Mr Matrix

Mr Matrix
Pembebasan Kota raja.


__ADS_3

Pagi baru beranjak siang, dan sang mentari masih memancar ramah dari balik daun daun rindang menutup permukaan Hutan.


Bukit duri adalah bukit yang membentang di kiri kanan jalan raya ini dengan kecuraman yang lumayan ekstrim serta memanjang hingga sejauh tigaribu langkah jauhnya,serta di isi batu batu besar sebesar gajah bertengger di kiri kanan jalan raya.


Sedangkan di puncak bukit,terbentang pohon pohon besar seperti kaki raksasa memagari sepanjang punggung bukit duri.


Ketika memasuki kawasan bukit duri ini,tiba tiba firasat Alex mengatakan ada sesuatu yang akan terjadi nanti.


Alex menghentikan langkah kaki nya,di ikuti ketiga istrinya dan jendral Meranus.


Alex menerapkan mata Dewa nya yang bisa menembus gunung batu sekali pun hingga jarak beberapa juta langkah jauhnya.


Alex melihat jauh di depan,jarak setengah hari berkuda,ada serombongan besar prajurit rambut api sedang berjalan menuju kearah mereka dengan membawa peralatan perang lengkap.


"Didepan jarak setengah hari berkuda dari sini,ada serombongan besar pasukan rambut api yang berjalan menuju kearah ini dengan peralatan lengkap,disini adalah tempat penyergapan yang pas pada mereka" kata Alex.


"Apakah tidak malah berbahaya berhadapan dengan mereka di tempat sempit dan terjepit tebing bukit seperti ini?"tanya jendral Meranus.


"Saya punya rencana jendral, jendral pergilah ke ujung bukit duri ini,dan naiklah keatas bukit tertinggi untuk memantau kedatangan musuh,sisanya serahkan saja kepadaku"kata Alex.


"Baiklah Lex"kata jendral Meranus langsung berkelebat ke arah depan mendaki bukit paling ujung untuk melihat pergerakan kedatangan musuh.


Sedangkan Alex memanggil Lau me, Safartinus dan seratus prajurit khususnya untuk menanam bahan peledak di sepanjang tebing kiri kanan jalan itu.


Setelah sepanjang tiga ribu langkah semuanya di tanam bahan peledak, mereka tinggal menunggu kedatangan rombongan prajurit rambut api yang akan melintasi tempat itu.


Tidak lupa Alex memanggil Soa ning Yosfaririn dan seratus prajurit khusus nya,untuk membantu penyergapan itu.


Setelah semua diposisi masing-masing,mereka menunggu pasukan rambut api yang akan melewati tempat itu.


Setelah beberapa waktu menanti,akhirnya jendral Meranus membunyikan tanda bahwa pasukan musuh sudah terlihat di ujung jalan.


Iring iringan limaribu pasukan musuh dengan peralatan lengkapnya berjalan seperti seekor naga yang sedang berjalan merayap.


"Kita akan melewati tebing curam di kiri kanan jalan,awas tingkatkan kewaspadaan kalian!"teriak jendral Paulion kepada prajuritnya.


Tepat ketika prajurit rambut api yang paling depan hampir mencapai ujung tebing,dari balik pohon muncul seratus wanita cantik dengan menjinjing senapan cahayanya dan langsung menembaki prajurit yang paling depan.


Mayat prajurit rambut api langsung bertumpukan di ujung jalan yang diapit oleh dua tebing itu,serta kepanikan pun terjadi dimana mana antara prajurit yang balik arah dengan prajurit yang masih berjalan saling tabrak.


Jendral Paulion berteriak menyuruh prajuritnya untuk balik arah kembali kearah kota raja.


Tetapi belum juga mereka berjalan,dari atas bukit terdengar dentuman keras hingga menggetarkan tanah.


Batu batu besar dan kecil berguguran menimpa pasukan itu.


Dentuman masih saja terjadi di sepanjang celah tebing gunung itu,meruntuhkan semua tanah dan bebatuan besar kecil menimpa prajurit rambut api di sepanjang tebing bukit duri itu.


Jerit dan ringkik kuda serta suara Yhoke yang sekarat tertimpa tanah dan bebatuan bersahut sahutan.


Dalam waktu yang singkat,hampir limaribu prajurit terkubur tanah dan bebatuan di celah bukit duri ini.


Jendral Paulion menatap kearah jalan yang kini berupa hamparan reruntuhan bukit yang cukup lebar,mengubur semua prajurit nya beserta segala perlengkapan dan perbekalan mereka.


Dengan kesedihan yang sangat besar, Jendral itu meratapi nasip anak buahnya yang harus mengakhiri kehidupannya terkubur ditengah hutan di negeri orang.

