
siang itu terasa begitu cerah, matahari bahkan nyaris terik membakar.
Di kota Yuking,kota raja Negara Yuan,tepatnya di kompleks istana Kaisar Yuan,terjadi kehebohan yang luar biasa.
Jendral Kam Bu Ong selaku penanggung jawab ke keamanan negara,sedang menerima laporan para Telik sandi atau mata mata pemerintah yang melaporkan tentang kemunculan putri Giok Lin yang sudah lama dicari di seantero Negri,bahkan sampai ke Negri tetangga,namun sudah setahun tidak membuahkan hasil yang maksimal,malahan kekecewaan yang didapatkan dengan menghilangnya putri Giok Lin begitu saja seolah di telan bumi.
Kini tiba tiba seorang Telik sandi yang ditugaskan di kota Lincun tiba tiba datang melaporkan bahwa melihat kehadiran putri Giok Lin bersama dua orang lainnya di kota Lincun.
"Apa kau tidak salah lihat prajurit?"tanya jendral Kam Bu Ong mengulang pertanyaannya beberapa kali,seolah ingin meyakinkan telinga nya.
"Tidak mungkin saya salah lihat tuan jendral, bahkan Tuan putri Giok Lin bersama kedua orang temannya juga telah memporak porandakan klan bangsawan Xiouw di kota Lincun hingga bangsawan Xiouw musnah semuanya jendral"kata Telik sandi itu menerangkan.
"Menghancurkan klan Xiouw?,ada masalah apa hingga tuan putri murka pada klan itu?"tanya jendral Kam Bu Ong.
"Menurut yang saya dengar, Xiouw Yen putra dari Xiouw Yun,memaksa tuan putri untuk tidur ditempatnya,tapi tuan putri menolak,dan tuan muda Xiouw Yen yang terkenal arogan itu memaksanya karena menganggap tuan putri adalah tunangannya, akhirnya mareka bertarung dan tuan muda Xiouw Yen kalah,namun ayahnya tidak terima dan membayar pembunuh bayaran yang terkenal untuk melenyapkan tuan putri dan temannya,tetapi tuan putri dan temannya berhasil membunuh pembunuh bayaran semuanya,itulah yang membuat tuan putri menjadi sangat gusar jendral"kata Telik sandi tadi.
Jendral Kam Bu Ong nampak geram mendengar penuturan dari Telik sandi itu.
"Kalau begitu,sangat pantas apa yang didapat mareka,lalu sekarang tuan putri di mana?"tanya Jendral Kam Bu Ong lagi.
"Mungkin dalam beberapa hari lagi akan sampai di kota raja Yuking tuan Jendral"kata Telik sandi tadi.
"Baiklah prajurit Telik sandi,kau ikut aku ke istana menemui Kaisar untuk melaporkannya "kata Jendral Kam Bu Ong sambil bangkit dari tempat duduknya,dan di ikuti oleh prajurit Telik sandi itu.
Di gerbang istana,para penjaga gerbang melihat sang Jendral yang datang,langsung membukakan pintu gerbang istana.
Salah seorang penjaga gerbang cepat berlari kedalam istana untuk melaporkan kedatangan sang Jendral kepada Kaisar.
Di ruang tengah istana,kaisar menanti kedatangan sang Jendral.
Beberapa waktu kemudian,Jendral Kam Bu Ong tiba bersama dengan seorang prajurit Telik sandi.
"Selamat siang Kaisar,semoga kaisar sehat selalu dan panjang umur"kata Jendral Kam Bu Ong dan prajurit Telik sandi sambil menyembah bersamaan.
"Selamat siang juga Jendral,ada gerangan apakah hingga kau datang siang ini?"tanya Kaisar Yuan Tiang low.
"Ampun Kaisar,saya mau melaporkan bahwa salah seorang prajurit Telik sandi kita yang bertugas di kota Lincun melihat kemunculan tuan putri Giok Lin di sana"jawab Jendral Kam Bu Ong.
"Apa?,apa Khabar ini benar Jendral?"tanya Kaisar sangat terkejut sampai bangkit dari duduk nya.
"Menurut prajurit Telik sandi ini,dia melihat sendiri putri Giok Lin Dan dua orang temannya ada di kota Lincun Kaisar" jawab Jendral Kam Bu Ong.
"Nama mu siapa prajurit?"tanya Kaisar.
"Nama hamba Mauow zi tuan"jawab Telik sandi itu.
"Sekarang ceritakan semua yang kamu ketahui"kata Kaisar Yuan.
Prajurit Mauow zi kemudian menceritakan semuanya pada sang Kaisar Yuan.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menerima lamaran siapapun pada putri ku tanpa persetujuannya, sangat lancang mareka semua,seandainya putri ku tidak menghukum mareka,maka aku sendiri yang akan menghukum Mareka semua"kata Kaisar marah.
