
Pendekar kembar Liou thai menatap kearah seorang pemuda yang duduk membelakanginya di kelilingi oleh lima orang gadis cantik luar biasa dengan mata berbinar binar.
Dari warna rambutnya,sudah bisa dia pastikan bahwa itu adalah Alex sang tuan agung.
"Tu tu an,apakah itu benar benar tuan agung?,maapkan kami berdua yang cuma menantikan tuan dikota ini,beberapa waktu yang lalu,saya sibuk mengobati adik saya yang terluka sangat parah,tetapi syukur lah, sekarang sudah sembuh kembali, terimakasih atas pertolongan tuan tempo hari,seandainya tidak ada tuan,mungkin kami berdua sudah mati" kata Liou thai sambil bersimpuh di belakang Alex.
Alex memalingkan badannya kebelakang,ia menatap sepasang pendekar kembar yang dahulu pernah dia selamatkan dari serangan pasukan serigala hitam.
Alex bangkit berdiri,ia berjalan kedekat Liou thai,dipegangnya kedua bahu pemuda itu dan diajaknya berdiri,begitu juga dengan Liou se.
"Berdirilah,aku menolong kalian bukan minta balasan,tetapi sudah menjadi kewajiban kesesama manusia,aku senang kalian kakak beradik selamat dan sekarang sudah sehat,itu sudah cukup membuat ku senang"kata Alex.
"Tetapi tuan ,semenjak tuan selamatkan dahulu,aku sempat bicara dengan adik ku,seandainya dia sehat kembali,kami akan mengabdikan diri kami kepada tuan,kami akan tetap dikota ini hingga tuan kembali,Dulu kami pernah bertemu dengan tuan Syaoran dan teman temannya saat beliau mau ke kota raja Yuking dan kota raja Song untuk menyampaikan pesan tuan,kami sempat berbincang bincang tentang tuan,dan tekad kami ternyata sama, maka kami berjanji sama sama menanti tuan kembali"kata Liou thai.
"Baiklah,bila itu sudah menjadi keputusan kalian,maka bergabunglah dengan kami,kami akan melakukan perjalanan ke kota raja Yuking, kemudian kekota raja Song,lalu ke hutan keramat"kata Alex kepada Liou bersaudara itu.
"Kami bersedia ikut bergabung dengan tuan" kata Liou thai.
Alex menyuruh Liou bersaudara untuk mencari meja kosong agar bisa makan bersama,tetapi Liou bersaudara menolak,dan mengatakan akan berkemas kemas dulu.
malam itu mereka menginap di sebuah penginapan yang cukup besar,tetapi karena banyaknya anggotanya, penginapan itupun di buat hampir penuh.
Yang menjadi masalah adalah Alex dan lima orang istrinya yang masing masing tidak ingin pisah ke kamar lain.
Sehingga akhirnya Alex memutuskan mereka berenam satu kamar semua.
Pagi berikutnya setelah sarapan,mereka meneruskan perjalanan menuju ke kota Kui shin.
mereka keluar dari kota Min shin dari gerbang barat kota.
Kali ini mereka masing masing menaiki seekor kuda tunggangan.
Setelah beberapa hari perjalanan,akhirnya mereka sampai juga di kota kedua,yaitu kota Kui shin,saat belum sore hari.
Saat mengantri di gerbang kota Kui shin,ternyata antrian yang akan memasuki kota cukup banyak juga.
Setelah putri Giok Lin membayar biaya masuk mereka semua,akhirnya mereka memasuki kota Kui shin dengan berkuda perlahan lahan,karena lalu lintas di kota ini cukup padat.
Alex mengajak semua anggota rombongannya memasuki rumah makan Kaili yang cukup terkenal di kota Kui shin ini.
Dirumah makan ini pula dia pernah bertemu dengan seorang nona muda Arogan bernama Jia me dahulu saat membawa kedua istrinya yang sakit.
Ketika mereka masuk, rumah makan itu langsung penuh dengan manusia,karena anggota rombongan Alex lumayan banyak.
__ADS_1
Putri Giok Lin memesan makanan dan minuman untuk mereka semuanya, termasuk untuk semua anggota rombongan pengawalnya.
Baru saja mereka duduk menunggu pesanan datang sambil menikmati teh harum,dari sebelah pintu datang lagi empat orang dara cantik memasuki rumah makan itu.
Alex terperanjat setelah melihat siapa yang barusan datang.
Empat orang dara cantik itu adalah Jia me,An lan, Ming na,dan Bao yu.
Jia me adalah gadis yang dahulu pernah bertaring dengannya dan berakhir setelah hiasan rambut gadis itu dia ambil.
putri Annchi menatap kearah Alex yang nampak terkejut menatap kedatangan para gadis itu.
"Kakak mengenal mereka?"tanya putri Annchi kepada Alex.
Alex menganggukkan kepalanya.
"Suami kita ini,setiap gadis cantik pasti dia kenal"kata putri Kwan si menyela sambil mencibirkan sudut bibirnya kearah Alex.
Alex tersenyum menatap kearah putri Kwan si.
"Jangan salah sangka putri,aku tidak pernah mempermainkan wanita, dulu saat melewati kota ini,kau dan putri Giok Lin sedang sakit parah,dan terpaksa ku sembunyikan didalam dunia dimensi, aku pernah bertarung dengan gadis itu,dan aku sempat mengambil hiasan rambutnya,dan ia sangat marah kepada ku"kata Alex menjelaskan.
