Mr Matrix

Mr Matrix
Datuk Sesat Begal Api.


__ADS_3

Entah sudah berapa Li jalan yang dilalui,Alex tidak tahu,tetapi yang pasti jalan lewat bawah pohon besar besar ini di laluinya sudah terasa sangat lama menanjak dan menurun,seperti tidak ada kesusahannya.


Untung saja penciuman Dewa Pegasus memang luar biasa tajam,bahkan mungkin lebih tajam dari penciuman seekor serigala.


Setelah matahari condong kebarat,barulah Alex melihat di kejauhan ada sebuah perkampungan yang tersembunyi diantara bukit bukit batu yang besar.


Perkampungan itu terdiri dari dua ratusan rumah dengan satu rumah paling besar berada di tengah tengah perkampungan itu.


Baru saja Alex dan kudanya melangkah memasuki perkampungan itu,empat orang laki laki dengan tampang sangar dan golok terhunus menghadang didepannya.


"Berhenti !,kau mau kemana anak muda ?, apa tujuan mu memasuki perkampungan kami ini ?"tanya penjaga gerbang kampung itu.


Kampung itu cuma memiliki satu buah gerbang keluar masuk, hal itu bisa diketahui karena perkampungan itu di kelilingi oleh bukit batu yang lumayan tinggi.


"Maap tuan,saya mau kekota Pasir api,apa tuan tahu jalan menuju kesana?"tanya Alex pura pura bertanya.


"Hu ha ha ha,kau mau kekota Pasir api?, hu ha ha ha,kota pasir api tidak melewati perkampungan ini,tetapi lewat jalan besar,kau harus kembali lagi menuju jalan besar,baru ikuti jalan itu ke arah timur,tetapi sebelum kau kembali ke jalan besar,sebaiknya kau mampir dulu di akhirat "kata laki laki tadi sambil menyerang Alex dengan golok nya.


Alex tidak terlihat mengelak maupun bergerak,dan tahu tahu tubuh laki laki itu sudah tersungkur dengan kepalanya menggelinding lepas dari jasad nya.


Tiga orang lelaki lainnya yang juga sudah menggenggam senjata terhunus segera menyerang Alex dengan tebasan golok.


Namun hal yang sama kembali terjadi,tanpa terlihat bergerak,tahu tahu tubuh ketiga orang laki laki itu tersungkur ke tanah dengan kepala yang sudah terlepas.


Setelah membereskan ke empat orang penjaga gerbang itu,Alex segera melanjutkan perjalanan nya kembali memasuki perkampungan itu.


Ditengah tengah perkampungan itu terdapat sebuah lapangan yang cukup luas memanjang menyisi sebuah telaga yang cukup besar di selatannya,sementara di sebelah Utara menghadap ke arah lapangan dan telaga diseberang lapangan, berdiri sebuah rumah besar seperti sebuah istana saja layak nya.


Di pinggir lapangan itu,di bawah bawah pohon terlihat sekitar seratus ekor kuda tertambat setelah baru saja dipergunakan,itu terlihat dari pelana dan napas kuda itu yang masih ngos ngosan.


Di punggung kuda itu nampak karung karung berisi harta benda yang belum sempat mereka angkut ke rumah.


Melihat ada seekor kuda menyelonong masuk ke perkampungan begitu saja,seratus orang laki laki yang tadi baru saja masuk ke dalam rumah, segera saja melompat keluar dengan senjata siap terhunus.


"Berhenti!!,siapa kamu,ada perlu apa kau ke perkampungan kami heh!"bentak salah seorang dari laki laki yang baru saja keluar dari salah satu rumah itu.


"Aku mau mencari orang orang yang sudah membunuhi para penduduk desa,apakah kalian tahu dimana mereka?"Alex sengaja bertanya,memancing salah satu dari mereka berbicara,agar tidak salah tangan.


Laki Laki yang tadi melihat kearah Alex sesaat,mungkin meneliti tingkat kultipasi pemuda itu,lalu setelah tidak melihat tingkat apapun,laki laki itu tertawa gelak.

