
Kini setelah ketujuh istrinya bergabung masuk menjadi satu didalam tubuhnya,muka Alex menjadi sangat tampan,bahkan terkesan Alex lah satu satunya laki laki tercantik yang bisa melebihi kecantikan ratu bidadari di kahyangan Swarga loka sana.
Ada kegembiraan,ada kepuasan,dan ada kebahagiaan luar biasa yang dirasakan oleh para istri Alex ,setelah menyatu dengan tubuh sang suaminya itu.
Kini yang menjadi masalah adalah pemisahan,karena mereka tidak tahu cara memisahkan diri mereka seperti keadaan sebelumnya.
Berbagai upaya dilakukan,tetapi tetap tidak bisa terpisah lagi.
Mereka memang masih bisa berkomunikasi dan bercanda gurau seperti biasanya tetapi lewat alam pikiran Alex saja.
Alex akhirnya membuka layar Matrix untuk mencari tahu cara pemisahan tubuh mereka seperti semula,tetapi di dunia Matrix juga tidak ditemukan caranya.
"biarlah kak,tubuh kita menyatu seperti ini aku merasa sangat bahagia, kemanapun tidak terpisahkan lagi,ini sungguh sungguh sehidup semati kak"kata Dewi Paraditha.
"Ya,,iya biarlah seperti ini kak,kita satu tubuh dengan delapan jiwa keren kan,bukan satu tubuh sepuluh kepala, tetapi satu tubuh delapan jiwa"kata putri Annchi yang di dukung oleh semua istrinya itu .
Namun tiba tiba didalam benak mereka terdengar suara halus namun sangat jelas berkata, "kalian akan bisa hidup normal seperti sedia kala,bila kalian dapat menyempurnakan ilmu jagat semesta ini dengan mengumpulkan tiga roh suci yang merupakan elemen dasar terbentuknya semesta raya ini,yaitu roh tanah suci kehidupan,roh udara suci kehidupan dan roh api suci kehidupan,kelak bila kalian bisa menemukannya dan menyatukannya,maka ilmu Dewa Agung semesta kalian akan sempurna,itu ditandai dengan kalian bebas kapan saja untuk menyatu atau berpisah tubuh,tetapi kalian harus mengumpulkan bidadari bidadari utama yang ku sebar di jagat semesta ini untuk memperkuat tubuh utama kalian agar tidak hancur oleh empat unsur suci kehidupan"...
"Dimana kita mendapatkan ke tiga unsur alam itu?"tanya Alek didalam hatinya.
"Yang sangat penting sekarang adalah berjalan sesuai takdir kita kakak,kalaupun kita tidak lagi bisa berpisah untuk selama lamanya,kami pun bahagia, karena bisa terus menyatu dengan orang yang sangat kami cintai"kata Dewi muyimaeva berbicara didalam hati Alex .
"Baiklah sambil jalan kita mencari tahu dimana kita bisa menemukan ketiga unsur dasar semesta ini" kata Alex sambil bangkit berjalan keluar dari ruangan itu setelah menyimpan cawan berlian nya.
Kini langkah Alex menjadi lebih ringan lagi dan jauh lebih bertenaga,sehingga dalam sekejap sudah bisa mencapai kuil di puncak gunung itu.
Setelah Alex tiba diatas dan keluar dari kuil itu,kini awan yang selalu menutupi puncak gunung itu sudah tidak terlihat lagi.
Tanpa membuang waktu lagi,Alex langsung terbang ketempat mereka tidur tadi malam, memasukan enam ekor kuda ke dunia dimensi milik nya.
Kini dia menunggangi dewa Pegasus sendirian,tidak lagi dikawal oleh para istrinya lagi.
Sebenarnya dikatakan sendirian juga tidaklah tepat,karena mereka masih bisa berbicara dan ngobrol seta bercanda seperti biasanya ,cuma panca Indra mereka saja yang menyatu.
Mereka terkurung di ruang bawah kuil dewa air itu ternyata hampir setengah hari lamanya, karena ketika Alex keluar dari kuil,hari sudah lewat tengah hari.
Seakan berpacu dengan waktu,Alex langsung memacu dewa Pegasus untuk berlari menyusuri jalan raya itu.