"Apakah kau tahu siapa kedua orang teman dari putri ku itu?"tanya Kaisar Yuan pada Mauow zi.
"Ampun Kaisar,kalau tidak salah dengar,yang laki laki bernama Alexander yang di akui oleh tuan putri sebagai calon suami nya, sedangkan yang seorang lagi putri Song Kwan si,putri bungsu dari Kaisar Song Kaisar" jawab Mauow zi.
Kaisar termangu sebentar,seberkas senyum tersungging di bibirnya,awalnya dia sempat was was dengan tekad putrinya yang tidak akan bersuami kecuali dengan orang yang bisa mengalahkan nya.
Bukan was was tanpa alasan,karena selama ini sudah beberapa puluh pemuda yang coba melamarnya harus kecewa karena tidak bisa mengalahkan kesaktian sang putri Kaisar Yuan itu.
Hal itulah yang membuat hati Kaisar dan Ratu nya risau,jangan jangan sampai tua sang putri tidak akan mendapatkan pendamping seperti sang gurunya Dewi seribu wajah yang gadis hingga usia tua karena tidak ada yang sanggup mengalahkan nya.
Kini mendengar penuturan dari prajurit Telik sandi itu,tiba tiba hati Kaisar berbunga bunga,ini berarti ada yang mampu mengalahkan sang putri,paling tidak mampu membuat hati sang putri bertekuk lutut.
"Baiklah,terima kasih prajurit Telik sandi,sebagai terima kasih ku dan rasa bahagia,nanti bila putri ku telah tiba di istana,pangkat mu akan ku naikan satu tingkat,ingatkan aku Jendral,dan kau Jendral, katakan pada Mentri urusan pemerintahan untuk menemui ku nanti malam,ada hal yang perlu ku sampai kan"kata Kaisar Yuan.
Setelah kedua orang tamunya pulang,Kaisar cepat menuju ruang pribadi nya setelah berpesan pada para pelayan untuk memanggil istrinya dan putra mahkota Yuan lauow Ji ke ruang pribadinya.
Belumlah lama Kaisar duduk di kursinya,pintu pun di ketuk dari luar,masuklah sang ratu bersama putra mahkota kedalam.
"Salam hormat Kaisar".
"Salam hormat a yg ayahanda Kaisar".
sang Ratu dan putra mahkota memberi salam hampir bersamaan.
"Duduklah istri ku,dan putra ku,ada Khabar yang akan ku sampaikan pada kalian berdua"kata Kaisar Yuan.
"Kabar apakah yang mulia Kaisar,apakah kabar baik ataukah kabar buruk?"tanya sang Ratu.
"Kabar baik dan kabar menyenangkan"jawab Kaisar.
Kemudian sang Kaisar menerangkan apa yang telah di laporkan oleh Telik sandi istana di kota Lincun.
Mendengar kabar itu,air mata sang Ratu jatuh di pipinya tak terbendung lagi.
Wanita yang sangat cantik itu walau pun usianya sudah menginjak empat puluhan tahun,tetapi kecantikannya tidaklah pudar.
Namun semenjak kehilangan putrinya setahun yang lalu, kesehatannya mulai terganggu,malam sering mengigau memanggil nama putri Giok lin lantas terbangun dan menangis tersedu sedu.
Sedangkan sang putra mahkota,walaupun usianya kini cuma delapan belas tahun,tapi rasa kehilangan sangat terasa dihatinya,apa lagi bila dia diam diam mendapati sang ibunda nya menangis sesegukan sendiri,hatinya pedih serasa di iris iris.
Walau sang ibunda nya sebisa mungkin menyembunyikan kesedihan hatinya,namun ia tahu betapa sang ibunda nya itu sangat bersedih hati.
Kini mendengar kabar dari ayahanda nya itu,kegembiraan dan rasa syukur membuncah didalam hatinya,sehingga air matanya turut pula menetes di pipinya.
"Ayahanda Kaisar, kapan kiranya kakak ku akan tiba di istana",tanya putra mahkota pangeran Yuan lauow Ji.
"Kalau tidak ada rintangan,mungkin beberapa hari lagi, sedangkan kabar bahagia kedua ialah menurut kata Telik sandi kita,putri Giok Lin datang bersama calon menantu kita"kata Kaisar Yuan lagi.
__ADS_1
"Lin er,ah tidak terasa kau sudah dewasa,dan sebentar lagi memiliki seorang suami, ibunda berdoa semoga kau menemukan suami yang baik sesuai dengan yang kau idam idamkan" gumam sang Ratu menghapus air matanya.
