
Dari pintu kuil ditengah telaga itu keluar seorang gadis dengan kecantikan yang luar biasa cantik jelita nya itu,dengan kulit yang putih seputih salju,rambut kuning kemerahan yang panjang sebatas punggung dan mata coklat kehijauan.
Gadis itu berjalan kearah darat melewati jembatan sambil menari dan berputar putar.
Ketika sampai didepan Alex,gadis cantik itu bersimpuh, "terimakasih atas pertolongan tuan,hamba siap mengabdikan hidup hamba pada tuan"...
"Eits,tunggu tunggu,aku tidak mengerti dan tidak mengenal mu,serta aku tidak melakukan apapun juga"kata Alex sambil mundur selangkah.
"Dia adalah Dewi Lunar Jena putri ku,yang kukurung selama seratus ribu tahun untuk menantikan takdirnya"terdengar suara menggema di angkasa.
Alex menoleh keatas, ternyata diatas ada seorang wanita yang juga cantik jelita luar biasa sedang melayang di udara berpakaian ala Dewi berwarna kuning ke emasan.
Ketika wanita cantik itu berada didepan gadis cantik jelita tadi,gadis itupun langsung berlari memeluk wanita itu sambil terisak menangis.
"Ibu, Jena rindu dengan ibu,ibu jahat telah mengurung Jena di kuil ini" tangis gadis yang usianya sekitaran enam belasan tahun itu di pelukan ibunya.
Mendengar nama Lunar Jena ,tiba tiba Dewi muyimaeva berlari kearah gadis itu.
"Jena?,Jena?,ooh kau Jena,apakah ibu Dewi Bulan?"tanya Dewi muyimaeva memegang pundak Dewi Lunar Jena.
"Ya Dewi kecantikan, dialah Jena sahabat mu dulu,Ibu terpaksa mengurungnya di dalam kuil ini untuk menghindari terjadinya perang tanding antara Dewa Candra dan Dewa Surya yang memperebutkannya, karena bila perang tanding itu terjadi,maka Alam semesta ini akan hancur,untuk menghindari terjadinya kehancuran itu,sang kehendak suci menyuruh ku mengurung putriku didalam kuil ini,dan kelak bila waktunya sudah tiba,jodoh putriku akan datang menjemputnya sendiri kesini,rupanya sekarang waktunya telah tiba,bawalah dia bersamamu agar dunia ini tidak hancur memperebutkannya anak muda"kata Dewi Bulan pada Alex dan Dewi muyimaeva.
"Kakak,dia adalah Jena teman masa kecilku dulu,ketika hampir remaja,kami terpisah,dia entah kemana,seperti raib begitu saja,aku telah mencarinya kemana mana,tetapi tidak juga bertemu,eh sekarang dia berada bersama kita,aku sebagai istrimu memohon kepada mu untuk menerima sahabat ku ini kakak"pinta Dewi muyimaeva bersimpuh didepan Alex.
"Aku tidak bisa memutuskannya sekarang,karena misi kita belum selesai,tujuan kita belum tercapai"kata Alex menanggapi permintaan Dewi muyimaeva.
"Tidak kakak,kakak harus menikahinya malam ini juga,atau alam ini akan hancur akibat Dewa Candra dan Dewa Surya bertarung memperebutkannya kembali,apabila dia telah resmi menjadi istrimu, maka segel palaka sara akan merasuki tubuhnya, dan siapapun yang mencoba menyentuh nya,akan musnah dengan sendirinya"kata Dewi muyimaeva menerangkan kepada Alex.
"Ya kau harus mau menikah dengan putri ku, ini sudah dijanjikan oleh sang kehendak suci untuk mu dan untuk putri ku jauh sebelum kau ada,tidak bisa tidak,kau harus mau menerimanya, atau kau berani menentang ketentuan sang kehendak suci?"tanya Dewi Bulan pada Alex.
"Kakak,dia teman ku,dia saudara bagiku,terimalah dia"kata Dewi muyimaeva membujuk Alex.
"Maap Dewi,bukannya hamba protes atas kehendak Dewi,tetapi hamba merasa ada ketidak Adilan kepada kami Dewi,junjungan hamba lebih lama mengikuti tuan Alex, mengapa cuma Dewi ini yang dinikahi tuan ku,tidakkah lebih adil tuan nikahi keduanya tuan?"tanya Dewi Arashi yang memang sangat menyayangi junjungannya itu.
Kini Alex lah yang dilema mendengar pernyataan pengawal setia putri Helena ini.
"Kalau begitu nikahilah keduanya kakak,lihatlah juga pengorbanan putri Helena yang membuang jauh jauh kursi kebesarannya dan istananya demi mengejar cinta kakak,nikahilah keduanya malam ini juga" pinta putri Annchi.