__ADS_1


"Hua ha ha ha,kau mungkin sudah gila anak muda,dengan keadaan mu sekarang,mau menghadapi Begal api?, apakah kau sudah bosan hidup,hingga mau bunuh diri,kasihan kasihan"kata laki laki itu.


"Aku cuma mau tahu seperti apa mereka yang sudah membantai satu desa hingga semua penghuninya habis semua?"kata Alex dengan nada sedikit dibuat bergetar,sehingga semua laki laki disitu mengira dia mulai gentar.


"Kau sudah berhadapan dengan mereka,Kamilah Begal api yang paling ditakuti di seantero pesisir gurun ini,kalau tidak ada mangsa yang lewat,kami juga akan menjarah dan membunuhi penduduk kampung yang kami temui"jawab laki laki itu.


"Benarkah itu?,jadi bukan cuma satu desa yang kalian habisi,tetapi banyak desa,begitukah?"tanya Alex lagi.


"Iya cerewet seperti gadis,bukan cuma wajah mu yang cantik seperti gadis, tetapi juga kelakuan mu cerewet seperti gadis,tetapi sayang,umur mu tidak panjang,kawan kawan, ayo kita tangkap pemuda ini dan serahkan kepada tuan besar Zhu "teriaknya sambil bergerak mau meringkus Alex yang berada di atas kuda.


Namun itu ternyata cuma tertinggal didalam hati menjadi niat semata, tanpa bisa lagi dibuktikan,karena kini kepalanya telah menggelinding di tanah mendahului tubuh nya.


Seratus penjahat yang lainnya juga mengalami nasip yang tidak jauh berbeda dengan yang pertama tadi,tewas dengan berbagai kondisi tubuh yang amat mengenaskan.


Ada bagian dada yang terbelah,ada bagian pinggang yang terputus serta banyak yang lehernya terputus.


Ketika seratus begal itu tewas dengan tubuh yang sudah tidak karuan lagi,Seorang laki laki tua usia enam puluh tahunan keluar dari rumah besar dengan menenteng sebuah golok yang sangat besar.


"Hei kau wanita?, apa laki-laki?, atau banci?,dari mana datang datang mengamuk membunuhi anak buah ku,tanpa sebab musabab yang jelas?"bentak laki laki tua itu kepada Alex.


"He he he he,maap pak tua,aku cuma mencontoh apa yang kalian lakukan kepada orang orang desa yang kalian temui,kalian membunuh siapa saja, bahkan wanita dan anak anak juga kalian bantai, jadi apa salah ketika bertemu kalian,aku justru mengembalikan apa yang kalian lakukan kepada orang orang kampung itu?"tanya Alex santai tanpa beban.


"Kalau begitu,kau harus mati ditangan ku saat ini juga,tidak ada yang boleh berbuat sekehendak hati selain aku!"kata orang tua itu sambil menyerang Alex dengan golok di tangannya.


"Ayah dialah orang nya,kudanya itu yang sudah membuat aku terluka dan patah tulang rusuk,bunuh mereka ayah" kata pemuda pucat itu.


"Kebetulan lalu begitu, pemuda ini akan ku kubunuh,dan kuda nya akan ku miliki he he he he"kata kakek tua itu sambil tertawa terkekeh kekeh.


Alex juga tersenyum melihat kelakuan kakek tua itu yang berbinar binar melihat kuda yang di tunggangi Alex .


"Baiklah kakek tua,kau boleh memiliki kuda ku ini bila kau bisa merebutnya dari ku!"tantang Alex .


"He he he he,tentu saja aku bisa,jangan sebut aku Teng Quan Zhu sang Datuk sesat Begal api bila aku tidak bisa melakukannya,yang pertama kulakukan ialah memutuskan kaki dan tangan mu,karena dengan itu kau sudah membantai semua anak buah ku"kata kakek tua Teng Quan Zhu sambil menyerang Alex dengan serangan yang sangat cepat dan bertenaga dahsyat.


Tetapi tentu saja itu masih belum cukup bagi Alex,karena Dimata Alex, gerakan itu masih sangat lambat,itu juga mengindikasikan bahwa tenaga kakek tua ini belumlah cukup untuk mengalahkan Alex .


