Mr Matrix

Mr Matrix
Pesta Beracun.


__ADS_3

Pesta perkawinan antara Alex dan putri Guan Hong berlangsung sangat meriah sekali.


Seluruh rakyat menyambut gembira perkawinan antara Alex dan putri Guan Hong itu, seperti pinang dibelah dua,sama sama cantik luar biasa.


Diantara semua yang bergembira itu,ada dua orang yang bersedih dan tidak bergembira dengan perkawinan itu.


Mereka adalah pembesar Wen Tiong dan putra nya Wen Lau Ma.


Sudah sejak lama sekali Lau Ma menaruh perasaan kepada putri Guan Hong,tetapi sangat disayangkan cinta itu bertepuk sebelah tangan, putri Guan Hong selalu menolak dengan cara halus pula.


Sedangkan pembesar Wen Tiong juga sudah sejak lama berambisi untuk menjodohkan putra nya dengan putri Guan Hong,dengan tujuan adalah kekuasaan.


Malam itu setelah pesta kebesaran di istana kerajaan yang sangat indah,besar dan megah itu,masing masing mereka menerima jamuan anggur penghormatan dari istana.


Selesai minum anggur penghormatan itu,tiba tiba Putri Guan Hong roboh pingsan.


Untunglah Alex cepat bertindak sigap,sehingga sang putri tidak terhempas kelantai.


Pestapun menjadi gempar,karena tubuh sang putri langsung memburu pertanda racun yang menyerang nya sangat ganas sekali.


Alex segera menotok di beberapa bagian tubuh putri Guan Hong,agar racun itu tidak segera menyebar.


"Tutup semua pintu keluar dari kota kerajaan ini,tidak ada seorangpun yang boleh keluar dari kerajaan ini tanpa ijin resmi,sementara saya mengobati sang putri,tolong jangan sampai diganggu,dan cari siapa dalang dibalik semua ini !!"suara Alex menggelegar meskipun tidak disuarakan dengan berteriak.


Mendengar perintah menantu sang Raja itu,seluruh prajurit segera menyebar keseluruh kota yang memungkinkan tempat penjahatnya melarikan diri.


Sedangkan Alex masuk kedalam kamar untuk mengobati sang putri yang sedang terkena racun itu.


Sang pertapa sakti dengan setia berjaga jaga di depan pintu kamar.


Alex tahu bahwa racun ini sangatlah ganas dan salah satu racun yang tidak pernah ada penawarnya.


Satu satunya cara pengobatannya adalah melalui bunga teratai hitam saja.


Begitulah,akhirnya malam itu dihabiskan dengan pengobatan racun ganas mempergunakan bunga teratai hitam.

__ADS_1


Sedangkan di luar kamar,sang raja sibuk mengusut siapa yang telah meracuni putri tersayang nya itu.


Pelayan yang menyajikan minuman untuk sang putri pun di usut dan tanya kan siapa yang telah menuangkan racun kedalam anggur sang putri.


Setelah dengan berbagai cara dan terakhir adalah ancaman akan menggantung seluruh keluarga nya bila tidak juga mau mengaku, akhirnya pelayan itu mau juga mengaku,bahwa dia disuruh seseorang untuk menghidangkan anggur beracun kepada kedua mempelai,tetapi yang anehnya cuma mempelai wanita nya saja yang terkena racun,sedangkan yang laki lakinya tidak terpengaruh apapun.


Bersamaan dengan itu,dua orang prajurit datang dengan membawa seorang laki laki yang berhasil mereka tangkap karena bersikeras ingin keluar dari kota raja menuju ke dunia bawah.


Pelayan dan laki laki itu dipertemukan,dan terungkaplah bahwa benar laki laki itulah yang telah menyuruh menuangkan racun kedalam anggur sepasang mempelai itu.


Setalah ancaman hukuman picis (yaitu hukuman di ikat dipinggir alun alun,lalu tiap orang disuruh bergantian menyayat kulit tubuhnya sedikit demi sedikit lalu di taburi garam dan air jeruk nipis hingga dia mati).


Mendengar ancaman hukuman yang luar biasa mengerikan itu,akhirnya laki laki itupun mengaku ia di suruh oleh pembesar Wen Tiong dan putra nya Wen Lau Ma,karena Wen Lau Ma patah hati cinta nya tidak terbalas.


