Mr Matrix

Mr Matrix
Teratai Emas di Puncak Pilar Langit.


__ADS_3

Alex memperhatikan dengan seksama keberadaan bintang besar yang diributkan istrinya.


Ternyata benar berada tepat ditempat ujung pilar alam yang terbuat dari batu itu berada.


Seolah ada sesuatu di atas pilar alam itu, mungkin juga ada seseorang yang tinggal di situ.


Biasanya seorang pertapa yang sudah mencapai alam Nirwana lah yang suka menyepi ditempat terasing seperti itu.


"Kak bagai mana kalau kita lihat kesana yok"desak Dewi Paraditha sambil bergelayut manja di pundak sang suaminya.


Alex menatap Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena,meminta pendapat mereka.


"Biasanya ditempat seperti itu,dihuni oleh seorang pertapa sakti seperti yang kita jumpai di kak"putri Annchi menyahut.


"Ya,kuil antik seperti itu memang biasanya di huni oleh seorang pertapa sakti yang menghindari keramaian, menyepi sendirian"kali ini Dewi muyimaeva menanggapi.


"Sebenarnya aku juga penasaran,siapa sih yang hidup ditempat seperti itu"Dewi Lunar Jena ikut menanggapi.


"Bagai mana kalau besok saja kita kesana,siapa tahu disana ada bahaya yang menunggu"Alex memberikan saran kepada semua istrinya.


"Tidak apa apa kak,besok juga lebih bagus,mending sekarang kita beristirahat saja"putri Kayla menanggapi saran sang suami.


Malam itu mereka ber istirahat sambil menatap bintang besar di cakrawala.


Tanpa disadari Alex tertidur dan hanyut terbawa arus mimpi.


Disebuah Padang rumput yang sangat luas,dari empat penjuru terdengar derap kaki kuda yang sangat banyak, Utara, selatan, timur dan barat terdapat masing masing puluhan ribu prajurit sedang berpacu dengan senjata terhunus siap tempur.


Alex yang berada di tengah tengah seolah merasa keempat pasukan itu sedang mendatangi dirinya dari empat penjuru.


Alex mencoba untuk berlari menghindar,tetapi kakinya seakan tidak mau menuruti perintah otaknya.


Tubuh Alex seperti tidak memiliki tenaga sedikitpun untuk menghindar.


Dia melihat keempat pasukan itu saling membunuh satu sama lainnya,hingga darah menggenang seperti lautan diatas rerumputan itu.


Entah siapa lawan dan siapa teman,semuanya serba kacau,yang ada cuma membunuh siapapun yang mereka temui.


Meski Alex berada ditengah tengah Medan perang,orang orang seperti tidak melihat kehadirannya.


Di belakang pasukan masing masing nampak seorang Kaisar,beberapa panglima serta putra mahkota nya.


Ke empat orang kaisar itu nampak mengamati pasukan nya masing masing yang sedang saling membunuh dan salin serang itu,sambil sesekali memberikan perintah atau aba aba.


Alex merasa hari sedemikian cepat berputar,hingga beberapa hari berlalu,peperangan itu masih saja berlangsung dengan sengitnya,bangkai manusia sudah tidak lagi terhitung banyaknya, darah juga sudah menggenang diatas rumput hingga sebatas mata kaki.


Hingga hari ketujuh, habislah semua prajurit,hari kedelapan habislah semua panglima,hari kesembilan habislah semua pangeran dan putra mahkota.


Hari kesepuluh,yang tinggal di Medan perang itu cuma empat orang kaisar yang berdiri sedih menatap tumpukan mayat prajurit dan kerabatnya yang mati semuanya.

__ADS_1


Seorang kaisar tiba tiba berseru sangat nyaring sambil menatap ke langit, "Dengarlah !!,kini tinggal kita berempat saja yang tersisa, penentuan terakhir, siapa yang berhak menjadi suami Dewi Amaria, seluruh prajurit kita sama sama telah habis,ayo sekarang kita tentukan siapa yang bakal keluar sebagai pemenangnya"...


"Ayo sekarang kita tentukan siapa yang berhak memboyong gadis tercantik di seluruh semesta raya ini"sahut yang lainnya.


