Mr Matrix

Mr Matrix
Dewi Azume.


__ADS_3

Alex berjalan mengikuti Dewi Azure dari belakang, sementara di belakang Alex berjalan beriringan para istri,tetapi para pengawal tidak di perkenankan untuk ikut masuk,entah apa alasan Dewi Azure.


Mereka memasuki sebuah ruangan cukup besar.


Dari aura yang di tampilkan, Alex tahu bahwa dinding ruangan itu sangat tebal dan tidak bisa di tembus dengan apapun.


Ditengah tengah ruangan itu ada sebuah meja terbuat dari batu giok namun tinggi nya cuma sekitar satu jengkal saja dari lantai.


Di atas meja giok itu ada sebutir telur terbuat dari batu giok berwarna biru muda,dengan besarnya sebesar gentong air,dan transparan sehingga isi didalam batu giok itu terlihat dari luar.


Di lihat dari luar,nampak didalam batu giok besar itu ada seorang gadis sedang duduk dalam sikap sempurna tanpa sehelai benang pun di tubuh nya.


Rupanya itulah alasan mengapa Dewi Azure tidak memperkenankan para pengawal khusus nya yang laki laki untuk ikut serta kedalam ruangan itu.


"Inilah permata liontin Dewi Semesta itu tuan, dia sudah bergabung dengan batu mustika hamba selama seratus ribu tahun dan menyerap semua kesaktian hamba,itulah makanya batu mustika ini menjadi incaran semua orang di seluruh semesta ini, hamba sudah sering berkomunikasi dengannya lewat telepati, dan Dewi ini sejatinya adalah putri hamba karena terlahir dari rahim hamba sebagai batu mustika Dewi Naga, hamba menamakannya Dewi Azume tuan,dia hanya bisa terlahir sempurna dengan tetesan darah tuan ku"kata Dewi Azure.


Alex maju kedekat telur raksasa itu,di gigitnya jari manis sebelah kanannya hingga berdarah,dan darah itu dia teteskan di atas telur raksasa yang terbuat dari batu giok itu.


Setelah terkena tetesan darah Alex,darah itu menjalar seperti akar yang melilit cangkang telur itu.


Dari aliran darah yang meliputi sekeliling telur raksasa itu,terlihat mulai retak retak bersama keluarnya cahaya putih kemilau dari dalam cangkang telur raksasa itu.


"Prang!!".


Tiba tiba cangkang telur raksasa itu hancur berantakan menjadi kepingan kepingan kecil kecil.


Diatas meja giok berbentuk altar itu kini terlihat seorang gadis sangat cantik jelita luar biasa sedang duduk dalam sikap sempurna namun tanpa sehelai benang pun di tubuh nya.


Beberapa saat kemudian, gadis cantik jelita itu membuka matanya,yang pertama di lihatnya adalah wajah Alex, barulah dia menoleh kearah Dewi Azure, "ibu,apakah kau ibu ku?"...


Dewi Naga Azure itu tiba tiba terisak menangis, tidak kuasa membendung perasaannya, "ya akulah ibu mu,kau Dewi Azume putri dari Dewi Azure sang Dewi Naga"...


Dewi Amarila segera mengeluarkan pakaian nya untuk Dewi Azume.


Setelah Dewi Azume berpakaian,barulah mereka keluar dari ruangan itu.


Memang gadis inilah gadis tercantik di kolong jagad,seakan kecantikan seluruh wanita bila digabungkan cuma sebanding dengan seperempat kecantikan Dewi Azume ini.


Setelah Dewi Azume berpakaian lengkap, barulah mereka keluar dari ruangan itu,dan bersama para pengawal menuju ke ruangan tengah istana itu.

__ADS_1


Sedari tadi Dewi Azume mencuri curi pandang menatap kearah Alex, perasaan hatinya seakan mengenal akrab dengan pemuda itu.


"Ibu,siapakah mereka bu,kenapa aku seperti mengenal mereka?" tanya Dewi Azume kepada Dewi Azure.


"Nak di awal kejadian, dialah tuan mu,dan dia datang berniat menjemput mu kembali anakku"kata Dewi Azure pada putrinya.


