
Kesepuluh laki laki kasar itu menatap kearah kapten kapal dengan tatapan murka serta kemarahan yang memuncak.
"Memang kau siapa heh?, kau mau mengatur aku, terserah aku mau lewat darat atau lewat sungai, ya suka suka aku saja,yang penting bila ku katakan berlayar sekarang, ya sekarang dan jangan membantah bila masih ingin selamat"
kata salah seorang dari kesepuluh laki laki itu.
"Sekali lagi maapkan aku tuan,aku benar benar tidak bisa menuruti kehendak tuan,sangat besar resiko untuk penumpang ku yang lain"kata laki laki kapten kapal itu.
"Jadi ?,kau tetap tidak mau berlayar sekarang juga ya?,kalau begitu kau harus keluar dari kapal ini,karena kapal ini akan kami ambil alih!!"kata laki laki sangar tadi sambil menghunuskan pedang nya.
"Kalau aku boleh memberikan saran,lebih baik kalian minggat dari kapal ini,karena jika tidak, kalian akan sampai ke kota Narian tanpa kepala!!" tiba tiba terdengar suara seorang wanita menegur.
Semua orang menoleh kearah suara itu,ternyata seorang gadis cantik sedang menatap kesepuluh orang laki laki sangar tadi dengan senyum sinis nya.
Di belakang gadis cantik tadi berdiri dua orang laki laki dan dua orang perempuan cantik jelita.
"Apa kau bilang gadis ******,kau berani bicara seperti itu kepada ku?,dasar gadis ******,awas ku telanjangi tubuh mu"kata laki laki kasar tadi sambil bangkit menyerang kearah Dewi Teratai putih.
Namun gerakan Dewi teratai putih lebih cepat membabatkan pedangnya ke tenggorokan laki laki kasar itu.
Darah pun langsung menyembur dari leher laki laki itu yang sudah tanpa kepala itu.
"Itu bukti bahwa apa yang Dewi Teratai putih ucapkan,bukanlah ancaman kosong,tetapi peringatan keras"kata Dewi Teratai putih.
Tiga pasang muda mudi yang tadi berbincang dengan Alex,melongo menatap ganas nya gadis pengawal dari laki laki yang tadi berbicara dengan nya itu.
sementara itu,sembilan orang laki laki yang masih tersisa,menjadi sangat murka melihat teman mereka tewas hanya dalam satu serangan itu.
Kesembilan laki laki sangar tadi segera mengepung Dewi Teratai putih dengan senjata terhunus dari berbagai arah.
"Ctar!,,,Ctar!,,,Ctar!".
Terdengar ledakan suara cambuk membahana di sekitar mereka,ketika sang Pertapa sakti juga turun tangan melompat kedekat Dewi Teratai putih.
Sebelum pertempuran itu terjadi,tiba tiba berkelebat bayangan putih,tubuh seorang pemuda tampan ketengah tengah pertempuran dan langsung menyerang kesembilan orang laki laki garang tadi.
Cuma dalam satu serangan saja,sembilan orang laki laki kasar tadi terbang dan tercebur ke sungai.
"Sangat disayangkan seorang laki laki cuma jadi penonton melihat wanita berkelahi,huh sungguh tidak berfaedah hidup cuma memuaskan nafsu tetapi tanpa kekuatan apapun!"kata pemuda itu sambil melirik kearah Alex dan kedua istrinya itu.
Tanpa menghiraukan dia, Alex dan kedua istrinya langsung naik kedarat berjalan jalan,karena perjalanan masih harus dilanjutkan besok harinya.
"Sore ini begitu gerah kakak,ada seekor tikus mencoba menertawakan seekor naga"kata Dewi Tara sambil tertawa cekikikan di ikuti oleh putri Guan Hong berjalan sambil berpegangan tangan kepada Alex di kiri dan kanan.
Sementara itu di belakang mereka, berjalan mengikutinya Dewi Teratai putih dan pertapa sakti.
Bukan main marahnya pemuda itu,merah padam mukanya menahan amarah dan rasa malu yang meluap luap.
