Mr Matrix

Mr Matrix
Tujuh Bidadari.


__ADS_3

Pagi pagi setelah selesai sarapan,Alex terlebih dahulu membeli peta Dunia Bidadari ini.


Setelah mengetahui letak kota raja,mareka berdua meninggalkan kota Pan Yun,dengan menaiki kuda biasa,karena jarak dari kota pan yun ke kota raja tidak terlalu jauh,hanya melewati sebuah hutan.


Setelah membeli dua ekor kuda,mareka bergegas memacu kudanya menuju kota raja Jiang se.


Karena jalan yang dilewati cukup besar, sehingga mudah memacu kuda sekuatnya.


Ternyata antara kota Pan yun dan kota raja Jiang se cukup banyak gerobak maupun kereta kuda yang berlalu lalang, karena disebelah kota Pan yun,masih ada kota yang cukup besar bernama kota Kaibo.


Sepanjang jalan,ada saja kereta kuda atau gerobak pedati yang berlalu lalang melintas jalan itu.


Ditengah tengah hutan,ada terdapat rumah besar tanpa sekat,tempat orang yang berlalu lalang menginap bila kemalaman di tengah jalan.


Rumah besar seperti itu banyak terdapat di sepanjang jalan menuju ke kota raja Jiang se.


Kota raja Jiang se,dinamakan seperti itu karena berada di sebuah lembah yang diapit dua buah bukit dan di belah oleh sebuah sungai kecil yang juga bernama sungai Jiang se.


Penduduk kota Jiang se tampak cukup makmur, ini terlihat dari banyaknya toko toko yang berjejer di kiri kanan jalan,dari toko perhiasan,toko pakaian,toko obat obatan, semua tersedia.


Sedangkan Istana Kaisar berada di kaki sebuah bukit kecil,menghadap kearah kota,dan di lingkari oleh tembok yang tinggi dan tebal.


Pagi ini setelah keluar dari penginapan,Alex dan Liong san mampir dulu di sebuah rumah makan untuk sarapan,dan setelah sarapan,barulah mareka berjalan ke arah Istana Kaisar.


Di benua ini,keKaisaran cuma satu,dan di bawahnya ada berpuluh puluh Kerajaan bawahan.


KeKaisaran Chu,yang di pimpin Kaisar Chu Shao Sheng,didampingi oleh permaisuri Zhu Ancy, mempunyai satu putra sulung bernama Chu Chi you dan tujuh orang putri cantik jelita.


Yang Tertua bernama Chu Li Wei,yang kedua bernama Chu xuan yi,yang ketiga bernama Chu yang,yang keempat bernama Chu Yue Ying, yang kelima bernama Chu Xia he,yang ke enam bernama Chu Xia,dan yang ke tujuh bernama Chu annchi.


Alex dan Liong san melangkah memasuki pintu gerbang istana, namun baru saja mareka mendekat,dua orang penjaga gerbang menghalangi mareka dengan tombak.


"Berhenti disitu!,kalian siapa dan ada keperluan apa?"tanya penjaga dengan galaknya.



"Maap kami berdua bermaksut bertemu dengan Kaisar,ada hal sangat penting dan mendesak yang perlu saya sampaikan kepada Kaisar tuan "jawab Alex.



"Katakan hal penting apa,biar kami sampaikan ke Kaisar"bentak salah seorang dari mereka.



"Maap,kami tidak bisa mengatakannya kepada kalian berdua,karena ini bersifat pribadi,kami harus bertemu langsung dengan kaisar tuan, tolonglah kami"Alex mencoba membujuk kedua penjaga gerbang itu.


Penjaga gerbang itu dengan sinis menatap Alex dan Liong san,lalu berkata dengan keras, "apakah kalian tidak mengerti bahasa manusia?,bila kami bilang tidak bisa,ya tidak bisa,sana kembalilah jangan kesini lagi"...


