
Hari itu Istana dilanda kepiluan luar biasa,setiap wajah menunduk sedih dan meratapi nasip pilu yang melanda.
Putri Istana yang merupakan bunga anggrek di taman indah kini sudah gugur dan kayu.
Ibunda Ratu hingga pingsan berkali kali, siuman,meratap, menangis dan pingsan itulah yang terjadi.
Pukulan terberat bagi istana adalah kehilangan lampu penerang dan penerbit keceriaan di dalam istana.
Seluruh dayang dan inang dirundung kesedihan,tangis dan air mata ada di mana mana,hampir di seluruh sudut istana.
Kini hilanglah keceriaan di dalam istana untuk selama lamanya.
"Ayahanda,ibunda,lihatlah gaun pengantin ku ini, indah bukan?, aku akan menemui pengantin ku ayah,ibu,aku akan menemui jodoh ku, aku akan menikah dengan kekasih ku,dengan bertaburkan bunga bunga anak panah,dan bermandikan darah,ayah tidak usah sedih,ibu jangan menangis,aku sudah menemui jodoh ku,kekasih ku,dialah mempelai ku ayah,aku akan bersanding dengannya di singgasana kayangan,meskipun cuma sedetik,aku sangat bahagia mendengar kata kata Sinta dari mulut nya"kata kata terakhir dari mulut putri Yue saat dia berputar putar memperlihatkan baju Jirah atau jubah perang yang dia pakai kepada ibundanya.
Sang Ratu menatap wajah cantik jelita sang putri yang telah di rias itu.
"Selamat jalan pengantin cantik ibunda,ibunda yakin mempelai mu sudah menantikan diri mu di kehidupan yang lain putri ku,jemput cinta mu sayang,selamat jalan pahlawan ibunda, pembuat senyum ibunda, ibunda akan selalu mengingat putri tercantik ibunda,selamat jalan putri cantik ibunda "sang Ratu terisak menangis Disamping peti mati berisikan putri Yue yang di rias bak pengantin yang luar biasa cantik jelita nya itu.
Para sahabat sang putri tidak kuasa membendung air matanya, kesedihan dan kepiluan benar benar terasa di dalam istana yang kini telah terkepung dengan rapat oleh pasukan Alex itu.
Para biksu dan pendeta melantunkan mantera mantera sutra,membakar hio dan dupa, mengucapkan jutaan doa doa.
Di tempat lain,di sebuah rumah yang cukup mewah, Alex masih termangu menatap kehampaan,entah apa yang ada di dalam hatinya,tidak pernah dia ungkapkan kepada siapapun juga,kini cuma air matanya saja yang berlinangan tidak jua reda.
Dia masih termangu, segenap kenangan dari awal pertemuan hingga akhir kehidupan terbayang di matanya.
Tidak pernah sedikitpun terlintas di benaknya,jika tangannya sendiri yang telah merenggut nyawa sang putri jelita itu.
"Duhai sang pemegang takdir,permainan apa lagi yang kau mainkan kini?".
Butiran air bening terus saja mengalir di pipi pemuda itu,meskipun tidak ada Isak tangis atau jerit kesedihan, semuanya tahu betapa hati pemuda itu lagi berduka lara.Entah sudah berapa kali kemari halus sang Dewi Suci dan Dewi Tara menghapus tetes air mata itu,tetapi tetap saja tidak bisa mengobati lara.
Sedangkan putri Giok Lin Dan putri Guan Hong menyandarkan kepala sang suami didada mereka,sekedar mengurangi rasa luka,meskipun tidak bisa menghapus derita.
Semua istrinya tahu bahwa pemuda ini terlahir dari sebuah kematian terbuang jauh dari keluarga.
Kini jiwa Alex benar benar terhempas kedasar jurang terdalam dalam hidupnya,meskipun bujuk rayu dari para istrinya, namun tidak jua membuat semangatnya kembali semula.
Malam mulai turun, embun datang bersama kabut putih.
"Sudahlah kakak,tidak usah disesali lagi, merelakan lebih baik dari peda terus menyesali,kau adalah tonggak kami, mati hidupnya Fangkea ada pada mu kakak,ayo bangkitlah lagi kak, tataplah dunia,masih banyak tugas yang menanti kakak"bujuk Dewi Suci.
