Mr Matrix

Mr Matrix
Siluman Kelinci Minta perlindungan.


__ADS_3

Alex jatuh pingsan beberapa saat lamanya,sehingga seluruh istrinya menjadi resah semua.


Dewi muyimaeva memeriksa sang suaminya beberapa saat.


"Tenanglah,kakak cuma terlalu memaksakan dirinya sendiri menerima kekuatan yang begitu besar,hingga tubuhnya memerlukan waktu beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan kekuatan yang baru itu"kata Dewi muyimaeva.


Beberapa saat setelah Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena memijat tubuh Alex di beberapa tempat,akhirnya Alex siuman juga.


Setelah Alex siuman, merek segera menyiapkan makan siang.


Setelah selesai makan,perjalanan mereka mulai kembali.


Semenjak saat itu,sering orang bertemu dengan seorang kakek tua yang mengaku bernama pertapa tua danau Guci yang membantu orang orang yang ingin menyeberang.


Karena perjalanan mengitari danau Guci ini memakan waktu satu setengah hari,maka sore ini mereka masih bermalam di pinggir danau Guci itu.


Kali ini mendirikan pondok darurat dibantu oleh empat orang dewa empat penjuru angin,jadi pekerjaan menjadi lebih cepat.


Sedangkan para perempuan bersama sama memasak nasi dan menyiapkan lauk makan mereka.


Belumlah lagi mereka makan,dari arah hutan,tiba tiba datang tiga orang wanita cantik menuju kearah Alex dan rombongannya.


Empat orang Dewi utama segera menghampiri ketiga orang itu.


"Tunggu,kalian mau kemana?"tanya Dewi Arashi kepada ketiga orang wanita cantik itu


Namun yang ganjil adalah telinga ketiga orang gadis cantik itu panjang dan tegak keatas serta mata mereka yang terlihat indah.


"Nama saya Arna,nona,ini saudara saya Arni dan itu junjungan saya Ratu Naura,kami bermaksut mau menemui tuan agung nona,tolonglah kami,ini sangatlah penting sekali"kata gadis tadi.


"Baiklah,kalian tunggu sebentar"kata Dewi Arashi langsung menemui Alex di pondok.


"Maap yang mulia, mereka tiga orang gadis itu bermaksud untuk bertemu dengan yang mulia"kata Dewi Arashi.


"Baiklah Dewi,suruh mereka kesini"...


Dewi Arashi mempersilahkan ketiga orang itu untuk naik ke pondok menemui Alex.


"Ada apakah kalian ada perlu dengan ku?"tanya Alex kepada ketiga orang itu.


"Benar tuan,kami ada perlu,kenalkan nama hamba adalah Naura, hamba ratu dari siluman kelinci di hutan ini, selama ini kami hidup dalam damai hingga beberapa waktu yang lalu kedamaian hidup kami sudah tidak ada lagi semenjak siluman elang dan siluman ular datang menguasai hutan ini,kami sudah meminta bantuan kepada seorang pertapa tua di puncak Tao Shan,tetapi pertapa itu tidak mempunyai jalan keluarnya,kecuali sekedar menyarankan kami untuk menanti seorang pemuda yang bergelar tuan agung yang akan melewati tempat ini yang ciri cirinya seperti tuan,karena menurut pertapa itu cuma tuan yang punya jalan keluarnya"kata ratu siluman kelinci itu kepada Alex.


"Maksud kalian seperti apa?,apakah aku harus mengusir siluman elang dan siluman ular itu atau bagai mana?"tanya Alex.


"Kami tidak ingin tuan mengusir mereka,biarlah mereka menguasai hutan ini,kami cuma minta dicarikan hutan lain saja untuk tempat kami hidup damai"kata ratu siluman kelinci itu.


"Baiklah kalau begitu,besok pagi, kumpulkan seluruh masyarakat mu semuanya disini,aku akan tunjukan tempat kalian yang baru,tetapi dengan syarat,kalian tidak boleh berbuat tidak baik,bagai mana?"tanya Alex.


Sang Ratu Siluman kelinci itu mengangguk setuju dengan syarat Alex.


Akhirnya ketiga siluman kelinci itupun menghilang dibalik kegelapan malam.


Setelah ketiga siluman itu pergi,Alex mengajak rombongannya untuk makan.


Malam itu berlalu begitu saja tanpa ada gangguan apapun juga.


Pagi pagi ternyata ribuan siluman kelinci sudah menunggu disekitar pondok mereka.


Alex membuka pintu portal kedalam dunia dimensi miliknya di dalam gelangnya.