Memang Dewi Azume sudah ratusan ribu tahun menyerap inti sari dari ilmu pengetahuan Dewi Azure,sehingga segala kepandaian Dewi Azure, dia juga bisa.


Roh liontin Dewi semesta ini ketika menyatu dengan batu mustika Dewi Naga,berkultipasi menyerap semua energi dari Dewi Azure yang sakti sedikit demi sedikit,hingga ratusan ribu tahun di dalam rahim Dewi Azure menjadi mustika yang sangat sakti.


Siapa saja yang bisa menyerap energi dari batu mustika ini,niscaya akan menjadi sakti tak terkalahkan seperti Dewi Azure juga.


Itulah mengapa mustika Dewi Naga ini menjadi rebutan para pendekar baik dari golongan manusia maupun golongan mahluk,semua menginginkan mustika yang sangat berharga ini, karena cuma dengan mendapatkan mustika Dewi Naga ini saja,sama dengan berkultipasi ratusan ribu tahun lamanya,siapa yang tidak tergiur.


Seperti saat ini,baru saja mereka bernafas lega, tiba tiba dari luar istana terdengar bergemuruh suara di langit seperti suara Guntur.


Dewi Azure segera berlari keluar istana di ikuti oleh semua yang ada di ruangan itu.


Ternyata di luar terlihat di atas langit,seekor Naga merah besar sedang meliuk liukan tubuh nya.


Dari tubuh nya terlihat lidah lidah petir keluar menyambar sana sini.


"Groorr, hei Dewi Azure,serahkan batu permata itu kepada ku, jika tidak,maka istana mu ini akan ku buat menjadi debu groorr!!" suara sang Naga Halilintar menggema di udara.


"Hei Naga t*l*l, dengarkan,mustika itu sudah menjadi milik pemuda itu,dialah yang lebih berhak dari pada siapapun juga!"kata Dewi Azure sambil menunjuk kearah Alex.


"Kau jangan coba coba membohongi ku Azure, mana mungkin mustika sangat berharga itu bisa kau serahkan begitu saja kepada pemuda ingusan itu "kata Naga Halilintar tidak percaya. begitu saja.


"Itu terserah kepada mu Naga Halilintar,coba kau lihat gadis cantik berpakaian biru muda yang berdiri disisi pemuda itu,nah itulah mustika yang kau katakan itu,dialah Dewi Azume putri ku,jelmaan dari mustika Dewi Naga yang menyatu dengan roh permata illahi, sehingga menjelma menjadi seorang gadis cantik jelita itu!"kata Dewi Azure kepada Naga Halilintar.


"Kalau begitu serahkan gadis itu untuk ku hisap sari Pati nya,aku sudah menantikan ribuan tahun untuk bisa memiliki mustika mu,sekarang kesempatan tidak akan ku sia siakan,cepat serah kan gadis itu!" teriak sang Naga Halilintar menggelegar di langit.


Alex maju kedepan, "kau sungguh jumawa Naga Halilintar,kau ingin memaksakan kehendak mu memiliki sesuatu yang bukan menjadi milik mu!"...


Dengan mata merah, sang Naga Halilintar itu menatap kearah Alex.


"Hei manusia kecil,sekali injak tubuh mu akan gepeng,ku kunyah pun tubuh mu nyangkut disela gigi ku,berani sekali kau berkata seperti itu kepada ku!" kata Naga Halilintar marah.


Dewa Samudra dan Dewa Lonceng Kematian maju bersama mendengar perkataan sang Naga Halilintar itu, tetapi Alex mengangkat tangannya memberi isyarat agar mereka diam saja.

__ADS_1


"Kau pikir dengan tubuh besar sudah pasti bisa menang,sungguh pikiran yang dangkal Naga Halilintar,kalau kau anggap tubuh besar adalah pemenang,maka lihat baik baik diri ku saat ini agar kau mengerti siapa aku!"kata Alex nyaring.


Alex cuma berdiri sambil melipat kedua tangan nya didada,dan tiba tiba tubuh sang Naga Halilintar terlihat bergetar hebat,dan matanya terdongak keatas,seperti melihat sesuatu yang sangat besar luar biasa.


