
Kaisar menatap kearah putri cantik jelita dihadapannya itu.
Putrinya itu kini sudah siap dengan pakaian perang nya lengkap dengan segala atributnya.
"Tidak Yue er,aku tidak mengijinkan kamu maju ke Medan perang,biarkan yang lain yang maju,kita masih memiliki jendral Max,mundur lah Yue er"kata sang Kaisar meminta sang putri agar mengurungkan niatnya untuk maju berperang.
"Tidak ayah, aku tidak bisa,kami telah berjanji untuk bertemu kembali, meskipun tidak sebagai sahabat atau teman, lihatlah anak mu ini akan menari dihari pernikahannya,aku akan menjemput jodoh ku ayah, inilah gaun pengantin ku,dan inilah mantera mantera sutra para pendeta yang mengiringi hari perkawinan ku ayah, bila aku mati ditangannya, maka itulah yang ku harapkan,tetapi bila dia yang mati,maka aku akan tetap menyusul pengantin ku ayah,jangan ayah bersedih, terimakasih untuk semua kasih sayang ayahanda, semoga di kehidupan yang lain,aku ditakdirkan bersatu dengannya,aku tidak berperang untuk ayah,tetapi untuk diriku sendiri,lihatlah hiasan gaun pengantin ku ini ayah, ibu, cantik bukan?, aku sekarang bahagia bisa bersama kekasih ku,meskipun tidak sebagai sepasang suami isteri,tetapi aku tahu kami saling mencintai, aku tidak pernah menyesal ayah, ibu, aku pergi"selesai bersujud dihadapan kedua orang tua nya,putri Yue segera keluar bersama tiga ratus Prajurit setianya itu.
Tangis sang Ratu mengiringi kepergian putri Yue ke Medan perang.
Bahkan kini sang Kaisar sendiri sedang berpikir, sebenarnya untuk apa selama ini dia memerangi orang lain, kini dia merasa betapa berat rasa orang yang dia tindak selama ini.
Pintu gerbang istana di buka,dan pasukan putri Yue pun keluar menghadapi musuh dengan gagah berani.
Jendral Lau me dan jendral Ginantari yang semula mau maju ditahan oleh Dewi Tara.
"Ini bukan lagi perang kalian atau kita,ini murni perang antara mereka berdua,biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka yang kelak akan dikenang oleh semua umat manusia,bahwa pernah ada satu perang, tetapi tanpa kebencian dan dendam, tetapi didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang, dunia akan mengukir nama mereka yang gugur dalam niat suci membela keyakinan dan harga diri serta bakti kepada negeri,biarkan mereka, jangan ikut campur"kata Dewi Tara membuat semua yang mendengar menjadi terdiam.
Dewi Tara menoleh kearah sang suami, "seberat apapun, sejarah memang harus tetap diukir suami ku,meskipun tidak bersatu sekarang, yakinlah bahwa di kehidupan nanti pasti akan menyatu,dipundak mu ada nasip umat manusia,di hati mu ada cinta,kau bisa menentukan mana yang mesti di kalahkan,apapun keputusan mu kelak,kami semua akan tetap mendukung mu suami ku,temui lah mempelai mu,ini memang sudah di gariskan oleh dewa Takdir,tunaikan janji terakhir kalian yang kelak pasti bertemu tetapi tidak sebagai sahabat" kata Dewi Tara sambil mengusap air matanya yang mengalir dipipi putih nya.
Dengan mengenakan jubah panjang bercorak doreng doreng,lengkap dengan atribut seorang Kaisar,Alex melangkah memantapkan hati nya menemui putri Yue.
