Mr Matrix

Mr Matrix
Sayembara.


__ADS_3

Pertarungan antara pangeran Ju Seng Kuan melawan putri Xiu Ying berlangsung dengan serunya.


Dengan menggunakan jurus kelima dari sembilan jurus sembilan putaran Dewi kematian milik nya,putri Xiu Ying tiba tiba bergerak jig jag dan sukar untuk di prediksi arah serangan nya.


Pangeran Ju Seng Kuan yang sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya terkagum kagum dengan kehebatan dari putri mahkota negeri Yuo ini.


Dia yakin ini belum yang terakhir dari sang putri cantik jelita ini,pasti masih banyak simpanan energi maupun jurus jurus berbahaya nya.


Kini pertarungan menjadi seimbang kembali, tinggal tingkat kultipasi saja lagi yang menentukan siapa yang mampu bertahan lama serta bergerak cepat.


Akhirnya putri Xiu Ying menambah energi serangannya menjadi tiga perempat kekuatannya,sehingga serangannya menjadi kian cepat,kian bertenaga dan kian berbahaya.


Akhirnya pada jurus ke tiga puluh,pangeran Ju Seng Kuan melompat mundur kebelakang beberapa tindak.


Setelah mendarat,dia segera membungkukan badannya menjura di hadapan putri Xiu Ying.


"Putri,saya menyerah kalah,tuan putri memang luar biasa hebat,hamba mengaku kehebatan dari tuan putri, semoga tuan putri menemukan yang tuan putri cari kelak,doa hamba menyertai langkah tuan putri!"kata pangeran Ju Seng Kuan sambil melompat keluar arena itu.


"Terimakasih tuan pangeran,anda juga sangat hebat,selama hidup ku,cuma tuan yang berhasil mendesak ku mengeluarkan jurus hingga ketingkat lima,anda hebat pangeran,seandainya tidak ada yang saya cari,tentu saya akan memilih tuan pangeran,tetapi ada seseorang yang saya tunggu dan saya cari, maapkan saya,dan terimakasih sudah mau bermain main dengan saya,doa saya juga menyertai pangeran, semoga mendapatkan seseorang seperti yang tuan pangeran dambakan!" kata putri Xiu Ying dengan tulus.


"Peng!!".


Suara tabuhan terdengar lagi,pertanda pertandingan ketiga sudah usai.


"pertandingan ketiga selesai dengan kemenangan di pihak Putri Xiu Ying yang cantik jelita serta tangguh luar biasa,untuk penantang yang ke empat adalah seorang pangeran tampan dari negeri Luo bernama pangeran Guan Cai Liang,untuk penantang dipersilahkan masuk!"terdengar suara nyaring dari protokol istana.


Berikutnya seorang pemuda tampan dan gagah terlihat memasuki arena pertandingan dengan langkah gagah serta sikap yang angkuh.


Setelah berhadap hadapan, pemuda itu nampak tersenyum dan tebar pesona dihadapan Putri Xiu Ying.


"Pangeran,bersungguh sungguhlah,dan berhati hatilah,karena kita sedang bertanding,bukan sedang berlatih apalagi bermain main"kata Putri Xiu Ying mengingatkan pangeran Guan Cai Long.


Namun pangeran Guan Cai Long yang terlanjur angkuh serta tinggi hati itu menganggap peringatan dari putri Xiu Ying justru karena sang putri sudah ada hati kepada nya.


Maka dengan cengar cengir dan nada angkuh,sang pangeran berkata, "terimakasih putri untuk ke khawatiran mu itu,akan kubuktikan bahwa diantara semuanya,akulah yang paling pantas untuk menjadi pendamping mu selama lamanya,mereka semuanya tidak ada artinya bagi, mereka cuma sampah bagi ku,aku pasti berhasil menjadi suami mu putri!"...


"Sudahlah,buktikan saja kata kata mu,bukankah kau kesini dengan tujuan bertarung mengalahkan aku,bukan bicara omong koson belaka kan" kata putri Xiu Ying kepada pangeran Guan Cai Liang.


Tanpa berbasa basi lagi,pangeran Guan Cai Liang segera menyerang kearah putri Xiu Ying dengan jurus jurus nya.


putri Xiu Ying meladeni serangan dari pangeran Guan Cai Liang dengan jurus sembilan putaran Dewi kematian tingkat tiga nya.


