Mr Matrix

Mr Matrix
Datuk sesat dari Utara.


__ADS_3

Pagi menjelang,mentari sudah menghangatkan bumi sedari tadi,setia menemani mahluk memulai aktivitasnya.


Di sebuah penginapan,nampak dua orang anak manusia yang berlainan jenis sedang berbincang serius.


Nampak keletihan Dimata mareka berdua setelah selesai ritual pengobatan yang dilakukan tadi malam, dan ceceran darah diatas sprei bukti ritual itu telah mareka selesai kan


Si gadis yang tidak lain putri Giok Lin itu nampak menangis berurai air mata,sedangkan disisi nya Alex duduk dengan posisi bersebelahan dengan putri Giok Lin.


Alex menarik nafasnya dalam-dalam,sambil memegang tangan putri Giok Lin,ia berkata, "maapkan aku Giok Lin,mungkin aku terlihat bejat di matamu,atau kau anggap mengambil kesempatan dalam kesempitan,tapi percayalah,andai ada cara lain,tentu akan aku lakukan,tapi kau tahukan tentang racun ulat sutra salju yang tidak ada obat penawarnya,sedangkan waktu yang kau miliki tinggal beberapa saat saja,maka dengan menyesal aku terpaksa melakukan itu"...


"Alex,,aku menangis bukan karena itu,aku tahu bahwa cuma itulah cara satu satunya untuk menyelamatkan aku,padahal kau bisa mengurungku di kamar ini tanpa melakukan itu dan aku akan mati,akan tetapi kau lebih memilih menyelamatkan aku, aku menangis karena nyaris saja hal yang aku jaga dan pelihara agar bisa ku persembahkan untuk mu nyaris direnggut penjahat itu,aku tidak menyesali apa yang telah kita lakukan,aku ikhlas walaupun seandainya setelah ini kau jijik dan meninggalkan aku,aku ikhlas Alex,aku telah mempersembahkannya untuk mu karena aku mencintai mu,tidak perduli cinta ku berbalas atau tidak,tapi aku tetap mencintai mu meski rasa jijik mu yang aku terima"kata putri Giok Lin sambil terisak menangis menutupi mukanya dengan kedua tangannya.


Alex kembali meraih kedua tangan putri Giok Lin,dihapuskannya air mata yang membasahi pipi gadis itu.


"Aku tidak akan meninggalkan mu,walau apapun yang terjadi, bukankah kita telah ber janji untuk selalu bersama selama lamanya,aku akan menjaga kau dan putri Kwan si dengan jiwa raga ku,berhentilah menangis,hatiku pilu melihat kau menangis" kata Alex sambil mengusap air mata di wajah putri Giok Lin.


Putri Giok Lin menatap wajah Alex lama,lalu seulas senyum terkembang di wajahnya.


Di benamkan nya wajahnya didada Alex,ada rasa syukur,karena hal buruk tidak terjadi,tetapi juga ada kengerian di wajahnya bila membayangkan andai kesuciannya di renggut oleh penjahat itu,tentu dirinya akan hancur selamanya.


Pintu kamar di ketok dari luar,dan terdengar suara putri Kwan si memanggil mareka berdua.


"Masuklah,pintu tidak di konci"kata Alex mempersilahkan masuk.


Putri Kwan si masuk langsung memeluk tubuh putri Giok Lin yang tersenyum menatap kemuka putri Kwan si.


"Ada apa adik Kwan si?" tanya putri Giok Lin.


"Tidak apa apa kakak Lin,cuma tadi Kwe Sian Li bermaksut mau pamit pulang ke perguruan nya,dia cuma titip salam untuk kalian berdua,juga katanya terimakasih atas bantuan kakak Alex untuk membalas dendam pada penjahat itu"kata putri bungsu yang terkenal manja itu.


"Apakah dia sudah pergi?"tanya Alex lagi.


"Sudah sedari pagi tadi,menunggu kalian bangun kelamaan,,eh kakak Lin,gimana ritual pengobatan nya,seru tidak,ceritakan dong ka"kata putri Kwan si pada putri Giok Lin.


Putri Giok Lin menundukkan mukanya malu, "adik si,jangan menggoda ku begitu, nanti kau juga merasakannya,bikin aku jadi malu saja"kata putri Giok Lin dengan muka memerah.


Mareka keluar dari penginapan mencari rumah makan yang terdekat dari situ.


Tidak terlalu lama,mareka telah sampai di depan rumah makan yang memang tidak terlalu jauh dari rumah makan itu.


Mareka langsung masuk untuk memesan makanan dan minuman untuk sarapan mareka pagi itu.


Walaupun pagi itu orang yang makan cukup banyak,tetapi tidak membuat pesanan yang mareka pesan terlambat tiba.


Selesai makan,mareka keluar dari rumah makan menuju sebuah warung yang menjual bahan pokok,seperti beras dan lainnya,


Kali ini putri Giok Lin Dan putri Kwan si yang berbelanja bahan pokok yang mareka perlukan,seperti beras,gula,teh,dan garam.


