Mr Matrix

Mr Matrix
Dewi Azure.


__ADS_3

Alex seperti mendengar suara liung Dewa masuk langsung kedalam hati nya.


"Apakah kau yang bicara liung Dewa?"tanya Alex .


"Iya benar tuan ku,memang hambalah yang sudah berbicara langsung kedalam hati tuan ku,karena hamba cuma bisa berbicara langsung kedalam hati tuan ku,dan cuma bisa dengan tuan ku saja!"kata liung Dewa.


Liung Dewa tiba tiba merendahkan tubuh nya, "naiklah ke punggung hamba tuan ku,akan hamba bawa tuanku melihat lihat tempat ini ,dan terbang seperti dahulu kala tuan ku"kata liung Dewa itu memohon kepada Alex .


Alex segera melompat ke punggung liung Dewa dan duduk dengan tenang diatas punggung sang Naga kecil itu.


Liung Dewa itupun melesat ke angkasa dengan cepatnya.


Dari ketinggian Alex bisa melihat bahwa pohon itu begitu besar dan tinggi luar biasa.


"Betapa luar biasa besar pohon ini ya liung Dewa,aku baru melihat pohon sebesar ini seumur hidup ku liung"kata Alex bicara dari dalam hati sama seperti dia berbicara dengan Dewa Pegasus dahulu.


"Inilah pohon Dao itu tuan,yang orang bilang pohon kehidupan itu,sebenarnya tuan mengenal pohon ini dan pohon ini juga kenal dengan tuan,tetapi tuan tidak bisa mengingatnya, kami melihat jiwa tuan, bukan raga tuan,raga tuan boleh berganti ganti, tetapi jiwa tuan tetap sama dari awal penciptaan hingga sekarang,jiwa itu tidak bisa berubah ubah,juga tidak bisa terhanyut oleh waktu dan masa tuan, badan boleh tua, tetapi jiwa tuan akan tetap seperti itu selamanya tuan, selama beberapa kelahiran tuan, baru sekarang tuan memiliki tubuh yang hampir mirip dengan rupa jiwa tuan "kata Liung Dewa.


"Liung Dewa,apakah kau tahu dimana permata ke dua puluh satu milik ku itu?"tanya Alex .


"Tahu tuan,permata itu berada tidak begitu jauh dari sini,tetapi banyak bahaya yang menunggu di sekitar permata itu,dan hamba sudah beberapa kali berusaha mengambil permata itu,tetapi hamba tidak berhasil,bahkan nyawa hamba nyaris melayang tuan,maapkan hamba,bukannya hamba membiarkan permata itu,tetapi hamba tidak mampu tuan"kata liung Dewa dengan jujur.


"Kau tidak salah liung,biarlah nanti aku sendiri yang akan mengambil permata milikku itu,kalau boleh tahu,siapakah yang sudah menyimpan permata ku itu liung ?"tanya Alex .


"Tuan ku,permata itu terlahir sebagai mustika seekor Dewi Naga bernama Azure,karena Dewi Naga setiap seratus ribu tahun akan mengeluarkan sebutir mustika sakti,nah permata tuan ku itu sekarang terlahir sebagai sebuah mustika seekor Dewi Naga yang sangat sakti bernama Azure, sudah banyak mahluk yang ingin merebut mustika itu,tetapi tidak satupun yang berhasil, karena Dewi Azure memiliki kesaktian yang luar biasa hebat tuan ku"kata liung Dewa.


"Tidak salah nya kita mencoba dengan mendatangi Dewi Azure secara baik baik,permata ke duapuluh satu itu merupakan permata sebagai liontin kalung ku Liung,dan aku harus mendapat kannya"kata Alex tegas.


Mereka terus berkeliling di sekitar pohon Dao kehidupan itu.


Setelah puas berkeliling,mereka pun kembali ke tempat tadi dimana para istri Alex sudah menunggu nya.


"Bagai mana kak,apakah kakak melihat kesekeliling pohon besar ini?"tanya Dewi Mei Hua.


