
Entah sudah berapa lama mareka semua menyusuri seluruh dinding lorong di bawah kuil itu,namun tidak ada satu petunjuk pun tentang cara membuka pintu itu.
Mareka beristirahat sebentar didepan pintu yang tidak bisa di buka itu.
karena sudah putus asa,mareka bermaksud kembali saja ke kota raja.
Sementara istirahat,putri Annchi mengetuk ngetukan gagang pedang Kedinding lorong,namun tiba tiba dia seperti mendengar suara dinding yang berongga.
Dia mengetuk ngetukan kembali gagang pedangnya Kedinding sekitarnya,terdengar padat,cuma di tempat tadi yang terdengar seperti berongga.
"Kakak,coba kakak dengar,sepertinya cuma disini yang suaranya seperti ada rongga kecil,sedangkan di sekitarnya terdengar padat kak,coba kakak pecahkan,mungkin tuas pintunya ada disini"kata putri Annchi sambil mengetuk ngetukan gagang pedangnya ke dinding ruangan itu.
Alex bangkit dan ikut mengetuk ngetuk disekitar tempat yang di tunjukan istrinya itu.
Kedua istrinya yang lain juga ikut mengetuk ngetuk dinding lorong dan membenarkan cuma disitu yang dindingnya bersuara seperti ada rongga dibaliknya
Dengan pelan,Alex memukul dinding itu, setelah beberapa kali pukulan dengan sedikit tenaga,akhirnya sebuah lobang persegi empat terlihat didinding lorong itu.
Lobang selebar satu jengkal dan tinggi dua jengkal itu setelah terbuka,terlihat sebuah tonjolan batu berbentuk bulat sebesar tinju orang dewasa.
Alex mencoba menekan tonjolan batu itu,dan seketika terdengar suara gemuruh,batu penutup pintu itu pelan pelan terangkat keatas,dan sebuah pintu terbuka.
Ketika telah terbuka penuh,mareka menunggu sesaat,kalau kalau pintu itu tertutup dengan sendirinya,ternyata tidak terjadi apapun.
Setelah yakin pintu tidak menutup lagi,mareka bergerak memasuki ruangan itu.
Ruangan itu cukup besar dengan lebar sekitar lima Depa dan panjang sekitar sepuluh Depa.
Di tengah tengah ruangan ada sebuah altar batu memanjang,dan diatasnya terbaring tengkorak manusia yang masih berpakaian lengkap.
Disebelah kepala tengkorak itu,agak menempel ke dinding ruangan,ada lagi sebuah altar batu giok biru seukuran setengah Depa kali setengah Depa.
Di atas altar itu terdapat sebuah kotak kayu kecil sekitar ukuran satu jengkal kali dua jengkal bertuliskan huruf pinnyin kuno,yang terakhir dipergunakan sekitar lima ribu tahun yang lalu.
Itu menandakan bahwa kotak itu di buat lebih dari lima ribu tahun yang lalu.
Hal itu Alex ketahui setelah memantau tulisan itu pada layar Matrixnya.
"Mister Jo,berikan aku pengetahuan untuk membaca tulisan kuno ini"perintah Alex melalui pikirannya.
"Baik tuan"Mister Jo menjawab permintaan Alex.
seberkas cahaya muncul entah dari mana di atas kepala Alex dan langsung menabrak dahi nya lalu tenggelam disana.
Alex seketika merasa kepalanya berdenyut sakit sekali,sehingga dia terduduk sesaat.
Ketiga istrinya nampak khawatir langsung memijat mijat kepala Alex.
Setelah sakit kepalanya sudah mereda,Alex menatap ketiga istrinya itu, "apakah diantara kalian ada yang tahu arti tulisan itu?"...
"Ini tulisan apakah kak?"tanya putri Annchi.
Yang lainnya semua menggelengkan kepalanya tidak mengerti.
"Aku tidak bisa membaca tulisan ini kak,mungkin tulisan jaman dahulu kala"jawab putri Giok lin.
"Iya ini tidak satu hirup pun yang bisa ku baca"putri Kwan si turut berkomentar juga.
Alex menoleh kearah Liong san dan Soa Ning,namun keduanya juga menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalian tidak akan bisa membaca tulisan ini,dan mungkin jaman sekarang tidak ada satupun yang bisa membaca tulisan ini, karena hurup ini terakhir di gunakan pada lima ribu tahun yang lalu, hurup ini hurup pinnyin kuno"Alex menjelaskan.
"Lalu bagai mana kita bisa tahu maksud tulisan ini apa?"tanya putri Giok Lin.
"Tidak masalah,karena aku bisa membaca tulisan ini'jawab Alex.
Ketiga orang istrinya memandang kearah muka suaminya,antara heran dan tidak mengerti.
"Katanya tidak ada yang bisa membaca tulisan ini jaman sekarang,nyatanya kakak bisa membacanya, memangnya kakak belajar membaca tulisan ini dari siapa?"tanya putri Annchi kepada suaminya.