"Hei kau,aku bicara dengan mu,jangan pergi,awas kau berani mengacuhkan aku!" pemuda itu sangat marah.
__ADS_1
"Kau kalau merasa kuat, kenapa malah mengejar dan mengancam suamiku yang lemah,apakah itu cara orang hebat bertindak?" suara Dewi Tara terdengar bernada agak keras.
"Nona berdua,kalian sangat cantik,rugi punya suami yang tidak bisa apa apa seperti itu,cuma menang tampang doang, kalian bisa mencari yang lebih baik dari itu"kata pemuda itu .
"Sudahlah tuan muda, jangan membuat lawakan yang tidak lucu, mana bisa kau di bandingkan dengannya, sudahlah jangan ganggu kami"kata Dewi Tara sambil menarik tangan Alex dan putri Guan Hong, mengajaknya berlalu.
"Kalian akan tahu siapa aku sebenarnya nanti gadis cantik,kupastikan kalian berdua akan ku rebut menjadi milikku, dan pada saat itu tiba, suami mu yang tidak berguna itu akan ku penggal di depan mata mu"kata pemuda itu ber sungut sungut.
Malam itu mereka tidak menginap rumah penginapan karena kapal berangkat besok pagi pagi sekali,jadi mereka harus tetap di kapal.
Mereka cuma berjalan jalan dan mencari makan di sekitar dermaga saja.
Tidak lupa, Alex juga membeli beberapa ikat rumput segar pilihan yang terbaik,untuk kedua kudanya.
Malam pun berlalu seperti biasanya,kapten kapal melarang para penumpangnya untuk tidur di tempat lain, semua harus tetap standby di kapal,karena selepas tengah malam,kapal akan berangkat kembali.
Ketika kapal berangkat pun Alex dan kedua istrinya tidak tahu, karena mereka sedang tertidur dengan lelapnya setelah capek beraktifitas.
Setelah matahari memancarkan panasnya, barulah mereka bangun dan langsung mandi.
Makan pagi seperti biasanya,bertemu dengan ke enam muda mudi kemarin lagi,seperti perulangan kehidupan rutin saja.
Akhirnya setelah hampir tengah hari,mereka Sampai di muara sungai Kui,tempat yang sangat di takuti oleh semua kapten kapal.
Ketika melintas di muara sungai Kui itu,tidak terjadi sesuatu apapun jua,tetapi barulah setelah meninggalkan muara sungai Kui itu sekitar satu rantauan,terlihat di depan mereka tiga buah kapal perompak menghadang mereka, satu yang di tengah tengah adalah kapal terbesar sedangkan yang di kanan dan kiri lebih kecil.
Sedangkan dari belakang terlihat tiga kapal yang sama seperti di depan, juga sedang mengejar mereka.
Di arah haluan kapal,berdiri dengan angkuhnya pemuda yang kemarin marah marah kepada Alex,di belakang nya berdiri sembilan orang laki laki kasar yang salah satu temannya kemarin tewas ditangan Dewi Teratai putih.
Dewi teratai putih dan kau pertapa sakti, sanggupkah kalian menghadapi perompak yang di belakang?"tanya Alex kepada Pertapa sakti dan Dewi teratai putih.
"Kami sanggup tuan ku"jawab kedua nya sambil berlalu melesat kearah buritan kapal.
Sedangkan Alex dan kedua istrinya bergegas kearah haluan kapal.
Di haluan kapal terlihat sang pemuda bersama sembilan orang laki laki kasar itu tertawa terbahak bahak merasa lucu melihat tingkah para penumpang .
Di depan sana,berdiri di haluan kapal yang paling besar,nampak seorang laki laki tua bertubuh tinggi besar,dan bertopi dari anyaman bambu, memegang sebilah pedang panjang.
"Kalian semua yang tidak ingin mati,silahkan terjun ke sungai,sedangkan yang ingin mati silahkan tunggu di atas kapal" terdengar teriakan dari laki laki tua di depan.