Malam itu juga pembesar Wen Tiong dan putra nya Wen Lau Ma di tangkap untuk di adili besok hari.


Besok harinya,di hadapan raja,kedua anak beranak itu di sidangkan dengan diikat rantai kecil terbuat dari baja.


"Pembesar Wen!,aku tidak mengerti kenapa kau sampai hati melakukan ini kepada ku,padahal aku sudah berbuat baik kepada mu,mengangkat mu dari kemiskinan menjadi orang kepercayaan ku,tetapi inikah balasan mu pembesar Wen?"tanya sang Raja dengan suara serak dan bergetar sedih.


"Kau memang tidak mengerti tuan ku,dan tidak akan mengerti betapa aku meng idam idam kan putri mu bisa bersanding dengan putra ku,tetapi ternyata orang yang mendapatkan kehormatan itu adalah orang yang baru kau kenal yang mulia"jawab pembesar Wen.


Sang Raja menarik nafas panjang, lalu memandang kearah Wen Lau Ma, "dan kau apa alasan mu hingga tega meracuni putri ku ?"tanya Raja kepada Wen Lau Ma.


Dengan tatapan mata angkuh dan senyum kepuasan, Wen Lau Ma berkata, "yang mulia,sudah sejak lama hamba menaruh hati kepada putri tuan ku,dan sudah beberapa kali hamba menyatakan cinta hamba kepada nya,tetapi sang putri tidak mberikan hamba harapan sedikit pun juga,dan kekecewaan hamba kian membesar ketika tiba tiba secara mengejutkan,putri menjatuhkan pilihan kepada seorang pemuda yang asal usulnya saja tidak jelas tuan ku,sekarang hamba siap di hukum gantung yang mulia,hamba akan menyusul sang putri ke akhirat,karena racun yang putri tenggak itu tidak punya penawarnya tuanku, itulah racun kerak neraka,dan kelak kami akan bertemu di akhirat,saya sudah siap di gantung,saya puas tuan ku!"kata Wen Lau Ma putra pembesar Wen Tiong.


"Kau puas,tetapi aku tidak Lau Ma,aku ingin kau melihat dahulu ayahmu di gantung didepan mata mu,baru giliran mu!!"tiba tiba suara seorang wanita menggema di ruang sidang itu.


Sang Raja dan semua yang hadir dipersidangan itu menoleh.


Ternyata disana berdiri sang putri Guan Hong dengan riasan sangat cantik serta pipi yang agak kemerah merahan dengan keadaan tidak kurang satu apapun jua.


Di belakang sang putri berdiri seorang pemuda berwajah cantik sekali,ya dialah Alex .


Ritual pengobatan satu malam suntuk itupun berhasil gemilang,seluruh racun yang ada di tubuh putri Guan Hong sudah bersih semua,bahkan kini tubuh sang putri itu sudah kebal dengan jenis racun apapun juga. (kalian tentu ingat ritual cara penyembuhan racun ganas dengan bunga teratai hitam di bab terdahulu kan?).nah itulah pula yang terjadi dengan putri Guan Hong tadi malam.

__ADS_1


Wen Tiong dan Wen Lau Ma bukan main terkejut nya melihat sang putri berjalan memasuki ruang sidang dalam keadaan sehat wal afiat tidak terlihat sakit apapun juga,padahal tadi malam mereka semua juga menyaksikan sang putri Guan Hong sekarat dengan muka yang membiru kehitaman terkena racun ganas, tetapi sekarang sehat wal afiat saja bahkan bertambah cantik sekali.


"Ba,,,ba,,,bagai mana mu,, mungkin kau bisa selamat,sedangkan racun itu tidak mempunyai penawarnya putri,ini benar benar mustahil"kata Wen Wen Lau Ma dengan suara bergetar dan muka yang pucat.


Senyum kepuasan yang tadi selalu tersungging kini hilang sirna seketika.


Kini senyum di bibir sang putri lah yang terlihat merekah,senyum kepuasan.