Pangeran Guan Cai Liang dengan jurusnya memang tidak seberapa hebat,tetapi dengan tingkat kelicikan nya yang tinggi,membuat jurus biasa menjadi berbahaya.


Untunglah Putri Xiu Ying yang sudah kenyang menghadapi berbagai pertarungan itu sudah menduga dari saat melihat pertama kalinya,dia sudah tahu kalau pangeran yang satu ini memiliki sifat yang sangat licik.

__ADS_1


Ditambah lagi putri Xiu Ying adalah murid satu satunya dari Dewa Lonceng Kematian, sehingga berbagai ulah licik dari pangeran Guan Cai Liang menjadi tidak ada gunanya sama sekali terhadap putri Xiu Ying.


Untuk mengatasi kelicikan dari pangeran Guan Cai Liang, Putri Xiu Ying meningkatkan ke kegesitan dan kecepatan nya bergerak yang luar biasa cepat nya itu.


Pada satu ketika, pangeran Guan Cai Liang menyarangkan serangan tinjunya kearah pelipis kiri putri Xiu Ying.


Dengan gerakan cepat,sang putri menangkis dengan tangan kiri nya.


Tetapi ternyata itu cuma pancingan belaka,ketika sang putri menangkis dengan tangan kirinya,tiba tiba dari genggaman tangan sang pangeran berhamburan bubuk putih di udara.


Dengan menutup mata dan penciumannya,putri Xiu Ying bergerak menghindar dengan mengandalkan pendengarannya yang super sensitif itu.


Sementara pangeran Guan Cai Liang menjadi semakin geram melihat usahanya menjadi sia sia.


Tangan pangeran Guan Cai Liang mengibaskan sesuatu kearah putri Xiu Ying,dan ratusan jarum kecil sangat beracun pelumpuh syaraf berterbangan kearah putri Xiu Ying.


Bukan main geramnya putri Xiu Ying melihat kelakuan dari pangeran Guan Cai Liang ini,maka dengan sekuat tenaga di kibaskan nya tangannya kearah pangeran Guan Cai Liang,dan serangkaian angin berkekuatan dahsyat menghantam jarum jarum beracun itu hingga mental berbalik ke arah pangeran Guan Cai Liang.


Tanpa ampun lagi, ratusan jarum beracun sangat kuat itu berbalik menghantam kearah pemilik nya sendiri dan menancap. dalam disana sini diseluruh tubuh nya.


"Bruaak!!".


Terdengar suara nyaring ketika tubuh pangeran Guan Cai Liang terhempas ketanah dalam keadaan pingsan.


"Pemuda seperti ini tidak pantas untuk siapapun wanita yang bermartabat,pemuda angkuh dan culas, menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan,meskipun cara itu salah dan buruk,aku muak dengan pemuda semacam itu!"kata kata putri Xiu Ying menggema,membuat suasana menjadi hening seketika.


"Peng!!".


Tabuhan di pukul kembali,dan protokol istana pun berbicara dengan lantang dan nyaring, "pertandingan ke empat di menangkan oleh yang mulia putri Wang Xiu Ying,, dan untuk selanjutnya,pada sesi terakhir kami persilahkan kepada para penonton yang mungkin ingin mencoba peruntungannya, silahkan masuk ke arena laga ini!"...


Hening sesaat tidak ada satupun yang bicara, seperti bara tersiram air,sunyi seketika.


"Baiklah sekali lagi kami persilahkan kepada para pemuda yang kebetulan berhadir sekarang dan merasa memiliki talenta untuk itu,silahkan masuk karena sayembara ini!" kata protokol istana dengan suara yang nyaring dan lantang.


Tetapi para penonton masih saja sunyi senyap,tidak ada tanggapan apa apa.


"Untuk yang terakhir kalinya sebelum acara hari ini kita tutup,siapa saja yang berminat mengikuti sayembara ini dan kebetulan memiliki talenta untuk itu,silahkan masuk ke arena yang sudah di persiapkan,tidak usah sungkan!!" kata protokol istana dengan suara lantang dan nyaring.


Tiba tiba dari arah gerombolan penonton, muncul seorang pemuda berjubah putih dengan rambut panjang sebahu bergelombang dan bola mata yang aneh karena berlainan warna antara kiri dan kanannya,seaneh warna rambutnya.