"Terserah kalian sajalah,aku pasrah dengan kehendak kalian" akhirnya Alex Pun mengalah pada keputusan para istrinya.
Malam itu juga Dewi Bulan menikah kan Alex dengan putrinya dan putri Helena,dengan malam pertama pengantin itu berada di kuil di tengah telaga itu.
Setelah selesai dan memberikan wejangan untuk putrinya, akhirnya Dewi Bulan pun kembali ketempat asalnya dengan perasaan yang lega,karena kini nasip putrinya tidak lagi terkurung di dalam kuil batu,tetapi lepas seperti burung yang terbang.
Esok harinya,perjalanan merekapun segera dimulai kembali.karena semua sudah punya kuda tunggangan sedangkan Dewi Lunar Jena belum punya kuda,maka untuk sementara Dewi Lunar Jena ikut kuda Alex.
Muka Dewi Lunar Jena yang cantik luar biasa bersemu merah sumringah merangkul pinggang Alex dari belakang nya.
Hatinya kini berbunga bunga bahagia, penantiannya selama waktu yang sangat panjang tidaklah sia sia.
__ADS_1
Menjelang tengah hari,mereka kembali berhenti untuk mengisi perut mereka yang sudah terasa lapar.
Mereka memilih istirahat dibawah kerimbunan pohon rindang dan dekat dengan sungai kecil yang berair dangkal serta berbatu batu.
Putri Annchi dibantu oleh yang lainnya sedang mempersiapkan bahan makanan sedangkan Alex,selesai mencari kayu bakar,langsung berjalan menuju kearah sungai kecil untuk merendam tubuhnya yang kepanasan.Ketika sedang asik berendam, para wanita juga turun berendam di sungai itu.
Tinggal empat orang gadis yang bertugas menunggu makanan mereka.
Dewi muyimaeva dan Dewi Lunar Jena saling bercengkrama melepas kerinduan mereka yang telah terpisah selama ini.
Sambil mandi berendam, mereka saling bersenda gurau Tiba tiba didasar sungai yang dangkal itu,Dewi Paraditha seperti menginjak sesuatu benda.
Setelah benda itu di ambil oleh Dewi Paraditha,ternyata sebuah kulit kerang yang sangat besar,lebih besar dari pada sebuah piring keramik.
"Lihat ini apa ya?"tanya Dewi Paraditha.
putri Annchi mendekat dan memegang kulit kerang itu,tetapi dia tidak melihat keanehan apapun.
Mereka segera naik dan mengenakan pakaian masing masing.
Dewi Paraditha masih menenteng kulit kerang itu ketika mereka kembali ke tempat mereka menyiapkan makanan tadi.
"Kak,tolong bukain kak, biasanya kerang sebesar ini ada mutiaranya"kata Dewi Paraditha kepada Alex.
Alex menggoncang goncang kulit kerang itu serta mencoba mencongkelnya dengan pisau,tetapi tidak berhasil,karena kulit kerang itu seolah olah tidak bisa dibuka.
"Sudah kak,kita makan dulu nanti baru berusaha membuka kulit kerang itu"kata putri Annchi mengajak Alex makan.
Selesai makan,Alex kembali berusaha mencongkel kulit kerang itu,tetapi tetap tidak bisa di buka juga.
Akhirnya Alex menyuruh Dewi Paraditha untuk menyimpannya saja,dan nanti kapan kapan diusahakan membukanya.
Mereka kembali memacu kuda mereka menyusuri jalan tanah berbatu.
Menanjak dan menurun,mereka lewati, dan tanpa mereka sadari Haripun petang kembali.
Alex kembali mengajak istrinya untuk mencari tempat beristirahat yang dekat dengan sungai, paling tidak dekat dengan telaga.
untunglah tidak jauh dari jalan raya terdapat sebuah sungai kecil seperti yang tadi siang dengan air yang sama dangkal nya.
Alex memilih sebuah tempat yang baik untuk mendirikan pondok sederhana tidak jauh dari sungai kecil.
Seperti biasanya,Alex mencari kayu bakar untuk memasak, sekaligus mencari binatang buruan untuk mereka makan malam ini.
Untunglah Alex mendapatkan seekor kijang jantan gemuk untuk lauk mereka malam ini.
Selesai membersihkan daging kijang dan mencari sedikit sayur hutan,Alex membantu istrinya memasak.
Selesai memasak makanan,Alex menuju sungai untuk mandi dan membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Seperti biasa Alex membuat pondok darurat untuk tempat mereka berteduh malam ini.
Mereka menikmati makam malam sambil sesekali bercanda.
Menjelang malam,Dewi muyimaeva kembali mengeluarkan batu inti bintangnya yang bercahaya sangat terang seperti bintang itu.
