
Alex menarik nafas dalam-dalam mendengar cerita dari kakek Su Lung itu.
"Lantas apa yang terjadi dengan klan naga hitam, kenapa tidak ada seorang pun yang nampak di atas ?"tanya Alex pada kakek Su Lung.
"Hal itu bermula karena satu sifat keserakahan saja tuan ku,setelah mendapatkan angin suci kehidupan,ternyata raja naga hitam berniat bukan hanya menghisap hawa dari angin suci kehidupan saja, tetapi juga berniat menguasai sendiri angin suci kehidupan itu untuk dirinya sendiri,seluruh larangan dan pantang pantang di langgar nya,tutup cawan sakti itupun dibukanya,dan roh angin suci kehidupan pun lepas dan masuk kedalam tubuh nya,tetapi setelah angin suci kehidupan masuk kedalam tubuhnya, tubuhnya pun meledak Tampa sisa karena tidak mampu menampung besarnya energi yang masuk,sedangkan roh angin suci kehidupan mengamuk kesana kemari,menghancurkan apa saja serta membunuh siapa saja,sehingga alam atas tidak ada satupun yang tersisa kecuali sisa sisa kehancuran itu saja"kata kakek Su Lung sambil menarik nafas panjang.
"Lalu sekarang dimana angin suci kehidupan itu berada ?"tanya Alex .
"Angin suci kehidupan itu akan tidur setiap bulan penuh antara tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas karena air laut pasang,sehingga membuat roh angin suci kehidupan itu takut dan bersembunyi di kawah gunung How Ling"jawab Su Lung.
"Lalu apa yang bisa ku perbuat untuk kalian?" tanya Alex lagi.
Lama Ratu Pramestiya terdiam seolah susah mengutarakan kata katanya.
"Ehm,begini tuan,menurut lembaran serat suci yang di tinggalkan seorang Dewa kepada leluhur kami,kami bisa terbebas dari bencana ini bila datang seorang pemuda berwajah seperti wanita cantik serta memakai gelang aneh,serta pemuda selalu di ikuti oleh wanita wanita cantik,seorang Biksu dan seorang pertapa,dan apa bila pemuda itu datang,kami harus mengikutinya agar terbebas dari bencana ini,tetapi sebagai bayarannya,saya akan menjadi pengikut pemuda itu,begitu kata serat suci itu tuan"kata Ratu Pramestiya dengan menundukkan kepalanya.
"Hm,aku tidak melihat ada tanaman apapun disini,jadi selama ini kalian makan apa ?"tanya Alex .
"Kami selama ini menanam sejenis jamur yang tumbuh di kegelapan,dan jamur itulah yang kami makan sehingga kami bisa bertahan hidup"jawab Ratu Pramestiya.
Alex menoleh kearah Dewi Amarila, "bagai mana pendapat mu Dewi?"...
"Aku tidak keberatan bila kakak mau mengambil dia sebagai istri kakak, lagi pula aku melihat beberapa kali tubuhnya memancarkan cahaya putih kebiruan yang mana itu cahaya khusus dari permata illahi yang tersebar itu kakak,jadi benar kata Biksu Mata hati bahwa Ratu ini ada hubungannya dengan permata illahi itu"kata Dewi Amarila.
"Kalau begitu baiklah,aku bersedia mengambil diri mu menjadi istri ku,persiapkanlah segalanya,karena aku juga akan menangkap roh angin suci itu"kata Alex .
Begitulah,waktu itu juga pernikahan pun dilakukan oleh Biksu mata hati.
Setelah selesai pernikahan,Alex menyuruh semua orang yang ada di dalam lobang tersembunyi itu untuk bersiap siap pergi.
"Tetapi kak,mereka tidak mungkin bisa melewati jurang lahar,menyuruh mereka pergi sama halnya dengan membunuh mereka"kata Ratu Pramestiya.
"Apakah aku ada menyuruh mereka pergi melewati jurang lahar itu?"tanya Alex .
"Lantas maksud kakak?"tanya Ratu Pramestiya bingung.