"Aku sudah mengutus prajurit membawa kereta kuda untuk menjemput putri ku,aku ingin cepat bertemu putri ku"kata Kaisar Yuan gembira dan sebisa mungkin menahan air matanya jangan sampai keluar dan dilihat anak serta istrinya.
Sang Ratu memerintahkan para pembantu istana untuk mempersiapkan segalanya,termasuk kamar dan pesta penyambutan nantinya.
Beberapa hari kemudian,selepas tengah hari,selagi sedang berbincang bincang di taman belakang istana,tiba tiba dengan ter gopoh gopoh,datang seorang petugas penjaga pintu gerbang istana menghadap Kaisar, melaporkan bahwa di pintu gerbang istana telah tiba putri Giok Lin Dan dua orang temannya, beserta iringan beberapa prajurit.
Kaisar beserta keluarga nya cepat menuju ke depan istana menyambut kedatangan sang putri yang sangat mareka rindukan itu.
Sang Ratu dan putri Giok Lin berpelukan dengan tangis yang tak terbendung lagi, kerinduan dan kecemasan yang sekian lama terpendam seakan saat itu meledak begitu saja.
Sang Kaisar pun dengan suka cita memeluk putri sulung nya itu dengan haru,akhirnya air matanya tak juga bisa lagi di tahannya.
"Oh ya ayahanda, kenalkan ini Alex,calon menantu ayahanda, ananda mengharapkan doa dan restu ayahanda Kaisar dan ibunda Ratu,dan juga restu dari semua kerabat istana" kata putri Giok Lin sambil menyeka air mata nya.
"Putri ku,tidak ada yang kami harapkan kecuali kebahagian kalian, apapun pilihan mu, ayahanda akan selalu mendukung mu putri ku" rasa haru menyeruak di dalam hati Kaisar dan istri nya,teringat saat putri sulungnya itu dulu dibimbing belajar berjalan,kini sudah tiba waktunya untuk menikahkannya,waktu berlalu tidak terasa begitu cepat.
"Iya putri ku, ibunda akan terus mendukung mu,semoga pilihan mu adalah yang terbaik bagi mu"sang Ratu kembali memeluk sang putri yang sangat disayangi nya itu.
"Lalu,gadis cantik ini siapa Lin er?"tanya Kaisar.
"Oh iya ayah,ini adik ku Song Kwan si,putra Kaisar Song,dia juga calon istri Alex ayah"...
Alex dan putri Kwan si menjura hormat didepan Kaisar dan Ratu.
"Salam hormat yang mulia Kaisar,semoga panjang umur dan sehat selalu"kata Alex dan putri Kwan si bersamaan.
"Sudahlah,panggil ayah seperti Lin er,tidak usah kaku,ayo kita masuk" kaisar membimbing tangan Alex sedangkan putri Giok Lin membimbing tangan putri Kwan si masuk kedalam istana.
Di ruang tengah yang luas itu mareka bercerita tentang pengalaman mareka selama setahun menghilang dari dunia ramai.
Kaisar dan putra mahkota memandang kagum pada Alex yang bisa meluluhkan hati dua orang putri Kaisar dalam waktu bersamaan itu.
Malam harinya,pesta pun diadakan untuk merayakan kedatangan putri Giok Lin setelah setahun menghilang.
Tidak lupa pula putri Kwan si menyerahkan surat dari ayahanda nya untuk Kaisar Yuan.
Hari pernikahan sudah ditentukan oleh sang Kaisar.undangan sudah disebar dan untuk masyarakat semuanya sudah di umumkan.
Hari itu putri Giok Lin mengajak Alex dan putri Kwan si untuk pergi ke puncak awan untuk menemui Dewi seribu wajah,untuk meminta restu nya.
Perjalanan ke puncak awan tidak terlalu lama,cuma sekitar dua hari naik kuda,tapi karena Alex mau menghemat waktu,maka terpaksa ia mengeluarkan kuda sembrani nya dari Dunia dimensi milik nya.
Melihat kuda putih tinggi besar dengan bulu Surai yang sangat panjang dan dua sayap di tubuhnya, Kaisar dan orang orang takjub memandang, seumur hidup baru kali ini melihat binatang surgawi bernama kuda sembrani.
Kuda Sembrani merendahkan tubuhnya dengan melipat keempat kakinya di depan Alex,agar ketiga orang ini bisa naik ke atas punggungnya.
Alex naik paling depan,dibelakangnya duduk putri Giok Lin Dan putri Kwan si.
__ADS_1
Setelah meringkik sejenak seolah berpamitan,kuda Sembrani itupun merentangkan sayapnya yang lebar,melompat keatas dan terbang ke angkasa membawa tiga orang pemuda pemudi diatas punggungnya.
*******