"Selamat datang pengantin ku,selamat datang kekasih ku, berdirilah setegap mungkin dalam menyambut ku,aku ingin kau melanjutkan kisah ini kakak,melangkah lah dengan cinta dan restu ku,jangan hiraukan apapun yang terjadi nanti,semuanya Memeng harus terjadi,meskipun nanti aku tiada,aku akan tetap ada di hati mu, menemani mu dalam setiap mimpi mimpi mu, bangkitlah kekasih ku, hunuskan pedang mu, busung kan dada mu, jadilah laki laki yang sem lalu ku banggakan, ingatlah kakak,di pundak mu ada nasip orang banyak,dan di pundak ku cuma kewajiban dan bakti seorang anak, karena aku terlahir dari kasih sayang mereka, buatlah aku pergi dengan bangga pengantin ku, kekasih ku, pujaan ku,aku tidak menyesal jatuh cinta kepada mu, meskipun akhirnya kita saling membunuh"kata kata dari putri Yue terucap dengan bibir yang tersenyum namun pipi yang basah air mata.
"Putri,maafkanlah aku, mungkin nasip terlalu kejam kepada kita,tetapi maafkanlah aku putri, takdir menentukan kita harus berdiri berseberangan,meskipun hati bergandengan, meskipun seribu kelahiran lagi,aku akan tetap menantikan mu, kelak kita akan bersama sebagai dua kekasih, marilah kita selesai kan cerita ini kekasih ku, supaya Dewa Takdir berbahagia melihat hasil karyanya"kata kata Alex sambil mengeluarkan pedang cahayanya.
Keduanya kini saling berhadap hadapan,tetapi kali ini bukan sebagai teman seiring,tetapi musuh yang harus saling membunuh.
Kini tidak ada lagi sembilan langkah dewa,ataupun jurus cahaya illahi,maupun ilmu meringan kan tubuh.
Yang ada hanyalah jurus dasar biasa,yang mengandalkan kemampuan dasar saja.
Begitu pula dengan putri Yue,mereka terlihat tidak ingin saling mengalahkan tetapi ingin saling mengalah.
Pertempuran seru terjadi,tentu saja mereka sama sama saling menyadari bahwa pihak lawan tidak benar benar ingin membunuh nya.
Namun sesuatu bisa saja di rencanakan,tetapi takdir jua yang menentukan hasil akhirnya.
__ADS_1
Ketika sedang berkelit menghindari serangan dari putri Yue,tiba tiba kaki kanannya di kait ujung kaki putri Yue.
Ini membuat dirinya terhuyung kedepan hampir roboh.
Dengan menggunakan pedang cahaya, Alex bermaksud menjadikannya tongkat penolak agar tidak jatuh.
Tetapi saat itupun putri Yue tergelincir dan jatuh di hadapan Alex.
"Cras!".tanpa ampun pedang cahaya segera menembus dada putri Yue.
"PUTRI!!!"
Tiba tiba alam bergetar bangunan terguncang mendengar jeritan dari mulut Alex.
"Kakak,sa sa kit kak,Yue sa kit kak"kata kata rintihan kecil itu keluar seakan terasa seperti pisau yang menyayat nyata hati Alex.
Serentak langit serasa runtuh menimpa nya,di lepaskan ya pedang cahaya,dan pedang itupun menghilang menyisakan lobang luka didada sang putri.
Alex meletakan kepala putri Yue di pangkuannya,di belainya rambut sang putri.
"Kakak,jangan sedih, Yue bahagia sekali sekarang,Yue pergi dengan cinta dan kasih sayang kakak,pengantin ku sayang,aku akan selalu mencintai mu kakak,sekali jatuh cinta untuk selamanya,tubuh ku dingin kakak,peluklah aku,aku ingin kakak memeluk tubuh ku"kata kata putri Yue terbata bata.
Berkali kali diciumnya kening gadis cantik itu.
putri Yue Ter senyum manis, "Lihatlah suami ku, lihatlah gaun pengantin ku ini, cantik bukan?,aku ingin menjadi putri tercantik untuk mu suami ku, pengantin ku yang gagah"ucapan putri Yue mulai meracau.
Dengan sisa sisa tenaga nya,diraih nya kepala Alex,lalu diciumnya kedua pipi pemuda itu, lalu tangannya pun terkulai lemah.
Alex mendekap erat tubuh sang putri Yue,Isak tangis nyapun tumpah dalam kesedihan.
Hujan perlahan turun dengan derasnya,beserta petir menyambar.
para Dewa suci turun membacakan mantera serat asmaradana,lalu menaburkan kelopak cempaka surga,serta menyiramkan air mawar Nirmala.
