
Pagi itu di pinggir hutan bambu angin,tiga orang pemuda sedang berjalan menyusuri jalan setapak yang membelah hutan bambu angin menjadi dua.
Hutan ini di namakan hutan bambu angin karena hutan ini memang banyak di tumbuhi pohon bambu besar besar,dan selalu berbunyi mendesau sepanjang waktu karena tertiup angin pegunungan.
Dalam perjalanan kali ini,putri Kwan si yang biasanya ceria,kini lebih banyak diam,mukanya kusut seperti ada mendung yang menggelayut dimatanya,sesekali tangannya terlihat menyeka butir air yang jatuh di pipinya.
Alex menghentikan langkah kakinya,di tatapnya putri bungsu itu, ada rasa iba di dalam hati nya,dipegangnya pundak gadis itu,
"Apa yang adik si pikirkan,kenapa bermuram durja selalu?"tanya Alex sambil memegang kedua bahu putri Kwan si.
Putri Kwan si memeluk tubuh Alex,air matanya jatuh di pipi tak tertahankan lagi. "sampai sekarang aku masih memikirkan apa yang kita bicarakan tadi malam,aku kangen dengan kedua orang tuaku,kakak ku,tapi aku juga tidak bisa berpisah dengan kalian" putri Kwan si terisak lagi dalam pelukan Alex.
"Tenanglah,selama kita berusaha,pasti ada jalan" jawab Alex.
Mareka terus melangkah masuk menyusuri hutan bambu angin.
Menjelang tengah hari,mareka tiba di tepi sebuah sungai kecil berair cukup deras berbatu batu.
Mareka berhenti di tepi sungai itu untuk beristirahat dan makan makan.
Alex mencari ikan di sungai dengan tombak sederhana dari batang bambu yang kecil ber ujung runcing.
Karena ikan di sungai ini lumayan banyak,sebentar saja,lima ekor ikan besar besar sudah didapat nya.
Ikan itu kemudian dimasak dengan sayur rebung bambu yang banyak terdapat disitu.
Siang itu mareka makan di tepi sungai sambil bercengkerama.
Belumlah terlalu lama mereka selesai makan,tiba tiba terdengar desauan daun daun bambu tertiup angin yang sangat kencang,di iringi oleh suara tawa nyaring seorang wanita yang mendirikan bulu Roma dan menusuk kedalam kuping.
Bagi orang yang masih ditingkat rendah,mungkin sudah tumbang pingsan,tetapi tidak dengan mereka bertiga yang rata-rata sudah mencapai tahap yang tinggi,mareka tidak merasakan tekanan apa apa.
"Plok!!!".
Alex menjentikkan jari telunjuk dan ibu jarinya,tiba tiba desauan angin dan suara tawa berhenti.
Dari balik pohon pohon bambu,melesat dua orang,yang satu laki laki bertubuh pendek tapi gemuk,hingga berbentuk bulat sedangkan yang satunya lagi seorang wanita cantik seumuran dua puluh lima tahun,walau sebenarnya usianya sudah lebih dari seratus tahun,mareka berdua biasa dikenal orang dengan julukan sepasang iblis dari Utara Hek mo san dan Tie ban kui.
Mareka adalah dua dedengkot tokoh sesat yang paling ditakuti di seluruh benua karena kekejaman dan tingginya ilmu mareka.
"Huh Ternyata cuma dua iblis cabul,kukira siapa"kata Giok Lin menyapa kedua orang itu dengan sinis.
"Hi hi hi,hari keberuntungan mu kakak kui,dua orang bidadari datang mempersembahkan diri mareka,sedangkan aku bisa bersenang senang dengan bocah ini,biarlah kita puas puas dulu,baru membunuh mereka"kata Hek mo san,si iblis cantik dari Utara itu pada pasangannya.
"Itu bila iblis seperti kau masih bisa bernapas setelah bertemu kami,biasanya sebangsa iblis bila bertemu kami akan berakhir dengan kematian" kata Giok Lin.
"Huh,kau terlalu jumawa bocah cantik,kepandaian seujung kuku,berani. bicara tinggi didepan iblis cantik dari Utara,maka kemalangan yang akan kau dapatkan" kata iblis cantik dari Utara itu sambil menyerang putri Giok Lin dengan satu serangan tangan kosong bertenaga besar.
Orang berilmu yang tidak terlalu tinggi,pasti akan menemui kematian dengan sekali pukul bila terkena serangan itu.
Tapi Giok Lin bukanlah orang yang bisa dianggap remeh,dengan tangan kosong pula,ia memapaki serangan dari iblis cantik dari Utara itu.