__ADS_1


Dengan pedang terhunus, di tatapnya seratus prajurit wanita di ujung jalan itu dengan kemarahan dan kesedihan yang bercampur aduk.


"Kalian telah membantai hampir lima ribu prajurit kami di celah tebing ini,kalian lebih kejam dari pada iblis" kata jendral Paulion menunjuk prajurit wanita di ujung jalan dengan pedang nya.


"Tuan,apakah ada perang yang tidak kejam?,bagai mana dengan kalian yang telah membantai orang tua kami,saudara saudara kami,merebut dan merampas harta benda kami,memperkosa teman teman kami,apa salah kami dengan kalian, sehingga kalian datang dan merampas segala milik kami,bahkan harga diri kami,kami cuma mengambil kembali milik kami yang kalian renggut, kami cuma akibat dari sebuah sebab"Komandan Yosfaririn menjawab tudingan Jendra Paulion.


Ketika kata katanya berakhir,tangan gadis itu menunjuk kearah jendral Paulion dan beberapa prajuritnya yang masih tersisa, "TEMBAK!!".


Lesatan cahaya putih menghujani tubuh jendral Paulion dan sisa pasukannya hingga tersungkur diatas jasad prajurit nya sendiri.


Jendral Meranus diam mematung menatap hamparan tanah dan batu yang kini membentuk jalan besar membentang membelah bukit duri yang tidak lagi tinggi itu,karena jalannya yang meninggi mendekati puncak bukit duri.


Sungguh suatu kekuatan yang mengerikan bagi jendral Meranus,dan beruntung dia pernah berjuang bersama dengan pemuda luar biasa yang kelak akan menggetarkan semesta raya.


Tidak ada yang selamat, tidak ada pula yang bisa memberitahukan kepada jendral Markkilion tentang kegagalan misi jendral mudanya, semuanya berjalan seakan tidak pernah terjadi sesuatu.


Semua pasukan dimasukan Alex kedalam dunia dimensinya,tidak terkecuali semua istrinya, terkecuali si putri cerewet ini yang bersikeras tidak mau berpangku tangan melihat sang suami menentang bahaya sendirian.


Akhirnya,tinggallah Alex dan putri Annchi yang berjalan memasuki gerbang kota raja Balagona.


Mereka menyamar menjadi sepasang suami istri usia empat puluh tahun yang cacat,untuk mengelabui penjaga pintu gerbang kota raja.


Penjagaan di gerbang kota raja ternyata sesuai dengan perkiraan Alex,sangat ketat.


Tetapi dengan keahlian dari putri Giok Lin,mereka bisa terlihat persis seperti sepasang suami istri yang miliki tubuh cacat,sehingga tidak terlalu diperhatikan oleh para prajurit penjaga pintu gerbang kota raja Balagona.


Setelah sampai di dalam kota raja,terlebih dahulu Alex dan putri Annchi berjalan berkeliling melihat situasi kota raja,sebelum mengambil keputusan akhir.


Ternyata dia markas prajurit di timur kota raja sudah kosong semua, karena prajuritnya pergi keluar kota bersama jendral mudanya.


Kini limaribu prajurit rambut api dipusatkan di dalam benteng istana Kaisar yang kini di huni oleh sang jendral besar Markkilion.


Malam itu meski terasa mencekam,tetapi tidak terjadi apapun,Alex dan ketiga istrinya malah asik dengan peperangan mereka sendiri.


Juga malam berikutnya tidak terjadi apapun juga, seakan musuh sudah tidak melakukan gerakan apapun.


Begitupun hingga sampai lima hari tanpa ada kejadian apapun,bahkan tidak terlihat ada satupun prajurit musuh yang tampak di dalam kota raja,baik yang terlihat oleh prajurit maupun yang dilaporkan oleh prajurit teliksandi.


Pada malam ke enam, suasana di istana Kaisar yang sekarang menjadi tempat tinggal jendral Markkilion terasa begitu mencekam.


Lima ribu prajurit terpusat di dalam benteng istana Kaisar, dengan persiapan tempur dan kewaspadaan tinggi.


Tetapi malam ini setelah lima hari tanpa ada hal apapun yang terjadi, ketegangan dan kewaspadaan kian menurun,mungkin karena didalam hati para prajurit tidak akan mungkin terjadi sesuatu apapun, karena hingga kini tidak ada seorangpun prajurit musuh yang tampak memasuki kota.


Waktu terus saja berjalan,tengah malam pun telah lewat,para prajurit sudah terlelap dalam mimpinya masing masing,tinggal sekitar seratus prajurit jaga yang masih terjaga,itupun dengan kondisi ada beberapa orang yang mencuri curi kesempatan untuk sekedar memejamkan mata sambil duduk dibelakang meja,dengan kepala yang diletakan diatas meja.


