Mr Matrix

Mr Matrix
Kuil Petir di Pilar Langit.


__ADS_3

Hati panatua perguruan,Rao Yan memang sangat murka kepada Alex,tetapi dia sendiri tidak berdaya,karena jangankan untuk menyarangkan satu pukulan,menyentuh tubuh lawannya saja dia belum mampu,padahal lawannya belum membalas menyerang.


Tetapi karena jiwa sombong dan harga diri dari Rao Yan yang amat tinggi,membuat dia tidak lagi mau berpikir bahwa lawannya itu bukanlah lawan yang bisa diremehkan.


Panatua perguruan Rao Yan segera meningkatkan kekuatannya ke batas maksimal nya, gerakannya menjadi dua kali lebih cepat dan dua kali lebih kuat dari semula.


Namun hingga seratus jurus berlalu,tidak satupun serangannya yang membuahkan hasil.


"Hei kalian bertiga, kenapa cuma jadi penonton saja,ayo cepat kita keroyok pemuda ini biar cepat selesai" akhirnya Rao Yan melupakan harga dirinya,berteriak menyuruh ketiga temannya yang lain untuk turun mengeroyok Alex.


"Kan sedari awal sudah kubilang agar kalian mengeroyok ku,kapan perlu bersama semua murid murid mu itu,biar ku musnahkan kalian semua"terdengar suara Alex menggema di sekitar telaga itu,walau tidak nyaring,tetapi sangat jelas terdengar di telinga mereka masing masing,itu menandakan sang pemilik suara mempunyai tehnik khusus untuk mengantarkan suara agar bisa maksimal masuk kedalam telinga si pendengar.


Tiga orang Pana tua perguruan langsung melompat kearah Alex dan panatua Fu Yue yang sedang bertarung itu.


Keempat laki laki tua berkepandaian setara itu bergerak mengurung Alex dari empat sisi.


Sedangkan di pinggir arena,Dewi muyimaeva, Dewi Paraditha,Dewi Lunar Jena dan putri Annchi sedang memperhatikan pertarungan itu,dan putri Kayla serta putri Helena sibuk dengan pekerjaan mereka memasak nasi dan daging rusa serta sayur hutan.


Dari pandangan mata mereka berenam,nampak tidak ada sedikitpun rada khawatir disana,mereka semuanya percaya bahwa sang suami bisa mengatasi masalah itu sendirian .


Keempat panatua perguruan itu bergerak secara serentak dari empat penjuru menyerang kearah Alex,


Tetapi Alex dengan jurus sembilan langkah Dewa yang dikombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tingkat dewa,membuat tubuhnya bergerak acak yang sangat sulit di perkirakan,berpindah pindah seperti menembus dimensi lain saja.


"Kalian semua bukan lawan ku,sebaiknya mundur saja,dari pada kalian menyesal selamanya"kata Alex kepada ke empat panatua perguruan itu.


Namun kata kata Alex itu di tanggapi lain oleh penatua Fu Yue.


Sambil tertawa terkekeh kekeh,kakek tua ini bicara, "ha ha ha ha,anak muda,tidak usah berdalih seperti itu untuk menutupi rasa takut mu, sekarang kau boleh gemetar, bahkan untuk terkencing kencing di celana mu pun juga boleh, tetapi semua sudah terlambat untuk mundur, maju berarti kematian, dan mundur juga kematian"...


"Takut?,ha ha ha ha,, baiklah kakek tua,akan kukatakan apa itu arti takut yang sebenarnya" kata Alex.


Usai berbicara,tiba tiba tubuh Alex menghilang dari pandangan mereka, serta beberapa saat bersamaan sudah berada di tempat lain sambil menetapkan jurus api illahi tingkat empatnya.


Tubuh Alex sekarang menyala api berwarna kuning yang sangat panas,bergerak dengan kecepatan di luar nalar, sehingga tidak ada satu mata manusia pun yang mampu mengikuti kecepatan gerakannya.


Dimata manusia,tubuh Alex nampak berpindah pindah dari satu tempat ketempat yang lainnya, karena saking cepatnya dia bergerak .