Dan ribuan siluman kelinci itupun masuk ke dalam dunia dimensi milik Alex itu hingga tidak ada satupun yang tertinggal lagi.

__ADS_1


Ketika mengantarkan siluman kelinci ketempat mereka yang baru di dunia dimensi milik Alex,Alex sekaligus meninjau sampai dimana kesiapan prajuritnya.


Jendral Lau me,jendral liong san,dan jendral Soa ning menyambut mereka dengan kegembiraan.


terasa lama mereka tidak bertemu sang junjungan mereka itu.


Melihat banyaknya prajurit yang di miliki Alex,keempat Dewa empat penjuru angin beserta Dewi Lunar Jena dan empat Dewi utama ternganga takjub. ternyata di dunia dimensi ini ada beberapa kota milik para prajurit dari berbagai pasukan tempur yang sangat tangguh serta dengan peralatan tempur yang belum pernah orang lihat.


"Kalian dewa empat penjuru angin,dan empat Dewi utama,sebaiknya kalian berada di dunia dimensi ini,agar perjalanan kita tidak terlalu menyolok,biarlah kami bertujuh yang melanjutkan perjalanan, kalian disini bergabung dengan pasukan untuk berlatih dan menunggu perintah dari ku"kata Alex.


putri Helena menyetujui usul Alex itu,ia juga tidak ingin perjalanan mereka terhalang cuma karena terlalu banyak orang.


"Usul dari tuan mu itu sangat baik,kalian tunggulah di sini sambil berlatih dan memimpin pasukan,bila saatnya tiba,kita akan membumihanguskan seluruh kekaisaran tanah Nirwana ini"kata putri Helena kepada keempat pengawalnya.


Keempat pengawalnya menyadari bahayanya perjalanan kali ini bila sampai tercium musuh,keselamatan tuan putri Giok Lin Dan keluarganya di pertaruhkan.


Setelah selesai mengantarkan para pengawalnya,Alex keluar dari dunia dimensi untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Kini tujuh ekor kuda berlari di jalan tanah berbatu itu.


Setelah beberapa hari melakukan perjalanan,akhirnya mereka tiba di batas negeri perak dan negeri penahang.


Di pos lintas batas ini pemeriksaan cukup teliti,bagi orang yang tidak memiliki tanda pengenal,maka harus membikin tanda pengenal dengan biaya satu keping emas setiap satu orang.


Setelah membayar tujuh keping emas,mereka bertujuh dibikinkan tanda pengenal dari batu khusus.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kota Rutay di negeri penahang ini.


Dari batas negeri ke kota Rutay ini tidaklah terlalu jauh,cuma memakan waktu beberapa hari saja dengan berkuda.


kali ini Dewi Lunar Jena mendapatkan kudanya sendiri dan berpacu Di belakang sang suaminya.


Mereka kini memasuki hutan Rotay tanpa ada satu desa pun yang mereka lewati.


Dihari kedua dihutan Rotay itu,mereka di kejutkan oleh suara serigala yang sangat banyak bersahut sahutan di kiri kanan mereka.


Tidak berapa lama di depan mereka terdapat empat ekor serigala jantan yang sangat besar sedang menghadang perjalanan mereka.


Serigala buas itu menyeringai memperlihatkan gigi giginya yang tajam dan runcing runcing itu.


"Pergilah wahai serigala, jangan halangi jalan kami,kami tidak ingin berurusan dengan kalian semua"kata Alex kepada serigala itu.


Serigala itu bukannya menjauh,tetapi malahan semakin marah dan melolong keudara dengan lolongan yang panjang.


Dari kiri dan kanan mereka tiba tiba bermunculan serigala besar besar sambil menggonggong hingga suara mereka terdengar riuh rendah.


Alex menyiapkan jurus cahaya illahi tingkat empatnya,kini tangannya berwarna kuning terang siap di lepaskan kearah serigala itu.


"Bum!!".


Satu ledakan terdengar ketika pukulan itu Alex lepaskan,seseorang telah memapaki serangan Alex itu sehingga tubuh Alex terlempar dari atas Pegasus sejauh duapuluh tindak kebelakang.


Alex mendarat dengan berdiri tegak di atas tanah,rambutnya berkibar tertiup angin.


para istrinya segera mendatanginya dengan pandangan khawatir.


Alex menatap orang yang telah menahan serangannya tadi, ternyata seorang gadis kecil berwajah cantik jelita sambil tersenyum senyum centil.


"Hei ternyata anak kecil yang sudah membuat ku jatuh tadi,hei adik kecil,ada urusan apakah kau menghalangi jalan ku,kita kan tidak pernah bertemu atau berurusan" kata Alex kepada gadis kecil yang sangat cantik namun agak centil dan juga agak jahil itu.