Sedangkan Dewi Paraditha kembali mengeluarkan kerang besarnya,meminta Alex untuk membuka kerang itu.
Alex kembali mencongkel kerang itu, tetapi kerang itu seperti tidak punya celah untuk di congkel.
Dewi muyimaeva memegang kerang itu sambil membolak balikan nya, memperhatikan kalau kalau ada celah yang bisa tempat mencongkelnya.
"Ini aneh,bukankah kerang jenis ini seharusnya berada di laut,bukannya di sungai kecil yang sangat jauh dari laut"kata Alex.
"Sepertinya ini kerang ajaib kak,mana ada kerang putih bersih dan besar seperti ini di hulu sungai yang kecil dan dangkal"sahut Dewi Jena sambil menyerahkan secangkir teh harum yang masih mengepulkan asap.
"Ini sepertinya bukan kerang biasa kak,jangan jangan ini pundi pundi Dewa Laut,coba kakak teteskan darah kakak ke atas kerang ini"kata Dewi muyimaeva kepada Alex.
Alex segera meneteskan darah dari jari manisnya keatas kulit kerang itu.
Kulit kerang itu langsung memancarkan cahaya kebiruan yang terang,dan tidak berapa lama, setelah cahaya itu sirna,kerang itupun terbuka.
Dari dalam kerang itu melesat keluar empat sinar yang berbeda.
Dan empat sinar itupun kemudian menjadi empat orang laki laki sekitar usia tiga puluhan tahun berwajah tampan.
Setelah menatap kesekeliling nya,keempat orang laki laki itu bertanya, "siapakah gerangan tuan yang telah mengeluarkan hamba dari dalam kerang ajaib ini?"...
"Nama ku Alexander,dan mereka semua istri ku serta keempat gadis cantik itu pengawal salah satu istriku"jawab Alex.
"Ooh terimakasih tuan, tuan telah mengeluarkan kami,kami adalah empat dewa mata angin,hamba Dewa Utara,ini Dewa timur,ini dewa selatan dan ini dewa barat,kami semuanya dikurung oleh Kaisar tanah Nirwana Sam Qiao Liang yang licik itu"kata salah seorang yang bernama dewa Utara itu.
Keempat dewa mata angin ini raut mukanya sangat mirip satu sama lainnya,karena mereka memang saudara kembar' empat.
"Kalian sudah bergelar Dewa,tentu kepandaian kalian sudah sangat tinggi,bagai mana bisa kalian sampai dikurung oleh sang kaisar tanah Nirwana itu?"tanya Dewi muyimaeva heran.
"Kalau bertarung jujur, mungkin kami tidak akan dengan mudah dikalahkannya,walaupun kami juga belum tentu dapat mengalahkannya, tetapi lain halnya bila persahabatan yang dijadikan alasan untuk memperdayai kami"jawab dewa selatan.
"Bagai mana ceritanya?"tanya Alex bingung melihat ke empat dewa mata angin itu.
Dahulu kami dengan Sam Qiau Liang itu sahabat karib tuan,hingga suatu ketika Qiao liang mengutarakan niatnya untuk menduduki semua negeri dan bahkan menduduki semesta ini bila perlu,dan minta dukungan kami,kami tidak mau,karena itu merusak tatanan alam semesta,rupanya Qiao liang tidak patah semangat,dia terus membujuk kami untuk mendukungnya,tetapi kami tetap tidak bersedia, akhirnya timbul pikiran Qiao liang bahwa kalau tidak mendukung, maka menentang juga tidak boleh, dengan alasan persahabatan,dia mengundang kami untuk minum minum arak hingga mabuk,kami yang tidak mengira busuknya hati Qiao liang,mau saja dia perdayai,ketika kami mabuk berat,tanpa kami sadari,kami dimasukan kedalam kerang ajaib ini dan dibuang jauh,ketika kami sadar,semua sudah terlambat,kami terkurung Beratus ratus tahun di dalam kerang ajaib ini tuan"kata Dewa Utara mengakhiri cerita nya.
"Sekarang kalian telah bebas,kalian kembalilah ketempat asal kalian, hiduplah dengan bahagia"kata Alex kepada keempat laki laki itu.
"Maap tuan,kalau boleh tahu,tujuan tuan kemana sesungguhnya?'tanya dewa timur.
"Kami ingin ketempat kaisar tanah Nirwana, karena dia telah menawan salah satu istri ku dan keluarganya,maka aku akan menuntut balas atas kelakuannya"jawab Alex.
Alam seakan tahu hati Alex,langit malam yang semula cerah,tiba tiba di kejutkan oleh dentuman petir tiga kali.
__ADS_1
*********