"Ba bagai mana bisa tubuh mu bisa menjadi lebih besar dari ku?"tanya Naga Halilintar bingung.


"Tentu saja bisa,aku bisa sebesar dunia ini bila aku menginginkan nya, bahkan lebih besar lagi, aku ada di tengah ketiadaan, sedangkan kau ada di dalam ketiadaan,camkan itu"kata Alex menggema.


"Tidak!, tidak!, ini pasti sihir mu saja,kau pikir bisa mempengaruhi ku dengan sihir murahan mu itu?,he he he he,kau salah nak,kau perlu belajar lebih banyak lagi bila ingin melawan Naga Halilintar,kau cuma pecundang tak berguna bagiku nak,kau manusia sampah!"kata Naga Halilintar marah.


Kini amarah Alex mulai naik mendengar perkataan dari Naga Halilintar yang sudah keterlaluan itu.


"Ucapan mu sangat keterlaluan cacing kecil, cuma karena tubuh mu besar,kau menjadi jumawa dan angkuh,kau kira ukuran tubuh adalah segalanya,baiklah,terimalah ini,RANTAI REMUK RAGA!!" teriak Alex dan bersamaan dengan itu,dari tangan Alex melesat seberkas cahaya mirip rantai yang langsung membelit sekujur tubuh Naga Halilintar.


"Groorr!, groorr!,groorr!" terdengar suara jeritan dari mulut sang Naga Halilintar berusaha melepaskan jeratan rantai peremuk raga milik Alex .


Tetapi semakin dia bergerak dan berusaha melepaskan jeratan rantai aneh itu,semakin pula rantai itu menegang dan mengencang,hingga pelan namun pasti ,rantai itupun mulai terpendam masuk kedalam daging sang Naga Halilintar menyisakan darah bercucuran.


"Groorr!,ampun tuan, ampun tuan,tobaaat, ampun tuan!" jeritan dari mulut sang Naga Halilintar menggema naik ke langit.


"Andai cuma kau katakan aku tidak berguna,aku pasti memaafkan kamu, dan andai kau katakan aku pecundang,aku juga pasti memaafkan kamu, tetapi kau katakan aku manusia sampah,itu suatu penghinaan yang sangat keterlaluan Naga Halilintar,hari ini akan ku hapus nama naga Halilintar dari atas dunia,dan ku pastikan kau tidak akan bereinkarnasi menjadi apapun juga selamanya!" kata Alex dengan sangat murka nya.


Alex menggenggam kan tangan nya kuat kuat dan;


"Prak!".


Terdengar suara berderak bersama dengan jeritan dari Naga Halilintar,rantai remuk raga pun menegang sangat kuat dan berderak menyisakan tubuh sang Naga Halilintar menjadi potongan kecil kecil.


Semuanya sunyi dan sepi menyaksikan kematian dari Naga Halilintar dengan sangat sadis nya itu.


"Hebat!, hebat!, hebat!, pertunjukan kekejaman yang tiada dua nya,kau memang pantas di buang dari ke Dewa an menjadi manusia hina,kekejaman mu di luar nalar!" tiba tiba terdengar suara disertai tepuk tangan dari seorang pemuda tampan berpakaian serba kuning yang mengambang di udara.


"Tuan ku,dia Dewa Nuwang, Dewa yang selalu membenci tuan ku sejak dahulu kala,berhati hatilah tuan,ilmu nya sangat tinggi" bisik Dewa Samudra kepada Alex lewat telepati.


Mendengar itu,Alex cuma tertawa terbahak bahak saja, "he he he he, Nuwang, aku memang manusia hina,bukannya Dewa,tetapi aku bukan di ciptakan Dewi Nuwa dari tanah liat kotor,bahkan akulah yang menciptakan Dewi Nuwa"jawab Alex.


Sontak wajah Dewa Nuwang menjadi merah padam,karena kata kata Alex tepat mengena ke dirinya,dia di ciptakan Dewi Nuwa dari tanah liat hitam yang kotor.


Karena perasaan benci dan dendam itulah,maka dahulu kala dia mengatur cerita agar sang Dewa dan Dewi Xihe berantakan,dan ulahnya berhasil dengan baik.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2