
Seakan mengerti perasaan hati Alex, malam yang semula cerah,tiba tiba terdengar suara petir tiga kali berdentum.
"Maap tuan,selagi terkurung didalam kerang itu,kami empat bersaudara telah bersumpah,siapa saja yang dapat mengeluarkan kami dari kerang itu,tidak perduli siapa dia,kami akan mengabdikan diri kami kepadanya,untuk itu terimalah kami sebagai abdi setia mu tuan,kami berjanji akan selalu setia kepada tuan hingga akhir hidup kami"kata dewa Timur mewakili semua saudaranya.
"Baiklah bila itu keputusan kalian,semoga kalian tidak menyesal, kalian boleh mengikuti kami"kata Alex sambil memungut kerang ajaib dari lantai.
Alex kaget melihat isi didalam kerang itu, berupa perhiasan emas permata yang tidak terhingga serta jumlah koin emas dan perak yang luar biasa banyaknya.
"Apakah seluruh harta itu milik kalian semuanya?" tanya Alex.
"Bukan tuan,mungkin milik Qiao liang"jawab dewa Utara.
"Menurut cerita dahulu, mungkin ini yang dimaksudkan pundi pundi Dewi laut yang terjatuh ketika dia sedang dalam perjalanan,sebaiknya kakak simpan saja,siapa tahu ada gunanya nanti" kata Dewi muyimaeva.
Alex segera menyimpan kulit kerang itu kedalam ruang penyimpanannya.
Malam itu mereka isi dengan bercengkrama dan saling bercerita pengalaman hidup masing masing.
Pagi pagi setelah mandi, mereka mempersiapkan sarapan untuk mereka semua.
Setelah selesai sarapan, berkata, "karena kuda kita cuma ada sepuluh sedangkan kita berlima belas orang,maka aku akan tetap bersama Dewi Jena,sedangkan kalian empat Dewi utama, silahkan pilih penumpang kalian masing masing dari dewa empat penjuru angin ini"kata Alex.
"Ah ternyata kakak sangat pintar menjadi Mak comblang bagi keempat pengawal ku ini,aku sangat setuju kak"sahut putri Helena sambil mengedipkan matanya kearah keempat pengawalnya itu.
Keempat pengawalnya itu cuma tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.
Akhirnya Dewi Arashi dengan Dewa Utara, Dewi Suli dengan Dewa selatan, Dewi Zuhaili dengan Dewa Timur,dan Dewi Candrani dengan Dewa Barat.
Mereka berkuda menembus kegelapan hutan,mendaki bukit dan menuruni lembah.
Menjelang tengah hari mereka tiba disebuah danau yang sangat besar berair tenang dan biru.
Sangkin besarnya danau ini,orang orang yang melewati jalan ini harus memutar satu hari setengah karena tidak ada rakit yang bisa membawa orang orang untuk menyeberang.
Karena memang hari sudah menjelang tengah hari,Alex dan rombongannya pun memutuskan untuk beristirahat di tepi danau ini.
Sekeliling danau ini ditumbuhi oleh pohon pohon besar dan rindang, namun tanpa semak sedikitpun,sehingga sangat nyaman untuk beristirahat.
Setelah memberi minum kuda kuda itu di biarkan makan rumput segar yang banyak terdapat di tempat itu.
"Pemandangan di tempat ini sangat indah,namun terasa mengerikan" berkata Dewi Jena bergumam sendiri.
"Ya,hawa siluman sangat kental disini,mungkin dekat dengan kerajaan siluman"jawab Dewi muyimaeva.
mereka segera memasak makanan untuk mereka maka siang ini.
Para wanita bekerja sama mempersiapkan makanan mereka.
Dari jauh sebuah perahu kecil meluncur diatas air dengan seorang yang sangat tua berada didalam nya terlihat seperti sedang memancing ikan.
Tidaklah lama,perahu kakek tua itu sampai di tempat Alex beristirahat.
Sambil keluar dari perahunya,kakek tua itu berkata, "apakah tuan dan rombongan ingin menyeberangi danau ini?"...
__ADS_1
"Tidak kek,biarlah kami mengikuti jalan melingkari danau ini, rombongan kami orangnya banyak kek"jawab Alex
"Ooh,sangat jauh memutari danau ini nak,mungkin satu setengah hari baru sampai,kalau memotong cuma setengah hari saja sampai seberang sana nak"kata kakek tua tadi.
Alex tersenyum kepada kakek tua itu sambil menggelengkan kepalanya, "tidak kek, biarlah kami memutari danau ini,tidak masalah, kami juga tidak terburu buru juga"sahut Alex.
Kakek tua itu juga tersenyum kecut mendengar jawaban dari Alex tadi.