"Iya,aku sudah mengelilingi pohon ini bersama liung,dan pohon ini memang sangat besar,pohon nya mungkin sebesar sebuah kota dan dahannya hampir seperempat negeri,pohon ini adalah pohon Dao kehidupan,pohon yang cuma ada satu satunya di semesta ini"kata Alex menerangkan.


"Waaoo,inikah pohon Dao kehidupan itu, panjang umur,akhirnya aku melihat pohon keramat ini,konon menurut ibu,pohon ini memiliki kehendak sendiri"kata Dewi Mei Hua lagi.


"Sekarang kita akan kemana kak?"tanya Putri Xiu Ying.


"Kita akan ke istana Dewi Naga Azure,karena kata liung Dewa,bahwa permata kedua puluh satu itu ada pada Dewi Azure dan sedang di perebutkan oleh semua mahluk di semesta ini,kita harus secepatnya ke sana!"kata Alex.


"Kalau begitu kita harus segera turun dari pokok Dao kehidupan ini kak"Ratu Pramestiya menyela pembicaraan mereka semua.


Namun belum lagi Alex memberikan tanggapannya,tiba tiba liung Dewa bersuara dengan suara yang tidak satupun di mengerti mereka,kecuali Alex seorang.

__ADS_1


"Kata liung Dewa ini,dia akan memanggil beberapa anak buah nya untuk membawa kita ke istana Dewi Azure!"kata Alex menjelaskan maksud dari suara liung Dewa itu.


Liung Dewa tiba tiba bersuara sangat panjang dan nyaring mirip terompet.


Tidak seberapa lama,dari arah selatan muncul dua puluh ekor liung dengan beraneka warna,ada yang hijau,ada yang kuning, dan ada juga yang merah menyala.


Kalian boleh memilih mau liung yang berwarna apa terserah!"kata Alex .


Akhirnya para istri Alex menaiki liung merah menyala,dan para pengawal menaiki liung hijau,sedangkan Alex tetap menaiki liung Dewa yang berwarna pelangi itu.


Akhirnya para liung itu terbang dengan kecepatan tinggi menuju sebelah timur dari pohon Dao kehidupan itu.


Mereka terbang semakin merendah dan merendah, hingga akhirnya menembus awan putih itu.


Di balik awan putih itu terlihat ribuan gunung menjulang dengan hutan ,danau dan sungai yang indah.


"Tuan ku,kita akan terbang selama dua hari satu malam tanpa berhenti,bila tuan ku,ingin tidur,tidurlah,hamba akan menjaga tuan ku"kata liung Dewa berbicara di dalam hati Alex.


"Apakah kalian tidak cape liung Dewa dengan terbang terus selama itu tanpa berhenti?"tanya Alex.


"Tidak tuan ku,kami sering melakukan perjalanan selama seminggu tanpa berhenti sama sekali!"kata liung Dewa menjawab pertanyaan Alex .


"Kalian memang binatang surgawi yang luar biasa"puji Alex kepada liung Dewa.


Setelah terbang selama dua hari satu malam dan berhenti cuma untuk makan saja,maka di sore hari,pada hari kedua, mereka dari kejauhan sudah melihat sebuah istana yang sangat besar di kelilingi oleh tembok tinggi serta hutan belantara yang sangat lebat


Agak jauh dari gerbang istana, Alex menyuruh Liung Dewa untuk turun di tempat yang sunyi di sebuah hutan lebat.


"Kalian boleh kembali ke tempat kalian,dan biarkan kami yang berurusan dengan Dewi Azure "kata Alex menyuruh Liung Dewa untuk pergi ke tempat asalnya.


"Tuan,bila tuan memerlukan bantuan hamba,tuan panggil saja hamba,dan hamba akan datang membantu tuan ku"kata Liung Dewa kepada Alex .


Alex mengangguk sambil tersenyum dan memeluk kepala liung Dewa sejenak sebelum sang naga kecil itu pergi melesat ke angkasa raya.


Dengan sedikit berjalan kaki,mereka sampai di pinggiran hutan dekat Padang rumput yang sangat luas.


Di tengah tengah Padang rumput itu berdiri sebuah istana yang sangat besar dengan tembok istana yang tinggi serta kokoh dan gerbang yang menjulang ke udara berhiaskan ukiran naga berhadapan.