Tetapi Alex jangankan bangkit berdiri,bergeming saja tidak.
Kabut turun kian menebal,membawa hawa dingin menusuk tulang.
__ADS_1
Kini kabut itu bergulung dan menggumpal,lalu membentuk tubuh seorang gadis cantik jelita,dengan gaun pengantin dari sutra.
Gadis cantik itu berdiri didepan Alex dengan wajah sangat sedih.
"Kekasih ku,mempelai ku,pengantin ku,,,selama kamu bersedih,jalan kembali ku tidak lagi kutemukan,bangkitlah sekarang,antar aku ke tempat penantian ku sayang, jangan beratkan langkah ku,kelak aku akan mencari mu di kelahiran ku yang lain, kelahiran dan kematian adalah permainan semu semata,itu bukan hakikat hidup yang sebenarnya, memaknai hidup itulah yang perlu dilakukan,agar selalu hidup dalam ingatan setiap penikmat kehidupan,bangkitlah pengantin ku,aku akan selalu bersedih dan menangis,bila kau tetap begini,bangkitlah dan tunggulah aku wahai pengantin ku!".kata kata terakhir dari bayangan putri Yue itu menggema, menggugah kesadaran jiwa raga Alex,dia bangkit berdiri, "PUTRI!!, PUTRI!!", PUTRI YUE!!"...
Dia bangkit berusaha meraih tangan putri Yue,tetapi kabut itupun akhirnya buyar menjadi kabut biasa.
Dewi Suci tersentak kaget,segera memeluk tubuh Alex,sementara yang lainnya juga terkejut mengira Alex kanapa kenapa.
"Aku tidak apa apa,tadi putri Yue datang menemui ku,dia berpamitan,dia akan bersedih bila aku bersedih,aku harus bangkit, seperti kata katanya,kehidupan dan kematian cuma permainan saja,aku harus memaknai kehidupan ku sendiri,agar kelak bila aku pulang ke alam keabadian,semua penikmat kehidupan akan mengenang ku baik baik!"Kata Alex bangkit berdiri,keluar kamar menemui jendral Lau me dan jendral yang lainnya,yang sedang resah melihat kedukaan junjungan mereka.
"Salam sejahtera untuk yang mulia,semoga panjang umur,jayalah negeri Fangkea ya,ya,ya" kata mereka serentak sambil berdiri dan menjura di hadapan ALex.
"Salam sejahtera juga untuk kalian semua,doa ku semoga kalian juga panjang umur dan bahagia,maap bila beberapa waktu berlalu aku terhanyut perasaan yang tidak seharusnya kulakukan,hidup dan mati cuma permainan,hakikatnya tidak ada kehidupan dan tidak ada pula kematian,yang ada semua permainan sang kehendak suci,sekarang silahkan beri laporan kalian semua,dan kita bersama berembuk merencanakan aksi apa yang kita lakukan besok pagi"kata Alex mengawali pertemuan mereka itu.
Kembali melihat kedalam Istana.
Di dalam istana,sang Kaisar masih termenung dengan muka yang masgul,kesedihan sangat jelas tergambar di wajah nya.
Beberapa kali ditariknya nafas dalam-dalam,lalu dihempaskan,seolah ingin menghempaskan semua beban di dalam dadanya.
"Kami telah berjanji untuk bertemu kembali, meskipun tidak sebagai sahabat atau teman, lihatlah anak mu ini akan menari dihari pernikahan nya,aku akan menjemput jodoh ku ayah,inilah gaun pengantin ku,dan ini lah mantera mantera sutra para pendeta yang mengiringi hari perkawinan ku ayah"...
Putri cantiknya itu,bukan saja sebagai lentera di dalam istana,tetapi sebagai bulan dan mataharinya istana.
Kini semua itu telah sirna.
Kini semua itu telah tiada.
Kini seluruh isi Istana terasa hampa.
Semua ini karena pemuda sialan itulah penyebab nya.
Seandainya dia tidak ada,tidak mungkin terjadi segala prahara ini.
Itulah sekarang yang ada di dalam pikiran kaisar Nirwana.