"Tuan,ku mohon kasihanilah kami,kami dari jauh ingin bertemu Kaisar,ada hal yang sangat penting yang harus kami sampaikan kepada Kaisar"kata Alex lagi sambil mencoba membujuk kedua penjaga itu.


Tetapi rupanya kedua penjaga itu malah bertambah marah melihat kegigihan Alex, maka dengan tangannya, ia mencoba mendorong tubuh Alex supaya mundur.


"Tidak!,tidak!,kalian pergi sana,jangan kembali lagi kesini,aku mual melihat tampang kalian"kata lelaki kedua sambil berusaha memukul muka Alex.


Namun belum lagi tangannya sampai menyentuh muka Alex,tubuhnya sudah melayang kearah pintu gerbang dan berdebam menghantam pintu gerbang jatuh tanpa bisa bangkit kembali.


Melihat itu,temannya yang satunya lagi langsung memukul sebuah lonceng besar sebelum bergerak menyerang kearah Alex dengan pedang terhunus.

__ADS_1


Mendengar suara lonceng di pintu gerbang di bunyikan,lima puluh anggota pasukan jaga gerbang Istana bergerak keluar dari gerbang mengurung Alex dan Liong san.


Sedangkan penjaga gerbang yang sudah menghunuskan pedangnya tadi segara menyerang kearah Alex secara gencar.


Tetapi sebelum serangan itu menyentuh tubuh Alex,tubuh penjaga gerbang itu keburu terlempar menabrak pintu gerbang Istana dengan suara yang sangat keras tanpa bisa bangkit lagi,sambil memuntahkan segumpal darah segar.


"Kalau kalian tidak bisa di ajak bicara lemah lembut,maka dengan senang hati aku memberi pelajaran pada kalian"kata Alex mulai marah.



"Ada apakah sehingga pagi pagi kau bikin kekacauan di gerbang Istana?"tanya seorang yang merupakan pimpinan regu penjaga gerbang itu.



"Aku tidak bermaksut jahat,tetapi ada hal yang sangat sangat penting yang harus ku katakan kepada Kaisar,dan apa susahnya kalian sampaikan kepada Kaisar,kalau aku ingin bertemu beliau,kenapa rakyat kecil ingin bertemu Kaisar justru di persulit?"tanya Alex geram.


Lelaki pemimpin regu jaga gerbang itu menatap Alex dari atas sampai bawah dan Liong san secara bergantian, dia melihat tingkat kultipasi kedua orang tamu ini cuma pada tingkat Alam taruna saja,tetapi aneh bisa melemparkan penjaga gerbang yang justru sudah pada tingkat alam Ksatria tingkat sempurna itu.


"Kau tunggulah disini, dan kalian semua,tetap waspada dan awasi mareka berdua,tetapi jangan bertindak gegabah,aku mau melapor kepada Kaisar"kata pimpinan regu penjaga gerbang itu kepada anak buah nya dan kepada Alex.


Beberapa lama setelah pimpinan regu penjaga gerbang itu masuk, akhirnya dia keluar juga bersama seorang kepala keamanan lingkungan dalam Istana.


"Apakah kau yang mau menemui Kaisar?,ada keperluan apa?"tanya lelaki kepala keamanan lingkungan dalam istana.



"Iya tuan,saya Alex,dan ini teman saya bernama Liong san,kami bermaksut bertemu dengan Kaisar,adapun hal yang akan kami sampaikan kepada Kaisar,mungkin tidak bisa kami katakan kepada tuan,tetapi percayalah,kami tidak bermaksut jahat"kata Alex coba menerangkan.


Kepala keamanan itu menatap Alex secara teliti,dia menghela nafas panjang, lalu berkata, "baiklah,ikuti aku"...


Kepala keamanan itu melangkah masuk kedalam gerbang istana di ikuti oleh Alex dan Liong san.


Di sebuah pendopo utama, mareka masuk,disana sudah menunggu dua orang laki-laki seusia dua puluh lima tahunan dan beberapa pengawal nampak siaga berjaga jaga disana.


