mati,karena racun yang ku kasih itu racun yang paling kuat dan tidak ada penawarnya sama sekali"kata istri dari gubernur Zhu Lau dengan bangga.
"Gubernur Zhu,aku tetap tidak menyetujui perbuatan mu ini,bagai manapun juga,mereka tetap junjungan ku,aku tidak rela mereka kalian bunuh"kata kepala pengawal gubernur Zhu.
"Kepala pengawal,aku tidak minta kau setuju atau tidak setuju,karena sesudah membunuh tuan muda Alex, aku akan membunuh mu juga,dan akan ku laporkan ke sang kaisar bahwa kau meracuni menantu nya dan terpaksa aku bunuh,bagai mana,hebat kan aku,sekali bekerja,bermacam macam hadiah ku dapatkan,ini atas saran istri tercinta ku"kata sang gubernur.
"Kau memang jahanam gubernur Zhu,biadab kau "rutuk kepala pengawal gubernur.
"Ayo anak anak, sekarang juga penggal kepala mereka,lalu bawa ke hutan kaca dan tinggalkan disana, sedangkan yang perempuannya,berikan racun pelemah saraf,agar mereka lupa pada kejadian yang pernah mereka alami"kata sang gubernur kepada para pengawal pribadinya itu.
Sepuluh orang pengawal pribadi segera bergerak datangi tubuh Alex yang tergolek pingsan terkena racun ganas itu.
Baru saja mereka bermaksud menarik tangan Alex,tiba tiba tubuh kesepuluh orang pengawal itu diam terpaku di tempatnya berdiri masing masing, dan kesepuluh kepala mereka pada jatuh ke lantai semua.
Sang gubernur bukan main kagetnya melihat kenyataan itu,padahal dia tidak melihat siapapun yang bergerak tadi nya.
Di hadapan mereka nampak Alex dan semua istrinya serta pengawalnya sudah berdiri berjejer dengan kondisi tidak kurang satu apapun jua.
__ADS_1
Padahal tadi dia jelas melihat jika kesemuanya telah memakan makanan yang di sajikan oleh istrinya yang sudah dibubuhi racun tidak berasa dan tidak berbau.
...****************...