Karena perjalanan ke kota Raja Negara Yuan cukup memakan waktu lama,yaitu hampir dua bulan berjalan kaki atau satu bulan berkuda melewati beberapa hutan,desa dan kota.


Setelah berjalan beberapa waktu,mareka melewati hutan bambu tempat markas Sekte kelelawar berada.

__ADS_1


Mareka singgah sebentar melihat lihat keadaan markas sekte Kelelawar yang dulu besar dan berpengaruh,namun kini kosong melompong tak ada seorangpun manusia di sana.


Rupanya setelah mendengar kabar terbunuh nya patriak dan tetua sekte,anggota yang lainnya membubarkan diri takut menjadi buronan pemerintah Negara Song.


Ketika sedang berkeliling melihat keadaan markas sekte kelelawar,tiba tiba mareka dikejutkan oleh serangkaian angin serangan dari seseorang yang bersembunyi.


Alex menghindari serangan itu dengan melompat kesamping kiri,sementara Giok Lin Dan Kwan si melompat ke samping kanan.


"Hei pengecut,mengapa membokong dari belakang,keluarlah,tunjukan batang hidung mu"teriak putri Kwan si marah.


Tiba tiba terdengar suara tawa bergema sehingga membuat pohon bambu ber goyangan seperti tertiup badai saja layaknya.


Andai yang mendengar tawa itu orang berkepandaian biasa,sudah bisa dipastikan akan jatuh pingsan.


Untunglah kepandaian mareka bertiga sudah cukup tinggi,sehingga tidak terpengaruh dengan suara tawa itu.


"PLOK!!!"


Alex menjentikkan jari telunjuk tengah dan ibu jarinya,suara yang dihasilkan menggema nyaring,membuat suara tawa tadi hilang seketika.


Sekelebat bayangan kuning muncul,kini dihadapan mareka ada seorang tua berbadan bongkok dengan kepala gundul dan jenggot serta kumis yang panjang menjuntai berwarna putih semua.


"Apa perlu kalian ketempat ini?"tanya kakek tua itu.


"Kami tidak perlu apapun,kami cuma lewat dan mampir sebentar"jawab Alex.


"Cuma mampir sebentar,betul kah?,tidak mungkin kesini kalau tidak ada keperluan,katakanlah dengan jujur,ada hubungan apa kalian dengan seorang pemuda yang sudah membunuh patriak dan tetua sekte Kelelawar?"tanya kakek tua itu.


"Bagus,bagus,ternyata kau sendiri yang menyerahkan diri mu,jadi aku tidak perlu lagi bersusah payah mencari mu,kini kau pilih,kau pecahkan sendiri kepala mu,atau aku yang memecahkannya"kata orang tua itu.


"Tenanglah orang tua,masalah pecah memecah kepala itu perkara mudah,tapi beri tahukan pada kami,kau siapa?"Tanya Alex lagi.


"He he he,baiklah,baiklah,agar kau tidak mati penasaran,ku beritahukan padamu bahwa akulah Te tok song,Datuk sesat dari Utara,guru Patriak sekte kelelawar Duan tiong dan tetua sekte kelelawar,jadi sekarang cepat mengaku salah dan pecahkan kepala mu sendiri,atau aku yang akan memecahkan kepala mu" kata Datuk sesat dari Utara Te tok sing.


"Masalah memecahkan batok kepala itu urusan sepele kakek tua,tapi aku punya usul,bagai mana kalau kita balik,kepala mu saja yang ku pecahkan,kan kakek sudah tua,sudah agak pikun dan sudah bau tanah kuburan,agar tidak bikin sesak Dunia ini saja,bagai mana bila ku bantu memecahkan batok kepala kakek"kata Alex sambil tersenyum mengejek.


Kakek itu menjadi sangat murka mendengar penghinaan dari mulut Alex,namun tetap ditahannya sambil sesumbar sombong.


"Kau mau memecahkan batok kepala ku??,ha ha ha,emang kamu memiliki kemampuan apa?,bocah to**l, apakah kau tidak mengetahui tingginya langit?"...


"Baiklah kakek,kuberi kau lima jurus,bila dalam lima jurus aku tidak mampu mengalahkan mu,maka tangan ku sendiri yang akan memecahkan batok kepala ku"kata Alex.


"Ha ha ha,kau yang berjanji,bukan aku,tapi kau harus menepati janjimu sendiri bocah"kata kakek itu sambil tertawa bahagia karena sudah pasti menang.


"Baiklah,jaga serangan, satu!"kata Alex langsung menyerang dengan jurus sembilan langkah Dewa tingkat delapan menengah,di kombinasikan dengan ilmu meringankan tubuh tahap sempurna, sehingga tubuh Alex berkelebat dengan cepat seperti Sambaran kilat,tahu tahu sudah berada di belakang kakek itu.