Pertarungan antar kaisar itupun dilanjutkan kembali.


Kaisar Utara melawan kaisar selatan,dan kaisar barat melawan kaisar timur.


Pertarungan itupun memakan waktu berhari hari,hingga akhirnya pada hari ke lima belas,Zuo Ming Lau sang kaisar barat keluar sebagai pemenang tunggal setelah tiga orang rekannya tewas dalam adu tanding itu.


Di ujung Padang rumput itu berdiri seorang gadis yang luar biasa cantik jelitanya,dengan bentuk tubuh yang sangat indah dipandang.


Mukanya putih bersih bercahaya,berbulu mata lentik alami,badan tinggi semampai serta body luar biasa indah.


Mata gadis cantik jelita itu menatap Zuo Ming Lau, Kaisar tua berperut buncit dengan muka agak keriput dan berwarna hitam itu dengan berurai air mata.


"Wahai segala kecantikan, lihatlah calon suamimu ini, ayo kita pergi ke istana ku, kau adalah hadiah terindah yang pernah ku dapatkan" kata Kaisar Zuo Ming Lau sambil merentangkan tangannya.


Gadis cantik yang baru berusia delapan belas tahun itu menatap sang Kaisar tua itu dengan tatapan jijik,betapa tidak,seluruh prajurit nya,panglimanya serta putra putranya dia korbankan demi ambisi pribadinya semata.


"Hei Kaisar bangkotan, kalian bertempur hingga seluruh prajurit kalian tewas semua,tetapi pernahkah kalian tanyakan kepada diri ku, bersedia atau tidak,mau atau tidak,setuju atau tidak,yang ada di pikiran kalian cuma ambisi kalian sendiri tanpa mau menghargai perasaan orang lain,dengarlah wahai Kaisar tua Bangka,aku lebih memilih mati dari pada bersuamikan diri mu!" teriakan gadis cantik jelita itu menggema di Padang rumput beralas darah itu.


Wajah Kaisar Zuo Ming Lau merah padam mendengar kata kata Dewi Amaria yang menyakitkan itu.


Setelah perjuangannya berhasil dengan pengorbanan yang luar biasa besarnya itu, ternyata hasilnya sebuah penolakan yang menyakitkan itu.


"Setelah sekian banyak korban dari memperjuangkan dirimu, cuma sebegitu sajakah sambutan mu atas keberhasilan ku"kata Kaisar Zuo Ming Lau dengan kesal.


Mendengar itu, kemurkaan hati sang kaisar semakin memuncak,dengan suara lantang dia berkata, "dengar gadis jelita,kau memang cantik jelita tiada tandingannya,tetapi hati mu sekeras batu, alangkah indahnya bila tubuh mu juga menjadi batu"...


Tiba tiba alam yang tadi terang benderang kini menjadi gelap gulita seperti malam ,angin kencang berhembus disertai air hujan,petir pun berdentum beberapa kali.


Setelah hujan badai reda, dan alampun menjadi terang kembali,kini tubuh Dewi Amaria telah membeku menjadi batu giok yang indah.


Sang Kaisar meratap di depan patung Dewi Amaria yang terbuat dari batu giok biru itu,tidak disangkanya ucapannya dikabulkan langit.


Sang Kaisar berteriak memanggil manggil nama sang Dewi,tetapi patung tetaplah patung yang tidak bisa berbuat apapun juga.


Akhirnya sang Kaisar menangis tersedu sedu menyesali ucapannya, tetapi semuanya sudah terlanjur terjadi.


Alex tersentak dari mimpi anehnya langsung duduk, semua istrinya juga tersentak bangun melihat sang suami tiba tiba duduk.


"Ada apa kak,kenapa tiba tiba terbangun dan langsung duduk,apakah ada sesuatu?"tanya putri Annchi sambil melap keringat yang bercucuran di dahi suaminya itu .


Akhirnya Alex menceritakan tentang mimpinya kepada istrinya itu.


Keenam orang istrinya mendengarkan dengan seksama cerita mimpi Alex.