Kepala keamanan istana itu bersimpuh di depan Kaisar, "ampun yang mulia Kaisar,mareka berdua lah yang bermaksud menemui yang mulia Kaisar"...


Sang Kaisar yang awet muda dengan taksiran usia sekitar dua puluh lima tahunan,walau pun sebenarnya usianya sudah hampir tujuh puluh tahun itu menatap Alex dengan seksama kemudian bergantian kepada Liong san,seakan meneliti mareka berdua, se teliti mungkin.


Setelah beberapa saat menatap Alex dan Liong san,sang Kaisar pun akhirnya angkat bicara, "akulah kaisar Chu Sao Sheng,dan ini putra ku Chu Chi you,siapa kalian dan ada keperluan apa?"tanya Kaisar sambil menebarkan senyuman ramah nya.


Alex bersimpuh didepan Kaisar lalu menjawab, "ampun kan kami yang lancang ini Kaisar, seandainya bukan karena terpaksa,tentu kami tidak akan mau mengganggu ketenangan Kaisar, beberapa waktu yang lalu, dua kerabat kami terkena racun jamur jari iblis yang tidak ada obatnya di semesta ini kecuali teratai hitam yang tumbuh di tengah telaga,dan dari guru hamba Dewa cahaya suci,saya mengetahui bahwa cuma Kaisar yang memiliki tumbuhan teratai hitam itu,maka dengan berat hati,hamba mohon kebaikan Kaisar yang mulia untuk memberikan bunga teratai itu untuk saya,apapun akan saya lakukan sebagai imbalannya"...


Mendengar penuturan Alex,Kaisar nampak terperanjat terkejut, dihelanya nafasnya dalam-dalam, sambil mengangguk anggukan kepalanya, "tahukah kamu seperti apa bunga teratai hitam itu,atau apakah Dewa cahaya suci pernah mengatakan seperti apa bunga teratai hitam itu anak muda?"...


Alex menunduk sambil menggelengkan kepalanya, "tidak,tidak pernah Kaisar,bukankah teratai semua sama,yang berbeda paling cuma warnanya yang hitam"...


Kaisar tersenyum simpul mendengar penuturan Alex, "sangat disayangkan anak muda,bunga teratai itu bukan milik ku,tetapi milik ketujuh putri ku,apabila salah satu mareka berkenan memberikan,maka kau boleh memilikinya,tetapi apa bila mareka tidak bersedia memberikannya,aku tidak bisa berbuat apa apa"...


"Apapun yang terjadi,saya harus mendapatkan teratai itu,karena keselamatan kedua istriku tergantung dari teratai itu,meski harus membongkar bumi dan meruntuhkan langit, tentu akan kulakukan demi keselamatan mareka"kata Alex bersikeras dengan niatnya.


Kaisar kembali tersenyum simpul,dia bisa menilai sekarang kalau Alex adalah manusia yang sangat menyayangi keluarga nya dan bertanggung jawab benar benar terhadap orang yang disayanginya.


"Tetapi anak muda,seandainya kau hancurkan negri ini,dan kau bunuh semua penghuni istana ini,tentu tidak akan kau dapati teratai itu,,,marilah ikut dengan ku,mintalah langsung dengan ketujuh putri ku,siapa tahu salah satu dari mereka ada yang bersedia memberikannya untuk mu"kata kaisar sambil mempersilahkan Alex dan Liong san untuk mengikutinya kedalam istana.


Sesampainya di ruang tengah istana,sang Kaisar mempersilahkan Alex dan Liong san untuk duduk,dan dia menyuruh pangeran Chi you memanggil ketujuh adiknya.


Tidaklah seberapa lama,nampak ketujuh putri Kaisar itu berjalan sambil bersenda gurau.

__ADS_1


Tujuh bidadari yang cantik jelita,itu duduk di samping Alex sambil menghadap kearah Kaisar.