"Kumpulkan saja mereka semuanya,nanti akan kuberi tahu caranya untuk pergi dari sini tanpa berisiko terjatuh" kata Alex .
Akhirnya sang Ratu pun mengalah juga dengan memanggil seluruh pengikutnya agar bersiap siap mengemas seluruh harta benda yang ingin mereka bawa serta.
__ADS_1
Seribuan orang dari suku naga terakhir itu berkumpul di ruangan besar itu dengan berbagai macam harta benda yang di muat didalam cincin ruang mereka masing masing.
Setelah mereka semuanya berkumpul, Alex mengarahkan gelang ditangannya ke tebing batu,dan sebuah pintu portal ke dunia dimensi pun terbuka.
Dengan suka cita,mereka satu persatu masuk kedalam dunia dimensi hingga yang tinggal Alex, Dewi Amarila, Ratu Pramestiya, pertapa sakti, dan Biksu mata hati serta kakek Su Lung yang berjalan keluar dari lobang perut gunung itu.
Setelah berjalan cukup lama melewati pilar dan dinding batu di jurang lahar,akhirnya merekapun tiba di luar goa saat itu hari masih siang, maklumlah di dalam tidak bisa tahu kapan waktunya siang dan kapan waktu malam.
"Di manakah letak gunung How Ling itu Ratu?,apakah kau tahu arah nya?"tanya Alex kepada Ratu Pramestiya.
Sang Ratu menggelengkan kepalanya, "saya tidak tahu kak,saya jarang keluar,yang sering bepergian adalah kakek Su Lung "...
"Saya tahu letak gunung itu,bahkan seandainya kita tidak kesana,apa bila roh angin suci kehidupan itu merasakan aura kehidupan kita,dia pasti mendatangi kita juga" kata kakek Su Lung menjelaskan.
merekapun akhirnya berjalan terus mengikuti arah langkah kakek Su Lung sebagai penunjuk arah.
Alam di dunia itu memang sudah sangat rusak,seluruh nya menjadi batu merah dan kuning yang kemilau tertimpa cahaya matahari merah redup.
Akhirnya mereka sampai di sebuah kota besar dengan bangunan yang banyak dan nampak megah,tetapi tidak memiliki mahluk hidup satupun,bahkan seekor nyamuk sekalipun.
Jalan jalan di kota ini besar besar dengan rumah makan, penginapan,dan toko toko berjejer rapi yang menandakan dulunya kota ini cukup makmur.
"Tubuh manusia itu akan menggelembung seperti balon,lalu meledak hancur tanpa menyisakan kulit atau tulang belulang sekalipun,semuanya hancur menjadi debu"kata kakek Su Lung menjelaskan.
"Dahulu kota ini adalah kota besar yang di kuasai oleh suku Naga hitam dan sangat maju,hingga sang Maharaja suku Naga hitam melepaskan roh angin suci kehidupan itu,itulah awal malapetaka yang menimpa dunia ini,akibat keserakahan dari manusia itu sendiri"kata Ratu Pramestiya.
"Ya, kadang tindakan kita sendirilah yang memicu terjadinya bencana kepada kita dan orang orang disekitar kita, tindakan yang didasari oleh ambisi dan keserakahan diri, bahagia melihat orang lain sedih,dan sedih melihat orang lain bahagia,itulah kita"kata Alex menanggapi ucapan dari sang Ratu.
Mereka terus berjalan menyusuri jalanan kota mati itu,hingga tiba di sebuah rumah yang paling besar dan megah, sepertinya itu rumah seorang gubernur.
Alex mengajak mampir di rumah besar seperti istana itu,
Rumah besar itu masih utuh seperti tidak tersentuh oleh sesuatu apapun,tetapi tentu saja tanpa ada mahluk hidup satu pun juga.
Di sebuah kamar,terlihat ratusan peti besar berisi keping emas tersusun rapi, serta ratusan peti perhiasan juga tersusun dengan rapi pula.
Alex mengibaskan tangan kirinya ke arah peti peti itu,dalam sekejap,peti peti itu sudah berpindah kedalam gelang penyimpanannya.
Mereka semuanya bergerak di kota mati itu mengumpulkan semua perhiasan dan keping emas yang tertinggal di situ.
