Mr Matrix

Mr Matrix
Di Hutan Shin Jou.


__ADS_3

"Aku tahu jalan keluarnya kakak "tiba tiba putri Annchi berseru girang.


Alex dan Dewi muyimaeva menatap kearah putri itu.


"Apakah yang kau maksudkan kakak putri?"tanya Dewi muyimaeva kepada putri Annchi.


"Untuk meningkatkan tingkatan kultipasi adik putri dan adik Dewi,bagai mana bila Dewi Ginantari kita suruh melatih mereka berdua di dunia dimensi,bukankah disana sumber dayanya juga lengkap"kata putri Annchi.


"Oh iya kakak putri benar,dan aku baru ingat sekarang,bukankah kakak punya kuali emas sakti?,coba keluarkan sekarang"kata Dewi muyimaeva.


Alex mengeluarkan kuali saktinya dari dalam penyimpanan dan menyerahkan kepada Dewi muyimaeva.


Awalnya kuali sakti itu seperti enggan disentuh oleh Dewi muyimaeva.


Tetapi setelah diberitahukan oleh Alex siapa Dewi itu,barulah kuali sakti itu diam.


Dewi muyimaeva mengeluarkan sebuah botol dari dalam cincin penyimpanan miliknya, dan meletakkannya diatas meja.


"Wahai kuali emas kuali sakti,engkau sudah banyak memasak tubuh orang orang sakti, sekarang keluarkan energi mereka semuanya yang telah kau masak!" kata Dewi muyimaeva kepada sang kuali sakti.


Kuali sakti itu tiba tiba berdesing naik keudara,tutupnya terlepas dan kuali sakti itu menungging di bibir botol yang sudah disediakan Dewi muyimaeva.


Dari dalam kuali sakti itu,keluar cairan seperti minyak tetapi berwarna putih seperti susu yang mengalir masuk kedalam botol itu hingga penuh.


Setelah botol itu penuh,kuali sakti itupun kembali seperti biasa,kemudian Alex memasukannya kembali ke dalam gelang penyimpanannya.


"Kakak,ini adalah cairan energi dari sekian banyak manusia sakti yang sudah dimasak oleh kuali sakti itu,meminum cairan ini jangan lebih dari tiga tetes,sama dengan menyerap satu batu mustika tingkat Dewa, tetapi ini tidak berlaku bagi kau,aku,dan Dewi Ginantari"kata Dewi muyimaeva sambil menyerahkan botol itu kepada putri Dewi Sucitra.


"Adik Dewi,kalian berdua akan berkultipasi di dunia dimensi di awasi oleh Dewi Ginantari sekaligus menambah ilmu kalian disana,di sana Benyak buku buku ilmu silat dan ilmu pedang serta ilmu kesaktian yang tersedia di perpustakaan"kata putri Annchi kepada kedua madunya itu.


Akhirnya,putri Dewi Sucitra dan Dewi Paraditha,masuk kedunia dimensi milik Alex untuk berkultipasi meningkatkan kemampuan mereka disana yang diawasi dan dilatih oleh Dewi Ginantari.


Sedangkan Alex,putri Annchi dan Dewi muyimaeva rencananya esok harinya akan menuju hutan Shin jou untuk membebaskan Kaisar Dewa cahaya.


Malam itu putri Annchi disuruh Dewi muyimaeva untuk mencoba tiga tetes cairan dari dalam kuali sakti yang sengaja sudah di bagi oleh Dewi muyimaeva untuk putri Annchi.


Setelah meneguk tiga tetes cairan itu yang diteteskan pada air putih, tiba tiba sekumpulan energi yang sangat besar terasa bergulung gulung didalam tubuh putri Annchi.


Energi itu semakin lama, semakin membesar dan membesar,hingga;


"Bum!"


Satu ledakan teredam terjadi didalam tubuh putri Annchi.


Kini sang putri Annchi telah naik tingkat ke tingkat Dewa sorga tingkat tujuh.


Untuk kenaikan tingkat,tidak ada petir pembaptisan,kecuali menerobos ke tahapan yang lebih tinggi lagi.