"Mungkin mimpi itu berkaitan dengan bintang yang kita lihat tadi kak"kata Dewi muyimaeva memberikan pendapatnya.

__ADS_1


"Ku rasa juga mimpi kakak berkaitan dengan bintang yang kita lihat sore tadi,mungkin ada juga kaitannya dengan kakak"kali ini Dewi Lunar Jena yang menanggapi.


"Ada kaitannya dengan aku?,apa?,aku cuma di beri kilasan kejadian, bukan sebagai pelaku yang terlibat"kata Alex bingung.


Dari kejauhan suara Kokok ayam hutan terdengar Lamat Lamat dari bawah jurang pertanda pagi sudah tiba.


Di ufuk timur,Safak merah mulai nampak memancarkan cahayanya.


"Kak,kita jadi tidak ke kuil itu,hari ini?"tanya Dewi Paraditha sambil menatap Alex dengan sudut matanya.


"Terserah kalian,aku akan mengikuti saja"kata Alex.


Tidak berapa lama sang Surya mulai memancarkan cahayanya, dan semesta mulai menggeliat hidup kembali.


Di kejauhan nampak pilar alam terbuat dari baru menjulang dari celah awan dengan sebuah kuil di puncaknya.


Disekeliling kuil itu banyak pohon pohon yang tumbuh rindang yang tidak terlalu tinggi.


Dengan menerapkan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa,serta jurus sembilan langkah dewa tingkat sembilan, membuat tubuh mereka melayang diudara seperti burung.


Mereka segera terbang kearah pilar alam di tengah jurang itu.


Tidak semua orang bisa terbang,tingkat kultipasi harus mencapai Dewa bumi baru bisa terbang seperti burung.


oleh karena itu maka tidak ada seorangpun yang bisa mencapai kuil itu,karena kultipasi harus tinggi.


Memang semua yang melintas di daerah itu akan melihat keberadaan kuil itu yang menyembul dari balik awan,tetapi tidak seorang pun yang dapat mencapainya.


Alex dan keenam orang istrinya segera terbang kearah puncak pilar alam yang terdapat kuil diatasnya itu.


Kuil itu nampak sudah sangat tua sekali, sebagian batunya sudah tergerus angin,namun masih menyisakan keindahan yang luar biasa,dengan bentangan lautan awan disekelilingnya.


Baru saja mereka menjejakkan kaki mereka di puncak pilar alam itu,tiba tiba dari udara terdengar suara burung elang memekik yang sangat nyaring sekali.


Alex menatap langit di kejauhan nampak seekor elang yang sangat besar sekali sedang menukik tajam kearah mereka.


Melihat hal itu, Alex segera memasang tameng gaib untuk menghalangi Sambaran burung elang raksasa itu.


"Dong!!!".


Terdengar suara dentuman nyaring menggema ketika tubuh burung elang raksasa itu menghantam tameng gaib yang Alex buat.


Bulu burung elang itu berhamburan keudara,dan tubuh nya pun segera meluncur kebawah dasar kurang yang entah sedalam apa.


Setelah menunggu beberapa waktu,ternyata burung elang raksasa itu tidak nampak lagi, mungkin mati karena terjatuh kedasar jurang.


Bangunan kuil itu ternyata sangat indah, dengan batu giok sebagai lantainya ,dan di kelilingi oleh pohon pohon yang besar dan rindang.


Disekeliling puncak pilar alam ini disusun batu sedemikian rupa sebagai pagarnya,dan dihalaman depan sebelah kanan kuil,terdapat sebuah telaga kecil yang berair jernih,dengan teratai emas tumbuh ditengah tengahnya yang berbunga sekuntum yang sedang mekar.

__ADS_1


"Lihatlah kak,itu bunga teratai emas yang sangat langka itu,teratai itu baru berbunga setelah delapan ribu tahun,dan sekali berbunga baru mekar seribu tahun kemudian,kita sangat beruntung bisa melihat teratai emas ini berbunga mekar,petiklah kak,bunga itu tidak akan layu meski kakak petik,dan khasiat bunga itu sangat banyak"seru Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena hampir bersamaan.


*********


__ADS_2