__ADS_1
Dunia ini memang sudah berada di penghujung masa kehancurannya, jangankan sebatang pohon,sebatang rumput saja tidak ada yang tumbuh di situ,semuanya tandus tidak ada sumber kehidupan lagi.
Alex terus berkeliling kota itu mengumpulkan perhiasan dan keping emas sekaligus melihat barangkali masih ada mahluk hidup yang tersisa, sebelum dunia ini benar benar hancur meledak.
Setelah berkeliling kota mencari sisa sisa kehidupan sambil mengumpulkan perhiasan dan kepingan emas,mereka malam itu menginap di sebuah rumah paling besar, seperti rumah orang paling kaya di kota itu.
"Aku sengaja mengumpulkan semua harta ini untuk negeri Fangkea,dari pada di biarkan tidak ada manfaatnya,lebih baik kita kumpulkan untuk membangun Fangkea agar lebih makmur lagi"kata Alex kepada kedua orang istrinya waktu mereka duduk duduk di ruang tengah rumah besar itu.
"Iya kak,kakak benar,kita tinggalkan disini juga percuma dan sia sia saja, lebih baik di bawa untuk membangun negeri kita kak"sahut Dewi Amarila.
"Apapun yang kakak lakukan,aku akan terus mendukung kakak"kata Ratu Pramestiya menanggapi perkataan dari sang suaminya.
"Tuan ku,apakah kita langsung ke gunung How Ling,atau kita mampir ke kota raja dulu,karena bila kita lurus ke Utara, perjalanan beberapa hari kita akan sampai di gunung How Ling tetapi bila ingin mampir ke kota raja,kita harus menyimpang ke barat perjalanan beberapa hari juga?" tanya kakek Su Lung kepada Alex.
"Sebaiknya kita mampir ke kota raja dulu,sambil melihat lihat,siapa tahu masih ada sisa sisa kehidupan yang bisa kita selamatkan,dan juga sambil mengumpulkan harta dan kepingan emas sebelum penghancuran dunia ini di mulai"kata Alex.
"Maksud kakak ?" tanya Ratu Pramestiya kepada Alex.
"Dunia ini sudah di penghujung usianya,dan sudah tidak ada kehidupan lagi,untuk itulah aku disuruh kesini menyelamatkan yang masih tersisa,meskipun se ekor semut sekalipun, dan bila sudah benar benar tidak ada mahluk hidup lagi,maka proses penghancuran segera di mulai"kata Alex menerangkan.
Mereka segera berjalan kearah barat menuju ke arah kota raja negeri itu.
Untuk mempercepat perjalanan,mereka mempergunakan ilmu lari cepat yang di kombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi.
Karena tidak apa pohon atau apapun yang menghalangi,sehingga selalu melompat saja mereka bisa menempuh jarak hingga lima ratusan langkah kaki biasa.
Satu persatu sungai sungai kecil sudah pada mengering,danau dan telaga airnya mulai menyusut drastis,bahkan air laut pun hari demi hari kian surut pula.
Dan kini tanah pun sedikit demi sedikit menghilang berubah menjadi gundukan gunung batu.
Sepanjang perjalanan yang mereka lewati,tidak ditemukan satupun sisa sisa kehidupan lagi, jangan kan kota kota, desa desa kecil pun tidak ada sisa sisa kehidupan lagi,benar benar sebuah kemusnahan masal yang mengerikan sekali,nyaris tanpa jejak dan tanpa kehancuran.
Bahkan didalam air saja tidak lagi di temukan satupun mahluk hidupnya,semuanya kosong melompong sunyi senyap dan hening seperti di dalam perut bumi.
Setiap desa dan kota kota yang mereka temui,tidak ada sesuatu apapun,kecuali cincin ruang yang berserakan di berbagai sudut jalan,sisa sisa dari bekas satu kehidupan yang sirna.
Entah sudah berapa juta cincin ruang yang mereka pungut,di jalan jalan dari berbagai kelas,karena sang pemiliknya sudah tewas sirna selagi mereka jalan jalan.
...****************...
__ADS_1