Sebuah kisah cinta pilu yang tidak kesampaian, namun suci dalam kenangan.
Alex masih memeluk jasad putri Yue dengan eratnya,beberapa kali diciumnya kedua pipi gadis cantik itu.
__ADS_1
Ia melihat di tangan kiri gadis itu tergenggam sesuatu.
Setelah Alex ambil, ternyata sepucuk hiasan rambut dari emas murni dengan panjang satu jengkal serta ujungnya berhiaskan bunga teratai.
Hiasan rambut itu di balut dengan kulit rusa putih yang bertuliskan, "pengantin ku sayang!, kini aku senang kau menyambut cita kasih ku, ini kutinggalkan kenangan untuk mu, simpan baik baik,karena hiasan rambut ini sudah ku baluri dengan darah ku sendiri,tusukan kemulut ayahanda,cuma itu cara kakak mengalahkannya, dia kebal segala macam senjata jenis apapun kecuali hiasan rambut yang sudah ku baluri darah ku sendiri ini,asal kau bisa meneteskan darahnya,kesaktiannya akan hilang,tunggu aku sayang di kelahiran berikutnya,aku mencintai mu,pengantin ku,
dari ku,pengantin mu.
Kini tangis Alex benar benar pecah dalam isakan pedih,
Semua yang melihat juga meneteskan air mata,tidak terkecuali juga para dewa,hingga dentuman petir menyambar beberapa kali.
Melihat sang junjungan yang telah tiada itu,ketiga ratus Prajurit wanita pimpinan putri Yue serentak mengangkat pedang mereka lalu menusukan ke dada mereka masing masing sebagai tanda setia dan duka cita mereka, "hidup bersama,maka matipun bersama".
Kini angin topan bertiup kencang,membawa air hujan menjadi badai.
Namun Alex masih tak bergeming,diam memeluk jasad putri Yue, sambil sesekali mencium kening sang putri cantik jelita itu.
"Selamat jalan pengantin ku,sungguh indah gaun pengantin mu,bersulam cinta berhias air mata, dan berenda duka lara, aku akan tetap menantimu pengantin ku, meskipun di seribu kelahiran lagi,bimbing langkah ku putri, aku sedang di kegelapan dan mengharap sinar terang,bimbing jalan ku putri".
Meskipun tidak bersuara,namun semua istri Alex merasakan seduka apa hati sang suami saat itu,apa lagi para istri yang masih menyatu dalam tubuh Alex,sangat merasakan kedukaan yang luar biasa.
Mungkin seandainya bukan dewa,niscaya akan hilang arah karena besarnya rasa duka di hati Alex.
"Angkat kepala mu ksatria,dipundak mu ada beban dan nasip umat manusia, mengapa terlena dalam lara?, mengapa harus berduka, sedih dan sengsara, gembira dan bahagia cuma permainan hidup belaka,bangkit dan tantang lah dunia,ayo" satu tangan kecil dan halus terulur kepada nya, mengajaknya bangkit bersama disaat saat berduka.
Alex tanpa menoleh menggenggam jemari tangan itu,dia memang disaat yang sangat labil sekarang,sangat sangat memerlukan uluran tangan siapapun untuk membimbingnya melangkah di jalan yang licin ini.
Dengan satu ciuman terakhir, Alex melepaskan tubuh putri Yue dan bangkit mengikuti tarikan tangan Dewi Suci.
Pikirannya kini benar benar kosong,dia tidak pernah menginginkan putri Yue berakhir di tangannya sendiri.
Tragis memang,cinta yang tidak kesampaian, berakhir dengan kepiluan.
Dewi Tara, putri Guan Hong,Dan putri Giok Lin menyambut tangan Alex lalu membimbing nya kesebuah tempat yang teduh.
Sedangkan Dewi Suci masih menggenggam jemari tangan Alex,entah mengapa dia merasa ada keterikatan batin dengan pemuda itu sejak lama.
__ADS_1
Dia seperti mengenal pemuda itu semenjak lama sekali,walaupun bertemu baru saja.
...****************...