Keesokan paginya, setelah sarapan pagi, Alex,putri Annchi dan Dewi muyimaeva sudah berada diatas kudanya untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Pagi ini untuk pertama kalinya kota Li hua tidak lagi terdapat para pengemis seperti biasanya,malahan yang terlihat beberapa puluh orang sedang berdiri berjejer dipinggir jalan melepas kepergian Alex dan istrinya sambil meneteskan air mata mereka.


Bagi sebagian penduduk kota Li hua,Alex dan istrinya adalah penjelmaan Dewa yang diturunkan kedunia untuk membantu mereka dari kezaliman dan kelaliman para penguasa.


Mereka bertiga memacu kudanya kearah timur mengikuti jalan raya berbatu batu kecil,menuju hutan Shin jou.


Setelah memacu kuda mereka selama setengah hari tanpa berhenti, akhirnya mereka tiba di pinggir hutan Shin jou.


Hutan Shin jou ini adalah sebuah hutan yang sangat lebat,rimbun dan tinggi tinggi,dan banyak di huni oleh binatang siluman yang cukup ganas dari berbagai tingkatan.


Umumnya binatang binatang siluman itu adalah binatang pemakan daging,dan sangat jarang sekali binatang pemakan tumbuhan,kecuali cuma ada beberapa jenis saja,seperti kelinci,Luak,dan tupai.


Baru saja mereka mulai memasuki hutan Shin jou itu,kuda mereka mulai meringkik liar,untuk melindungi binatang itu,terpaksa Alex masukan kedalam dunia dimensi miliknya.


Kini perjalanan mereka di lanjutkan dengan berjalan kaki saja,dan kadang kadang melompat dari pohon ke pohon.


Baru saja mereka memasuki hutan itu,Beratus ratus pasang mata sudah mengawasi mereka dari balik pohon pohon maupun dari Balik daun daun kayu.


Yang pertama terlihat adalah siluman babi sebesar karung goni sebanyak lima ekor berdiri ditengah jalan menghadap kearah mereka dengan taringnya yang panjang dan melengkung itu.


Siluman babi tingkat tiga itu segara memburu kearah Alex dan istrinya dengan serangan ganas.


Serangan siluman babi yang pertama lepas, siluman babi itu terus saja meluncur hingga menabrak sebuah pohon besar,dan batang pohon itupun rompal terkena taring babi itu.

__ADS_1


Sedangkan siluman babi yang lainnya segera menyerang kearah Alex dan istrinya dari berbagai arah.


Selendang putih milik Dewi muyimaeva dan selendang hijau milik putri Annchi berkelebat kesana kemari,setiap satu hantaman selendang itu,membuat satu siluman babi itu terpental berguling guling.


Hingga akhirnya,kelima ekor siluman babi itupun terkapar dengan kepala yang pecah.


Setelah membunuh siluman babi itu,mereka meneruskan perjalanan masuk kedalam jantung hutan Shin jou itu.


Namun belumlah lama mereka melakukan perjalanan,dari dalam hutan keluar sepasang siluman kelabang merah tingkat empat,dengan masing masing kelabang mempunyai mata empat buah.


Tubuh kelabang itu mungkin besarnya, sebesar pohon kayu, serta panjang nya,sepanjang tiga depa,dengan masing masing memiliki dua buah gigi yang menyerupai sebuah capit besar yang siap mencapit mangsanya.


Dewi muyimaeva dan putri Annchi beberapa kali mengibaskan selendang mereka kearah kedua ekor siluman kelabang merah itu,namu ternyata kedua siluman yang memiliki kulit sangat keras berwarna merah itu tahan terhadap pukulan selendang kedua wanita cantik itu.


Ketika Dewi muyimaeva dan putri Annchi mempergunakan jurus cahaya mereka masing masing,tubuh kedua kelabang itupun berwarna merah menyala dengan hawa panas nya,melawan jurus yang dilancarkan oleh kedua orang wanita itu.


Beberapa kali kedua kelabang itu terkena pukulan dari kedua wanita cantik itu,tetapi rupanya karena kulit mereka yang keras membuat mereka tahan terhadap pukulan.