"Sekarang aku bertanya kepada mu Lau Ma,bagai mana bila sewaktu terkena racun itu aku bersuami kan kamu,apa kira kira yang akan terjadi dengan ku ?,jelas aku akan mati kan ?,untung pilihan ku bukan kau, tetapi dia,kau lupa siapa dia kan ?, Dewa Yamadipati saja berpikir seratus kali untuk berurusan dengannya Lau Ma,aku pernah berpikir kehilangan dia, tetapi ternyata aku salah, sebanyak apapun kematian itu,dia akan terus bangkit dari kematian itu,karena dia telah mengalahkan kematian Lau Ma,dialah dewa diatas dewa,tuan Agung nya para dewa, junjungan nya sang kaisar Dewa,aku adalah bagian dari dua puluh satu permata perhiasannya,dan aku tidak bisa menghindar dari takdir ku,aku diciptakan sang kehendak suci bukan untuk mu atau untuk siapapun,Di alam Agung,aku adalah bagian dari duapuluh satu permata illahi yang selalu menghiasi leher sang tuan Agung,aku akan kembali kepada pemilik sejati ku,aku adalah permata yang kesebelas Lau Ma,di dalam diri suami ku sekarang telah masuk tujuh permata illahi,makanya wajahnya bisa melebihi wanita tercantik di seluruh semesta ini,seharusnya dari melihat wajahnya saja kalian bisa tahu siapa dia"kata putri Guan Hong dengan suara lantang.


Sang Raja dan sang Ratu tersenyum bangga dengan sang menantu,ternyata kitab kuno yang sering dibacakan pertapa sakti untuk mereka itu adalah kebenaran sejati.


Setelah mengetahui tantang kebenaran semuanya,hakikat sebuah kelahiran, takdir, tujuan hidup,terkulai lah kepala Lau Ma lemah lunglai,ternyata rencana yang dia susun sedemikian rapi,tidak ada gunanya sama sekali,seandainya sang putri itu mati sekalipun,dia tidak akan bertemu juga,karena hakikat sebuah kelahiran adalah tujuan untuk apa dia dilahirkan.


Kelahiran atau kehidupan,kematian dan jodoh sudah ditentukan sebelum kelahiran itu sendiri terjadi.


Selesai sidang, Wen Tiong dan Wen Lau Ma akhirnya digiring bersama semua yang terlibat kedalam penjara untuk menunggu saat eksekusi.


Alex tinggal untuk beberapa hari di kerajaan itu,karena sang Ratu masih keberatan melepaskan putrinya.


Tetapi waktu terus berjalan dan Alex tidak ingin berlama lama membuang buang waktunya,tugas penting telah menunggu nya.


Dengan berat hati, akhirnya sang ratu mengijinkan sang putri ya ikut bersama sang suaminya itu.


"Ibunda,,, ibunda jangan bersedih,aku sangat menyayangi ibunda,tetapi membebaskan saudara pertama ku adalah tugas penting ku ibunda, meskipun kami belum pernah bertemu,tetapi sebenarnya kami adalah satu ikatan rantai yang tidak bisa terpisahkan, aku harap ibunda memahami kedudukan ku ibu,terimakasih sudah melahirkan, membesarkan dan menyayangi Guan Hong ibu" Isak tangis sang putri bersatu dengan deraian air mata sang Ratu,serta Raja,


Liu Jian Hou sang putra mahkota memeluk sang adik dengan erat,dahulu dia sering menggendong sang adik selagi masih bayi kecil,dia sangat menyayangi adiknya itu.


Air matanya tidak kuasa di tahan tahannya lagi,jatuh berderai juga akhirnya.


Disisi sang putri nampak sang pertapa sakti Bintang Langit juga sudah berkemas kemas.


"Oh pertapa sakti,apakah kau ikut mereka juga?" tanya sang Raja.


Sang pertapa bersimpuh dihadapan Raja, "ampun yang mulia,takdir hamba bukan di istana,tetapi mendampingi sang Agung menuju singgasana nya tuan ku,dan lagi pula banyak yang masih harus hamba ajarkan kepada putri tuan ku,alangkah bijaknya bila saya mengawal sang putri dalam mendampingi sang Agung berkelana disemesta ini sambil memperdalam ilmu sang putri juga ilmu saya tuanku"kata sang pertapa sakti.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2