Ketika sore hari tiba,Alex sudah jauh dari tempat nya beristirahat kemarin.
Sore hari ini Alex sampai disebuah perempatan jalan,simpang yang keselatan menuju kota Penahang,Simpang keutara menuju kota Phang Yung,sedangkan yang lurus ke timur menuju kota Rembulan.
Di persimpangan ini berdiri sebuah rumah singgah,sebuah rumah memanjang sekedar untuk berteduh tidur saja, karena seperti biasanya, hampir setiap hari selalu saja ada orang yang singgah untuk sekedar menginap.
Setelah meletakan dewa Pegasus ketempat kuda khusus,Alex bermaksut untuk memasak makanan untuk dia makan.
Perlu di ingat,bahwa Pegasus adalah kuda khusus,sehingga bagi ya tidak perlu tali kekang, karena Alex memberi perintah kepada Pegasus cukup dengan kehendak hatinya saja alias hubungan batin saja,sehingga bagi Alex dan Pegasus,tali kekang tidaklah perlu.
__ADS_1
Alex mengeluarkan perlengkapan memasak yang selalu dia bawa serta ke setiap perjalanannya.
Sambil mencari tempat di bawah sebatang pohon yang rindang, Alex berjalan ke sudut kanan halaman rumah singgah itu.
Disitu ada sebatang pohon rindang berbatang besar dan sangat baik tempat berteduh serta memasak makanan.
Alex segera memasak nasi serta membakar daging rusa untuk makan nya sore ini.
Saat asik makan di bawah pohon rindang itu,tiba tiba dari arah Utara dari kota Phang Yung nampak serombongan prajurit berkuda sekitar tigaratus orang mendekati arah rumah singgah itu.
Tiga ratus orang itu sepertinya adalah prajurit khusus dari negeri Nirwana yang sedang dalam perjalanan kembali dari kota Phang Yung menuju kota raja Nirvana.
Berkuda dengan gagahnya didepan, ternyata seorang wanita cantik jelita berbadan tinggi dengan rambut panjang di ikat buntut kuda.
Nampak sekali kalau pimpinan pasukan itu berkepandaian sangat tinggi.
Sedangkan Alex yang melirik sepintas,pura pura tidak memperhatikan pasukan khusus itu, terus saja dengan acara makan makannya sendiri.
Setelah turun dari kudanya,tali kekang kuda itu disambut oleh seorang prajurit ,yang ternyata prajurit itu seorang wanita cantik juga.
Mereka mengawal beberapa kereta barang yang terlihat membawa barang barang berharga.
Pimpinan pasukan itu menoleh kearah Alex yang sedang asik makan tanpa memperdulikan mereka yang sedang berjalan menuju kearah rumah singgah itu.
"Putri,apakah perlu kami beri pelajaran kepada manusia aneh itu?"tanya seorang prajurit kepada sang pimpinan yang dia panggil putri tadi.
Putri cantik itu berpikir sejenak,lalu menggelengkan kepalanya, "tidak usah,buat saja agar dia berbalik dan menghormat kepada ku" kata sang putri .
Pasukan khusus itu di beri nama pasukan khusus tigaratus bidadari pencabut nyawa yang terkenal diseluruh benua keganasan dan ketangguhannya.
"Hei kau manusia t*l*l!,berbalik lah dan berilah hormat kepada putri Sam Yue Yin yang cantik jelita serta sakti mandraguna bila masih menyayangi nyawa mu!"teriak sang prajurit itu.
Alex masih sibuk dengan acara makannya sendiri, sambil mengunyah sepotong daging rusa muda yang empuk.
"Nyam, nyam, nyam, huuuh sungguh nikmat nih daging rusa muda yang dipanggang empuk,nyam, nyam, nyam"gumam mulut Alex sambil terus sibuk mengunyah makanannya.
"Hei!!,aku bicara dengan mu,kenapa tidak berbalik, apakah kau tuli,ataukah gila"tanya prajurit wanita tadi dengan setengah membentak.
Alex membalikan tubuhnya lalu celingukan kesana kemari seolah mencari sesuatu.
"Ahai,gerangan apakah sore sore seperti ini ada setannya ya,kenapa tadi sepertinya ada suara, tetapi kok tidak ada siapa pun juga ya?"kata Alex sambil terus celingukan kekiri dan kekanan mencari sesuatu.