Ha ha ha ha,hari ini akan ku katakan kepada kalian,bahwa akulah Mo Liang,putra perompak sungai Mun Mo Gui yang sangat di takuti di daerah sungai Mun ini,sekarang semua yang ada di atas kapal ini adalah milik ku, termasuk manusianya, akulah yang berhak menentukan mana yang layak hidup dan mana yang layak mati,bagi siapa yang mentaati aku,akan selamat,dan bagi yang menentang ku,akan mati,kalian semua adalah budak ku"teriak pemuda di haluan kapal itu.
"Bum!!".
Sebutir peluru meriam jatuh di air dekat lambung kapal,membuat gelombang tinggi menghempas sisi kapal.
Ditengah kepanikan itu,tiba tiba tubuh Alex memancarkan cahaya putih terang sambil terangkat keatas udara.
__ADS_1
Kedua tangannya direntangkan kekanan dan ke kiri.
Lalu dengan kecepatan kilat,bergerak meluncur kearah laki laki tua yang berdiri di haluan kapal perompak itu.
Laki laki tua itu terkejut melihat munculnya seorang pemuda tampan di hadapannya yang bisa melayang diudara itu.
Sedangkan pemuda yang tadi tertawa tawa,kini terdiam was was.
Tubuh Alex melayang diudara di hadapan para perompak sungai itu.
Tiba tiba selusin anak panah datang mengejar kearah Alex.
Namun jangankan untuk melukai,baru saja terkena bias cahaya putih dari tubuh Alex,anak panah itupun hangus tak bersisa lagi.
Berpuluh puluh lusin anak panah yang di luncurkan,tetapi satupun tidak ada yang bisa mencapai tubuh Alex.
Ketika Alex mendarat di tengah tengah kapal musuh,pembantaian masal pun mulai berlangsung.
Dalam sekejap saja, selusin perompak bersenjata panah sudah tewas dengan tubuh yang tidak karuan lagi.
Belum lagi meriam pun hancur berantakan terkena tendangan dari Alex,sehingga tidak bisa dipakai lagi.
Di atas kapal pengangkut penumpang,nampak dua orang wanita sangat cantik jelita sedang berhadapan dengan sepuluh orang laki laki.
"Nona cantik berdua,lebih baik kalian berdua menyerah dan pergi bersama ku,ku jamin hidup mu akan bahagia, dari pada ikut pemuda tidak jelas itu,apa yang kalian berdua harapkan dari pemuda semacam itu ?"kata Mo Liang mulai merayu.
"Hi hi hi hi,lihatlah kak,seekor jangkrik berusaha mengalahkan seekor rajawali,dia menyangka dirinya seekor Garuda,hi hi hi hi"Dewi Tara tertawa di ikuti oleh putri Guan Hong.
"Iya adik Tara,sebentar lagi bila jangkrik itu sudah menjadi makanan sang rajawali,sang jangkrik sadar pun tidak berguna lagi" kata putri Guan Hong juga sambil tertawa tawa.
"Kurang ajar,kalian berdua malah menertawai aku,awas kalian,ayo!! semuanya cepat ringkus kedua wanita cantik itu,tetapi tidak boleh sampai luka,ayo ayo cepat," perintah nya kepada sembilan orang yang bersama nya itu.
Baru saja sembilan laki laki kasar itu bergerak ingin mengurung tubuh putri Guan Hong dan Dewi Tara,tiba tiba tubuh kedua orang itu berkelebat sangat cepat sambil memainkan selendang keduanya.
"Ctar!".
"Ctar!".
"Ctar!".
"Ctar!".
Terdengar empat kali ledakan dan sebagai hasilnya,empat orang laki laki kasar tumbang dengan kepala rengkah besar.
Sebelum mereka dapat menyadari apa yang terjadi sebenarnya, terdengar kembali empat kali ledakan berturutan,di susul dengan empat tubuh manusia tersungkur kelantai perahu dengan kepala yang hancur.
Mo Liang menatap kedua orang gadis di depannya itu dengan tatapan yang sulit di mengerti.
Ada perasaan bangga, ada perasaan kagum,ada pula perasaan ingin memiliki serta ada juga perasaan jerih.
__ADS_1
...****************...