Ketika serangan kakek Quan Zhu sudah hampir mengenai tubuh Alex,tiba tiba Alex dan kudanya hilang dari hadapan kakek Quan Zhu dan sudah muncul di tempat lain dalam posisi masih diatas kuda nya.


Kalau untuk berlari cepat secepat kilat sendirian, tentu ada saja yang mampu melakukannya, tetapi berpindah dengan kuda kudanya tanpa merubah posisi, itu yang sulit.

__ADS_1


Merasa dipecundangi oleh seorang pemuda ingusan,tentu saja Quan Zhu menjadi marah dan kalap setengah mati.


Quan Zhu mempercepat gerakannya menyerang Alex .


Ketimpangan tingkatan kultipasi tidak lagi diperhatikannya,yang dia inginkan cuma menyerang Alex dan membunuhnya secepat mungkin,apapun cara nya.


Sambil menyerang Alex , Quan Zhu berusaha menyebarkan racun pelumpuh syaraf lewat golok nya secara diam diam.


Golok itu secara pelan pelan mulai mengeluarkan uap tipis berwarna kelabu yang tersebar diudara.


Alex cuma tersenyum melihat kecurangan yang dilakukan oleh kakek Quan Zhu itu.


Dia tidak berusaha menghindar,karena dia memang sudah kebal terhadap racun apapun, semua itu berkat menghisap sari bunga teratai hitam,bahkan semua istrinya yang lain kini juga ikut menjadi kebal terhadap racun apapun.(baca evs 50 Bunga Teratai Hitam).


Kakek Quan Zhu terus saja mengamuk dengan menyerang Alex membabi buta,dia tidak sadar, putranya berserta kelima orang temannya kini sudah tergeletak tak bernyawa karena racun pelumpuh syaraf yang dia sebarkan.


"Ayah!!,apa yang kau lakukan,kau sudah membunuh kakak Shang,lihatlah!"jerit seorang gadis cantik usia enam belas tahunan keluar dari rumah besar itu sambil memeluk sang kakak sebelum gadis itu juga terjungkal karena ganasnya racun pelumpuh syaraf yang ditebarkan Quan Zhu tadi.


"Wei er anakku!" seorang wanita cantik keluar dari rumah besar sambil berlari dan memeluk gadis cantik tadi sambil mengguncang guncangkan tubuh nya, jeritannya pun menghilang bersama tumbang nya tubuh wanita cantik itu juga.


"Lian meme !!".


Jerit Quan Zhu memeluk wanita cantik itu dengan erat,tangis nya tidak terbendung lagi.


Dia memang mencintai wanita cantik itu luar biasa,meskipun sang wanita itu sedikitpun tidak mencintai nya.


Wanita itu ia culik dan ia perkosa hingga melahirkan anak anaknya.


Sang wanita terpaksa pasrah karena ancaman akan melenyapkan semua keluarganya,bila tidak bersedia melayaninya.


Tetapi tanpa sepengetahuannya,Quan Zhu justru telah menghabisi semua keluarganya.


Kini tiga orang manusia yang paling disayanginya itu tewas semuanya ditangannya sendiri.


Tangis Quan Zhu kian menjadi jadi,melolong hingga terdengar membahana keangkasa.


"Kakek tua,kebiadaban mu sudah melampaui batas,langit dan seluruh para dewa mengutuk mu, kau kini merasakan bagai mana pedihnya kehilangan orang terkasih itu,dulu kau tanpa berkedip melenyapkan nyawa orang lain tanpa kau pikirkan apa salahnya dan bagai mana dengan anak istrinya?,kini bagai manakah rasanya kesedihan ditinggal orang terkasih mu,yang justru habis oleh tangan mu sendiri,bagai mana?, bagai mana?"terdengar suara Alex menggema.


Kesadaran pikiran dari kakek Quan Zhu seperti sudah menghilang dari kepalanya.

__ADS_1


Dia menangis menjerit jerit memeluk tubuh orang yang dicintainya itu satu persatu sambil berguling guling seperti anak kecil.


...****************...


__ADS_2