"Kalau begitu maukah tuan membeli ikan saya ini" kata kakek tua itu sambil mengeluarkan se ekor ikan kecil,tetapi setelah di letakan di air,ikan itu berubah menjadi sebesar perahu.
Kakek tua itu menyerat ikan besar itu kedarat, dan meletakkannya di dekat Alex.
Ikan itu masih menggelepar gelegar dengan matanya yang merah menatap kearah Alex.
Tiba tiba Alex bangkit lalu menendang ikan besar itu hingga melayang dan hilang diseberang danau,entah jatuh di mana.
Semua yang hadir nampak sangat terkejut melihat sikap Alex pada kakek tua itu.
Alex yang biasanya sangat menghormati orang tua,kali ini seperti bersikap kurang ajar.
Bahkan Dewi muyimaeva nampak terperangah melihat sikap sang suami kali ini.
"Cukup,cukuplah Surya, jangan buat aku marah lebih jau lagi,sebagai seorang dewa, seharusnya kau lebih bijak bersikap"kata Alex sambil menunjuk kearah muka kakek itu.
Dan secara ajaib,ketika Alex menunjuk wajah sang kakek tua itu,tiba tiba wajah sang kakek tua berubah menjadi wajah seorang pemuda tiga puluhan tahun.
Yang sangat terkejut tentu saja Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena melihat wajah laki laki itu.
"Dewa Surya?".
"Dewa Surya?".
"Ha ha ha ha,ternyata kau tidak bisa di bohongi anak muda,mata mu sangat awas,aku cuma ingin mengambil hak ku,serahkan Dewi Lunar Jena pada ku dan kau kubiarkan selamat ketempat tujuan mu"kata Dewa Surya ketus
"Hei bocah kecil,Dewi Lunar Jena adalah hak mu,apakah Dewi Bulan ada menyerahkannya kepada mu?,dia adalah istri ku yang sah,dan siapapun yang mencoba mengambilnya dari ku maka nyawanya harus keluar dari raganya"kata Alex ketus.
Sekali lagi Dewa Surya tertawa terkekeh kekeh mendengar perkataan Alex.
"Ha ha ha ha,lucu,kau terlalu banyak menghayal,jangan kau kira dengan banyaknya dukungan duri para Dewi kuau bisa berkata kata sombong di hadapan Dewa Surya,kau akan kuberi pelajaran yang membuat kau seribu tahun tetap mengingatnya"kata Dewa Surya dengan keyakinan yang tinggi.
"Benarkah?,tunjukan sekarang bila memang kau jaya, perlihatkan kepada ku bagai mana caranya kau membuatku menyesalinya hingga seribu tahun,lakukanlah!" bentak Alex dengan keyakinan tinggi.
Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena sangat khawatir dengan kata kata Alex,karena mereka tahu kemampuan dari dewa Surya itu.
Dewa Surya mengangkat tangannya keatas dan tangan itupun berwarna putih,itulah pukulan telapak matahari tingkat akhir,siapapun yang terkena pukulan itu akan hancur menjadi abu.Alexpun melakukan hal yang sama,tangannya terangkat keatas dan berubah menjadi putih kemilau bercahaya sangat terang benderang.
"BUM!!!"...
Sebuah dentuman maha dahsyat terdengar menggema di pinggir danau itu.
Sangkin hebatnya dentuman itu,sehingga air danau pun muncrat keudara hingga Beratus ratus Depa tingginya,dan air danau pun kering hingga dasarnya kelihatan.
Dewa Surya nampak mundur hingga sepuluh langkah sedangkan Alex nampak tak bergeming dari tempatnya.
__ADS_1
Nampak Dewa Surya sangat marah melihat kenyataan Alex bisa mengimbangi pukulannya, bahkan sedikit diatas dirinya.
Dia tidak tahu kalau Alex baru menggunakan separo dari tenaganya, bila Alex menambah lagi,niscaya Dewa Surya tidak akan mampu bertahan.
"Kau kira sudah lebih unggul dari ku he?, dengarlah anak muda,aku dewa Surya tidak akan terkalahkan oleh siapapun juga, apalagi cuma bocah kecil seperti mu"kata dewa Surya sambil menangkupkan kedua telapak tangan di depan dadanya.
"Blus!".
Cahaya biru menyelimuti tubuh dewa Surya,dan setelah cahaya itu pudar,nampak tubuh sang dewa Surya sudah berubah menjadi sosok seorang Dewa bersayap empat pasang.
"Jadi engkau bangga memamerkan empat sayapmu dihadapan ku?,padahal kau tidak lebih cuma budak ku, pembantu ku,pesuruh ku, masihkah kau bangga memamerkan kebodohan mu itu?"tanya Alex.