Akhirnya kedua wanita itu mempergunakan jurus cahaya illahi tingkat keempat untuk melawan kedua kelabang itu.


Hingga pada satu saat, pukulan dari Dewi muyimaeva berhasil mendarat di atas kepala siluman kelabang merah tingkat empat itu.


"Bum!".


Sebuah dentuman keras terdengar menggema di dalam hutan Shin jou itu,disusul suara dentuman lain lagi saat pukulan putri Annchi juga mendarat diatas kepala siluman kelabang yang satunya lagi.


Kedua siluman kelabang itu terkapar dengan kepala yang sudah pecah berantakan,sedangkan badannya masih bergerak gerak.


Tetapi itu tidaklah lama,karena kemudian badan kedua kelabang itupun diam untuk selamanya.


Baru saja selesai pertarungan itu,ternyata hari sudah mulai sore.


Alex segera mencari tempat yang cocok untuk mereka bermalam malam ini.


Didekat sebuah telaga kecil,ada tempat yang cukup datar dan sangat cocok untuk tempat bermalam malam itu.


Kebetulan tempat itu berada di bawah sebuah ceruk batu besar mirip goa,sehingga terbebas dari air kala turun hujan.


Alex berjalan disekitar tempat itu melihat lihat apakah ada binatang buruan yang bisa di makan.


Setelah selesai membersihkan ayam hutan itu,Alex kembali menemui putri Annchi dan Dewi muyimaeva yang sudah menunggu dengan beberapa ikat ranting kering.


Setelah memasak dan membakar ayam hutan itu,mereka mandi dulu sebelum akhirnya bersantap malam.


Malam itu Alex menutupi tempat mereka tidur dengan kubah gaib agar tidak mendapat gangguan dari mahluk siluman apapun.


Benar saja perkiraan Alex,baru saja hari mulai gelap,dari kejauhan terdengar lolongan siluman serigala yang sangat menggetarkan hati.


Tidak lama setelah suara longan serigala itu terdengar,terlihat beberapa ekor serigala mulai mendekat, kemudian bertambah dan bertambah lagi hingga ratusan ekor siluman Serigala hitam.


Siluman serigala hitam tingkat lima yang paling besar tiba tiba melesat kearah Alex dan istrinya tidur,dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Bruaak!!".


Terdengar suara berderak nyaring,dan pimpinan siluman serigala itu terlempar kembali kebelakang seakan menabrak dinding baja yang sangat kuatnya.


Sangkin kuatnya tabrakan itu terjadi, kepala pimpinan serigala itu sampai meleleh darah merah kehitaman dari retakan tengkorak kepalanya.


Setelah berkelojotan beberapa saat,akhirnya tubuh sang pimpinan serigala itu diam dengan nafas yang terengah engah.


Seekor siluman serigala yang lain berusaha untuk menarik tubuh serigala itu, tetapi tidak dapat bergerak sedikit pun juga.


Akhirnya empat ekor siluman serigala besar lainnya, menarik tubuh sang pemimpin siluman serigala itu dengan susah payah.


Baru saja siluman serigala itu lenyap di kegelapan.kini datang lagi siluman kalong, sejenis kelelawar tetapi badannya seperti seekor sapi jantan saja besarnya.


Siluman kalong tingkat lima itu memandang Alex dan istrinya dengan mata yang merah menyala seperti darah,serta gigi nya yang runcing runcing.


Kali ini siluman kalong itu terbang mengelilingi tempat itu beberapa kali sebelum mendarat tepat di dekat ceruk batu tempat Alex menginap malam ini.


"Bong!".


"Bong!".

__ADS_1


"Bong!".


Tiga kali terdengar suara dengungan menggema ketika sayap kalong itu menghantam kearah kubah gaib itu.


Kubah gaib itu berderak seperti mau pecah,tetapi tidak terlihat tanda tanda mau pecah.


Karena tidak juga pecah, akhirnya beberapa ekor siluman kalong itu pergi dari situ tanpa hasil.


Baru beberapa saat malam menjadi damai,kini terdengar lagi.


"Krieeeet!".