Tanpa mereka sadari beberapa bayangan manusia bergerak dengan kecepatan tinggi berlompatan dalam kegelapan malam.


Beberapa anak panah meluncur keatas benteng istana membawa tali yang diujungnya terdapat besi berkait.


Setelah besi benar benar tersangkut diatas tembok benteng, beberapa tubuh berpakaian doreng memanjat tali itu dengan cepat.


Sesampainya diatas tembok benteng,mereka bergerak masing masing seperti memang sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.


Akhirnya,beberapa prajurit yang berjaga diatas tembok benteng menjadi korban dengan leher yang nyaris putus tertembus pisau yang di lemparkan prajurit berbaju doreng doreng itu.

__ADS_1


Setelah semua prajurit jaga yang bertugas diatas tembok benteng istana tewas,mereka bergerak melompat turun dengan tali tempat mereka naik tadi dan sudah di pindahkan kearah dalam benteng istana.


Seratus prajurit wanita dengan pakaian doreng, menyerbu tempat seratus prajurit jaga beristirahat.


Mereka cuma bisa bengong sesaat,sebelum cahaya putih meluncur dengan kecepatan luar biasa menghantam dahi mereka hingga menimbulkan sebuah lobang sebesar ibujari kaki.


Satu persatu prajurit jaga itu tersungkur kelantai tanpa sempat membalas.


Setelah semua prajurit jaga rambut api tewas semuanya,sebagian prajurit berpakaian doreng itu secepatnya membuka pintu benteng.


Setelah pintu gerbang istana terbuka lebar, dengan gerakan yang nyaris tanpa suara,ribuan prajurit bergerak serentak memasuki benteng istana Kaisar.


Pintu pintu barak prajurit dalam benteng istana hancur terkena hantaman senjata sinar pasukan khusus pimpinan Safartinus Yosfaririn.


Dengan senjata seadanya, prajurit rambut api melawan prajurit Alex dan jendral Meranus sekuat tenaga.


Jendral Spartian dengan senjata terhunus membabat setiap prajurit jendral Meranus yang kebetulan berdekatan dengan dirinya.


Melihat banyak prajuritnya yang tewas, jendral Meranus melompat kehadapan jendral Spartian dengan pedang terhunus pula.


Perkelahian antara kedua Jendral itupun terjadi dengan serunya.


Sedangkan jendral besar Markkilion yang mendengar keributan, secepatnya mengenakan pakaian perangnya, dengan pedang perak terhunus di tangan kanannya dan perisai di tangan kirinya,maju menghantam setiap prajurit musuh yang dapat dia capai.


Tiga orang prajurit Alex dalam sekejap menjadi mangsa empuk sang jendral gaek itu.


Sabetan pedang sang jendral gaek itu langsung menghantam pinggang prajurit Alex,sehingga menyebabkan tubuh sang prajurit terpelanting kesebelah kiri.


Namun yang aneh, prajurit itu tidak terluka sedikitpun,bahkan bajunya saja tidak tergores sedikitpun.


Begitu pula dengan kedua orang prajurit lainnya,sangkin kerasnya hantaman pedang jendral gaek itu,sehingga tubuh sang prajurit terlempar beberapa Depa,tetapi kembali bangkit tanpa terluka sedikitpun.


Ternyata pakaian yang Alex berikan untuk semua prajuritnya,bukan saja menahan dari serangan berbagai senjata,tetapi juga melindungi si pemakainya dari terluka dalam,baik karena pukulan tenaga dalam maupun benturan.


Melihat kejadian itu, keberanian dan rasa percaya diri prajurit Alex semakin meningkat drastis.


Tetapi Lau me tidak ingin terlalu mengambil resiko,sehingga dia langsung turun tangan menghadapi jendral gaek itu.


Pertarungan ditengah peperangan itupun berlangsung dengan seru dan berimbang.


Yang tampak tidak berimbang adalah pertarungan antar prajurit rambut api dan prajurit Alex.


Justru banyak para prajurit rambut api yang tidak berani mendekati prajurit Alex karena mereka tampak seperti kebal senjata tajam.


Bahkan ada beberapa anak panah mereka yang mental setelah menghantam baju seragam perang prajurit Alex itu.


Tanpa terasa pagipun datang,namun perang di dalam komplek istana Kaisar itu masih saja berlangsung.


Tidak ada satupun masyarakat yang berani mendekati tempat itu, ataupun melihat dari kejauhan.


Prajurit rambut api satu persatu mulai terlihat bertumbangan.


Begitu pula dengan prajurit jendral Meranus, juga ada beberapa yang tewas di tangan prajurit rambut api.


Menjelang pagi hari, pertarungan antara jendral Meranus dan jendral Spartian kian seru,keduanya sama sama mengeluarkan kemampuannya masing masing hingga tataran tertinggi.

__ADS_1


**********


__ADS_2