"Bum!!!"...
__ADS_1
Sebuah ledakan dahsyat terdengar, sangkin kuatnya,hingga. sisa ledakan itu menciptakan lobang di tanah sebesar satu depa.
Giok Lin terjajar dua langkah kebelakang,sementara iblis cantik terlempar puluhan Depa kebelakang menabrak pohon bambu hingga tumbang.
Dari sela bibirnya keluar beberapa tetes darah segar yang menandakan dia mendapat luka dalam yang cukup parah.
"Sudah kukatakan,satu keberuntungan bagi kalian sebangsa iblis bila bertemu dengan kami masih bisa bernapas hingga esok hari, biasanya tidak ada yang selamat bila sudah bertemu dengan kami"kata Giok Lin.
"Kurang ajar,aku akan mengadu nyawa dengan mu,bersiaplah"kini iblis cantik melakukan serangan dengan tenaga sepenuhnya,sedangkan putri Giok Lin sedang menyiapkan serangannya dengan jurus Dewa api tingkat tiga yang diajarkan Seng kai mo dulu.
Iblis cabul Tie ban kui diam diam juga mempersiapkan serangannya,namun itu semua tidak lepas dari pantauan Alex.
"Bum!!!"...
"Bum!!!"...
Dua kali ledakan terjadi,disaat Giok Lin Dan iblis cantik saling serang,dengan curang nya pula si iblis cabul Tie ban kui turut menyerang putri Giok Lin dari belakang.
Untung Alex sudah waspada pada keadaan dan langsung menyambut serangan tie ban kui dengan jurus sembilan langkah Dewa jurus keempat,
Maka tanpa bisa dihindari,empat tenaga sangat besar bertemu di dua pertarungan.
Tubuh Giok Lin terjajar tiga langkah kebelakang,sedangkan tubuh bidadari cantik terlempar sangat jauh kebelakang dengan dada berlobang sebesar buah kelapa.
Begitu juga dengan tubuh iblis cabul Tie ban kui,terlempar sangat jauh dengan sekujur tubuh sudah menjadi arang gosong,sedangkan Alex cuma berdiri ditempat asalnya.
Kini tamatlah riwayat Sepasang iblis dari Utara yang sangat ditakuti dan terkenal seantero benua.
Setelah mengambil kedua cincin penyimpanan milik sepasang iblis itu,Alex membakar mayat sepasang iblis itu dengan api Dewa nya.
Baru saja mareka melangkah,tiba tiba Alex berhenti berjalan dan melesat kebalik semak semak agak jauh dari mareka.
Ternyata Alex sudah menotok tubuh seorang lelaki setengah tua.
"Kau siapa heh, mengapa mengintip seperti itu"tanya putri Kwan si geram.
"Am,,,ampuni aku,aku seorang penduduk desa biasa yang kebetulan lewat dan mendengar perkelahian kalian"jawab lelaki itu gemetar.
"Penduduk desa biasa?" tanya putri Giok Lin heran
"penduduk desa biasa?, sebentar kulihat,kamu penduduk desa biasa atau bukan"kata Alex sambil merenggut baju lelaki itu hingga robek dan menyisakan tubuh lelaki yang bertelanjang dada.
Ternyata di dada kirinya terdapat tato seekor kelelawar.
"Nah ketahuan bahwa kau anggota sekte kelelawar,katakan siapa kau,dan apa jabatan mu di sekte,kalau tidak,maka aku tidak akan memperpanjang umur mu di dunia ini"kata Alex.
Lelaki itu terdiam dengan mata yang menatap nanar,ia tahu bahwa saat ini nyawanya sedang diujung tanduk,dua tokoh sakti yang paling ditakuti aja tumbang dengan satu kali hantaman saja, apalah lagi dirinya yang cuma orang rendahan,di jentik dengan jari aja sudah koit.
"Ha,,ham,hamba cuma anggota bawahan biasa tuan,hamba dari desa sebelah kebetulan lewat dan melihat perkelahian tuan"jawab lelaki itu gemetar.
"Siapa nama mu,dan apa pekerjaan mu di sekte ?"tanya Alex lagi.
"Hamba hanya suruhan biasa tuan,nama hamba Pauo seng tuan,hamba pesuruh biasa di sekte kelelawar,hamba dari desa untuk mencari obat buat panatua sekte yang sedang sakit"jawab lelaki yang bernama Pauo seng itu.
__ADS_1
Alex,Giok Lin Dan Kwan si memeriksa bawaan Pauo seng,ternyata benar,ada beberapa macam pil dan obat obatan yang dia bawa.