Mendengar itu tentu saja dewa Surya menjadi sangat murka.
Seumur hidupnya belum ada seorang jua pun yang berani menghinanya sedemikian rupa.
Tanpa pikir panjang lagi, dia menyerang Alex dengan kepakan empat Pasang sayap nya itu.
Namun tubuh Alex tiba tiba bercahaya putih terang,dan tubuhnya pun kini telah berubah, matanya kini berwarna putih seperti mutiara, rambutnya kuning seperti emas,dibelakangnya terbentang seratus sayap berwarna warni dari permata,serta sebuah mahkota bertengger di kepalanya dengan sebutir berlian berwarna biru di tengah tengah dahinya,ya itulah berlian semesta,berlian yang bila dilihat didalamnya terdapat alam semesta ini.
Sayap dibelakang Alex berkepak,dimana setiap kepalannya,berhamburan cahaya warna warni keluar dari udara seperti buih keluar dari air.
Untuk kedua kalinya Dewi muyimaeva dan para wanita yang lainnya terpana melihat wujud Alex untuk kedua kalinya ini,mulut mereka sampai ternganga.
Yang lebih parah tentu saja Dewi Lunar Jena yang melihat hingga mulutnya ternganga dan air liurnya menetes tak terasakan lagi olehnya.
Sedangkan ke empat dewa empat penjuru angin tidak bisa berkata kata lagi,dengkul mereka sampai bergetar tidak lagi mampu menopang tubuh mereka sendiri.
"Jangan pongah dengan kedewaan mu hai Surya, engkau benar benar masih bocah kecil berbau Pesing bagiku, engkau baru ditugaskan mengawasi satu matahari,namun kau sudah merasa dirimu dewa semesta,kau belum apa apa wahai Surya,di semesta ini terdapat milyaran dewa Surya yang lain nya,semuanya tunduk dibawah telapak kakiku,juga terdapat milyaran dewa Candra yang lain yang semuanya menghamba di kaki ku, dahulu,sekarang dan nanti adalah aku,yang tampak dan tidak tampak,yang diam dan bergerak adalah karena aku dan semua menghamba kepada ku, aku adalah yang paling kecil diantara yang paling besar,dan yang paling besar diantara yang paling kecil"Suara Alex sekarang menggema seakan langit juga mendengarkannya.
Melihat kenyataan itu,tiba tiba dewa Surya yang bangga dengan kedewaan nya menjadi gemetar.
Dia pernah mendengar Dewa dengan seratus sayap adalah dewa agung junjungan para dewa dilangit,dan seluruh dewa di langit cuma abdinya saja.
Tangan Alex bergerak seperti menadah lurus kearah Dewa Surya,dari tubuh Dewa Surya keluar cahaya putih kebiruan seperti tersedot kearah Alex.
Keempat sayap Dewa Surya nampak seperti meleleh tersedot kearah Alex.
Hingga beberapa saat kemudian,tubuh Dewa Surya terduduk bersimpuh di depan Alex seperti manusia biasa.
"Seluruh kemampuan mu sudah kutarik kembali, asalnya dari ku,dan kuambil kembali,karena kau sudah berusaha menipuku dengan wujud orang tua mu itu,maka ku kabulkan wujud orang tua itu menjadi wujud mu sekarang,hiduplah selayaknya seorang pertapa dan ber tapa lah selama seribu tahun,bila kau benar benar menyesali kelakuanmu,maka seribu tahun kemudian semua kekuatan mu akan ku kembalikan,tetapi bila terbersit dihati mu rasa dongkol maupun menyalahkan orang lain,maka sebelum seribu tahun kau akan mati terbunuh oleh seseorang dan akan dimasukan di neraka penyiksaan selamanya"kata kata Alex kembali terdengar membahana.
Dan setelah kata kata Alex selesai,wujud Dewa Surya pun berubah kembali menjadi orang yang sudah sangat tua sekali.
"Kini kau adalah pertapa tua danau guci,tinggallah di danau guci ini sambil menghabiskan masa hukuman mu,dan tugas mu adalah menundukkan s dan mengawasi seluruh siluman danau guci ini agar tidak lagi mengganggu manusia"kata Alex sambil mengibaskan tangannya dan kakek tua pemancing sebagai wujud kutukan dewa Surya tadi hilang entah kemana.
Kini tubuh Alex pelan pelan kembali seperti sedia kala namun seperti orang yang kehabisan tenaga,tubuhnya jatuh ketanah.
Namun sebelum tubuh itu benar benar jatuh, Dewi Lunar Jena yang kebetulan berada didekat nya segera merangkul tubuh sang suaminya itu agar tidak terhempas ketanah.
Siang itu sedikit kegemparan terjadi.
*********
__ADS_1