Sesaat sang prajurit khusus wanita serta sang pimpinan pasukan khusus itu terdiam sejenak.
nyawa mereka seakan akan terbang tercabut dari tubuhnya menatap wajah Alex yang luar biasa tampan itu.
Karena saking tampannya,bahkan bisa dikatakan sangat luar biasa cantik,andai saja putri tercantik di negeri itu disandingkan dengan ketampanan Alex, mungkin masih kalah jauh.
__ADS_1
Bahkan sang putri Yue Yin sendiri beberapa saat hampir tidak bisa menguasai dirinya, jantung nya berdetak tidak lagi normal,tetapi seperti mau meledak di dalam dada nya.
Untung saja sifat sombong dan angkuh yang selama ini menguasainya,kembali mempertahankan harga diri seorang putri kaisar tanah Nirwana yang selama ini bersifat egois dan selalu ingin melebihi dari siapapun.
"Ah,masa sih ada setan' disiang hari bolong seperti ini"kata Alex sambil terus celingukan seolah mencari sesuatu.
Kini Alex membuka tutup kualinya,membalik balik daun kering,serta menyibak kumpulan rumput kecil didekat batang pohon.
"Aneh tidak ada siapapun juga,tetapi tadi sangat jelas ada suara orang berbicara"gumam Alex dengan suara agak keras.
"Hei,itu aku bukan setan,aku manusia juga!" teriak prajurit wanita tadi.
Kembali Alex tersentak lalu celingukan kesana kemari mencari sesuatu.
"Pletok!!".
Tiba tiba sebuah ketokan jari mampir di kepala Alex.
"Hii ada setan',maaa takut setan ma!!"jerit Alex sambil membawa kuali nasinya lari kedalam rumah singgah.
"Tuan putri!,tuan putri!, pemuda kayangan itu sudah pergi tanpa melihat kita tuan putri,apakah dia yang buta ataukah kita yang sudah menjadi hantu tuan putri?"tanya sang prajurit wanita itu setengah menangis.
"Hei,kenapa kamu menangis,pasukan khusus itu kuat dan pantang menangis,ayo bangkit!"teriak sang putri.
"Tuan putri,bagai mana saya tidak menangis, sekuat kuatnya saya sebagai prajurit khusus, tetapi kalau harus jadi setan semuda ini dan belum pernah merasakan senjata pusakanya para laki laki,saya juga sedih tuan putri!" jerit prajurit wanita tadi sambil menangis sesegukan.
Rupanya kata katanya termakan juga oleh pikiran sang putri.
Sang putri merenung sejenak,memikirkan kata kata sang prajurit nya tadi.
Kebetulan di dekat mereka melintas pula serombongan pedagang kain sutra yang juga berniat singgah bermalam di rumah singgah itu.
"Hei kalian tunggu sebentar,jangan berlalu begitu saja!"teriak putri Yue Yin.
Para pedagang itu berhenti sambil menoleh dan lutut mereka gemetar melihat sang putri yang memang sudah dikenal dimana mana itu.
"Am ampun tuan putri Yue, bukannya hamba berniat tidak hormat atau bersikap kurang ajar,tetapi hamba memang buru buru mau kebelakang buat buang sial,eh buang hajat maksud hamba"kata salah satu pedagang itu sambil bersimpuh di tanah.
"Ja di ,jadi kalian bisa melihat kami ya?"tanya putri Yue kepada pedagang itu.
"I iya melihat tuan putri"kata pedagang itu sambil memegang perutnya seraya menggeliat menahan mules.
"Keparat,ternyata kita dipermainkan oleh pemuda kayangan itu putri,untung dia luar biasa tampan dan saya juga sempat menggetok kepalanya tadi putri"kata sang prajurit wanita tadi dengan geramnya.
Sedangkan sang pedagang itu sudah tidak lagi bisa menahan hasrat buang hajat nya.
"Broooot bot bot bot!!"..
__ADS_1
Tumpah ruah tempoyak busuk bersama kuahnya membasahi celana sang pedagang kain itu yang kini mukanya menjadi pucat pasi itu.
...****************...