Alex menatap kearah kedua orang istrinya,lalu tersenyum, "tentu saja aku bisa membaca tulisan ini,aku tidak belajar dari siapapun, kemampuan membaca hurup ini pemberian dari Matrix,karena aku berasal dari sana"...
"Matrix??,apa lagi itu kak?"tanya putri Annchi yang penasaran pada suaminya itu.
"Apakah kalian percaya bahwa alam semesta ini cuma sebuah mesin computers maha besar yang di bikin oleh sang kehendak suci,dimana di semesta ini cuma kehendaknya saja yang terjadi,adanya kita dan semesta ini adalah cuma terjadi karena kehendaknya, dan pusat semua komputer itu dinamakan alam Matrix,alam yang terlepas dari hukum waktu dan masa"jawab Alex.
"Sudahlah kak,kami pusing mendengarnya, tak ada satupun yang kami mengerti"kata putri Giok lin.
Putri Kwan si dan putri Annchi tertawa bersamaan, "ternyata kita bodoh ya kak bila dibandingkan dengan suami kita"kata putri Annchi sambil tergelak ketawa,di ikuti oleh kedua orang madunya.
Alex membersihkan kotak itu dari debu,dan mulai membaca tulisan yang tertera disisi kotak itu.
"Sebelum kalian membuka kotak ini, ambilah cincin ruang yang ada di jari ku, selanjutnya geser batu giok altar tempat aku terbaring,dan pindahkan tubuh ku ke sisi tubuh istri ku,biarkan aku tidur dengan damai bersama nya"ucap Alex membaca tulisan di sisi kotak kayu itu.
Alex langsung memungut cincin ruang yang melingkar di jari tengkorak itu,setelah melihat kedalamnya,ada berbagai macam senjata, pil,ramuan herbal,buku buku,dan keping emas dan perak yang sangat banyak.
Alex mengira batu giok altar itu sangat berat, ternyata cukup ringan seperti mendorong sesuatu diatas cairan yang licin saja layaknya.
Ternyata di bawah altar itu terdapat sebuah lobang persegi panjang cukup untuk memuat dua tubuh yang terbaring.
Didalam lobang di bawah altar itu terbaring jasat seorang wanita cantik jelita dengan bibir merah merona.
Setelah semuanya dipindahkan seperti seharusnya,altar itupun digeser ketempat asalnya kembali menutupi lobang di bawahnya.
Selanjutnya Alex membuka kotak kayu itu, ternyata isinya sebuah tulisan di kulit binatang dengan hurup pinnyin kuno,yang berbunyi, "Tidak akan menemukan kuburan ku,kecuali manusia ber dantian Dewa samudra saja, karena mareka yang tidak ber dantian Dewa samudra,akan mati di mangsa oleh peliharaan ku".
Lalu ayat selanjutnya berbunyi, "dantian Dewa samudra adalah dantian besar yang dapat menampung seberapapun besarnya energi yang memasukinya,manusia ini akan terlahir setiap lima ribu tahun sekali dan berasal dari alam yang berbeda beda,dialah yang ditakdirkan sebagai tuan agung dan penguasa para Dewa"...
Selanjutnya pada lembar berikutnya, "aku adalah tuan agung penguasa para Dewa,aku hidup selama lima ribu tahun,dan setelah kematian ku,akan ada kekosongan penguasa para Dewa selama lima ribu tahun,sehingga para Dewa menjadi hancur oleh nafsu dan keserakahan,saat itulah akan lahir tuan Matrix sebagai tuan agung penguasa para Dewa"...
Pada lembaran selanjutnya tertulis, "Semenjak istri tercinta ku meninggalkan aku sendirian di dunia ini, gairah hidup ku hilang, seluruh kekuatan, kesaktian,dan energi hidup ku,kupindahkan kedalam batu mustika Dewa yang ada di dalam peti ini,hingga aku tidak lagi punya tenaga atau kesaktian serta energi daya hidup,karena aku ingin menyusul istri ku ke alam sorga,yang tidak memiliki portal kecuali kematian"...
Di dalam lembaran berikutnya tertulis, "bagi penerus ku,terimalah takdir mu,seraplah semua yang ada di dalam batu mustika Dewa ini seperti yang juga kulakukan dulu,simpan dan jaga batu mustika ini,karena cuma batu ini yang mampu menampung seluruh kekuatan, kesaktian dan daya hidup kita,,,kelak kau akan memerlukannya"...
Pada lembaran terakhir tertulis, "ambil batu mustika Dewa dari kotak ini,duduklah diatas batu pualam kecil di sisi ruangan ini,kosongkan pikiran,serta seraplah semua energi yang ada di dalam batu ini sampai batu mustika Dewa ini berwarna bening, terimakasih atas semua jasa mu,tegakan keadilan dan kebenaran, hancurkan semua yang membuat kejahatan dan keseimbangan semesta ini rusak"...