Ketujuh bidadari itu memang luar biasa cantik jelitanya,tetapi yang sangat menonjol adalah kecantikan putri yang paling kecil yang baru berumur enam belas tahun itu sudah terlihat luar biasa cantik jelita nya,bahkan dapat mengalahkan kecantikan semua kakak kakak nya.


Setelah menghaturkan sembah dan bersimpuh didepan Kaisar,mareka menanyakan ada gerangan apakah sehingga sang Kaisar memanggil mareka.


Kaisar memandang ketujuh putrinya satu persatu,kemudian berkata, "putri ku semua, kalian tahu bahwa kalian memiliki bunga teratai hitam itu,ini ada seorang pemuda yang datang meminta bunga teratai hitam milik kalian untuk mengobati istrinya yang terkena racun jamur jari iblis,siapakah diantara kalian yang bersedia memberikan dengan ikhlas kepadanya?"...


"Tolonglah istri saya wahai putri putri yang cantik jelita,istri saya benar benar memerlukan bunga teratai hitam itu, saya bersedia melakukan apapun asalkan putri bersedia memberikan bunga itu untuk saya"pinta Alex menghina.



"Aku tidak Sudi memberikan teratai milikku pada pemuda ini ayahanda,entahlah kalau adik adik yang lain"jawab putri Li Wei selaku putri pertama Kaisar.


Kaisar menatap putri kedua nya.


"Tidak,tidak,aku juga tidak mau memberikan milik ku,mintalah milik adik Yang kata putri kedua Kaisar yang bernama Xuan yi itu.



"Kenapa harus aku?,aku tidak akan memberikannya kepada pemuda tak dikenal ini ayahanda,mintalah milik adik Yue yin"kata putri Chu yang.


Kaisar menarik nafas dalam dalam,serasa ada beban didalam dadanya.


"Kelangsungan dan kedamaian Negeri ini ada di tangan kalian,jangan sampai karena sikap angkuh dan sombong, kalian menyesal di kemudian hari"kata Kaisar dengan nada berat.



"Tidak!,tidak bisa,aku tidak perduli ayahanda, yang pasti aku tidak Sudi memberikan teratai hitam ku kepada pemuda yang tidak jelas asal usulnya ini"kata putri Yue yin ketus sambil menunjuk kearah Alex.


Kaisar memandang ke arah putri Xia he, "dan bagai mana dengan kau?"...


"Sebaiknya adik Xia saja ayah,aku tidak bisa memberikan teratai ku kepadanya"jawab putri Xia he,putri kelima Kaisar.



"Aku tidak mau ayah, tidak mau,masa ayahanda tega memberikan teratai ku kepada pria itu"kata putri Xia kepada kaisar.


Kembali Kaisar menarik nafas dalam-dalam,tidak disangkanya putri putrinya semua tinggi hati,dan angkuh.


"Sangat disayangkan, kalian tidak melihat apa yang aku lihat,tidak mengetahui apa yang aku ketahui"lalu dia berpaling kearah putri bungsunya, "aku tidak akan meminta apapun kepada mu putri ku,semua terserah pilihan mu"...


Putri bungsu sang Kaisar menangkupkan kedua telapak tangannya di depan mukanya seraya berkata, "ampun ayahanda, bolehkah hamba bicara dulu dengan pemuda itu?"...


"Bicaralah"jawab sang Kaisar.


Putri bungsu sang Kaisar menoleh kearah Alex, menatap dari atas sampai bawah,seperti meneliti sesuatu.


*********


Siapakah yang bersedia memberikan bunga teratai hitam miliknya?,


Dan ada apa dengan teratai itu,sebegitu berharganya kah sebuah bunga teratai hitam dibandingkan nyawa manusia ?.


Ikuti terus cerita ini ya.


Dan terima kasih banyak bagi yang sudah membaca novel ini,semoga terhibur.

__ADS_1


Serta penghargaan sebesar besarnya begi yang sudah mendukung novel ini,baik berupa like atau apapun.


Salam sayang untuk kalian semua.


__ADS_2