Pemuda itu tentu saja Alex yang sedari awal sudah melihat pertandingan dari tengah tengah penonton.


"Tuan putri izinkan saya mencoba peruntungan nasip saya,siapa tahu dewa kebaikan sedang berpihak ke pada saya!"kata Alex sambil melangkah memasuki arena laga itu.


Putri Xiu Ying menatap kearah Alex,namun tiba tiba jantungnya berdetak kencang tatkala tatapan mata mereka beradu.

__ADS_1


Seperti ada kerinduan yang sekian la terpendam dan terkubur di dasar hati,kini tiba tiba bangkit kembali.


Entah mengapa putri Xiu Ying merasa sangat familiar dengan tatapan mata itu,tetapi dia tidak bisa mengingat siapa dan dimana dia pernah bertemu tatapan mata teduh namun penuh kharisma itu.


"Eh,,i iya silahkan tuan muda,sebelumnya silahkan daftarkan diri tuan kepada protokol istana itu!"kata putri Xiu Ying terbata bata sambil menunjuk kearah protokol istana.


Alex langsung mendatangi sang protokol istana yang sedang duduk di belakang meja sambil memperhatikan mereka.


Setelah berbincang bincang sebentar dan sang protokol istana menulis nama Alex di papan pengumuman.


"Peng!!".


Alat tabuhan dipukul,dan sang protokol istana pun kembali berbicara dengan suara lantang dan nyaring, "Baiklah,kita kedatangan seorang tamu dari tempat yang sangat jauh dan mencoba peruntungan nasibnya di arena sayembara ini,inilah dia seorang pemuda tampan dari negeri Fangkea yang entah dimana negeri itu,pemuda ini bernama Alexander,untuk tuan muda Alexander silahkan memulainya !"...


Alex menjura ke arah sang Kaisar dan keluarganya lalu kearah putri Xiu Ying serta kearah para penonton yang mulai bersorak Sorai gembira.


"Tuan muda silahkan di mulai,bersungguh sungguh lah serta berhati hatilah,kita sedang bertarung bukannya sedang berlatih apalagi main main,mulailah menyerang tuan!"kata putri Xiu Ying mengingatkan.


"Terimakasih tuan putri,bersiap siaplah!" kata Alex sambil memulai serangannya kepada putri Xiu Ying.


Alex menggunakan jurus sembilan langkah Dewa tingkat ketiga nya,dan di kombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat Dewanya.


Alex sengaja melancarkan jurus jurus yang kelihatannya tidak bertenaga,tetapi sebenarnya sangar kuat sekali.


Beberapa kali tangan mereka bertemu,putri Xiu Ying merasa tangannya sangat sakit seperti menghantam bayangan baja saja layaknya.


Putri Xiu Ying meningkatkan serangannya menggunakan jurus sembilan putaran Dewi kematian tingkat empat.


Namun tanpa meningkatkan jurusnya sedikitpun,Alex justru bisa mengimbangi serangan dari Putri Xiu Ying.


Kini putri Xiu Ying kembali meningkatkan jurusnya menggunakan jurus sembilan putaran Dewi kematian tingkat lima nya,serangannya menjadi semakin cepat semakin bervariasi dan mengincar titik titik berbahaya Alex.


Tetapi Alex tetap saja tidak tersentuh oleh putri Xiu Ying.


Tiga perempat energi nya sudah dipergunakan, tetapi tetap saja tubuh Alex serasa tak tersentuh,pemuda itu seperti dapat berpindah pindah tempat sesuka hatinya, dan sang putri seperti mengejar ruang kosong saja rasanya.


Kini putri Xiu Ying mempergunakan jurus ke enam dari sembilan jurus saktinya yaitu jurus sembilan putaran Dewi kematian.


Namun tetap saja Alex seperti tidak tersentuh oleh tangannya,dia merasa seperti seorang murid yang sedang diajarin oleh gurunya.


Hingga detik itu Alex belum sekalipun melancarkan serangannya kepada putri Xiu Ying,seandainya Alex melakukan serangan,tentu sang putri sudah tumbang sedari tadi.


Hal itu sangat dirasakan oleh sang putri sendiri, ada rasa bahagia juga ada rasa penasaran di dalam hatinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2