Keempat panatua perguruan singa emas itu segera menerapkan jurus api pembunuh iblis tingkat empat mereka dengan pengerahan energi maksimal mereka.


Alex menyambut hantaman jurus api pembunuh iblis dengan jurus api illahi tingkat empat miliknya yang disertai dengan sepersepuluh dari kekuatannya.


"Bum!".


"Bum!".

__ADS_1


"Bum!".


"Bum!".


Empat dentuman terdengar dalam waktu yang hampir bersamaan.


Rumput dan daun daun kering berterbangan keudara.


Ketika badai rumput dan daun daun kering telah reda, nampak Alex berdiri dengan kedua tangan lurus terjulur kedepan sedangkan keempat panatua perguruan nampak bersimpuh dengan kedua lutut mereka menyentuh tanah,pakaian ditubuh mereka sudah hangus semua,termasuk rambut dan alis serta kulit tubuh mereka.


Dari celah bibir mereka semua mengalir beberapa gumpal darah segar.


"Sayang sekali kakek kau salah mencari lawan,kau ingin menghukum aku,sebaliknya kalian yang terjungkal di hadapan ku,seharusnya aku sudah membunuh kalian berempat,tetapi biarlah ku tunda hingga aku menyambangi perguruan kalian nanti di kota Rembulan, tunggulah,aku pasti akan mampir menengok kalian kakek,sekaligus menentukan apa yang harus kalian dapatkan,hidup atau mati,ingat ingat itu"kata Alex sambil mengibaskan tangannya ke ujung jubahnya yang terkena debu.


Alex segera berlalu meninggalkan keempat panatua perguruan yang kini sedang terluka parah itu,menemui ke enam orang istrinya yang kini menyambut dirinya dengan senyum terindah mereka.


Dewi Paraditha yang paling muda juga paling manja diantara saudaranya segera memeluk dan menghadiahi sang suaminya itu dengan ciumannya.


"Kakak,kami tahu kakak pasti bisa mengatasi mereka semuanya, makanya kami tidak cemas,mereka cuma lalat lalat nakal, kebiasaan kakak akan selalu menghabisi lawan lawan kita semuanya, kenapa kali ini berbeda, kakak nampak sedikit mengampuni mereka?"tanya Dewi Paraditha dengan gaya manjanya.


Alex mengusap kepala sang istri, "tidak semua lawan harus berakhir dengan kematian,ada juga kematian yang ditunda,di tangguhkan bahkan kematian yang di batalkan,semua tergantung sikap mereka nantinya setelah peristiwa ini"...


"Kalau ternyata setelah peristiwa ini akan berbuntut panjang,maka kita basmi saja perguruan silat itu kak" kata Dewi Paraditha sambil bergelayut manja di tangan sang suaminya itu .


Wei Lian sedari awal mempunyai firasat kalau sebenarnya rombongan Alex bukanlah orang biasa yang bisa di buat sembarangan,dari aura tubuhnya,terlihat seperti aura seorang dewa yang di sembunyikan dalam dalam.


Beberapa kali Wei Lian bergidik bila membayangkan kalau sampai patriak perguruan singa emas bersikeras menuntut balas,alamat ancaman pembantaian itu akan benar benar terjadi.


Tetapi mungkinkah seorang patriak perguruan yang terkenal seantero negeri itu mau mendiamkan hal yang dianggap mencemarkan dan merendahkan harga dirinya dan perguruannya itu.


sementara itu Alex dan para istrinya sedang menikmati sarapannya dengan lauk daging bakar dan sayur hutan.


Setelah selesai makan, Alex beserta semua istrinya segera bersiap siap untuk meneruskan perjalanan mereka yang tertunda beberapa saat.


Sedangkan panatua perguruan singa emas Wei Lian yang masih sehat segera merawat tuan muda dan keempat orang panatua lainnya yang terluka parah.


Sepuluh murid laki laki dia suruh untuk membuat pondok sederhana untuk menginap beberapa hari guna merawat orang orang yang terluka.


Alex segera menuntun Dewa Pegasus keluar dari semak tempat dia berlindung tadi.