"Baiklah,lalu apa yang direncanakan oleh pimpinan sekte kelelawar yang kau tahu?",tanya Alex.
"Sa,,saya tidak mengetahui apa apa,tapi yang saya tahu,ada beberapa petinggi kerajaan yang menghadiri pertemuan nanti malam tuan,tapi saya tidak mengetahui namanya "jawab Pauo seng
"Baiklah,karena kau sudah bicara jujur maka kau ku ampuni, pergilah, dan anggap kau tidak pernah bertemu kami,kamu mengerti kan,?,seseorang bisa celaka karena tidak bisa menjaga mulutnya"kata Alex lagi.
"i,i,iya tuan,sa, saya mengerti,saya tidak pernah bertemu siapa pun"kata Pauo seng lagi.
Kemudian Alex membebaskan totokan nya dan menyuruh lelaki itu untuk pergi.
Dengan langkah tergesa gesa,lelaki itu pergi dengan setengah berlari.
Namun baru beberapa puluh langkah meninggalkan Alex dan kedua gadis temannya, lelaki itu berhenti berlari,dan melihat kebelakang sesaat,ketika merasa tidak di ikuti,baru dia meneruskan langkah kakinya.
Sedangkan di tempatnya,Alex yang sudah memasang mode pemantauan pada layar sistem Matrix nya,tersenyum simpul.
"Lelaki itu sudah pergi,ia sempat berhenti sejenak,mungkin takut kita mengikutinya,he he he,dia tidak tahu bahwa dari jarak seribu langkah pun aku masih bisa memantau dirinya,ayo kita ikuti dia diam diam dari jarak jauh"kata Alex.
Mareka bertiga pun mengikuti Pauo seng dari jarak yang sangat jauh sehingga tidak ada yang bisa mendeteksi keberadaan mareka.
Setelah melewati beberapa bukit dan sungai kecil,kini tibalah mareka di sebuah lembah yang luas.
Ditengah tengah lembah berdiri sebuah perkampungan yang besar dengan ratusan rumah rumah besar dan kecil.
Sedangkan di tengah tengah perkampungan itu,terdapat sebuah rumah yang paling besar dan paling mewah kelihatannya.
Sementara di aula utama sekte kelelawar,patriak sekte tampak sedang berbicara serius dengan beberapa orang panatua sekte dan juga beberapa pejabat kerajaan yang hadir saat itu.
Tanpa mareka sadari,diatas pohon didekat aula utama itu,ada tiga orang sedang memperhatikan mareka.
Orang orang yang berlalu lalang dibawah pohon itu tidak ada satupun yang menyadari akan kehadiran mareka,karena memang Alex sudah memasang tirai gaib' penghalang dari pandangan orang orang.
"Bagai mana persiapan kalian untuk masing masing,apa sudah benar benar siap Mentri kehakiman Be Ong gwan, panglima Kim bok seng,dan pembesar Guan khi,bagai mana persiapkan akhir ?"tanya Duan Tiong patriak sekte kelelawar.
"Jangan khawatir tuan patriak,walaupun masih ada beberapa menteri dan pimpinan pasukan yang menolak bahkan menentang gerakan kita,dan pasukan yang kita miliki tidak sampai separo dari pasukan Negara Song,tapi serangan yang mendadak adalah kunci dari segala kesuksesan kita"jawab menteri kehakiman Be Ong gwan dengan mantap.
"Siapa siapa yang tidak mau bergabung dengan kita ?"tanya patriak sekte.
"Ada beberapa menteri dan pimpinan pasukan tuan,tapi mareka semua tidak ada yang tahu bahwa tepat purnama penuh bulan ini,gerakan yang kita persiapkan akan kita laksanakan"jawab panglima Kim bok seng.
"Apakah ada yang curiga kalau kalian bukan pejabat yang sebenarnya,tapi tubuh yang di susupi roh kegelapan ?"tanya patriak sekte lagi.
"Sampai detik ini,belum ada yang menyadarinya tuan,seluruh pasukan sudah dipersiapkan, tinggal menunggu perintah saja"kata panglima Kim bok seng.
Mareka berbincang hingga larut malam tentang persiapan penggulingan Kaisar Negara Song.
Ketika pertemuan telah selesai,mareka pergi menuju ke kamar mareka masing masing,dari arah pohon besar didampingi aula utama Sekte melesat tiga orang kearah luar dari lembah itu.
Bayangan itu terus melesat menembus kegelapan malam ditengah hutan bambu angin tanpa terganggu oleh pekatnya malam.
*******
__ADS_1
Sampai disini dulu ya,besok disambung lagi.