"Hei pemuda t*l*l,aku sudah gadis,usia ku sudah Enambelas tahun,aku bukan anak kecil lagi,tahu?,apakah kau pendekar mata keranjang ataukah kau kacung mereka?"tanya gadis kecil itu.

__ADS_1


"Ah ternyata nenek benar,saya kacung mereka nek" kata Alex mempermainkan gadis kecil itu.


"Gadis itu segera mendekati Alex dan menjewer kuping pemuda itu, "hei dengar,aku bukan anak kecil,juga bukan nenek nenek,apa matamu sakit?,gadis cantik secantik aku kau bilang nenek nenek,ku korek mata mu baru kau menyesal"Kata gadis itu.


"Tadi dibilang anak kecil tidak mau,sekarang dibilang nenek nenek juga tidak mau,apa sih maunya nenek?"kata Alex pura pura kesal.


Keenam orang istrinya itu nampak tersenyum geli menahan tawa karena ulah nakalnya Alex


"Pletak!!".


Sebuah jitakan dari gadis itu dengan sangat cepat mampir di kepala Alex.


"Auw,kenapa main jitak aja nek,jangan suka marah marah,nanti nenek cepat tua,orang tua cepat mati nek"Kata Alex masih dengan nada bercandanya.


Tiba tiba gadis itu bergerak super cepat,kini kepala Alex di kepit di ketiak nya,sambil kepala Alex di jitak nya beberapa kali.


"Auw!,auw,auw kenapa main getok saja seperti ,seperti,,"kepala Alex di jepit sangat kuat sehingga Alex tidak bisa bergerak lagi.


"Seperti apa heh?,ayo seperti apa?"...


"Seperti serigala mu itu,tidak kenal malah main getok kepala orang lain"jawab Alex asal karena jepitan ketiak gadis itu begitu kuat.


Kecil kecil gadis ini tenaganya luarbiasa kuat.


"Adik kecil,tolong lepaskan suami kami,lihatlah dia mulai lemas karena aroma ketiak mu"putri Annchi memohon gadis kecil itu untuk melepaskan Alex.


"Memang iya kak?, seorang pemuda bisa semaput kelamaan menghirup aroma ketiak seorang gadis"tanya putri Paraditha tidak mengerti.


"Lha iya lah,apalagi yang sudah lama tidak mandi" kata Putri Annchi sambil melirik kearah gadis kecil itu.


"Hei jangan asal ngomong,aku setiap hari mandi dan ketekku ku bersihkan dengan air bunga lho"kata gadis kecil itu.


"Buktinya tuh suami kami semaput menghirup aroma dari ketek mu,apa itu harum namanya?" tanya putri Kayla pula.


"Hah,suami,semuanya bilang suami,kalian semua istrinya kah?" tanya gadis kecil itu.


"Iya!".


Kali ini putri Helena dan Dewi Lunar Jena bersamaan.


"Haah,satu dua tiga empat lima enam,hah enam orang semuanya istri mu?,kalau begitu aku yang nomor tujuh,ya aku istri mu yang ketujuh" kata gadis itu sambil terus mengepit kepala Alex.


Alex memang tidak berniat untuk berontak, karena merasa kalau gadis kecil itu tidak berniat jahat kepadanya.


Lepaskan aku nona kecil,aku minta maap, lepaskan aku ya nona kecil,lihatlah kepalaku sudah basah kena peluh ketek mu yang kecut ini"kata Alex lagi.


"Tidak,tadi kau mau membunuh anak buah ku,lalu mengatai aku nenek nenek,lalu gadis kecil,aku tidak melepaskan mu,kecuali kau mengatakan kalau aku istrimu yang ketujuh" kata gadis mungil itu.


"Tidak itu tidak mungkin nona kecil,nanti ayahmu marah dan pantat mu bisa dipukulnya nanti"kata Alex.


"Kau keterlaluan,dari tadi selalu mengejek ku, katakan dulu bahwa aku istri ketujuh mu,baru kau kulepaskan"kata gadis itu lagi.


"Tidak itu tidak mungkin nona,aku tidak mau"kata Alex .


Tetapi gadis mungil itu masih saja memperkuat kepitannya.


Kini kepala Alex benar benar basah oleh peluh dari ketek gadis itu.


Kalau dia berontak,itu akan menyakiti gadis mungil itu,dan lagi pula dia mau tahu apa yang akan diperbuat gadis itu kepadanya.


*********

__ADS_1


__ADS_2