Melihat Dewa Pegasus emas berjalan dengan begitu gagahnya,sekali lagi Wei Lian terperangah takjub,di semesta ini mungkin cuma Alex yang bisa menjinakkan dewa Pegasus emas.


Pegasus adalah jenis ras kuda terbang besar,kuat dan paling ganas.


Tidak akan ada yang bisa menjinakkan kuda jenis Pegasus ini tanpa kehendak sang kuda itu sendiri,apa lagi jenis dewa Pegasus emas yang merupakan jenis paling langka di seantero semesta,karena jenis ini termasuk katagori binatang illahi,atau binatang yang paling pertama diciptakan.

__ADS_1


Mereka terus berkuda menyusuri jalan yang kian menyempit itu,kini jalan cuma bisa dilalui oleh dua ekor kuda saja, di kiri tebing batu tinggi menjulang, sedangkan disebelah kanan terdapat jurang yang sangat terjal serta sangat dalam.


Disebelah kanan, sekitar kedalaman duapuluh Depa, nampak awan terhampar dibawah seperti hamparan lautan kapas yang sedang dijemur.


Ditengah tengah hamparan lautan awan putih itu,terlihat menyembul keluar sebuah pilar batu menjulang ke angkasa seperti sebuah pilar batu raksasa dengan ketinggian sekitar seratus depa lagi dari jalan maut di tebing itu.


Batu pilar itu kira kira berukuran lima puluh depa kali lima puluh depa dengan beberapa pepohonan tumbuh diatasnya.


Yang sangat menakjubkan adalah dipuncak pilar batu buatan alam itu,terdapat sebuah kuil yang mirip istana yang sangat indah dan megah.


Jalan yang dibuat di tebing batu itu lebarnya cuma bisa di lalui oleh dua ekor kuda saja.


Untunglah ditempat itu ada beberapa goa buatan yang dibuat untuk para pelintas apabila kemalaman di tebing ini.


Goa buatan ini ternyata cukup luas,ada yang mampu menampung hingga duapuluh ekor kuda.


Setelah memasukan kuda mereka di dalam sebuah lobang goa,serta menutupinya dengan tirai gaib, Alex memilih salah satu goa yang paling enak buat di tempati mereka bertujuh malam ini.


Untunglah tadi sebelum memasuki tebing,Alex sempat mencari kayu bakar,sehingga tidak begitu susah kalau harus bermalam di tengah tebing ini.


Kini cuma masalah air yang jadi masalah mereka sekarang.


Tetapi itu juga terjawab dengan diketemukannya sebuah sungai bawah tanah di dalam salah satu goa itu.


Rupanya segala sesuatunya telah dipikirkan oleh si pembuat jalan pertama kalinya dahulu,sehingga tidak menyusahkan para pelintas.


Selesai makan,Alex menikmati malam di pinggir tebing bersama semua istri nya sambil menikmati rembulan sisa sisa dari purnama beberapa waktu yang lalu.


Indah menikmati malam bermandikan cahaya bulan sambil menatap hamparan awan seperti lautan itu.


Semua bintang berkerlap kerlip,cuma satu bintang yang terang tanpa berkerlap kerlip di langit malam.


"Kak,bukankah bintang yang paling besar itu ada di tempat pilar yang terdapat kuil indah diatasnya tadi?"tanya Dewi Paraditha sambil terus memperhatikan bintang besar itu.


Benar,dia sangat yakin bila bintang besar itu adalah kuil dipuncak pilar batu tadi siang.


"Benar,adik Dewi benar, bintang besar itu ada di tempat kuil indah diatas pilar batu yang kita lihat tadi siang"jawab putri Annchi baru tersadar.


Alex terus memperhatikan bintang itu,dan dia juga yakin bintang itu tepat berada di tempat kuil indah dipuncak pilar batu yang mereka lihat siang tadi.


*********


Maap bila beberapa hari ini kadang tidak up date ya,masalahnya ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda tunda.


Tetapi author berjanji untuk tetap up date meski sedikit terlambat, dan mudahan kesibukan author bisa cepat selesai.

__ADS_1


__ADS_2