Baru saja mereka tiba di depan gerbang istana,tiba tiba gerbang terbuka sendiri,tanpa ada siapapun yang tampak di situ.


Merekapun segera memasuki kedalam tembok istana besar itu.


Didalam tembok istana itu terlihat beberapa pekerja sedang membersihkan halaman istana yang sangat luas itu,dan beberapa prajurit sedang berjaga jaga.


Tetapi nampak semua pekerja dan prajurit itu sepertinya acuh saja dengan kehadiran Alex beserta rombongannya.

__ADS_1


Ketika mereka tiba di depan istana,seorang kepala pelayan istana sudah menunggu di depan pintu istana.


"Tuan ku silahkan ikuti hamba,sang Dewi sudah lama menantikan tuan ku"kata wanita kepala pelayan istana itu.


Merekapun berjalan di belakang wanita kepala pelayan istana itu masuk kedalam istana besar itu.


Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya mereka masuk ke sebuah ruangan di sebelah kanan mereka.


Dari ruangan itu mereka keluar di sebuah taman, dan di seberang taman itu ada sebuah ruangan lagi.


Akhirnya mereka memasuki ruangan di seberang taman itu.


Ruangan itu sebuah ruangan yang besar dengan jejeran lemari di kiri dan kanan mereka.


Disebelah jejeran lemari itu ada sebuah ruangan empat depa persegi dan seorang wanita berdiri membelakangi mereka, menghadap kesebuah lemari besar.


"Selamat datang tuan ku, selamat menikmati istana hamba yang tidak seberapa ini,sangat lama hamba menantikan kehadiran tuan ku ke kediaman hamba ini"kata wanita itu sambil membalikan tubuh nya.


Ternyata wanita itu memiliki wajah yang sangat cantik jelita.


"Woow,ternyata seperti yang tertulis di serat sakti ku,bahwa sang Dewa akan datang beserta istri dan para pengawalnya untuk menjemput permata liontin Dewi Semesta,ini merupakan suatu kehormatan dan anugrah besar bagi hamba"kata wanita cantik itu.


"Apakah kau Dewi Azure yang sakti ?"tanya Alex apa adanya.


"Hi hi hi hi,tuan jangan membuat hamba menjadi malu,ke sakitan hamba tidak ada apa apanya bila di bandingkan dengan tuan ku,sungguh bahagia hari ini kediaman hamba di kunjungi juga oleh para pengawal Dewa utama, Dewa Samudra, Dewa Lonceng Kematian, Pertapa sakti, Biksu mata hati,Su Lung,dan yang lainnya,alangkah bahagianya hati hamba saat ini, Dewa Dewa utama di semesta berkenan berhadir ketempat hamba, silahkan duduk dulu tuan ku" kata Dewi Azure dengan ramah dan senyuman yang selalu terkembang di bibir nya.


Alex dan para istrinya serta pengawalnya duduk di atas tikar karpet empuk itu.


Tidak seberapa lama, hidangan berupa minuman dan kue kue datang di bawakan oleh para dayang istana.


Setelah menyelesaikan minum dan makan kue nya,barulah Dewi Azure bertanya kepada Alex.


"Tuan ku,apakah tuan ku mengetahui nya seperti apa bentuk permata terakhir atau liontin Dewi semesta itu sekarang tuan ku?" tanya Dewi Azure kepada Alex.


Alex menggelengkan kepalanya, "sejujurnya saya tidak begitu mengetahuinya Dewi, mohon penjelasan nya!"...


Dewi Azure bangkit dari duduknya dan berjalan kesebuah dinding,setelah mengukir beberapa hurup aneh,tiba tiba dinding itu bergerak,dan sebuah pintu terbuka.


"Ikuti saya tuan ku!"kata Dewi Azure sambil berlalu masuk kedalam ruangan itu.


Dari auranya,Alex tahu bahwa ruangan itu sangat tebal dan tidak bisa di tembus dengan apapun juga .


Ditengah tengah ruangan itu ada sebuah meja dari batu giok tetapi tinggi meja itu cuma sekitar satu jengkal saja dari lantai.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2