Dibawah lembaran itu ada sebutir batu permata berwarna biru tua sebesar kepalan tangan.
Alex mengambil batu permata itu dan membawanya kearah altar kecil yang ada di sisi ruangan dekat dinding,lalu duduk bersila mengosongkan semua pikirannya serta membuka dantian dan seluruh urat saluran di tubuhnya.
Energi yang begitu besar langsung keluar dari dalam batu mustika Dewa, sangkin besarnya,seandainya dantian ya adalah dantian manusia biasa,maka dalam sekejap akan meledak, untunglah dantian ya adalah dantian Dewa samudra,walau di isi berapapun tidak akan bisa penuh,seperti layaknya sebuah samudra,biar kata seribu sungai bermuara kesana yang setiap saat menambah isi samudra itu,akan tetapi samudra tetap tidak akan bisa penuh.
Entah sudah berapa kali ledakan teredam didalam tubuhnya terjadi,namun energi didalam batu mustika Dewa itu seakan belum juga habis.
Tingkat Dewa langit sudah dilampaui,kini menerobos ke tingkat Dewa bintang,tetapi energi dari dalam batu mustika Dewa itu masih saja mengalir dengan derasnya.
Tingkat Dewa bintang pun dilampaui,kini menerobos ke tingkat Dewa Sorga,namun energi dari batu mustika Dewa itu masih mengalir dengan kuatnya.
Barulah setelah menerobos tingkat Dewa perunggu,energi dari dalam batu mustika Dewa itu mulai terasa melemah,dan cahayanya mulai memudar.
__ADS_1
Ketika mencapai Dewa perunggu tingkat lima,barulah energi dari dalam batu mustika Dewa itu benar benar berhenti,dan warna dari batu mustika Dewa itu kini putih seputih salju layaknya.
Alex merasa ada energi sangat besar yang bergejolak didalam tubuhnya,seluruh urat urat tubuhnya menegang sebesar kelingkingan seolah mau meledak.
Tanpa menghiraukan orang orang,Alex melompat keluar dari kuil itu menuju ke ruangan terbuka yang jauh dari kuil,sedangkan semua istrinya mengikuti di belakang dan menatap dari kejauhan
Alex meledakan energi yang ada di tubuhnya saat itu ke ruang terbuka itu.
"BUM!!!!!"
Sebuah ledakan maha dahsyat terjadi,pohon pohon yang tadinya berserakan tidak karuan,kini telah menjadi debu semuanya, meninggalkan Padang gurun di sekeliling rumpun semak yang secara ajaib masih bertahan disana.
Tiba tiba langit menjadi gelap gulita,angin kencang berhembus membawa butiran air hujan yang turun deras dari langit.
Kilatan petir menyambar silih berganti ke tubuh Alex yang berdiri tegak di tengah hujan badai menentang petir pembaptisan yang sangat mengerikan.
Bukan hitungan satu,dua atau tiga Sambaran petir yang terjadi,tetapi berpuluh puluh kali Sambaran mengerikan terjadi hingga semua pakaian di tubuhnya habis terbakar semua,bahkan rambut dan alisnya pun terbakar habis,kini yang nampak di tubuhnya cuma tubuh manusia berbentuk seonggok arang hitam belaka.
Pembaptisan seorang tuan agung memang mengerikan,manusia biasa pasti akan mati gosong.
Perlahan lahan kulit tubuhnya yang hitam menjadi arang itu mulai terkoyak koyak terkena air hujan,jatuh atas tanah sekeping demi sekeping, meninggalkan kulit baru dibawahnya yang putih bersih.
Setelah semua kulitnya berganti,kini yang tampak adalah seorang Alex yang lebih tampan, dan terlihat lebih muda lagi.
Rambut dan alis yang tadi habis terbakar, secara ajaib berganti dengan rambut dan alis yang baru lagi.
Bersamaan dengan berhentinya hujan badai,tubuh Alex pun limbung dan jatuh ketanah.
Tetapi sebelum sampai ketanah,ketiga istrinya dengan sigap membopong tubuh suaminya masuk kedalam kuil dan memasangkan pakaian yang baru.
Setelah pingsan beberapa waktu,saat Alex sadar,ia sudah terbaring di lantai kuil dengan alas kain milik istrinya,dan di kelilingi oleh ketiga orang istrinya juga kedua pengawal setianya.
Alex duduk bersila di lantai kuil dengan mengatur pernapasan untuk menetralkan gejolak energi di dalam tubuhnya.
Sedangkan ketiga istrinya dan Soa Ning duduk diatas altar batu giok panjang sambil menyerap energi dari baru mustika energi dari kadal raksasa.
Liong san duduk diatas batu altar kecil untuk menyerap energi dari batu mustika itu.
*********
Tingkatan setelah Dewa surga ialah;
Dewa perunggu.
Dewa perak.
Dewa emas.
Dewa berlian.
Dewa cahaya.
__ADS_1