Orang picik tidak akan bisa menyadari kesalahan diri sendiri, karena orang picik selalu beranggapan dirinya selalu benar,betapapun salahnya,dan diri orang lain selalu salah betapapun kebenarannya.
Orang picik akan selalu memupuk rasa benci dan dendam dihatinya hingga menjadi sifat hasud atau dengki.
Setelah sifat dengki ini ber urat berakar di dalam hatinya,disaat itulah kehancuran diri nya dimulai.
Sang Kaisar segera keluar kamar pribadinya,dan langsung keruang senjata.
__ADS_1
Disana dia mengenakan jubah perang,lengkap dengan atributnya.
Sebuah pedang besar tergantung di pinggang nya.
Ketika sang Kaisar keluar dari ruangan itu,disana empat orang jendral telah menunggunya.
"Maap yang mulia,apa yang akan yang mulia lakukan?"tanya jendral Max.
"Malam ini juga akan ku selesaikan perang ini, akan ku potong kepala pemuda ba*g*at itu,bila tidak,aku tidak bisa lagi menikmati tidur nyenyak ku" ucap sang Kaisar dengan beringas nya.
Keempat orang jendral itu bersimpuh dihadapan sang Kaisar, " ampun kan kami yang mulia,tidaklah yang mulia patut bersikap seperti ini,tuan ku adalah Kaisar yang besar,jasad tuan ku putri pun belum lagi di semayamkan dengan layak,serta hari masih malam,besok pagi, biarkan kami terlebih dahulu menyelesaikan masalah ini,bila mana kami tidak mampu, barulah tuan ku boleh maju,jangan tutupi muka kami dengan kotoran tuan ku,selagi kami masih ada,tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh yang mulia"...
"Berikan kami kesempatan tuan ku, bila kami sudah menyusul tuan ku putri,barulah tuan ku boleh maju berperang,bila tidak,maka dunia dan para dewa di langit akan mencemoohkan kami tuan ku"kata Jendral Mou Yi.
Akhirnya hati sang Kaisar berhasil juga di lemahkan, "baiklah,besok hari,kalian berempat boleh maju berperang, tetapi apapun hasilnya, lusa aku akan tetap maju berperang dan memotong leher pemuda itu!"kata sang Kaisar.
Malam beranjak pelan menuju ke pelukan pagi.
Jasad cantik masih terbujur kaku didalam peti mati,dengan pakaian gaun pengantin sangat indah,membuat kecantikannya seperti bunga Li Hua yang sedang mekar,di tunggui dengan setia oleh sang Ratu.
Seorang anak gadis usia lima tahun berlari disebuah taman bunga mengejar kupu kupu cantik.
"Ibunda, ibunda lihat ada kupu kupu cantik ibunda, Yue mau kupu kupu itu ibunda"...
Gema suara Yue kecil terasa masih baru saja terdengar ditelinga nya, dimana gadis kecil yang cantik jelita itu baru belajar berlari dan jatuh.
"Inilah gaun pengantin ku, dan inilah mantera mantera sutra para pendeta yang mengiringi hari perkawinan ku ayah" ucapan putri Yue kemarin sembari berputar putar ditempat sambil memperlihatkan baju jubah perang nya.
"Anak mu akan menari di hari pernikahannya"...
"Aku akan menjemput jodoh ku ayah"...
"Kami telah berjanji untuk bertemu kembali"...
Potongan potongan kalimat tidak utuh itu selalu menghias di dalam ingatan sang ratu.
Dadanya terasa sesak,seakan sebuah magma yang siap meledak.
Di genggamnya jemari tangan sang putri tercinta nya itu, ",Selamat bahagia sayang, pengantin cantik putri ibunda yang tersayang, bunda mengerti sayang, meskipun harus saling membunuh,tetapi tidak sedikitpun dihati kalian ada kebencian, pengorbanan cinta demi bakti mu,kau pengantin bidadari ibunda, tidurlah dalam cinta mu, tersenyumlah pengantin cantik ibunda, kesayangan ibunda,semoga di kehidupan lain kau bersatu dengan pengantin mu"...
...****************...
Mohon maap,dalam dua episode ini,dengan susah payah author menuliskan cerita nya,dan harus berhenti beberapa kali untuk memantapkan hati.
Semoga kalian menikmatinya.
__ADS_1