"Lha iya lah dia marah, kamu yang aneh pakai mengambil hiasan rambutnya segala"kata putri Giok lin.
Keempat data cantik itu memandang ke sekeliling mencari tempat duduk yang masih kosong, ternyata sudah penuh semuanya.
Ketika akan berpaling pergi,sudut matanya menatap orang yang selama ini dia cari ada disitu.
Binar bahagia,marah dan benci menjadi satu saat melihat kehadiran orang yang telah lama dia tunggu tunggu itu.
Nona muda Jia me berjalan menghampiri meja Alex dan kelima istrinya itu sambil matanya melotot marah.
"Eh bukankah kau pemuda tengil tempo hari kan?,ternyata oh ternyata,selain tengil kau juga mata keranjang, sungguh besar keranjang mu hingga semua wanita cantik kau embat semuanya"kata gadis itu sinis menatap Alex dengan sudut matanya.
"Ah,kau berlebihan nona,tidak semua wanita cantik ku embat,buktinya masih ada empat wanita cantik yang tidak ku apa apakan"kilah Alex sambil meneguk minuman teh harum nya.
Dewi muyimaeva bangkit dari duduknya lalu menjura kepada gadis itu sambil tersenyum manis.
Senyuman yang dapat membuat semua orang yang memandang nya berasa damai dan tenang.
"Maapkan suami kami nona bila telah menyinggung diri mu, biarlah kami berlima kakak adik mewakili suami kami memintakan maap pada mu"kata kata Dewi muyimaeva sangat lembut dan enak di dengar.
Walaupun usianya susah di perkirakan,tetapi Dewi muyimaeva ini memiliki paras wajah yang terlihat paling muda dari semua saudaranya,hingga pantaslah kalau putri Annchi menyuruhnya memanggil sang putri sebagai kakak.
__ADS_1
Menatap wajah sang Dewi kecantikan itu,hati nona muda Jia me menjadi sejuk dan tenang.
"Ti tidak nona, maapkan saya,saya cuma punya urusan sedikit dengan suami kalian itu"kata Nana muda Jia me.
Dewi menatap muka Jia me,sekilas matanya bercahaya biru,tetapi cuma sekilas cepat sekali hingga tidak ada yang menyadarinya.
"Nona muda, maafkanlah suami kami" kata Dewi muyimaeva.
"Tidak,tidak,aku harus membayar kekalahan ku dulu"kata nona muda Jia me.
"Kalau begitu biarlah aku mengaku kalah kepada mu,masalah diantara kita tidak usah diperpanjang lagi"kata Alex sambil menjura.
"Kalau begitu kau harus menjadi pengawal ku,mengawal ku pergi kemana pun"kata Nana muda Jia me sambil tersenyum kemenangan.
Alex bergerak sangat cepat,hingga tidak ada satupun yang sempat melihatnya kecuali sang Dewi muyimaeva,dia menyematkan hiasan rambut berbentuk bunga teratai terbuat dari emas di rebut nona muda itu.
Dewi muyimaeva hanya tersenyum melihat kejahilan sang suaminya itu.
Sekarang dia melihat sisi lain dari pribadi sang suami.
Dia mendalami hati sang suami,namun tidak di lihatnya ada rasa ketertarikan disana,jadi dia menyimpulkan bahwa itu murni keisengan sang suami yang bisa membuat orang menjadi salah tafsir.
"Kalau kau menginginkan dia menjadi pengawal mu,bisa saja nona,tetapi syaratnya kau harus menjadi istrinya,bagai mana?,aku mewakili semua kakak kakak ku,melamar mu untuk menjadi istri dari suami kami"kata Dewi muyimaeva lembut.
Muka gadis itu tiba tiba memerah, "tidak,tidak, itu tidak mungkin,biarlah urusan dengan dia hari ini ku abaikan hingga bertemu di lain waktu,aku tetap akan bertarung dengan mu,hingga bisa mengalahkan mu"kata nona muda Jia me sambil berlalu pergi dari rumah makan itu.
"Gadis yang aneh sekali"kata putri Kayla bergumam sendiri.
"Kalian memiliki persamaan,sama sama egois kakak Kayla,pintar menyembunyikan perasaan dengan berpura pura membenci"kata Dewi muyimaeva sambil tersenyum menoleh kearah putri Kayla.
Putri Kayla menunduk malu,mukanya memerah, dia tahu,tidak ada gunanya berbohong di depan Dewi yang satu ini,Dewi ini seolah bisa membaca isi hati orang lain.
"Entah apa yang akan terjadi kelak,tetapi aku tidak melihat dia adalah bagian dari kita kakak" kata Dewi muyimaeva lagi.
"Maksud mu,kelak kakak Alex tidak bakalan bersatu dengan nona itu?"tanya putri Annchi kepada Dewi muyimaeva.
"Entahlah kakak Annchi,tetapi yang pasti dia bukan salah satu dari istri resmi nya kakak Alex"jawab Dewi muyimaeva.
"Eh kalau begitu kasihan kakak Alex bakalan patah hati dong" kata putri Kwan si tertawa sambil melirik sang suami.
Serentak mereka semua pun tertawa tawa.
Selesai makan mereka mencari rumah penginapan untuk bermalam malam ini,karena besok mereka akan meneruskan perjalanan ke kota Dangean,kemudian melewati kota Xinyuan,barulah sampai dikota Yuking.
__ADS_1
*********