Seperti suara kaca yang dicakar dengan kuku.


Alex membuka matanya, dan tampaklah beberapa ekor siluman beruang sedang mencakar kubah gaib yang tidak terlihat itu dengan kuku kuku mereka yang panjang dan tajam.


"Bong!".


"Bong!".


Beberapa ekor yang lainnya mencoba menggedor gedor kubah gaib itu,bahkan ada juga yang menabrakan kepalanya kearah kubah tak terlihat itu.


Beberapa ekor siluman beruang yang menabrakan kepalanya kearah kubah gaib tadi,nampak mental kebelakang beberapa tindak,lalu bangkit dan berjalan terhuyung huyung seperti orang mabuk.


Begitulah gangguan dari para binatang siluman itu terjadi hampir satu malam suntuk.


Menjelang matahari menyingsing,barulah gangguan itu mulai berkurang sedikit demi sedikit,hingga akhirnya tidak ada lagi gangguan dari binatang siluman itu.


Setelah Sarapan pagi,mereka kembali meneruskan perjalanan mereka kembali memasuki hutan Shin jou itu.


Tetapi rupanya enam ekor siluman beruang tadi malam tidak jauh dari mereka,mungkin karena penasaran, ke enam siluman itu menunggu Alex dan istrinya di semak semak dekat situ.


Melihat Alex dan kedua istrinya datang,keenam ekor siluman beruang itu langsung mengepung mereka.


Seekor siluman beruang yang paling besar berwarna hitam dengan warna putih di dadanya segera menghampiri Alex dan dengan kecepatan penuh,menerkam nya.


Sementara lima ekor yang lainnya segera menerjang kearah putri Annchi dan Dewi muyimaeva.


Alex menghindar kearah kiri selanjutnya mengirimkan tendangan kearah bokong binatang beruang sebesar sapi jantan itu.


"Bug!!".


Siluman beruang hitam itu tersungkur kedepan dan terguling beberapa kali,lalu bangkit dan kembali menyerang kearah Alex.


Sedangkan putri Annchi,dengan selendang nya,dia beberapa kali sudah membuat siluman beruang yang menyerang dirinya pontang panting terguling guling di tanah.


Begitu juga dengan Dewi muyimaeva yang juga sudah beberapa kali berhasil memukul siluman beruang hitam itu hingga beberapa kali juga terguling guling di tanah,tetapi para siluman itu kembali lagi bangkit dan menyerang lagi.


Kali ini Alex menggunakan sepertiga dari kekuatannya untuk memukul siluman beruang itu.


Hingga pada satu kesempatan,ketika binatang siluman itu sedang menyerang Alex dari depan,Alex menghindar lagi kesamping dan langsung mengirimkan tinjunya yang berisi sepertiga kekuatannya itu ke muka siluman beruang.


"Bug!!".


Terdengar suara bergedebug nyaring, ketika tinju Alex menghantam muka siluman beruang hitam itu.


Siluman beruang hitam itu terpental kebelakang sejauh beberapa puluh tindak,jatuh dan tidak bangun bangun lagi.


Pimpinan siluman beruang hit itu tewas dengan kepala yang hancur,tanpa bisa bersuara lagi.


Sedangkan putri Annchi dan Dewi muyimaeva juga melakukan hal yang sama dan berhasil menewaskan masing masing satu ekor siluman beruang hitam itu.


Sementara tiga ekor siluman beruang hitam itu yang tersisa itu bermaksud untuk melarikan diri,tetapi gerakan Alex,Dewi muyimaeva dan putri Annchi jauh lebih cepat dari pada gerakannya melarikan diri.


"Bug!!".


"Bug!!".


"Bug!!".


tiga kali terdengar suara bergedebug nyaring bersamaan dengan terjungkalnya ketiga siluman beruang hitam itu dengan kepala yang pecah.


Setelah mengambil batu energi semua siluman itu, merekapun melanjutkan perjalanannya kembali menuju ke tengah hutan Shin jou,untuk menemukan menara api tempat Kaisar Dewa cahaya ditahan.

__ADS_1


*********


__ADS_2