Sebenarnya yang paling tegang adalah kedua orang gadis itu,bagi mareka Alex terlalu berani berjanji dengan mengalahkan kakek tua yang nyatanya dedengkot tua tak terkalahkan itu dengan lima jurus.


Tapi Alex tidaklah berbicara asal atau omong kosong,walaupun di sembunyikan,tapi lewat prediksi komputer yang terpampang di depan matanya,ia bisa melihat semua tingkat kultipasi dan kesaktian serta kelicikan kakek tua yang dijuluki Datuk sesat dari Utara itu.


Kakek tua yang bergelar Datuk sesat dari Utara itu sangat terkejut melihat kecepatan Alex berpindah tempat yang tidak bisa di ikuti oleh pandangan matanya itu,seolah olah kecepatan Alex melebihi kecepatan waktu itu sendiri,terpaksa kakek itu membuang dirinya kesamping kiri bergulingan di tanah untuk menghindari serangan Alex.

__ADS_1


"Jurus ke dua"


Tiba tiba terdengar suara Alex di samping kanannya sambil melancarkan serangan ke kepala kakek tua itu.


Kakek tua Te tok sing yang bergelar Datuk sesat dari Utara itu menghindar dengan melemparkan tubuhnya ke sebelah kiri,namun sial,belum lagi dia sampai di tanah,masih dalam posisi meluncur,tiba tiba Alex berteriak dari depan nya sambil melancarkan serangan maut nya.


"jurus ketiga!!".


Karena dalam posisi sedang meluncur,tidak ada kesempatan lagi untuk menghindar,terpaksa dia memusatkan seluruh kekuatannya ke arah kepala untuk menerima serangan dari kepalan tangan Alex.


"PROK!!!".


Sebuah suara benda pecah terdengar bersamaan dengan pecahnya kepala sang Datuk sesat dari Utara itu.


Tubuh Te tok sing sang Datuk sesat dari Utara terlempar beberapa puluh tombak lalu kaki dan tangannya ber kelojotan sebentar kemudian diam untuk selama lamanya.


Tamat sudah petualangan seorang Datuk tokoh sesat,dedengkot kejahatan yang selama ini belum mendapatkan lawannya,kini harus takluk di tangan seorang pemuda usia dua puluh satu tahunan dalam tiga jurus,sungguh suatu ke ajaib an.


Mareka memeriksa tempat bekas markas sekte Kelelawar itu,ternyata tidak ada apa apa lagi yang tertinggal,kecuali rumah rumah kosong belaka.


Alex membakar semua bangunan bekas markas sekte Kelelawar itu semuanya tanpa terkecuali.


Setelah beristirahat sejenak, mareka bertiga meneruskan perjalanan ke arah selatan menuju hutan kabut,lalu memasuki wilayah Negara Yuan.


Sore harinya mareka sampai dipinggir sungai kecil tempat dulu mareka bertemu dengan seorang pelayan dari sekte Kelelawar yang membeli obat.


Alex memotong batang bambu untuk di buat pondok,sedangkan putri Giok Lin Dan putri Kwan si sibuk memasak nasi di dalam kuali dari besi yang di beli putri Giok Lin Dan putri Kwan si di desa.


Tidak lama,pondok sederhana dari bambu sudah selesai di buat dengan kulit kayu sebagai lantai dan atapnya.


Mareka menikmati hidangan sederhana sore ini dengan lauk ikan yang di cari Kwan si di sungai tadi.


Malamnya mareka berbincang sambil berbaring,sedangkan Alex tetap berjaga sambil sesekali menambahkan kayu bakar ke api.


"Kakak lin,tadi aku sempat tegang ketika kakak Alex sesumbar lima jurus bisa mengalahkan Datuk sesat itu,padahal menurut cerita yang aku dengar,Datuk sesat dari Utara itu belum pernah dikalahkan orang"kata Kwan si mengeluarkan unek uneknya.


"Iya adik si,aku juga tegang,Alex terlalu gegabah berkata seperti tadi,coba kalau dalam lima jurus tidak bisa mengalahkannya,kan yang repot kita"kata putri Giok Lin menimpali kekesalan hatinya.


"Iya tuh kakak Alex,bisa bisa janda sebelum kawin kita ya kak Lin"kata putri Kwan si lagi, "kalau kakak Lin enak sudah di terapis mengobati racun ulat sutra salju,kalau aku,eh jangankan di terapis, disentuh juga belum" jawab putri Kwan si mencurahkan isi hati nya.


"Emang adik si sudah tidak sabaran kepengen di terapis sama kak Alex juga?"tanya putri Giok Lin menggoda putri Kwan si.


Akhirnya mareka berdua tertawa bersama,setelah saling memandang sesaat.


Malam bergulir lambat tapi pasti berjalan menuju pagi.


Kesunyian,kegelapan,yang ada cuma cahaya dari api unggun di luar pondok.


Suara jangkrik beradu merdu di tingkah suara burung hantu sebagai penguasa malam.


********

__ADS_1


__ADS_2